Bab 5: Obat yang Membakar
12113Please respect copyright.PENANA8YfnBw9W0X
Dimas pergi keluar kota pagi itu. Pesawat jam 8 pagi ke Surabaya untuk pertemuan penting dengan klien besar. Dia mencium kening Layla sebelum berangkat, memeluk erat pinggang istrinya. “Gue balik besok malam ya, Sayang. Jangan lupa makan, jangan capek-capek gym. Gue kangen lo banget nanti.”
12113Please respect copyright.PENANAJUPhkc76Kg
Layla tersenyum sambil memeluk balik. "Hati-hati di sana. Gue baik-baik aja di sini."
12113Please respect copyright.PENANAxwJyRKMRi6
Dimas pergi dengan tas kecil, meninggalkan rumah yang tiba-tiba terasa lebih sepi. Layla berdiri di pintu, mengamati mobil suaminya menghilang di tikungan. Dadanya berdegup aneh—bukan sedih ditinggal, tapi seperti ada ruang kosong yang baru terbuka. Ruang untuk sesuatu yang selama ini dia tekan.
12113Please respect copyright.PENANAKZQwXOYykC
Jam 7 pagi, seperti biasa, Layla sudah di gym. Sesi pribadi dengan Kevin. Hari ini gym masih sepi, pintu tidak terkunci dari dalam. Kevin menyambut dengan senyuman yang lebih dalam dari biasanya. Matanya langsung menangkap perubahan di wajah Layla.
12113Please respect copyright.PENANAxZiWPXtTu1
“Suami lo pergi ya?” tanya Kevin sambil mendekat, suaranya rendah.
12113Please respect copyright.PENANAACNZFFbgUt
Layla mengangguk. "Iya, dua hari. Rapat."
12113Please respect copyright.PENANAMVQu9fOvKy
Kevin mengangguk pelan, tapi ada kilatan puas di matanya. "Bagus. Hari ini sesi lebih spesial. Lo siap?"
12113Please respect copyright.PENANAaF9P2Bsr8O
“Iya, Pelatih.”
12113Please respect copyright.PENANAzUjlJAY7bU
Kevin membawa Layla ke ruang latihan pribadi di belakang—ruangan kecil dengan matras tebal, cermin satu sisi, dan sofa kulit hitam di pojok. Lampu redup, musik pelan EDM bass-heavy mengalun. Bau minyak esensial peppermint memenuhi udara.
12113Please respect copyright.PENANAMXprRtc4PY
"Hari ini kita fokus full body, tapi dengan twist. Lo harus nurut total. Kalau lo ragu sekali aja, sesi berhenti. Paham?"
12113Please respect copyright.PENANA9RlPCpfL5B
“Iya, Pelatih.”
12113Please respect copyright.PENANAhPokiN2SFB
Kevin mengeluarkan botol protein shake dari kulkas mini. "Minum ini dulu. Coba campur sendiri, ada tambahan energi booster biar lo bisa push lebih lama."
12113Please respect copyright.PENANA7XLbNfCv4s
Layla menerima botol itu tanpa curiga. Rasanya manis, sedikit asam jeruk, dan ada sisa rasa hangat yang aneh di tenggorokan. Dia minum setengah botol, lalu mulai menghangatkan.
12113Please respect copyright.PENANAwf8CV3NeCW
Latihan dimulai seperti biasa: squat, lunges, push-up. Tapi setelah 20 menit, Layla merasa tubuhnya berbeda. Panas mulai merembes dari perut ke dada, ke paha dalam. Napasnya lebih cepat dari biasanya, keringat mengalir deras meski beban tidak terlalu berat. vaginanya terasa berdenyut kuat, kristorisnya membengkak dan sensitif sekali setiap gesek legging.
12113Please respect copyright.PENANA5FMr3IzjYn
“Pelatih… gue… panas banget,” desah Layla sambil berhenti di tengah mengatur gaya dorong pinggul.
12113Please respect copyright.PENANAwuoio0DqAk
Kevin mendekat, tangannya menyentuh dahi Layla. "Normal. Itu efek booster. Lo kuat kok. Lanjut."
12113Please respect copyright.PENANAKx6MK2g5Tb
Tapi Layla tahu ini bukan booster biasa. Tubuhnya terasa seperti terbakar dari dalam. putingr pinknya menekan bra olahraga, vaginanya basah luar biasa sampai legging di selangkangan gelap karena cairan orgasme. Setiap gerakan membuat kristorisnya bergesek kain, mengirimkan gelombang kenikmatan yang hampir menyakitkan.
12113Please respect copyright.PENANAEYTkTTLGh1
Kevin mengatur Layla berbaring telentang di matras. "Leg raise. Angkat kaki lurus ke atas, tahan. Gue pegang pergelangan kaki lo."
12113Please respect copyright.PENANAuy3EtrqspU
Layla mengangkat kaki. Kevin tergeletak di antara kakinya, tangannya memegang persahabatan, tapi matanya sekilas ke selangkangan Layla yang sudah basah. “Lo basah banget. Lo suka ya disuruh gini?”
12113Please respect copyright.PENANAJTtZJX1ksB
Layla menggigit bibir, wajah memerah. “Pelatih… gue… gue nggak tahan…”
12113Please respect copyright.PENANAfozkhsv66n
Kevin gelap tersenyum. "Itu obat perangsang dosis tinggi. Minum tadi. Sekarang lo bakal rasain apa yang selama ini lo kurangin."
12113Please respect copyright.PENANAa1VsM8Y0So
Layla tersentak. "Apa…? Pelatih, terima kasih gue—"
12113Please respect copyright.PENANAaLy2ZwXEHZ
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
12113Please respect copyright.PENANAQDYa8QDhlv
12113Please respect copyright.PENANADVFPqAIffc


