Bab 8: Misi Publik, Goda di Pabrik
1245Please respect copyright.PENANAauZyUUouFQ
1245Please respect copyright.PENANAKj7ohwJBMu
1245Please respect copyright.PENANArWNFsQVIwD
""MasterR:"" Misi hari ini: Publik menggoda dan menggoda. Asma harus flirt dengan minimal dua cowok di pabrik, yang lo kenal atau nggak. Bikin mereka rayu balik, sentuh tangan atau peluk ringan kalau bisa. Rekam audio atau video pendek secara sembunyi—desah pelan kalau dia horni. Ini bagian dari dominasi: lo liat dia dinikmati orang lain secara halus. Tambah elemen BDSM: pas flirt, dia harus pakai collar kemarin, dan kalau bisa, tarik pelan sambil bilang dalam hati 'gue budak master'. Pulang, kirim rekaman, lalu hadiah: sesi bondage ringan di rumah, tangan terikat, gue izinin lo tampar pantatnya sampe merah sambil bercinta. Kalau dia flirt berhasil, kamu boleh merayapi dia lagi sampai minta cum. Gagal? Hukuman: dia harus melakukan masturbasi sendirian tanpa cum, lo cuma liat. Patuh penuh, lo bakal dapet bonus misi besok dengan mencambuk ringan yang gue kirim paketnya nanti.
1245Please respect copyright.PENANABSgNitwkDv
Arya tarik napas panjang, bayangin Asma lagi flirt di pabrik, cowok-cowok pada rayu, tangan mereka menyentuh lengan Asma, mata mereka nempel di payudara-nya yang menonjol. titit-nya makin keras, dia gosok perlahan sambil mikir cara bujuk Asma. Asma bangun pelan, menggeliat di kasur, selimut jatuh mencerminkan tubuh atletisnya yang masih ada bekas merah tipis dari pencahayaan malam tadi. Mata cokelatnya memikat langsung nyari Arya, senyum manja muncul. "sayang… pagi. Lo lagi baca apa? Misi baru lagi ya?" suaranya masih serak tidur, tapi ada nada penasaran yang semakin kuat sejak game ini dimulai.
1245Please respect copyright.PENANAqdvZ71MTFk
Arya pindah ke kasur, peluk Asma dari belakang, tangannya langsung naik ke payudaranya, remas pelan sambil cium diremehkan. "Iya sayang. Misi hari ini lebih umum. Lo harus flirt dengan cowok di pabrik, bikin rayu balik mereka. Rekam buat bukti. Tambah BDSM: pakai collar seharian, tarik pelan setiap flirt sambil inget lo budak.”
1245Please respect copyright.PENANAm7zjbwcQlg
Asma berbalik, wajahnya merah campur kaget. "Flirt? sayang… di pabrik? Gue harus rayu cowok lain? Lo beneran mau gue lakuin itu?" Matanya melebar, tapi Arya liat ada kilau bersemangat di sana, vaginanya mulai basah dari pagi.
1245Please respect copyright.PENANAIr6UPyqVm1
Arya gosok puting-nya pelan, "gosok-gosok", suara kain bergesek selimut. "Iya. Ini bagian dari NTR gue. Gue pengen liat lo dinikmati orang lain secara halus. Bayangin lo flirt sama Roy atau Budi, tangan mereka menyentuh lengan lo, mereka bilang lo hot. Lo desah pelan dalam hati, tarik kerah sambil mikir 'gue budak master'. Gue bersemangat banget, sayang. titit gue keras mikirin itu.”
1245Please respect copyright.PENANA1Yml5zhdx3
Asma mendesah kecil saat jari Arya utama di puting-nya. "Ahh… sayang… lo jahat… gue malu… tapi gue… gue penasaran. Gue suka ngerasa milik. Oke, gue coba. Tapi lo yang pilih targetnya. Roy aja? Dia sahabat lo, dan gue tau dia suka obat-obatan, mungkin dia bisa bantu kalau gue horni banget.”
1245Please respect copyright.PENANA0O9JkTANv5
Arya nyengir, naikin kecepatan jarum jam, "squish-squish" vagina Asma mulai basah. "Bagus. Roy tau rencana gue sedikit, gue cerita kemarin. Dia bakal main bareng. Flirt sama dia di kantin, biarin dia rayu, sentuh tangan. Rekam audio."
1245Please respect copyright.PENANARXWZ1Q4ZJT
Asma lengkungkan punggung, “Ohh… ya… jari lo… lebih dalam… gue bayangin Roy sentuh gue… dia bilang gue hot… gue desah pelan… ahh… gue mau cum pagi ini… tolong…”
1245Please respect copyright.PENANA8tdzaXwUqc
Arya tarik jari tiba-tiba, tampar paha ke dalamnya pelan, "pukulan". “Belum boleh. Simpan buat malam. Lo harus horni seharian.”
1245Please respect copyright.PENANAdg9Ue9CZ3i
Asma protes, tapi senyum malu. Mereka siap-siap, Asma pakai seragam ketat, kerah tersembunyi di leher, vibrator kecil dimasukin lagi sebagai bonus dari Arya (bukan perintah resmi, tapi buat tambah menggoda). Sepanjang motor ke pabrik, Arya menyalakan vibrator level rendah, "bzzz-bzzz", Asma memegang pinggangnya erat, desah pelan di telinga: “sayang… jangan… gue basah nih… rok gue pendek… angin kena vagina gue…”
1245Please respect copyright.PENANACCw8qUU4BK
Arya ketawa, “Tahan ya, budak. Ini pemanasan buat flirt nanti.”
1245Please respect copyright.PENANAXEAVsVvDx2
Di pabrik, shift pagi berjalan lambat buat Asma. Mesin-mesin bergaung "vrr-vrr", aroma kain dan oli menyengat, tapi pikiran terjebak di misi. Setiap jam, dia menarik kerah pelan di sudut sepi, bisik dalam hati: “Gue budak master… gue bakal flirt buat lo… gue horni karena ini.” Penggetar menyala sporadis dari Arya, bikin dia nyaman.
1245Please respect copyright.PENANAnhN0ZjhjBT
Istirahat makan siang, kantin rame seperti biasa, suara sendok garpu "clink-clink", aroma nasi goreng dan sate nyebar. Asma duduk bareng Lisa, tapi matanya nyari Roy. Roy duduk di meja sebelah bareng Arya dan temen-temen. Asma berdiri, jalan mendekat dengan langkah genit, rok mininya bergoyang nunjukin paha atletisnya. Dia duduk di sebelah Roy, sengaja deket banget, lengan mereka bersentuhan.
1245Please respect copyright.PENANAz3OhPcdRgb
“Hai, Roy. Hari ini lo keliatan keren banget,” kata Asma sambil senyum manis, mata cokelatnya memikat langsung nyari mata Roy. Dia mulai merekam audio pelan-pelan di ponsel yang ditaruh di saku seragam.
1245Please respect copyright.PENANA8aucGDiO2g
Roy nyengir, mata turun ke payudara Asma yang menonjol lewat kain tipis. "Asma? Wah, lo hari ini beda. Seksi banget. Rok pendek gitu, bikin mata gue nggak bisa kemana-mana." Tangannya menyentuh lengan Asma pelan, gosok pelan. "Lo lagi apa? Pengen goda gue?"
1245Please respect copyright.PENANA63AKzVK36s
Asma ketawa kecil, tangannya balas pegang tangan Roy, gosok jempolnya. "Mungkin ya. Lo kan pintar obat-obatan. Punya obat yang bikin gue lebih… energik?" Dia tarik kerah pelan di bawah meja, bisik dalam hati: “Gue budak master… gue flirt buat lo…” vagina-nya basah, vibrator menyala tiba-tiba dari Arya yang liat dari jauh, "bzzz".
1245Please respect copyright.PENANA3CBRjuHo8X
Roy lebih deket, bisik di telinga Asma: "Gue punya perangsang dosis tinggi. Mau coba? Bikin lo horni seharian, vagina lo berdenyut pengen titit." Tangannya naik ke paha Asma di bawah meja, gosok perlahan. "Lo basah nggak nih? Gue rasain panas dari sini."
1245Please respect copyright.PENANAMFCeooTIIB
Asma mendesah pelan, rekaman nangkep berbunyi: “Ahh… Roy… jangan di sini… tapi… gue suka… sentuh lagi… gue pengen lo rayu gue lebih…” Dia geliat, vibrator makin kuat, "bzzz-bzzz", kakinya rapat.
1245Please respect copyright.PENANAw1AUdbzVD6
Roy ketawa serak, "Lo hot banget, Asma. Kalau Arya gak ada, gue ajak lo ke gudang, apaan lo di sana. titit gue siap stretch vagina lo." Tangannya tekan lebih paha dalam, hampir menyentuh vagina.
1245Please respect copyright.PENANAyoOtzw8sCF
Asma tarik napas, “Ohh… Roy… lo jahat… gue bayangin itu… dorong lo dalam… tapi gue punya Arya… atau mungkin… gue budak kalian berdua…” Dia stop rekaman, pulang horni banget.
1245Please respect copyright.PENANAlvSAmG3w0Z
Di apartemen, Asma tarik langsung Arya ke kamar. “sayang… gue horni banget… Roy rayu gue… tangan menyentuh paha… gue basah terus… tolong sialan gue…”
1245Please respect copyright.PENANA0eEA51mDri
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah1245Please respect copyright.PENANAzdPAl8hVX0
1245Please respect copyright.PENANAF2OHZqkDPJ


