Jam menunjukkan pukul 01.15 dini hari. Rumah besar itu sudah sunyi. Pak Bambang mendengkur keras di kamar utama, obat tidurnya membuatnya tak akan bangun sampai pagi. Afni tidur lelap di kamarnya setelah capek seharian belanja.
Miya tidak bisa tidur. Memeknya masih berdenyut ingat mulutnya yang penuh sperma Ardi di parkiran tadi siang. Dia hanya memakai daster tipis tanpa apa-apa di bawahnya. Payudaranya yang besar bergoyang bebas, putingnya sudah tegang keras.
Dia menyelinap ke dapur, sengaja meninggalkan lampu kecil menyala. Lalu mengirim chat ke Ardi:16535Please respect copyright.PENANAYdOf73as75
Miya: “Ardi… sekarang. Ibu di dapur. Kontolmu harus masuk memek ibu malam ini. Cepat datang, ibu sudah basah banget.”16535Please respect copyright.PENANAIOilq02RMI
Tak sampai dua menit, Ardi muncul di dapur hanya memakai boxer. Kontolnya sudah setengah ngaceng melihat mertuanya berdiri di depan meja dapur, punggungnya menghadapnya, rok daster terangkat hingga memperlihatkan pantat montok dan memek yang sudah mengkilap cairan.
“Bu… gila… Afni tidur di kamar sebelah…” bisik Ardi.16535Please respect copyright.PENANApDxrej5L72
Miya menoleh, matanya penuh nafsu. Dia mengangkat daster lebih tinggi, membuka kakinya lebar-lebar di depan meja. “Iya, sayang… itu yang bikin ibu tambah panas. Bayangin kalau Afni bangun dan lihat kontol suaminya lagi ngebor memek ibu mertua. Cepat, Ardi… tusuk ibu dari belakang. Ibu mau dikentot kasar malam ini.”16535Please respect copyright.PENANAcPb1ltgHP2
Ardi mendekat, kontolnya sudah fully hard. Dia mengusapkan kepala kontol di celah memek Miya yang licin. “Memek ibu banjir banget… panas sekali…”16535Please respect copyright.PENANAmsnTBzheWd
Miya menggoyang pantatnya,
“Masukkan sekarang, Ardi… ibu sudah gila nunggu kontol gede kamu. Tusuk dalam-dalam… ibu mau merasakan setiap inci kontol menantu yang bikin ibu squirt kemarin.”16535Please respect copyright.PENANAeMAWwBaqQE
Ardi mendorong pinggulnya. Kontol tebalnya masuk perlahan, membelah dinding memek Miya yang sempit dan panas.
“Aaaahhh… ya… gede banget… kontol Ardi… memek ibu penuh… ahh… lebih dalam lagi, sayang… ngena banget di rahim ibu!” erang Miya pelan tapi penuh kenikmatan.16535Please respect copyright.PENANANvFQWBCSNa
Ardi mulai menggenjot pelan dulu, tangannya meremas pinggul Miya. “Ssshh… Bu… pelan… suara ibu keras…”16535Please respect copyright.PENANAXUxsaYCVNf
Miya malah semakin menggoyang pantatnya ke belakang, bertemu setiap tusukan.
“Nggak mau pelan! Kentot ibu keras-keras… ibu suka kasar… ayo, genjot memek ibu mertua kamu seperti pelacur! Plok-plok-plok… dengar bunyinya? Memek ibu lagi nyedot kontol kamu rakus banget…”16535Please respect copyright.PENANADo4gLvsFtp
Bunyi “plok plok plok” pelan tapi basah mulai terdengar di dapur yang sepi. Payudara Miya yang besar bergoyang liar di dalam daster, hampir keluar.16535Please respect copyright.PENANAJS5B5GOa1a
Ardi semakin cepat, tangannya naik meremas payudara Miya dari belakang.
“Payudara ibu gede banget… lebih enak diremas daripada Afni… aku mau gigit puting ibu…”16535Please respect copyright.PENANAIjaq5R6jca
Miya menarik tangan Ardi ke depan, “Remas keras… cubit puting ibu… ibu suka sakit-sakit enak… ahh… Ardi… kontolmu mentok memek ibu… ibu mau squirt… tapi jangan keluar dulu ya… ibu mau lama…”16535Please respect copyright.PENANAcnfHd5LtLR
Tiba-tiba terdengar suara langkah pelan dari koridor. Afni!16535Please respect copyright.PENANAb0w1gxwLBL
Miya langsung membeku, tapi memeknya malah semakin mencengkeram kontol Ardi.
“Sssst… jangan keluar… tetap di dalam…” bisik Miya cepat.16535Please respect copyright.PENANAPxUr7J1HJh
Ardi panik, kontolnya masih tertanam dalam. Mereka diam tak bergerak.16535Please respect copyright.PENANAsi8tWKJdUd
Afni muncul di pintu dapur, matanya masih mengantuk, memakai kaos longgar.
“Mas… kok belum tidur? Aku haus… mau ambil air…”16535Please respect copyright.PENANAOl2TdmrF9a
Ardi berusaha tenang, tubuhnya menempel rapat di belakang Miya, kontolnya masih ngaceng penuh di dalam memek mertuanya.
“Eh… iya sayang… aku juga haus. Ibu… ibu juga lagi minum air.”16535Please respect copyright.PENANAguxaLSHwTv
Miya menoleh sedikit, tersenyum manis meski napasnya tersengal.
“Iya Nak… ibu nggak bisa tidur. Perut ibu agak mules. Ardi lagi bantu ibu ambil obat.”16535Please respect copyright.PENANA70Fppw59rj
Afni mengangguk mengantuk, berjalan ke kulkas yang hanya dua meter dari mereka. Saat Afni membuka kulkas, lampu dingin menyinari tubuh mereka. Kalau Afni menoleh sedikit ke kanan, dia pasti melihat Ardi menempel rapat di belakang Miya, tangan Ardi masih di bawah daster mertuanya.16535Please respect copyright.PENANA9rifp5jNgB
Miya tidak bisa diam. Dia menggoyang pantatnya sangat pelan, hanya beberapa milimeter, tapi cukup membuat kontol Ardi bergesekan di dalam memeknya. Dia berbisik sangat pelan di telinga Ardi,
“Tetap genjot pelan… ibu mau merasakan kontolmu gerak di dalam meski Afni di sini… ahh… enak sekali… memek ibu lagi nyedot kontol kamu…”16535Please respect copyright.PENANAKsQqez32D0
Ardi menggigit bibirnya kuat-kuat, pinggulnya bergerak sangat pelan, kontolnya keluar-masuk hanya sedikit.
“Bu… gila… Afni di depan kita…”16535Please respect copyright.PENANAi6i6Fbed85
Afni menuang air, minum pelan.
“Mas, besok pagi kita ke rumah orang tuamu ya? Mama kangen sama kita.”
“Iya… iya sayang…” jawab Ardi dengan suara agak bergetar.16535Please respect copyright.PENANA5DyswVxkz0
Miya tersenyum nakal, suaranya tetap manis ke Afni tapi bisikannya ke Ardi penuh mesum, “Dengar itu? Besok kamu ketemu mama kamu… tapi malam ini kontol kamu lagi ngentot mama mertua kamu di dapur… ahh… lebih cepat sedikit Ardi… ibu mau cum pelan-pelan…”16535Please respect copyright.PENANArZ4ckTeiPV
Afni meletakkan gelas. “Ya udah, aku tidur lagi ya. Mas jangan lama-lama.”16535Please respect copyright.PENANAl71EluBZtU
Begitu Afni berbalik dan melangkah keluar dapur, Miya langsung menggoyang pantatnya lebih kuat. “Cepat Ardi! Kentot ibu sekarang! Genjot memek ibu keras-keras sebelum Afni masuk kamar!”16535Please respect copyright.PENANAiGEKMWErIk
Ardi tidak tahan lagi. Dia mencengkeram pinggul Miya dan menggenjot brutal. “Plok! Plok! Plok!” bunyi kentotan keras memenuhi dapur.16535Please respect copyright.PENANAWv7JnBTtup
Miya menekan mulutnya sendiri dengan tangan, tapi tetap mendesah mesum, “Ya… ya… gitu Ardi… tusuk rahim ibu… kontolmu besar sekali… ibu mau squirt… ibu mau muncrat di lantai dapur… ahhh… lebih cepat! Ibuku pelacur kamu sekarang… kentot pelacur ibu mertua kamu!!”16535Please respect copyright.PENANADHasgfd3P9
Ardi menjambak rambut Miya pelan, “Memek ibu enak banget… lebih enak dari memek istri aku… aku mau cum di dalam…”16535Please respect copyright.PENANA9SOMLX5ycA
Miya kejang hebat.
“Iya… cum di dalam… isi memek ibu dengan sperma panas kamu… ahhhhh!!! Ibu squirting!!”16535Please respect copyright.PENANAuPDjX5X92f
Memek Miya menyembur deras. Cairan squirting menyemprot kontol Ardi, paha Ardi, dan lantai dapur dengan suara cipratan basah. Tubuh Miya gemetar hebat, orgasme yang begitu intens sampai lututnya hampir lemas.16535Please respect copyright.PENANAEZ0RtRU7Dx
Ardi mendorong dalam-dalam dan menyemburkan sperma panasnya ke dalam rahim Miya.
“Ahh… Bu… aku keluar… banyak banget… memek ibu nyedot sperma aku rakus sekali…”16535Please respect copyright.PENANAfSmopLwYfS
Mereka berdua terengah-engah. Ardi masih tertanam dalam, sperma bercampur cairan squirt menetes ke lantai.16535Please respect copyright.PENANAUsbV1siXA8
16535Please respect copyright.PENANAs9RQMD5m0M
Miya berbalik, mencium Ardi dalam sambil tangannya meremas kontol yang masih basah.
“Besok… ibu mau yang lebih berani lagi. Mungkin di kamar mandi saat Afni lagi masak… atau di mobil saat kita ke rumah orang tuamu.”16535Please respect copyright.PENANAVyTZE2wkM4
Ardi tersenyum lelah tapi ketagihan,
“Bu… kamu benar-benar gila… tapi aku nggak bisa berhenti…”16535Please respect copyright.PENANA04YVJwHPpa
Miya menjilat bibirnya, “Bagus. Karena ibu juga sudah ketagihan kontol menantu. Sekarang bersihkan lantai dapur sebelum ada yang lihat bekas squirt ibu.”


