Ririn Damayanti (30 tahun) seorang wanita yang telah menikah dengan Supri (31 tahun) Yang bekerja sebagai ojek online.
2676Please respect copyright.PENANATC2uuWvFYD
Keduanya telah 8 tahun menikah dan memiliki seorang anak perempuan dan sudah menginjak kelas 1 SD.
2676Please respect copyright.PENANAtruUHX6aPo
Ririn dan Supri tinggal di sebuah kontrakan sederhana milik Pak Timo, keduanya sudah tinggal disana sejak menikah.
2676Please respect copyright.PENANAcRsLO8yMDH
Sehari-harinya Supri bekerja sebagai ojek online, ia berangkat tiap pagi dan pulang pada malam harinya. Tuntutan biaya hidup yang besar membuatnya harus bekerja extra keras.
2676Please respect copyright.PENANAbYitTaeEDr
Meskipun sudah bekerja sangat keras, Namun itu masih tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya. Saat ini, ia bahkan sudah menunggak uang kontrakan selama 2 bulan terakhir.
2676Please respect copyright.PENANA2Q6TRmSlau
Sementara itu, Ririn hanya berdiam diri di rumah untuk mengurus rumah dan anak semata wayang mereka.
2676Please respect copyright.PENANA39SjCYOBeQ
Sebenarnya ia sangat ingin bekerja, untuk membantu keuangan keluarga, namun supri tak mengizinkannya untuk bekerja.
2676Please respect copyright.PENANAuoF8kdRYHv
Bukan hal yang sulit bagi Ririn untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, mengingat ia merupakan lulusan S1, ditambah dengan wajah cantik serta tubuh montok meskipun sudah melahirkan seorang anak.
2676Please respect copyright.PENANASyto6o80Wb
Ia sudah berulang kali meminta izin kepada suaminya untuk bekerja, namun Supri selalu menolaknya dengan berbagai alasan. Seburuk apapun ekonomi keluarganya, Supri tak pernah mengizinkan sang istrinya untuk bekerja. Bagi Supri mencari uang adalah tugasnya.
2676Please respect copyright.PENANAyGmJkEB36M
Suatu hari, Pak Timo diminta oleh istrinya untuk menagih uang kontrakan Supri dan Ririn yang sudah menunggak selama 2 bulan terakhir.
2676Please respect copyright.PENANAHEMKC3g59M
"Mas, nanti kamu tagih uang kontrakan Supri. Aku mau ke pasar dulu" Ujar istrinya yang sudah bersiap-siap untuk pergi ke pasar.
2676Please respect copyright.PENANAWuSOxgyzEg
Pak Timo yang tengah duduk di atas kursi sambil menyeruput segelas kopi langsung menyanggupi permintaan sang istri. Ia tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk melihat Ririn yang sudah lama menarik perhatiannya, ditambah lagi ia tahu jika Ririn tengah sendirian di rumah karena Supri tengah bekerja, sedangkan anak semata wayangnya tengah berada di sekolah.
2676Please respect copyright.PENANAv9RhNX4PVt
"Iya Ma, nanti aku tagih." Sahut Pak Timo.
2676Please respect copyright.PENANA8FBaZqdG2W
"Pokoknya, pas aku balik, duitnya udah ada." Ujar Istri Pak Timo, lalu melangkahkan kakinya menuju pintu.
2676Please respect copyright.PENANAqiFEAz318l
Sesaat setelah kepergian sang istri, Pak Timo langsung bangkit dari atas tempat duduknya.
2676Please respect copyright.PENANAkb287g11x0
Ia kemudian meninggalkan rumahnya dan melangkahkan kakinya menuju rumah Ririn.
2676Please respect copyright.PENANAI4DfW68Gp7
Tak lama setelah itu, Pak Timo akhirnya tiba di depan kontrakan Supri dan istrinya. Kebetulan saat itu, situasinya tengah sepi. 2 kontrakan yang berada di samping Kontrakan Maya tengah kosong, karena sang pemilik tengah bekerja.
2676Please respect copyright.PENANAYubOzLVR4E
Tak berlama-lama, Pak Timo kemudian mengetuk pintu kontrakan Ririn yang terbuka lebar.
2676Please respect copyright.PENANAIqervmxjJm
Berulang kali ia mengetuk, Namun tak ada respon dari dalam rumah.
2676Please respect copyright.PENANAHpkB7LYtga
Tak lama setelah itu, Sesosok perempuan yang mengenakan celana pendek serta baju kaos tanpa lengan serta celana pendek yang sangat ketat keluar dari kamar mandi. Kemudian berjalan menghampiri Pak Timo yang berada di depan pintu
2676Please respect copyright.PENANAVx9OtpOOj0
Saat itu Ririn menggunakan pakaian yang agak ketat, sehingga membuat tubuhnya terlihat sangat menggoda. Siapa pun yang melihatnya pasti akan langsung tergoda.
2676Please respect copyright.PENANAKIns1RnWpn
Terbukti dengan Pak Timo yang melongo memandangi Ririn. Matanya tak berkedip sedikitpun memandangi gundukan vagina Ririn yang tercetak dari balik celana pendek dan ketat yang dikenakannya.
2676Please respect copyright.PENANAAjLVfGS5rX
Tak berselang lama, Ririn akhirnya sampai di depan Pak Timo, sementara Pak Timo masih terus memandangi selangkangannya.
2676Please respect copyright.PENANABkqZOTjxDW
"Iya Pak, Ada perlu apa?" Tanya Ririn kepada laki-laki tua yang berdiri di hadapannya itu.
2676Please respect copyright.PENANARifmhBchsf
Pak Timo tak merespon pertanyaan Ririn, ia masih saja memandangi selangkangan wanita montok itu.
2676Please respect copyright.PENANAlcCxRyRFbc
"Hallo Pak!" Ujar Ririn sambil menggerakkan tangannya tepat di depan muka laki-laki tua itu.
2676Please respect copyright.PENANAO7a5NfK2DK
Panggilan itu membuat Pak Timo tersadar dari lamunannya.
2676Please respect copyright.PENANAWsREVuA7bC
"I... Iya neng, Saya ke sini mau nagih uang kontrakan neng yang udah nunggak!" Ujar Pak Timo gelagapan.
2676Please respect copyright.PENANAJgoFxtq83Y
"Maaf ya Pak, saya belum bisa bayar sekarang, suami saya belum ngasih uangnya. Nanti kalo sudah ada, pasti langsung kami bayar." Sahut Ririn dengan nada memelas.
2676Please respect copyright.PENANAuyMrYqG4WX
" Saya sih gak masalah neng, Tapi istri Saya bakal marah kalo neng masih belum bayar uang kontrakan, Neng bisa aja di usir sama istri saya, minimal Neng cicil dulu buat sebulan." Pak Timo sebenarnya bisa saja membiarkan Ririn tinggal Secara gratis, Bisa melihat tubuh montok Ririn setiap hari sudah lebih cukup untuknya.
2676Please respect copyright.PENANAzGf68SeB4r
"Gimana ya Pak, saya benar-benar belum ada uang sekarang!" Ujar Ririn dengan nada memelas.
2676Please respect copyright.PENANAaJjJm8T3vg
"Gimana kalo bayar pake ini, non?" Ujar Pak Timo sambil mencolek gundukan vagina Ririn yang tercetak oleh celana ketat yang dikenakannya.
2676Please respect copyright.PENANAJxCKnhaWLH
Laki-laki tua itu sudah tidak sanggup lagi menahan hasratnya terhadap Ririn yang sudah membuatnya terangsang.
2676Please respect copyright.PENANAjwz0Nc1FCl
Gerakan tangan Pak Timo membuat Ririn terkejut, tubuhnya terlonjak.
2676Please respect copyright.PENANA3LME2K24Td
"Maksudnya Pak?" Tanya Ririn keheranan dengan maksud perkataan laki-laki tua itu.
2676Please respect copyright.PENANAT1c5MPcxT6
Pak Timo kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga Ririn sambil mengendus aroma wangi rambut wanita montok itu.
2676Please respect copyright.PENANA6yuMMZ52Bs
"Saya yakin neng tahu, apa maksud saya!" Bisik Pak Timo di telinga Ririn.
2676Please respect copyright.PENANAKcISD3EruH
Setelah itu, Ia tersenyum ke arah Ririn lalu masuk ke dalam rumah dan langsung melangkahkan kakinya menuju salah satu kamar yang merupakan kamar Ririn dan suaminya itu, tanpa menunggu persetujuan wanita montok itu.
2676Please respect copyright.PENANAZ92DlRMFAS
Saat itu, Ririn benar-benar bingung, ia tidak tahu harus berbuat apa.
2676Please respect copyright.PENANAj8Ir1tSmRg
Dengan ragu-ragu ia kemudian memperhatikan situasi di sekitar, lalu menutup rapat pintu kontrakannya setelah memastikan tidak ada siapa-siapa di sekitar dirinya.
2676Please respect copyright.PENANAIOJT3duF9G
Setelah menutup pintu, Ia mulai melangkahkan kakinya secara perlahan menuju kamar, langkah kakinya terasa berat.
2676Please respect copyright.PENANAmHkaOvZQFO
Namun setelah cukup lama, Ririn akhirnya sampai di depan pintu kamarnya, lalu memberanikan dirinya untuk membuka pintu kamar dengan ragu-ragu.
2676Please respect copyright.PENANAPt3f0cMRPW
Di dalam kamar, Ririn melihat Pak Timo tengah berbaring di atas kasur dengan kondisi telanjang bulat.
2676Please respect copyright.PENANAwGPSnwzB5V
Ririn langsung menundukkan kepalanya, ia tak berani melihat laki-laki tua itu. Namun secara samar-samar Ia melihat kontol Pak Timo yang sudah mengeras serta tubuhnya yang berotot.
2676Please respect copyright.PENANAlKuiTaFWpe
Meskipun usianya sudah menginjak 50 tahun, namun tubuhnya masih berotot karena ia rutin berolahraga.
2676Please respect copyright.PENANAFbCPa5z153
Tak hanya itu, Ririn juga melihat tubuh Pak Timo yang di penuhi bulu-bulu halus dari kaki, paha, hingga dadanya.
2676Please respect copyright.PENANAw1vfCsnDvg
Sementara itu, Pak Timo yang tengah berbaring di atas kasur melempar senyum ke arah Ririn.
2676Please respect copyright.PENANA0D4lFbPOoz
Ririn kemudian menutup pintu kamar, lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang dengan sedikit malu-malu dan menundukkan kepalanya.
2676Please respect copyright.PENANAY2acG00YrQ
Sesampainya di dekat ranjang, Ririn langsung duduk di atas kasur membelakangi Pak Timo.
2676Please respect copyright.PENANATX8kzZSnW9
Melihat Ririn terduduk diantara kedua kakinya, Pak Timo langsung bangkit dan langsung mendekatinya.
2676Please respect copyright.PENANATqvPjXZy9O
Pak Timo kemudian merapatkan tubuhnya ke tubuh montok Ririn dan memeluknya dari arah belakang, sehingga membuat kontolnya yang sudah mengeras menyentuh bongkahan pantat montok Ririn yang masih tertutup celana ketat yang dikenakannya.
2676Please respect copyright.PENANA9WGJPpch2V
Tak lama setelah itu, Salah satu tangan Pak Timo menyingkap rambut yang menutupi leher Ririn, Lalu lansung menjilati leher mulus wanita montok itu.
2676Please respect copyright.PENANAsUd5nRTJ7x
Namun Ririn langsung menghentikannya.
2676Please respect copyright.PENANALoXNYYv44u
"Tunggu Pak! Gimana dengan uang kontrakan Saya?" Tanya Ririn dengan nada panik sambil menahan kepala laki-laki tua itu.
2676Please respect copyright.PENANAdC4kkFkXe9
"Seluruh tunggakan kamu, saya anggap lunas!" Ujar Pak Timo yang sudah sangat bernafsu dan tak ingin berlama-lama lagi.
2676Please respect copyright.PENANAXv2tRVvUOU
=================
2676Please respect copyright.PENANAGlFk17t78m
Baca cerita lengkapnya disini 👇
2676Please respect copyright.PENANAOpKYmcGkZy
https://victie.com/novels/binor-montok-and-pemilik-kontrakan
ns216.73.216.208da2


