Bintang di Langit Malam
Aku, Aurora, seorang pemilik toko bunga yang hidupnya monoton. Setiap hari aku hanya berurusan dengan bunga, pelanggan, dan tagihan. Aku merasa seperti hidup dalam sangkar emas. Aku ingin keluar dari zona nyamanku dan mencari sesuatu yang baru.
Suatu malam, aku tidak bisa tidur. Aku memutuskan untuk keluar rumah dan berjalan-jalan. Aku berjalan tanpa tujuan, sampai akhirnya aku tiba di sebuah taman yang sepi.
Di taman itu, aku melihat seorang pemuda sedang duduk di bangku sambil menatap langit. Dia tampak seperti sedang merenungkan sesuatu. Aku penasaran siapa dia dan apa yang sedang dia pikirkan.
Aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum.
"Hai," sapaku. "Boleh aku duduk di sini?"
"Tentu," jawabnya. "Aku Arion."
"Aurora," kataku. "Kamu sering ke sini?"
"Kadang-kadang," katanya. "Aku suka melihat bintang di langit malam. Mereka membuatku merasa tenang dan damai."
Kami pun mulai mengobrol. Arion bercerita bahwa dia adalah seorang mahasiswa astronomi yang sedang melakukan penelitian tentang bintang. Aku terpesona dengan pengetahuannya dan semangatnya.
Semakin lama kami mengobrol, semakin aku merasa tertarik padanya. Arion adalah sosok yang cerdas, kreatif, dan idealis. Dia memiliki pandangan yang berbeda tentang dunia dan kehidupan. Dia bisa membuatku melihat sesuatu dari sudut pandang yang baru.
Namun, aku juga tahu bahwa Arion jauh lebih muda dariku. Dia baru berusia 20 tahun, sedangkan aku sudah 35 tahun. Aku khawatir dia hanya menganggapku sebagai teman atau kakak. Aku tidak ingin berharap terlalu banyak.
Suatu hari, Arion mengajakku untuk pergi ke observatorium. Kami melihat bintang-bintang melalui teleskop besar. Arion menjelaskan tentang berbagai macam bintang, planet, dan galaksi. Aku merasa seperti sedang berada di dunia lain.
Setelah melihat bintang, kami duduk di taman observatorium sambil menikmati minuman hangat. Arion menatapku dengan tatapan yang lembut.
"Aurora," katanya. "Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting."
Jantungku berdebar kencang. Aku takut mendengar apa yang akan dia katakan.
"Aku... aku jatuh cinta padamu," lanjutnya.
Aku terkejut. Aku tidak percaya Arion memiliki perasaan yang sama denganku.
"Aku tahu ini mungkin sulit dipercaya karena perbedaan usia kita," katanya lagi. "Tapi aku tidak bisa memungkiri bahwa aku merasa nyaman, bahagia, dan terinspirasi saat bersamamu. Kamu adalah bintang di langit malamku."
Aku terdiam. Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku merasa bingung, senang, dan takut sekaligus.
"Aku tidak memintamu untuk membalas perasaanku," kata Arion. "Aku hanya ingin kamu tahu yang sebenarnya."
Kemudian, dia menggenggam tanganku. Genggaman yang hangat, erat, dan penuh cinta. Aku membalas genggamannya. Aku tidak bisa menahan diri lagi. Aku juga mencintainya.
Malam itu, aku memutuskan untuk menerima cinta Arion. Aku tidak peduli dengan apa kata orang. Aku hanya ingin mengikuti kata hatiku.
Kami pun menjalin hubungan. Awalnya, banyak orang yang meragukan dan mengkritik hubungan kami. Mereka bilang kami tidak cocok dan tidak akan bahagia. Tapi kami tidak menghiraukan mereka. Kami saling mencintai dan saling percaya.
Arion selalu memberiku semangat untuk mengejar impianku. Dia membantuku untuk mengembangkan toko bungaku dan membuatku lebih percaya diri. Aku pun selalu mendukung Arion dalam studinya dan penelitiannya. Kami saling menginspirasi dan saling memotivasi.
Setelah beberapa tahun, kami memutuskan untuk menikah. Pernikahan kami unik dan berkesan. Kami menikah di taman observatorium, di bawah langit yang bertaburan bintang. Kami berjanji untuk saling mencintai, menghormati, dan mendukung sampai akhir hayat.
Sekarang, aku dan Arion hidup bahagia bersama. Kami memiliki toko bunga yang sukses, karir yang gemilang, dan keluarga yang bahagia. Aku bersyukur bisa bertemu dan mencintai Arion. Dia adalah bintang di langit malamku, bukan hanya karena pengetahuannya, tapi juga karena cintanya yang tulus dan hatinya yang mulia.
ns216.73.217.14da2


