Bab 5: Misi Pertama dari Riyan
1130Please respect copyright.PENANAnfQQaGqJQ3
Pagi itu terasa berbeda. Matahari saja menyusup melalui celah gorden tipis apartemen mereka, cahayanya kuning lembut menyentuh kulit putih Asma yang masih telanjang di bawah selimut baru tipis. Arya sudah bangun lebih dulu, duduk di pinggir kasur sambil memegang ponsel, mata nggak lepas dari chat anonim dengan MasterR—yang sekarang Arya tau adalah Riyan, meskipun identitas aslinya masih disembunyikan. Pemberitahuan terakhir malam tadi masih terbuka:
1130Please respect copyright.PENANA9GfE7cHB24
""MasterR:"" Misi pertama dimulai hari ini. Asma harus pakai baju seksi ke pabrik: rok mini hitam atau pendek yang nunjukin paha atletisnya, top ketat tanpa BH, celana dalam tipis atau thong kalau punya. payudara-nya harus keliatan menonjol. Dia harus jalan dengan percaya diri, biarin cowok-cowok di pabrik liat dan mikir. Pulang kerja, kirim 3 foto selfie: satu full body, satu close-up payudara, satu dari belakang nunjukin pantat. Lo maju ke gue. Kalau dia patuh, pahala: malam ini lo boleh bercinta dia sambil dia cerita bagaimana rasanya diliatin orang. Kalau tidak, hukuman: dia tidak boleh cum selama 3 hari. Kesepakatan?
1130Please respect copyright.PENANARpUkAbYGf7
Arya baca ulang, titit-nya langsung setengah keras pagi-pagi. Dia cepat balas: ""CuriousCuck23:"" Deal. Gue mulai bujuk dia sekarang.
1130Please respect copyright.PENANAgTpsQJUx5v
Asma menggeliat, mata cokelatnya membuka pelan. “sayang… pagi. Lo udah bangun dari kapan?” suaranya masih serak tidur, manja. Arya meletakkan ponsel, berbaring ke atas kasur, cium kening Asma. "Baru aja. Sayang, hari ini mulai game kita. Misi pertama dari master anonim itu."
1130Please respect copyright.PENANARZGRFcCxLz
Asma duduk perlahan, selimut jatuh menampilkan payudara-nya yang kenceng. "Serius? Udah hari ini?" Wajahnya campur antara gugup dan penasaran. “Apa perintahnya?”
1130Please respect copyright.PENANAtUoPa46KiN
Arya ceritain detail misi sambil tangan utama-utama di paha Asma, naik pelan ke pinggang. "Lo harus pakai baju seksi ke pabrik. Rok pendek, top ketat tanpa BH. Biarin payudara lo keliatan menonjol, biar cowok-cowok pada liat. Pulang nanti, foto buat bukti."
1130Please respect copyright.PENANAX7GaCRHh1Z
Asma menggigit bibir bawah. "Tanpa BH? sayang, di pabrik kan rame cowok. Gue bakal malu banget. payudara gue bakal keliatan jelas lewat kain tipis."
1130Please respect copyright.PENANArN8FVX6xIG
Arya senyum, jarinya naik ke puting Asma, putar pelan. “Itu poinnya, sayang. Lo harus patuh. Bayangin mereka liat lo jalan, mata mereka nempel di payudara lo yang bergoyang. Lo bakal basah seharian mikirin itu. Gue excited banget bayangin lo jadi pusat perhatian.”
1130Please respect copyright.PENANATjmhbKosce
Asma mendesah pelan saat jari Arya menyentuh puting-nya. “Ahh… sayang… lo bikin gue deg-degan. Tapi… oke. Gue coba. Buat lo.”
1130Please respect copyright.PENANAAhynJErLzN
Mereka sarapan cepat, Arya terus goda Asma sambil dia ganti baju. Asma pilih rok mini hitam yang biasanya dia pakai pas weekend, panjangnya cuma sampe tengah paha, nunjukin kaki atletisnya yang mulus. Top putih ketat, bahan tipis, tanpa BH—payudara-nya langsung menonjol, bentuk puting-nya samar-samar keliatan kalau cahaya pas. Celana dalamnya thong hitam tipis, hampir nggak nutup apa-apa.
1130Please respect copyright.PENANA31txx9t7FY
Asma berdiri di depan cermin, putar badan. “sayang… ini terlalu seksi buat pabrik. Gue takut dikira murahan.”
1130Please respect copyright.PENANASi0SEq1ZxD
Arya dari belakang peluk pinggangnya, tangannya naik ngeremas payudara Asma pelan. “Lo nggak murahan. Lo hot. Bayangin cowok-cowok di kantin nanti pada ngeliatin lo. Mereka mikir, ‘Wah, Asma hari ini beda. payudara-nya kenceng banget.’ Lo bakal ngerasa powerful.”
1130Please respect copyright.PENANAfj3X7SknEY
Asma memerah, tapi matanya berbinar. “Lo beneran excited ya? Gue liat kontol lo udah keras dari tadi.”
1130Please respect copyright.PENANAQQ9cszDJz4
Arya gosok kontol-nya ke pantat Asma dari belakang. “Iya. Gue pengen lo cerita nanti malam gimana rasanya. Desah-desah kecil pas lo sadar ada yang ngeliatin.”
1130Please respect copyright.PENANAVVF1HtBWri
Mereka berangkat bareng naik motor. Sepanjang jalan, angin menerpa rok Asma, bikin dia pegang erat supaya nggak tertiup. Di gerbang pabrik, Arya cium pipi Asma sebelum pisah shift. “Patuh ya, sayang. Kirim foto tiap jam kalau bisa.”
1130Please respect copyright.PENANAMdL9NKZHZq
Asma angguk, jalan masuk pabrik dengan langkah yang awalnya ragu, tapi lama-lama lebih percaya diri. Di ruang ganti, Lisa—sahabatnya yang curvy—langsung notice. “Asma! Lo hari ini seksi banget! Rok mini gitu, tanpa bra lagi? payudara lo keliatan banget!”
1130Please respect copyright.PENANAI4eI3lnaZb
Asma ketawa gugup. “Ah, iseng aja. Pengen coba gaya baru.”
1130Please respect copyright.PENANAJAn3BVTx1R
Lisa goda, “Cowok-cowok pasti pada ngiler. Hati-hati ya, jangan sampe diganggu.”
1130Please respect copyright.PENANAGLsAzlovmc
Sepanjang shift pagi, Asma ngerasa mata-mata cowok nempel di tubuhnya. Saat lagi ngatur mesin, ada dua operator cowok lewat, mata mereka turun ke payudara Asma yang bergoyang setiap gerak. Salah satunya bisik ke temennya, cukup keras buat Asma denger: “Wah, Asma hari ini beda. Hot banget.” Asma pura-pura nggak denger, tapi vagina-nya mulai basah. "Mereka liat gue… mereka pengen gue…" Pikiran itu bikin dia deg-degan, tapi juga excited.
1130Please respect copyright.PENANAea2iBMN7Eu
Istirahat makan siang di kantin, Asma duduk bareng Lisa. Beberapa cowok dari logistik—termasuk Budi dan Joko—ngeliatin dari meja sebelah. Budi nyengir ke Arya yang duduk nggak jauh, “Bro, pacar lo hari ini on fire! Rok mini gitu, payudara-nya goyang-goyang.”
1130Please respect copyright.PENANAdGacSyuxsB
Arya pura-pura biasa, tapi dalam hati seneng banget. Dia chat Asma: “Lo lagi diliatin banyak ya? Cerita dong.”
1130Please respect copyright.PENANAypsnn5af4t
Asma balas sambil pura-pura makan: “Iya sayang… mereka pada ngeliat payudara gue. Ada yang bisik-bisik. Gue basah banget nih.”
1130Please respect copyright.PENANAcEn0DAM0OB
Arya balas: "Bagus. Foto sekarang. Close-up payudara lo."
1130Please respect copyright.PENANAGsTBUfqQpE
Asma ke toilet, ambil selfie di cermin: satu full body nunjukin rok pendek dan top ketat, satu close-up payudara yang menonjol, satu dari belakang pantat yang kenceng. Dia kirim ke Arya, Arya meneruskan ke MasterR.
1130Please respect copyright.PENANABGw0lGBYmn
""MasterR:"" Bagus sekali. Sub patuh. Reward malam ini: bercinta dia sambil dia cerita detail bagaimana rasanya diliatin. Buat dia desah lebih pembohong. Besok misi kedua lebih intens.
1130Please respect copyright.PENANABvpC5plBTv
Pulang kerja, Asma dan Arya langsung ke apartemen. Begitu pintunya tertutup, Arya mendorong Asma ke dinding, ciumnya ganas. "Cerita, sayang. Semua detail. Gue pengen denger lo desah sambil cerita."
1130Please respect copyright.PENANAWELsOig0zW
Asma napas cepat, “sayang… mereka pada liat. Pas gue jalan ke mesin, dua cowok lewat, mata mereka nempel di payudara gue. Gue ngerasa puting gue pakai, keliatan lewat kain tipis. Ada yang bisik, 'Asma hot banget hari ini.' Gue pura-pura nggak denger, tapi vagina gue basah terus.”
1130Please respect copyright.PENANAP5Z4iXncf9
Arya tarik top Asma naik, payudaranya terbebas. Dia nyedot puting kanan, "suck-suck", gigit pelan. “Lanjut cerita. Bilang lo pengen mereka sentuh.”
1130Please respect copyright.PENANAwth1GWc0Lv
Asma mendesah, “Ahh… ya… gue bayangin mereka menyentuh payudara gue… remas… tampar… “smack”… ohh, sayang… gue horny seharian karena itu.”
1130Please respect copyright.PENANArfi9WDhpnK
Arya tampar payudara kiri pelan, "smack", lalu kanan, "smack-smack". "Suka ya diliatin? Bilang lo budak pameran."
1130Please respect copyright.PENANAY06gP4fzVP
Asma erang, “Ya… gue suka diliatin… gue budak pameran… tampar lagi… "smack"… payudara gue merah… enak!”
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/hambilah
ns216.73.217.128da2


