Bab 4: Hari Keempat – Lilin dan Nipple Clamp (Hari Keempat)
3055Please respect copyright.PENANAwMkXH4eRy6
Pagi hari keempat terasa lebih berat dari sebelumnya. Udara di villa pantai masih segar, tapi ada ketegangan baru yang menggantung di antara mereka berempat. Clara dan Rani terbangun hampir bersamaan, saling memandang di kasur king size yang sudah berantakan. Clara, dengan rambut pirang ikalnya yang kusut, tersenyum kecil tapi mata cokelatnya penuh antisipasi campur gugup. Rani, masih telanjang setelah mandi malam tadi, memahami tubuh seksinya—payudara besarnya naik turun pelan, pantat montoknya terlihat semakin menggoda di bawah cahaya pagi.
3055Please respect copyright.PENANANxcuWpOPxF
"Hari ini kita berdua budak bareng, Cla," kata Rani dengan suara serak, tapi nada bergairahnya jelas. "Gue udah ngerasa badan gue panas dari semalem. Lo siap ngerasain bercinta bareng?"
3055Please respect copyright.PENANAw3psEiBMby
Clara mengangguk, bibirnya melengkung lucu. "Gue pemarah kalo disiksa bareng gini, tapi... penasaran juga. Kayaknya bakal lebih gila dari kemarin." Mereka berdua sudah mulai terbiasa dengan dinamika ini—persahabatan mereka justru semakin kuat lewat pengalaman bersama yang intim dan gelap.
3055Please respect copyright.PENANAfIa04sSBAG
Di teras, Aldo dan Farhan sudah menyiapkan "sarapan spesial". Tidak ada makanan berat, hanya buah potong dan gelas obat perangsang dosis sedang lagi—kali ini campuran yang lebih kuat dari Farhan. Aldo duduk dengan postur dominan, tubuh berototnya terlihat tegas di balik kemeja terbuka, senyum menawannya langsung mengarah ke kedua cewek. "Selamat pagi, budak. Hari ini kalian berdua milik kami sepenuhnya. Tantangan: tahan orgasme selama 45 menit sambil ditahan dan disiksa dengan lilin panas cair plus penjepit puting
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/hambilah
ns216.73.216.253da2


