/story/207326/afifah-fauzia-istri-agus/?load=0
AFIFAH FAUZIA ISTRI AGUS | Penana
arrow_back
AFIFAH FAUZIA ISTRI AGUS
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
PG-13
AFIFAH FAUZIA ISTRI AGUS
Tukang ngarang
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Afifah Fauziah baru satu bulan menyandang status sebagai istri dari Agus. Pernikahan yang sederhana itu langsung membawanya ke kehidupan baru yang jauh dari bayangannya sebelumnya. Bekasi—panas, padat, dan penuh hiruk pikuk—menjadi tempat ia memulai peran barunya, bukan hanya sebagai istri, tapi juga penjaga warung kecil yang jadi sumber hidup mereka.

Warung itu tidak besar. Lebih mirip gerobak bakso yang dimodifikasi—sempit, cukup untuk duduk, bahkan rebahan kalau lelah. Di dalamnya ada termos kopi, etalase berisi snack, rokok, obat-obatan ringan, dan beberapa kebutuhan kecil lain. Warung itu hidup 24 jam. Tidak pernah benar-benar sepi.

Sebelum menikah, Agus punya karyawan. Tapi setelah Afifah datang, semuanya berubah. Mereka bergantian jaga. Siang Afifah, malam Agus. Sederhana, tapi melelahkan.

Siang hari, Afifah mulai mengenal pelanggan tetap. Anak sekolah yang nongkrong sambil ketawa-ketawa, tukang ojek online yang singgah sekadar melepas lelah, sampai pria-pria dewasa yang datang dengan tatapan yang kadang sulit diartikan.

Awalnya Afifah canggung. Ia perempuan rumahan, tidak terbiasa dengan dunia luar yang seperti ini. Tapi waktu berjalan cepat. Senyumnya mulai terbiasa, suaranya mulai akrab memanggil pelanggan, dan tatapannya mulai berani menatap balik.

Di balik kesibukan itu, ada sesuatu yang perlahan berubah dalam dirinya.

Perhatian kecil dari pelanggan. Obrolan ringan yang makin lama makin personal. Candaan yang awalnya biasa, lalu mulai terasa berbeda. Afifah tidak langsung sadar, tapi ia mulai menikmati hal-hal yang dulu tidak pernah ia rasakan.

Warung kecil itu bukan hanya tempat jualan.

Itu jadi ruang pertemuan. Tempat cerita-cerita singkat. Dan perlahan… tempat munculnya rahasia.

Agus tetap seperti biasa. Kerja keras, jaga malam, lalu pulang ke kontrakan kecil untuk tidur sebentar sebelum kembali lagi. Ia percaya penuh pada istrinya.

Sementara di siang hari, di balik sempitnya warung, di antara suara motor lewat dan gelas kopi yang berdenting pelan… Afifah mulai menjalani sisi lain dari hidupnya. Sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan saat pertama kali menginjakkan kaki di Bekasi.

Sesuatu yang dimulai dari tatapan. Lalu percakapan. Dan perlahan… menjadi rahasia yang hanya ia simpan sendiri.

Cerita ini bukan tentang warung kecil. Bukan juga tentang kehidupan merantau.

Tapi tentang bagaimana seseorang berubah… saat kesempatan, kesepian, dan keinginan bertemu di waktu yang sama...

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 10 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.