Bab 1: Perjodohan Tak Terduga
13101Please respect copyright.PENANAQ7gh8ZGISQ
Malam itu udara Jakarta terasa lebih berat dari biasanya. Lampu-lampu kota menyala terang di luar jendela kaca besar rumah elite di kawasan Sudirman, tapi di dalam kamar utama yang luas, hanya ada cahaya redup dari lampu tidur kristal yang menggantung di langit-langit. Layla berdiri di depan cermin besar, tangannya gemetar saat menyentuh gaun pengantin putih yang masih menempel di tubuhnya. Rambut hitam panjangnya yang biasa tergerai bebas sekarang disisir rapi, jatuh lembut di bahu putih mulusnya. Usianya baru 25 tahun, tubuhnya langsing sempurna — 166 cm, pinggang kecil, payudara E-cup yang mengisi gaun itu dengan sempurna, dan bokong bulat besar yang membuat banyak pria diam-diam melirik. Kulitnya putih seperti susu, putingnya yang tersembunyi di balik bra satin berwarna pink lembut, hidung mancung, dan mata coklat yang biasanya tajam sekarang terlihat gelisah.
13101Please respect copyright.PENANABeo2UVB1Dv
“Gue… beneran nikah hari ini?” gumamnya pelan ke pantulan dirinya sendiri. Suaranya campur antara kesal dan bingung. Layla bukan tipe cewek yang suka diatur-atur. Dia pemarah, tegas, dan selalu ingin mengendalikan segalanya. Tapi malam ini, segalanya lepas dari kendalinya.
13101Please respect copyright.PENANAduwBf4FMQL
Pintu kamar terbuka pelan. Dimas masuk, masih memakai kemeja putih yang sudah agak kusut karena seharian acara. Pria berusia 28 tahun itu tinggi 170 cm, tubuhnya sedikit berotot dari olahraga ringan, rambut hitam lurus yang rapi, dan senyum menawan yang selalu bikin orang nyaman. Dia kaya, anak tunggal dari keluarga pengusaha besar, pekerja keras, dan romantis luar biasa. Tapi yang paling penting, dia sudah jatuh cinta pada Layla sejak masih kuliah.
13101Please respect copyright.PENANAMlpizho1ez
“Lay… kamu cantik banget malam ini,” kata Dimas pelan, suaranya lembut penuh cinta. Matanya tidak bisa lepas dari istrinya. Istrinya. Kata itu masih terasa seperti mimpi.
13101Please respect copyright.PENANAchPdJ9xkTd
Layla membalikkan badan, alisnya sedikit berkerut. “Dim, gue masih nggak percaya ini terjadi. Lo tahu kan gue dulu nggak suka dijodohin? Tapi… orang tua kita sahabatan dari dulu, dan lo… lo ternyata anaknya Pak Budi yang sering main ke rumah gue waktu kecil.”
13101Please respect copyright.PENANAY0SYt03aKE
Dimas tersenyum kecil, mendekat pelan. “Gue juga nggak nyangka. Waktu kuliah, gue cuma berani ngeliatin lo dari jauh. Lo selalu keliatan mandiri, tegas, pemarah kalau ada yang gputing. Gue suka banget sama lo waktu itu, tapi gue nggak punya nyali buat bilang. Eh, takdir malah bikin orang tua kita yang jodohin kita. Gue… gue seneng banget, Lay. Apapun yang terjadi, gue nggak akan lepasin lo.”
13101Please respect copyright.PENANAU9qba50W11
Layla menghela napas panjang. Dulu, saat baru dijodohkan, dia marah besar. “Gue nggak mau nikah sama cowok yang gue nggak kenal!” katanya waktu itu ke ibunya. Tapi Dimas sabar. Selama hampir satu tahun pendekatan, dia selalu datang, bantu urusan Layla, ajak makan malam romantis, kirim bunga, dengar curhatan Layla tentang pekerjaan yang bikin dia stres. Perlahan, dinding tegas Layla luluh. Dimas baik. Terlalu baik. Dan malam ini, mereka resmi suami istri, tinggal di rumah mewah tiga lantai yang diberikan orang tua Dimas sebagai hadiah pernikahan.
13101Please respect copyright.PENANA1YSpGWVYUO
Dimas mengulurkan tangan, menyentuh pipi Layla dengan lembut. Jarinya hangat. “Malam pertama kita… gue mau bikin ini spesial buat lo. Karena ini pertama buat kita berdua.”
13101Please respect copyright.PENANAfMsxzDFDIg
Layla merasa pipinya panas. Dia memang masih perawan. Dimas juga. Mereka berdua sama-sama baru. “Lo… jangan buru-buru ya,” bisik Layla, suaranya agak gemetar, tapi ada sesuatu yang aneh di dadanya. Rasa penasaran yang dia sendiri nggak mengerti.
13101Please respect copyright.PENANAFHZ2NkyR8V
Dimas menarik Layla pelan ke pelukannya. Bau parfum Dimas yang maskulin campur aroma sabun mandi mahal langsung memenuhi hidung Layla. Tubuh Dimas hangat, dada bidangnya naik turun pelan. “Gue cinta sama lo, Lay. Dari dulu. Sekarang lo milik gue sepenuhnya.”
13101Please respect copyright.PENANAFKNRlvcpiF
Ciuman pertama mereka malam itu lembut. Bibir Dimas menyentuh bibir Layla dengan hati-hati, seperti takut rusak sesuatu yang rapuh. Layla merasa listrik kecil menjalari punggungnya. Tangan Dimas turun ke pinggang Layla, merasakan lekuk tubuh langsing itu. Kulit Layla halus seperti sutra, hangat di bawah gaun satin.
13101Please respect copyright.PENANAT1mY8QEOny
“Lo boleh lepas gaunnya kalau mau,” bisik Layla di sela ciuman, suaranya sudah agak parau. Pemarahnya mulai luluh, diganti rasa ingin tahu yang membara.
13101Please respect copyright.PENANAjchjhk8cGY
Dimas menurunkan resleting gaun dengan tangan gemetar. Gaun itu jatuh ke lantai seperti air. Layla sekarang hanya memakai bra satin pink dan celana dalam tipis senada. Payudaranya yang E-cup terlihat penuh dan indah, putingr pink kecilnya samar terlihat menonjol di balik kain tipis. Bokong bulat besarnya menggoda di balik celana dalam.
13101Please respect copyright.PENANAhraPPTqfHL
“Gila… lo sempurna,” desah Dimas. Matanya penuh kekaguman dan nafsu yang tertahan bertahun-tahun. Dia mencium leher Layla, bibirnya menyusuri kulit putih itu, lidahnya mengecap rasa manis parfum bercampur keringat tipis karena gugup. Layla mendesah pelan, tangannya memegang bahu Dimas.
13101Please respect copyright.PENANAh5UbyfDaEN
Dimas membawa Layla ke ranjang king size yang sudah ditaburi kelopak mawar merah. Layla berbaring, napasnya mulai memburu. Dimas melepas kemejanya sendiri, memperlihatkan dada berotot ringan yang berkeringat tipis. Lalu dia naik ke atas Layla, menciumnya lagi, kali ini lebih dalam. Tangan Dimas merayap ke payudara Layla, meremas lembut melalui bra. Jempolnya mengusap putingr yang sudah mengeras karena rangsangan.
13101Please respect copyright.PENANAJUaow6U8M7
“Ahh… Dim…” Layla menggigit bibir bawahnya. Sensasi hangat menyebar dari dada ke perut bawahnya. vaginanya mulai terasa basah, panas, dan berdenyut pelan. Bau tubuh Dimas semakin kuat, campur aroma nafsu yang baru pertama kali mereka rasakan.
13101Please respect copyright.PENANA2HY0GHfsde
Dimas membuka bra Layla dengan hati-hati. Payudara besar itu terbebas, putingr pink kecilnya berdiri tegak. Dimas langsung mencium salah satunya, lidahnya berputar pelan di sekitar putingr, mengisap lembut. Suara kecupan basah terdengar di kamar yang sunyi. Layla melengkungkan punggungnya, tangannya masuk ke rambut Dimas.
13101Please respect copyright.PENANANwnLGhYPLR
“Enak… lo enak banget, Dim,” desahnya. Suaranya sudah bukan suara pemarah lagi. Ini suara wanita yang mulai menyerah pada kenikmatan.
13101Please respect copyright.PENANANlgszgmaLh
Tangan Dimas turun lebih rendah, menyentuh celana dalam Layla. Kainnya sudah basah. Dia menariknya pelan, memperlihatkan vagina Layla yang mulus, pink, dan sudah mengkilap karena cairan orgasme alami. Bau manis khas wanita yang bergairah memenuhi udara. Dimas mencium paha dalam Layla, lalu naik ke vaginanya. Lidahnya menyentuh kristoriskecil yang sudah membengkak.
13101Please respect copyright.PENANAMNZhlwmFek
Layla menggeliat. “Dim… itu… ahh!” Sensasi lidah hangat di kristorisnya membuat kakinya gemetar. Dia merasakan setiap jilatan, setiap hembusan napas Dimas di kulit sensitifnya. Rasa basah dan hangat menyebar.
13101Please respect copyright.PENANA7wyFRnMKmZ
Setelah beberapa menit foreplay yang membuat Layla hampir gila, Dimas melepas celananya sendiri. kontolnya yang berukuran 11 cm sudah berdiri tegak, ujungnya basah karena sperma tipis. Layla melihatnya, agak gugup tapi juga penasaran.
13101Please respect copyright.PENANAGlpL5ufsdi
“Pelan ya… ini pertama gue,” bisik Layla.
13101Please respect copyright.PENANA2WDJ15ZWbj
Dimas mengangguk, mencium kening istrinya. “Gue juga. Gue bakal jaga lo.”
13101Please respect copyright.PENANACoKdlJShcp
Dia memposisikan diri di antara kaki Layla yang terbuka. Ujung kontolnya menyentuh bibir vagina yang sudah licin. Dimas mendorong pelan. Layla merasa tekanan, lalu rasa penuh yang perlahan mengisi dirinya. Ada sedikit nyeri saat selaput tipis robek, tapi langsung terganti kenikmatan yang aneh.
13101Please respect copyright.PENANAR0NAjxWfhe
“Ahh… masuk… lo masuk ke gue…” desah Layla. vaginanya terasa penuh, hangat, dan berdenyut mengikuti irama kontol Dimas yang bergerak pelan masuk keluar.
13101Please respect copyright.PENANALbpXIdHUj8
Dimas mulai bergerak lebih ritmis. Suara basah “plok… plok…” pelan terdengar setiap kali kontolnya masuk ke vagina Layla yang semakin basah. Keringat mereka bercampur, bau seks mulai memenuhi kamar. Layla memeluk punggung Dimas, kuku-kukunya meninggalkan bekas merah kecil.
13101Please respect copyright.PENANA7krlQEZeyd
“Lebih cepat… Dim… gue mau lebih,” pintanya, suaranya sudah penuh nafsu.
13101Please respect copyright.PENANABg0AMLdEIF
Dimas mempercepat. Payudara Layla bergoyang mengikuti gerakan. putingr pinknya bergesekan dengan dada Dimas. Layla merasa gelombang panas naik dari vaginanya ke seluruh tubuh. “Gue… gue mau keluar… ahh!”
13101Please respect copyright.PENANAilzwTmlrS6
Orgasme pertama Layla datang seperti ombak. vaginanya mengejang kuat, cairan orgasme hangat menyembur pelan membasahi kontol Dimas. Tubuhnya kejang, matanya terpejam rapat, mulutnya terbuka mengeluarkan desahan panjang yang indah. “Dimas… enak… gue… gue keluar!”
13101Please respect copyright.PENANA3NZXu1PDGw
Dimas tidak berhenti. Dia terus menggenjot pelan, merasakan vagina Layla yang masih berdenyut. “Gue juga hampir… Lay…”
13101Please respect copyright.PENANAPPIi6X2VmS
Beberapa menit kemudian, Dimas mencapai puncaknya. kontolnya berdenyut di dalam vagina Layla, menyemburkan sperma hangat yang penuh. Layla merasakan sensasi panas di dalam dirinya, membuatnya orgasme lagi untuk kedua kalinya. cairan orgasme mereka bercampur, mengalir keluar sedikit di paha Layla.
13101Please respect copyright.PENANAyzHglsOw5X
Mereka berbaring saling peluk, napas memburu. Tapi malam masih panjang.
13101Please respect copyright.PENANAXxIQB5ZObq
“Masih mau ronde lagi?” tanya Dimas sambil tersenyum lelah tapi bahagia, tangannya mengusap bokong bulat Layla.
13101Please respect copyright.PENANArDGrJuv3aO
Layla mengangguk, mata coklatnya sudah berkilat nakal. “Gue mau yang di atas kali ini.”
13101Please respect copyright.PENANAG4Tz6ek0FB
Dia mendorong Dimas telentang, naik ke atas tubuh suaminya. vaginanya yang masih basah dan penuh sperma langsung menelan kontol Dimas lagi. Layla mulai bergerak naik turun, payudaranya yang besar bergoyang indah di depan wajah Dimas. Dimas meremas keduanya, mengisap putingr pink bergantian. Suara “plok plok plok” lebih keras sekarang, campur desahan Layla yang semakin liar.
13101Please respect copyright.PENANAhaup1kjrd4
“Gila… lo dalam banget… enak banget di dalem gue…” erang Layla. Keringatnya menetes ke dada Dimas. Bau tubuh mereka semakin pekat, campur aroma sperma yang baru saja keluar.
13101Please respect copyright.PENANALDK6ajQkOF
Ronde kedua berlangsung lebih lama. Layla orgasme tiga kali berturut-turut, tubuhnya kejang hebat setiap kali cairan orgasmenya menyembur. Dimas crot lagi di dalam, spermanya memenuhi vagina Layla sampai tumpah.
13101Please respect copyright.PENANAs2GmLWD8TK
Ronde ketiga mereka lakukan di kamar mandi. Air shower hangat membasahi tubuh telanjang mereka. Dimas berdiri di belakang Layla, mengangkat satu kakinya, memasukkan kontolnya lagi sambil air mengguyur. Layla bersandar di dinding kaca, desahannya bergema di kamar mandi. “Lebih keras… Dim… gue suka… ahh!”
13101Please respect copyright.PENANA9kc5j3LdEt
Mereka selesai saat matahari hampir terbit. Layla tertidur di pelukan Dimas, tubuhnya lelah tapi puas. Dimas mencium kening istrinya, berbisik, “Gue janji, seumur hidup gue bakal jaga lo, Lay. Apapun yang terjadi.”
13101Please respect copyright.PENANATMVW21U2ha
Tapi di dalam hati Layla yang sudah mulai terlelap, ada sedikit rasa yang aneh. Kenikmatan tadi indah, romantis, penuh cinta. Tapi entah kenapa, ada bagian dalam dirinya yang merasa… masih kurang. Seperti ada sesuatu yang lebih gelap, lebih kuat, yang ingin dia rasakan.
13101Please respect copyright.PENANArHb5DQNWwf
Waktu berlalu. Hampir dua tahun kemudian, Layla masih cantik seperti dulu, tapi sifat pemarahnya semakin sering muncul. Dimas tetap baik, tetap kaya, tetap romantis. Tapi Layla mulai mencari sesuatu di luar rumah. Dan takdir membawanya ke gym mewah di pusat kota, di mana seorang pria bernama Kevin menunggu dengan senyum menawan dan dominasi yang Layla sendiri belum sadari dia inginkan.
13101Please respect copyright.PENANAy6V7X50yLX


