Di Naungan Pohon Mangga
Aryo adalah seorang petani tua yang tinggal di sebuah desa kecil. Suatu hari, ia melihat seorang wanita muda, Lestari, yang baru saja pindah ke desa itu dan menetap di rumah tetangganya, Pak Jono. Lestari terlihat sendiri dan sering duduk di bawah pohon mangga besar di halaman rumahnya, menatap ke langit sambil melamun.
Seiring berjalannya waktu, Aryo mulai memperhatikan Lestari lebih dekat. Ia sering membantu memetik mangga saat panen dan kadang mengobrol saat mereka bertemu di jalan. Dalam diam, Aryo mulai merasa tertarik padanya, merasakan getaran aneh yang belum pernah dirasakannya selama ini.
Lestari sendiri tampak ceria dan hangat, tetapi ada sesuatu yang luar biasa dari tatapan matanya—seperti luka lama yang tersimpan rapat di dalam hati. Ia sering bercerita tentang keluarganya yang jauh dan harapannya suatu hari bisa pulang ke kampung asalnya di kota.
Hati Aryo mulai berpaling, menganggap Lestari sebagai sosok yang memberi kekuatan dan semangat. Ia merasa bahwa hidupnya sendiri menjadi lebih berarti dengan kehadiran Lestari yang selalu meneduhkan. Tanpa disadari, perasaan itu berkembang ke arah yang lebih dari sekadar simpati.
Namun, suatu hari, Aryo melihat yang tak seharusnya. Ia melihat Lestari sedang berbincang dengan suaminya yang baru pulang dari kota, tampak mesra dan penuh kasih. Aryo merasa hati tersayat, namun ia tahu bahwa cinta itu harus disimpan, dan ia hanya bisa berdoa dan menunggu waktu yang tepat.
Lama kelamaan, Aryo menyadari bahwa ia harus mengikhlaskan perasaan itu. Ia ingin Lestari bahagia, meski itu berarti ia harus menyembunyikan rasa yang besar. Ia kembali menanam mangga, menghargai keberadaannya sendiri dan memupuk doa agar suatu saat bahagia itu datang untuk Lestari.
ns216.73.216.253da2


