Bab 3: Tubuh yang Menggoda
2820Please respect copyright.PENANArXimTNagnJ
Sudah hampir empat bulan sejak malam godaan pertama itu, dan rutinitas olahraga mereka telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Serly sekarang bangun setiap pagi pukul lima, sebelum matahari benar-benar terbit, untuk memulai hari dengan sesi gym yang semakin intens. Tubuhnya berubah nyata—tidak hanya lebih kencang, tapi juga lebih berisi di tempat yang tepat. Pinggangnya tetap ramping, hampir seperti jam pasir, sementara bokongnya kini terlihat lebih bulat dan terangkat alami, otot glute-nya terdefinisi sempurna dari ribuan repetisi squat dan hip thrust. Payudara E-cup-nya tetap besar dan montok, namun sekarang lebih kencang, tidak lagi bergoyang terlalu liar saat bergerak; puting pink kecil di titik kecil selalu tampak menonjol di balik kain tipis sports bra-nya.
2820Please respect copyright.PENANAHgIOUcOH6K
Liam menyaksikan perubahan itu setiap hari dengan mata penuh kekaguman dan hasrat yang semakin membara. Pagi ini, seperti biasa, mereka menyelesaikan latihan di gym rumah. Keringat membasahi tubuh Serly, membuat kulit putihnya berkilau seperti sutra basah. Bra olahraga hitamnya menempel ketat, memperlihatkan bentuk payudara yang sempurna, sementara legging abu-abu gelap membungkus bokong bulat besarnya seperti sarung tangan kedua. Rambut hitam panjangnya diikat ekor kuda tinggi, beberapa helai menempel di leher dan pipi karena keringat. Bau tubuhnya—campuran keringat segar, parfum vanila samar, dan aroma wanita yang terangsang setelah olahraga—mengisi ruangan gym kecil itu.
2820Please respect copyright.PENANAwiPH31fkZL
Liam berdiri di belakang, tangannya masih memegang pinggang Serly setelah membantu menstabilkan posisi terakhir hip thrust. Jari-jarinya merasakan kehangatan kulit di balik kain tipis, otot bokong yang menegangkan di bawah telapak tangan. Napasnya sudah tidak stabil. “Serly… lihat dirimu sekarang,” bisiknya dengan suara serak. “Tubuhmu… sudah sempurna. Lebih dari sempurna.”
2820Please respect copyright.PENANAlrmVf8YMee
Serly menoleh, mata coklatnya berkilat lucu meski wajahnya memerah karena capek. "Jangan lebay sayang. Masih ada lemak sedikit di sini," katanya sambil memukul perut rata yang sudah terlihat six-pack samar. Tapi senyumnya menunjukkan dia tahu betul efek yang dia timbulkan pada suaminya.
2820Please respect copyright.PENANADILaoEIEmT
Liam tidak bisa menahannya lagi. Mata gelap penuh nafsu. Dengan gerakan cepat, dia menarik Serly ke pelukannya dari belakang, dada lebarnya menempel di punggung istrinya yang basah keringat. Tangannya langsung naik ke payudara kiri Serly, meremas lembut tapi tegas melalui bra olahraga. puting pink yang sudah terasa jelas di telapak tangan. “Aku tidak lebay. Aku sudah gila melihatmu setiap hari seperti ini,” gumamnya di telinga Serly, menggigit cuping telinga pelan.
2820Please respect copyright.PENANADHDsD3NOMB
Serly menandakan, desahan kecil keluar dari tepinya. “Liam… kita baru selesai olahraga… aku berkeringat…” protesnya setengah hati, tapi tubuhnya malah menempel lebih erat, bokong bulatnya menggesek titit Liam yang sudah tegang keras di balik celana olahraga.
2820Please respect copyright.PENANAFpcQa3j5Hk
“Itu membuatku semakin gila,” jawab Liam sambil memutar tubuh Serly menghadapnya. Dia menunduk, mencium bibir istrinya dengan ganas. Lidah mereka bertemu langsung, rasa asin keringat bercampur manis dari minuman elektrolit yang mereka minum tadi. Ciuman itu kasar, penuh lapar. Liam mengangkat Serly dengan mudah—tubuh istrinya sekarang lebih ringan dan kuat—lalu membawanya ke ruang tengah rumah yang luas, langsung ke sofa kulit putih besar di depan jendela besar yang menghadap taman belakang.
2820Please respect copyright.PENANAAzJc8buP3R
Dia meletakkan Serly di sofa dengan kasar tapi hati-hati, lalu menarik bra olahraga-nya ke atas hingga payudara besar itu terbebas. puting pinknya menegangkan sempurna, berkilau karena keringat. Liam langsung menunduk, mulutnya menangkap salah satu puting itu, menghisap kuat sambil lidahnya berputar. Rasa asin keringat dan manis kulit Serly memenuhi mulut. Serly mengerang panjang, “Ahh… Liam… pelan…” tapi tangannya malah menekan kepala suami lebih dalam.
2820Please respect copyright.PENANAJIVlkI5HvU
Tangan Liam turun ke legging Serly, menariknya ke bawah bersama celana dalam olahraga yang sudah basah. vagina Serly terbuka lebar, kristoris membengkak merah karena rangsangan, cairan cairan orgasmenya sudah menetes perlahan ke paha dalam. Liam menatap sebentar, napasnya berat. “Lihat ini… sudah basah sekali sebelum aku sentuh,” katanya sambil tersenyum nakal.
2820Please respect copyright.PENANAMAq3ZPAZVM
Dia menurunkan wajah, lidahnya langsung menjilat kristorisitu dengan gerakan lambat yang menyiksa. Rasa asin manis cairan orgasme Serly membuatnya semakin lapar. Serly menggeliat, pinggulnya naik mencari lebih banyak sentuhan. Liam memasukkan dua jari ke dalam vagina yang hangat dan licin, mengocok dengan ritme cepat sambil lidahnya terus memutar di kristoris Bunyi “slurp slurp” basah terdengar jelas, bercampur desahan Serly yang semakin keras. “Ahh… ya… lebih dalam… Liam…”
2820Please respect copyright.PENANAlZLZuWrNsu
Gelombang pertama datang dengan cepat. vagina Serly berdenyut kuat, cairan orgasmenya menyembur hangat membasahi jari dan mulut Liam. Tubuhnya mengejang, punggungnya melengkung, payudaranya bergoyang-goyang. “Aku… keluar… ahhh!” jeritnya pelan tapi panjang. Liam tidak berhenti, terus mengocok dan menjilat sampai orgasme kedua setelahnya hanya dalam hitungan menit. Serly gemetar hebat, kakinya menjepit kepala Liam, cairan orgasmenya membanjiri sofa.
2820Please respect copyright.PENANAwNoLV8aweX
Liam bangkit, wajahnya basah mengkilap. Dia menarik celana olahraganya turun, titit lima belas sentimeternya berdiri tegak, ujungnya berkilau karena cairan awal. Serly menatap dengan mata setengah terpejam, napas tersengal. “Masuk sekarang… aku mau merasakanmu,” bisiknya dengan suara parau.
2820Please respect copyright.PENANAwojpY0aN9h
Liam tidak menunggu lagi. Dia mengangkat pinggul Serly, mengarahkan titit ke vagina yang masih berdenyut, lalu mendorong masuk dalam satu gerakan kuat. vagina yang hangat dan sempit langsung menelan seluruh panjangnya. “Mmmhh… ketat sekali…” desah Liam. Dia mulai menggenjot dengan ritme lambat dulu, menikmati setiap incinya. Bunyi “plak plak” basah mulai terdengar pelan, semakin cepat seiring gerakan yang semakin brutal.
2820Please respect copyright.PENANAAMMhnDjsxH
Serly memeluk leher Liam, kakinya melingkari pinggang suaminya. Mereka berganti gaya: pertama misionaris di sofa, Liam menekan tubuh Serly ke bawah, payudaranya terjepit di antara dada mereka. Kemudian doggy style—Serly berlutut di sofa, bokong bulat besarnya terangkat tinggi. Liam memegang pinggulnya dengan kuat, menggenjot dari belakang dengan keras. Setiap dorongan membuat bokong Serly bergoyang, bunyi ketukan kulit “plak plak plak” menggema di ruang tengah. “Lebih keras… entot aku lebih keras…” erang Serly, sifat binalnya mulai terlihat jelas.
2820Please respect copyright.PENANAxWvLxGQ6KK
Liam menampar bokong Serly pelan tapi cukup keras, meninggalkan bekas merah samar. “Kamu suka ya dipukul seperti ini?” tanyanya sambil terus menggenjot. Serly hanya bisa mengangguk, desahannya berubah jadi mengeluarkan suara kecil setiap sinyal. “Ya… ahh… lagi…”
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
2820Please respect copyright.PENANADjKfRHhiWI


