Suatu pagi di rumah Bram dan Tia. Beberapa hari sesudah kunjungan Mang Enjup ke rumah yang tidak diingat oleh Bram maupun Tia.
4952Please respect copyright.PENANAq3mqJEIXdI
4952Please respect copyright.PENANAeiRwLo4kR1
Padahal kita tahu apa saja yang dialami oleh Tia malam itu.
4952Please respect copyright.PENANANuLsOuopoF
4952Please respect copyright.PENANA1zrCDLgCBf
Pagi itu sekitar jam 8, Bram sudah berangkat ke kantor, sedangkan Tia baru saja selesai mandi pagi dan berganti pakaian setelah tadi mengurusi Bram.
4952Please respect copyright.PENANAO7MhvebbfF
Tia mulai merasakan ada yang ganjil pada dirinya.
4952Please respect copyright.PENANAk482PCYMLg
4952Please respect copyright.PENANAh3xU7tH9er
Entah kenapa, tadi waktu mandi dia jadi lebih lama dan intens mengelus-elus tubuhnya sendiri.
4952Please respect copyright.PENANA87jn34Gwhz
4952Please respect copyright.PENANA86Q1I7ITVh
Sesudah mandi, Tia mengenakan daster panjang longgar nyaman yang biasa dia pakai sehari-hari.
4952Please respect copyright.PENANAP1yJ95F8i2
4952Please respect copyright.PENANA98nE9SxLAL
Kalau berencana seharian di rumah seperti pada hari itu, biasanya Tia betah seharian mengenakan daster.
4952Please respect copyright.PENANAafxivSnw3b
Tapi entah kenapa, pagi itu daster itu dirasanya kurang nyaman.
4952Please respect copyright.PENANAeiAssohNpc
4952Please respect copyright.PENANADZbwpugcFA
Dibukanya lagi lemari bajunya, dan diambilnya satu daster lain. Daster setali berwarna biru, jauh lebih pendek (hanya sampai setengah paha), berbahan tipis.
4952Please respect copyright.PENANALXpmJacO0P
Tia melepas daster panjangnya dan ganti memakai daster biru pendek itu.
4952Please respect copyright.PENANAUc7kVDPATS
Kalau daster panjang yang tadi menutupi bahu dan lengan atas Tia, yang ini cuma menyisakan seutas tali kain yang menyampir di tiap bahu, sehingga pundak Tia yang cantik itu terbuka.
4952Please respect copyright.PENANAVh0IphdtQg
4952Please respect copyright.PENANAurstqulnXp
Tidak tahu kenapa, dia merasa lebih nyaman dengan daster babydoll yang seksi itu.
4952Please respect copyright.PENANAJFuVkwx5O1
Lalu ketika dia duduk di depan cermin di kamar tidurnya, dia merasakan ada yang kurang.
4952Please respect copyright.PENANAUebasd51lG
4952Please respect copyright.PENANAGQxMHO5f7T
Wajahnya… terasa terlalu polos. Jadi, biarpun tidak berencana ke mana-mana hari itu, Tia pun mulai merias wajah.
4952Please respect copyright.PENANAKzdyJTOE5A
Awalnya dia hanya berbedak tipis. Lalu diulaskannya lipstik pink, tipis saja, di bibirnya.
4952Please respect copyright.PENANAbLkEciX0Nl
Entah kenapa, dia tergoda untuk menebalkan lipstiknya.
4952Please respect copyright.PENANA0femLJd0wf
4952Please respect copyright.PENANAGSi3qn5187
Beberapa saat kemudian, bibirnya yang indah itu jadi makin menarik perhatian karena berwarna pink cerah dan dibuat kemilau karena lip gloss bening.
4952Please respect copyright.PENANAPDywMerr20
Digerainya rambutnya yang sudah kering. Tia mendesah ketika rambutnya mengelus pundaknya sendiri.
4952Please respect copyright.PENANALGxmSoBAfZ
4952Please respect copyright.PENANAijiTSN3dlq
Ditatapnya dirinya lagi di cermin; dia bertanya kepada dirinya sendiri, apakah aku sudah cantik?
4952Please respect copyright.PENANAmwrUQ8eRH1
Apakah aku bisa menggoda para lelaki hari ini?
4952Please respect copyright.PENANAU0BZvnRdKX
Tia tertegun. Terlintas pemikiran tadi di kepalanya. Dia tak tahu dari mana datangnya.
4952Please respect copyright.PENANAMcYk5RSFIy
4952Please respect copyright.PENANAhTVUcfXWAD
Tapi seolah ada perintah dalam kepalanya yang menyuruh dia berpenampilan secantik-cantiknya, supaya bisa menarik perhatian laki-laki. Dan dia tak kuasa melawannya. Entah kenapa.
4952Please respect copyright.PENANAagtBoNzBqG
***
4952Please respect copyright.PENANA4Qc9c2UTBF
Biarpun orangtuanya pengusaha sukses, sejak kecil Tia terbiasa bergaul dengan orang-orang kalangan bawah.
4952Please respect copyright.PENANAX5Upl3AWmF
4952Please respect copyright.PENANANwEVTPKu5X
Ketika kuliah pun Tia sering aktif dalam kegiatan bakti sosial sehingga sering bertemu dengan kaum miskin.
4952Please respect copyright.PENANAbXmPO03xmC
4952Please respect copyright.PENANAduIDdptABO
Tia memang punya kepedulian sosial yang besar, dan patut diacungi jempol karena konsisten mempraktekkannya dalam kehidupan nyata.
4952Please respect copyright.PENANA5mLJsaWJIp
4952Please respect copyright.PENANAZFTpKOarB2
Salah satu wujudnya adalah dalam kebiasaan Tia berbelanja.
4952Please respect copyright.PENANADQM3I3Kh8Z
4952Please respect copyright.PENANArsU0R5Am5X
Sementara nyonya-nyonya kalangan atas biasanya ogah berbelanja di pasar atau di tukang sayur dan memilih belanja di pasar swalayan, Tialebih suka belanja kebutuhan dapur sehari-hari di tukang sayur.
4952Please respect copyright.PENANAIhRTKbgLlZ
Dan hari itu pun, seperti biasa, seorang tukang sayur langganan Tia mampir ke rumah Tia. Tia membuka garasi membiarkan gerobak tukang sayur masuk.
4952Please respect copyright.PENANA8rIXyZalpY
4952Please respect copyright.PENANABhD9ZmVHXm
Tukang sayur langganan Tia adalah seorang laki-laki berumur 40-an tahun, namanya Legiman, tapi lebih terkenal di kalangan ibu-ibu pelanggannya dengan nama “Pak Kumis” karena, ya karena apa lagi, kumisnya.
4952Please respect copyright.PENANAlH6k5biKjB
Kumisnya boleh diadu dengan kumis diktator Timur Tengah yang sudah mati digantung ataupun kumis suami seorang artis dangdut yang terkenal karena goyangan khasnya.
4952Please respect copyright.PENANAXlYClvwZgN
4952Please respect copyright.PENANAWEguLjph2E
Wajah bulatnya yang berkulit hitam biasa tertutup caping.
4952Please respect copyright.PENANAIOnhqzz3oi
Ketika datang ke rumah Tia pagi itu, Pak Kumis mengenakan kaos partai bekas kampanye bertahun-tahun lalu yang belel dan agak kekecilan sehingga perutnya yang membuncit tampak menonjol, juga celana panjang usang dan sandal jepit.
4952Please respect copyright.PENANAXf2SUyGHgU
4952Please respect copyright.PENANAC1L3jDylbp
Memang bisnis tukang sayur itu tak besar-besar amat untungnya, tapi Pak Kumis tidak mempermasalahkan jalan hidupnya, yang penting ada kerjaan biar bisa makan.
4952Please respect copyright.PENANAZ8rHrfdidf
Apalagi kalau dia mengingat bahwa masih banyak ibu-ibu yang menunggu kehadirannya tiap pagi.
4952Please respect copyright.PENANAwW15oICu7I
4952Please respect copyright.PENANAoQ5gBCxOkY
Pak Kumis harus mengakui, salah satu langganannya tampil agak beda hari ini.
4952Please respect copyright.PENANAVZ86EHkP2N
Ya, Bu Tia memang masih muda dan lumayan menarik, tapi pagi ini, dengan baju lebih pendek dan rias wajah, dia terlihat lebih menarik.
4952Please respect copyright.PENANAaHlJDdDSa9
4952Please respect copyright.PENANA5kYpjh9YZm
Tapi sebagai tukang sayur profesional yang berpengalaman, Pak Kumis tetap melayani Tia dengan baik seperti biasa.
4952Please respect copyright.PENANAIEVSnuiPRw
Tia memilih-milih tomat, bawang, terong, toge, pepaya. Belum terpikir mau masak apa untuk Bram nanti malam.
4952Please respect copyright.PENANAeC1BOv5BYv
4952Please respect copyright.PENANAJBvWiQfM5s
Ah, ikan saja. Dengan sop sayuran. Cuci mulutnya pepaya segar. Dimintanya Pak Kumis memilih dua ekor ikan yang kemudian dibersihkan sisiknya dan dibuang isi perutnya.
4952Please respect copyright.PENANA5KBaoyl2cu
Tia memperhatikan lengan Pak Kumis yang bergerak-gerak ketika pemiliknya menyiapkan ikan.
4952Please respect copyright.PENANAdEb80XnvHH
4952Please respect copyright.PENANArs8w7dqFCl
Lengan berkulit hitam itu ternyata berotot dan tegap, maklum karena waktu muda pemiliknya tiap hari berolahraga mencangkul sawah di kampung, dan sampai sekarang pun masih terus latihan mendorong gerobak yang lumayan berat berkeliling kota.
4952Please respect copyright.PENANAuZj1BSnoYQ
4952Please respect copyright.PENANAdfMqSY0JBQ
Sepintas Tia membayangkan bagaimana rasanya dirangkul oleh lengan-lengan itu.
4952Please respect copyright.PENANAkhXpZqgtf2
“Semuanya empat puluh empat ribu, Bu Tia,” suara Pak Kumis membuyarkan lamunan Tia.
4952Please respect copyright.PENANAps8P6zl0NK
4952Please respect copyright.PENANAW8YYhTXAJo
Pak Kumis menyodorkan dua kantong plastik berisi belanjaan Tia, ikan dan sayuran dan pepaya, dengan sopan.
4952Please respect copyright.PENANAMnmhjY5eNR
4952Please respect copyright.PENANAXVcdqbhWAb
Tia menerimanya lalu membuka dompet. Ada beberapa lembar uang Rp100.000 di dalamnya; tidak ada uang kecil.
4952Please respect copyright.PENANAnJDvy3ORBL
“Saya adanya seratus ribuan Pak, ada kembaliannya?” tanya Tia sambil menyodorkan selembar Rp100.000.
4952Please respect copyright.PENANAHkG1tLGFR0
“Tunggu sebentar ya Bu,” Pak Kumis kemudian membuka tas pinggang kumal yang melingkari perutnya.
4952Please respect copyright.PENANA9afMJvUwM2
Dikeluarkannya beberapa lembar uang yang kucel, lalu dihitungnya.
4952Please respect copyright.PENANAugN2TE4Xgp
“Wah, nggak ada kembaliannya, Bu. Saya tinggal dulu ya? Mau tukar duit.”
4952Please respect copyright.PENANAixqFrt1pmW
Pak Kumis pergi meninggalkan garasi rumah Tia dan gerobak sayurnya di sana sebagai jaminan, kalau-kalau dia tidak balik lagi Tia bisa menyita gerobak tersebut.
4952Please respect copyright.PENANALKhhaAwI2E
4952Please respect copyright.PENANAWnxS6g2h3B
Nah, rumah Tia terletak agak jauh dari warung, toko, pangkalan ojek, dan tempat-tempat lain di mana orang bisa menukar uang untuk kembalian, jadi sepertinya Pak Kumis akan pergi agak lama.
4952Please respect copyright.PENANAKyp73Os34D
Dengan dua kantong plastik agak berat di tangan, Tia memutuskan untuk membawa belanjaannya ke dalam rumah dulu.
4952Please respect copyright.PENANA4hms4OTIyJ
4952Please respect copyright.PENANAx3nqmzqFce
Tapi…Setelah ada di dalam rumah, Tia terpikir mengenai salah satu barang yang baru dibelinya dari Pak Kumis.
4952Please respect copyright.PENANApVzScbXT0m
4952Please respect copyright.PENANA7N94Vpv0iT
Jadilah dia berhenti di ruang tamu, duduk di kursi terdekat, sambil merogoh ke dalam kantong berisi sayuran mencari barang itu.
4952Please respect copyright.PENANA8LH8WQ9jDO
Dapat! Tia memegangi sebuah terong yang tadi dibelinya.
4952Please respect copyright.PENANAFjxdU3OKo0
Ungu, panjangnya sekitar 20 senti, dan cukup tebal. Padahal yang mau dimasak Tia ikan goreng dan sop sayuran. kenapa dia juga beli terong? Bukan, Tia bukan mau memasak terong itu.
4952Please respect copyright.PENANAPPUn4VFD99
4952Please respect copyright.PENANA4QlVz5DCzf
Entah kenapa, sayuran yang bersangkutan mengingatkannya kepada sesuatu.
4952Please respect copyright.PENANAW8uynSF7tj
4952Please respect copyright.PENANAON9Q81671R
Atau lebih tepatnya, menyerupai fantasinya tentang sesuatu.
4952Please respect copyright.PENANATwwI2WBcGh
4952Please respect copyright.PENANAxYeDZaLTMv
Tia menggenggam terong itu penuh rasa sayang, sambil mengamat-amatinya.
4952Please respect copyright.PENANAaafnznNveT
Pelan-pelan disingkapnya sedikit daster pendeknya, sehingga seluruh pahanya terlihat, terus sampai ke celana dalamnya yang polos dan tipis.
4952Please respect copyright.PENANAnzFgO3r0mX
Lalu… meskipun tak mengerti benar mengapa dia melakukannya Tia kemudian mengeluskan ujung terong yang dipegangnya ke bagian depan celana dalamnya.
4952Please respect copyright.PENANAxm3CBYseBQ
4952Please respect copyright.PENANAQWdVL0dANF
Sentuhan lembut ujung terong yang bulat dan masih keras itu terhadap vagina di balik celana dalam membuat Tia merinding.
4952Please respect copyright.PENANAdADUMNEgsi
Tambah merinding dia karena dia tak membayangkan terong itu sebagai sayuran, melainkan kejantanan penjualnya.
4952Please respect copyright.PENANAE51D1cbRDp
4952Please respect copyright.PENANAL6zLzjTcRp
Betul, Tia sedang membayangkan tukang sayur langganannya yang berkulit hitam dan berlengan kekar itu.
4952Please respect copyright.PENANAZT7mBOuxOz
Dalam bayangannya, agar seimbang dengan lengannya yang keras dan kumisnya yang ganas, senjata pusaka Pak Kumis mestilah gelap dan mantap seperti terong yang dipegangnya.
4952Please respect copyright.PENANAdFPQUYXyiT
Berulangkali Tia menggosok-gosok celana dalamnya dengan terong itu, kadang sampai menekannya agar ujungnya sedikit melesakkan bahan celana dalam di antara belahan kewanitaannya. Tia mulai mendesah selagi nafsunya terbangkitkan.
4952Please respect copyright.PENANAje0hhVZvKt
Dia jadi tidak puas dengan hanya menggoda kemaluannya sendiri dari balik kain, dan menggeser sedikit celana dalamnya sehingga terong yang beruntung itu mengelus-elus kedua bibir luar vagina Tia.
4952Please respect copyright.PENANAgkddAr5WoU
Setelah kewanitaannya mulai basah, Tia pun tak ragu lagi untuk memberi kesempatan kepada si terong untuk mempenetrasi manusia.
4952Please respect copyright.PENANALADhYrMvZW
4952Please respect copyright.PENANA6oGOJWDlUC
Ujung terong itu diterima dengan hangat dan becek oleh vagina Tia. Yang dibayangkan Tia tentunya bukan bercinta dengan terong, melainkan Pak Kumis tukang sayur langganannya itu.
4952Please respect copyright.PENANAQiDxMG6KvQ
Terong itu pun mulai pelan-pelan digerakkan tangan Tia keluar masuk. Sambil mengangkat paha kirinya, tanpa sengaja bibir Tia membocorkan apa yang sedang ada di pikirannya.
4952Please respect copyright.PENANAoaRXHhNb4x
“Ah… ammm… Pak Ku… mis… engg…”
4952Please respect copyright.PENANA5zFGRCnrw5
GEDUBRAK!
4952Please respect copyright.PENANAyH6hXs11v0
4952Please respect copyright.PENANAD1rI5n6qVw
Tiba-tiba pintu depan rumah Tia terbuka mendadak dan terjatuhlah tukang sayur yang bersangkutan ke lantai di samping kursi yang diduduki Tia. Tia dan Pak Kumis sama-sama terkejut.
4952Please respect copyright.PENANAqFmzEu0KiQ
Jadi begini ceritanya: Pak Kumis sudah berhasil menukar uang 100 ribu yang diberikan Tia, dan dia kembali ke rumah Tia membawa kembalian.
4952Please respect copyright.PENANA4FLLhSxcKR
4952Please respect copyright.PENANAZHidqLJSbe
Waktu dia kembali, dilihatnya Tia sudah tidak ada di garasi, dan pintu depan rumah Tia setengah terbuka.
4952Please respect copyright.PENANA34g5pYfN7K
Menganggap Tia sudah di dalam, Pak Kumis mendekati pintu, bermaksud mengetuk pintu untuk menyerahkan kembalian kepada Tia.
4952Please respect copyright.PENANAoMggBfu28C
4952Please respect copyright.PENANASrnY0zedKI
Tapi dia tanpa sengaja malah mengintip Tiayang sedang menjebloskan sebuah terong ke vaginanya, dan sejenak dia tak berani beranjak dari posisinya di depan pintu yang terbuka sedikit itu.
4952Please respect copyright.PENANAeBYVbj9tgG
4952Please respect copyright.PENANAmXyad3xin5
Ketika Tia menyebut namanya tadi, saking kagetnya, Pak Kumis sampai terpeleset, mendorong pintu sampai terjeblak, dan jatuh ke dalam rumah.
4952Please respect copyright.PENANAp9gAov0cuH
“Adudududuh…” Pak Kumis meringis karena mencium lantai marmer.
4952Please respect copyright.PENANAbqjX41izIV
“Ahhnnnh…” Tia meringis karena desakan terong di celah kewanitaannya.
4952Please respect copyright.PENANASj4GZLba5n
Dua-duanya sama-sama terpaku beberapa saat, lalu tiba-tiba sadar akan anehnya situasi.
4952Please respect copyright.PENANAnIQosKgoBg
4952Please respect copyright.PENANAAsdLUdzWCQ
Pak Kumis buru-buru berusaha bangun dan keluar, tapi kalah cepat dengan Tia yang langsung bangkit, dan menutup pintu tanpa membiarkan Pak Kumis keluar dari rumah ataupun terong keluar dari kemaluannya.
4952Please respect copyright.PENANARN3LLxIfjl
“Eh, Bu Tia…? mmMmmMM??”
4952Please respect copyright.PENANAiH4Az8hyOn
Tia mendorong Pak Kumis ke tembok di belakang pintu, sambil menutup mulut Pak Kumis… dengan bibirnya.
4952Please respect copyright.PENANA0ooDBqMMyZ
4952Please respect copyright.PENANADiXXrIbUlT
Saking kagetnya akan kegesitan gerakan Tia, Pak Kumis hanya bisa pasrah ketika bibir merah nyonya muda langganannya itu memaksa bibirnya terbuka lebar, dan lidah Tiamerangsek ke dalam rongga mulutnya.
4952Please respect copyright.PENANAAzc4oW0gwg
Dengan buas Tia memberi french kiss kepada si tukang sayur, tanpa memedulikan gesekan kumis tebal Pak Kumis yang kasar ke kulit sekitar bibirnya.
4952Please respect copyright.PENANAgSCBNI5eOY
4952Please respect copyright.PENANAiXKPya0Rx5
Satu tangan Tia kembali memain-mainkan terong di kemaluannya, tangan lainnya menelusuri dada dan perut Pak Kumis, turun terus, ke bawah tas pinggang kumalnya, sampai ke bagian depan celana Pak Kumis.
4952Please respect copyright.PENANAGv2CotjXkA
Pak Kumis bukanlah orang yang suka main perempuan, dia cukup setia dengan istrinya yang dia tinggal di kampung halaman agar mengurus anak, tapi menghadapi seorang perempuan muda berpenampilan seksi yang dengan ganas melumat bibirnya dan mengelus-elus burungnya, tukang sayur itu tak berdaya.
4952Please respect copyright.PENANAm9fjt8YMVv
4952Please respect copyright.PENANAY138xylJ9Q
Dia tak kuasa melawan ketika Tia menarik turun resleting celananya dan langsung mengocok penisnya.
4952Please respect copyright.PENANAdxJVxtXS80
Selesai menciumi habis bibir Pak Kumis, Tia langsung berjongkok di hadapan Pak Kumis, mengamati terong yang masih juga dia sodok-sodokkan sendiri ke vaginanya, lalu barang aslinya yang memang hitam dan sekarang keras di depannya.
4952Please respect copyright.PENANAESEA02ywFJ
4952Please respect copyright.PENANAd3AtWN58BK
Tanpa memedulikan apapun termasuk kata-kata penolakan setengah hati dari Pak Kumis, Tia menggesekkan pipinya ke batang hitam tegap itu, mengendus baunya, menjulurkan lidah untuk mencicipi rasanya.
4952Please respect copyright.PENANA71htIYa7bR
“Aduh… Bu Tia… jangan Bu Tia…” keluh Pak Kumis.
4952Please respect copyright.PENANAwS8yUeAmKd
4952Please respect copyright.PENANAzpJsQTiJU3
Yang konak sekaligus ketakutan karena tidak tahu apa yang terjadi pada langganannya itu.
4952Please respect copyright.PENANAnEe6vRMLLQ
4952Please respect copyright.PENANAPOFVqb5n8G
Tapi dia tidak berbuat apa-apa untuk menjauh dari Tia. Dia hanya bengong sambil melihat burungnya yang sudah tegang dimain-mainkan Tia.
4952Please respect copyright.PENANAsXBNDZ73Wv
4952Please respect copyright.PENANA5gJKBztkIs
Tia makin berani, dan sekarang mulai memasukkan penis Pak Kumis ke mulutnya.
4952Please respect copyright.PENANAeO89gCrTLA
Bibir atas Tia menjepit daging kemaluan Pak Kumis sementara bibir bawahnya menjepit terong paling beruntung di dunia.
4952Please respect copyright.PENANAyvX52yptfb
4952Please respect copyright.PENANABrya2Ei1Su
Pak Kumis merasa bulu kuduknya berdiri ketika gigi dan lidah Tia menyentuh urat-urat di barangnya. Dia tak tahu apakah harus merasa senang atau kuatir selagi membiarkan anunya diisap Tia.
4952Please respect copyright.PENANA1hKsUEf9c7
Sementara yang mengisap tidak peduli; yang Tia pikirkan hanyalah betapa besarnya kejantanan Pak Kumis, dan betapa kerasnya terong yang menjolok kewanitaannya.
4952Please respect copyright.PENANAo4je4rRD9N
4952Please respect copyright.PENANAlqNotRgLms
Ada yang bilang perempuan lebih mampu melakukan multitasking, mengerjakan beberapa tugas sekaligus, daripada laki-laki.
4952Please respect copyright.PENANAtTjtxmF4WN
Setidaknya Tia memang seperti itu, karena dia menyodok vaginanya sendiri makin cepat dan dalam dengan terong betulan sambil memperhebat godaannya terhadap ‘terong’ Pak Kumis.
4952Please respect copyright.PENANAtB27l3AS0L
Sementara Pak Kumis yang tidak bisa multitasking itu akhirnya tak bisa berbuat apa-apa karena urutan penalaran di otaknya sudah dibajak oleh kenikmatan badani yang diberikan mulut Tia.
4952Please respect copyright.PENANAhLhZ6Hrrr8
4952Please respect copyright.PENANA8IW2eZ3mY2
Tubuh Tia ikut menggelinjang selagi nafsunya terus meningkat menuju puncak.
4952Please respect copyright.PENANAaqFM3QxB0C
Terong di kemaluannya digerakkan makin dahsyat… sampai akhirnya membuat Tia menjerit keenakan dalam klimaks.
4952Please respect copyright.PENANAlaCmPWOcQg
4952Please respect copyright.PENANA8piFHRsFJY
Mendengar suara kenikmatan Tiayang begitu menggoda, Pak Kumis merasa tak kuat lagi menahan. Muncratlah burungnya tepat di depan Tia, sehingga wajah cantik Tiaternoda cairan kelelakian si tukang sayur.
4952Please respect copyright.PENANAq6zunBNskr
4952Please respect copyright.PENANAjjLoQNwx6J
Tia terduduk lemah, merasakan hangatnya benih terlarang Pak Kumis menerpa hidung dan pipinya.
4952Please respect copyright.PENANAoqjWuP0Ha7
Pak Kumis yang masih agak panik melihat ada kesempatan dan segera menutup celananya, lalu mencoba beranjak selagi Tia terduduk lemas akibat orgasme.
4952Please respect copyright.PENANAVuc6nQpGPz
4952Please respect copyright.PENANAWvcSoP0Jmg
Sambil memalingkan muka dia berusaha keluar, tapi ketika dia membuka pintu dan mau meninggalkan ruang tamu Tia, dia merasakan celananya ditarik.
4952Please respect copyright.PENANAKyncNbPoxP
4952Please respect copyright.PENANAoXLhpt3RDd
Pak Kumis menoleh dan melihat wajah Tia yang belepotan sperma itu menunjukkan ekspresi lapar. Lapar akan laki-laki.
4952Please respect copyright.PENANAKFMT1Iwm8e
“Aduh, Bu Tia… tolong jangan… Saya nggak bisa…” pinta Pak Kumis dengan wajah memelas.
4952Please respect copyright.PENANAB2EXo9ZbxA
4952Please respect copyright.PENANA76OUrAAKmd
Kurang pantas sebenarnya tampang memelas dengan kumis se-sangar itu.
4952Please respect copyright.PENANAonNdoKr38k
Saat itu juga Tia berdiri pelan-pelan, lalu mendekatkan mukanya ke muka Pak Kumis yang ketakutan, lalu berbisik:
4952Please respect copyright.PENANAxDZfUl73I5
“Maafin yang tadi Pak… tolong jangan cerita ke siapa-siapa… Dan ambil aja kembalian yang tadi.”
4952Please respect copyright.PENANAwhXsVFA77h
Nada suaranya begitu kalem sehingga Pak Kumis jadi tenang lagi. Tia berbisik lagi, kali ini nadanya agak manja.
4952Please respect copyright.PENANA4XuBWM8Igx
“Jangan nggak balik lagi ya Pak Kumis… saya tetap mau langganan belanja sama Pak Kumis, ya? Janji deh, nggak akan terjadi lagi yang seperti ini…”
4952Please respect copyright.PENANAd80horo8LV
“…Iya …iya …” Pak Kumis mengiyakan dengan lirih.
4952Please respect copyright.PENANAgZzYezHh5p
4952Please respect copyright.PENANAPAet4csHX7
Setelah itu, Tia melepaskan tangannya, dan Pak Kumis bergegas pergi. Dengan terburu-buru Pak Kumis mendorong gerobak sayurnya keluar.
4952Please respect copyright.PENANAYRgNZp000z
4952Please respect copyright.PENANAXwrgRqPeKd
Karena masih panik, gerobaknya sampai menabrak pagar rumah Tia sewaktu mau keluar.
4952Please respect copyright.PENANAAVQT3HGjFd
Setelah Pak Kumis pergi, Tia baru merasakan betapa tak wajarnya tindakannya tadi.
4952Please respect copyright.PENANAoxq2fNujH2
4952Please respect copyright.PENANAgzjqLXm6lI
Cepat-cepat dia buang terong yang tadi membuatnya orgasme. Kenapa dia sampai begitu?
4952Please respect copyright.PENANAewdMmUUHWl
4952Please respect copyright.PENANAOQ3LxyJVIx
Berfantasi mengenai tukang sayur sampai-sampai ‘tanpa sengaja’ membeli terong untuk memuaskan dirinya sendiri, dan memaksa melakukan oral seks terhadap Pak Kumis yang sejenak terjebak dalam rumahnya? Tia bingung sendiri.
4952Please respect copyright.PENANAdOVzCRSvmW
***
4952Please respect copyright.PENANAHQyScOBkRu
4952Please respect copyright.PENANA1ddsqA5JG8
4952Please respect copyright.PENANAsDzYjLpRKZ
4952Please respect copyright.PENANA0JgYtNYHGA
4952Please respect copyright.PENANAxpm6uqpQSG
4952Please respect copyright.PENANAgZJXg3K5EB
4952Please respect copyright.PENANAwW2lQCtjTu
4952Please respect copyright.PENANAUUTYdWSqus
4952Please respect copyright.PENANALAeGW7FUYM
4952Please respect copyright.PENANASTfdu3Rxe1
2. SIANG
4952Please respect copyright.PENANAqvG3B7UDDw
Setelah pagi yang tak terduga itu, Tia akhirnya bisa menenangkan diri lagi.
4952Please respect copyright.PENANA2t6HQPd1jo
4952Please respect copyright.PENANAy4SQrqVJAn
4952Please respect copyright.PENANAFpnSaNPjpc
Dia kembali ke rutinitasnya, membaca laporan dan berkas-berkas yang berkaitan dengan usaha keluarganya, melakukan beberapa perhitungan, sambil menyiapkan makan siang untuk dirinya sendiri.
4952Please respect copyright.PENANAbM4NRnVQI1
Dia tak mengganti baju daster pendek biru-nya.
4952Please respect copyright.PENANAxnvcz4Uuff
4952Please respect copyright.PENANAemBiVGEaKN
Dia juga sudah mencuci muka—dan memulas kembali mukanya dengan make-up sehingga dia kembali tampak secantik penampilannya tadi pagi. Tia makan siang sendirian, hanya nasi dengan lauk seadanya.
4952Please respect copyright.PENANA0gGHQvK9rY
Dia juga membelah pepaya yang tadi pagi dibelinya dari Pak Kumis. Pepaya itu terlalu besar.
4952Please respect copyright.PENANA4vIEXlFKIp
4952Please respect copyright.PENANAzFVCdoN0Xu
Kalau hanya dimakan berdua dengan Bram, tidak akan habis dengan cepat. Ah, kalau begitu separonya nanti sore kukasih Kak Citra, pikir Tia.
4952Please respect copyright.PENANAEkBJ9dc7pl
4952Please respect copyright.PENANAWnVHRwVN0E
Sepinya siang itu tiba-tiba terpecah suara genjrengan gitar, tepuk tangan, dan nyanyian asal-asalan dari depan pintu.
4952Please respect copyright.PENANAJEz5j1PjI3
“Ibu-ibu bapak-bapak siapa yang punya anak bilang aku
4952Please respect copyright.PENANAC5cO8GYkm5
aku yang tengah malu sama teman-temanku karena cuma diriku
4952Please respect copyright.PENANAGda7PNWjNW
yang tak laku-laku”
4952Please respect copyright.PENANATOyC0BAaLM
Terdengar suara dua orang laki-laki, suara ‘tanggung’ seperti baru pecah, peralihan dari suara anak-anak ke dewasa.
4952Please respect copyright.PENANAjEMaUfkIzD
4952Please respect copyright.PENANAg0P0t2d0dH
Tia yang sedang duduk di depan meja makan sambil mengunyah seiris kecil pepaya dan menghadapi piring bekas makan siang segera minum dan mengelap mulut, lalu bergerak ke depan untuk mengintip sumber suara itu dari balik jendela depan.
4952Please respect copyright.PENANAIIVCbg6hCS
Di luar pagar dilihatnya dua bocah tanggung, seperti seumuran anak kelas 3 SMP atau 1 SMA.
4952Please respect copyright.PENANA1qdCb9Nqlo
4952Please respect copyright.PENANAiIRsQRvmKg
Salah satu membawa gitar akustik yang ditempeli banyak stiker, sementara kawannya cuma mengandalkan tepuk tangan untuk mengiringi nyanyian.
4952Please respect copyright.PENANAH3EU0CxlNh
Tia kembali ke dalam untuk mengambil sedikit uang dari dompetnya, bermaksud berbagi rezeki dengan kedua pengamen muda itu.
4952Please respect copyright.PENANA1vsqGJ4gTJ
4952Please respect copyright.PENANAO2Tm6c5bu7
Tia lalu membuka pintu samping yang terhubung dengan ruang makan dan dapur, dan berjalan keluar.
4952Please respect copyright.PENANArJ6em43ctA
Setelah keluar, Tia bisa melihat lebih jelas kedua pengamen itu, keduanya tampak seperti biasanya anak jalanan, lusuh, kurus, dan berkulit gelap terbakar matahari.
4952Please respect copyright.PENANApj3uPcvzaN
4952Please respect copyright.PENANAhBUUI1ovFp
Keduanya mengenakan jeans belel dan kaos hitam bertuliskan nama-nama band beraliran keras.
4952Please respect copyright.PENANA83DMVw8xqn
Gaya rambut keduanya sama-sama tak biasa: yang bertepuk tangan rambutnya dibuat spike, mencuat di sana-sini seperti duren atau landak.
4952Please respect copyright.PENANAQVzaWWXZVT
4952Please respect copyright.PENANAs5EGqeL6Gn
Sementara kawannya yang main gitar membotaki pelipis kiri-kanan sehingga mirip gaya mohawk walaupun rambutnya yang tersisa di tengah tidak diberdirikan, mungkin karena kurang modal.
4952Please respect copyright.PENANAKP3HrTUxMf
4952Please respect copyright.PENANAjmelyTnX5s
Terlihat tindikan menghiasi tempat-tempat di muka mereka.
4952Please respect copyright.PENANAryjVNhsuDZ
“Makasih tante…” kata si rambut mohawk ketika menerima dua lembar uang seribuan dari tangan Tia.
4952Please respect copyright.PENANAM8C1e64yVX
4952Please respect copyright.PENANAyGpIBNLan3
Yang memberi dan yang menerima sama-sama tersenyum, Tia tersenyum tulus karena senang bisa beramal, kedua pengamen itu tersenyum bahagia karena bisa ketemu perempuan secantik bidadari pada siang yang panas itu.
4952Please respect copyright.PENANAYYU7WICItR
4952Please respect copyright.PENANANY866tE0JT
Biasanya mereka ketemu pembantu, nenek-nenek, atau anjing penjaga. Senyum si rambut mohawk tapi berubah ketika dia mengingat sesuatu.
4952Please respect copyright.PENANAKqOPNb81Wg
“Lho… ini Kak Tia kan?”
4952Please respect copyright.PENANAusH1HpNmcG
Tia kaget juga mendengar si pengamen rambut mohawk menyebut namanya. Tahu dari mana… eh, memang sepertinya… Dia kan…
4952Please respect copyright.PENANAN4YXVZOcwV
“Janu?”
4952Please respect copyright.PENANAGd7H9pcukQ
Si mohawk nyengir memamerkan giginya yang menguning dan bolong satu.
4952Please respect copyright.PENANA5RUfME25Kg
“Iya Kak, saya Janu, yang dulu di rumah singgah!“
4952Please respect copyright.PENANAKWo198JtIN
“Ooo, Janu! Iya iya, inget. Yang waktu dulu itu ya. Kamu udah lebih jangkung, ya?”
4952Please respect copyright.PENANAKmHvoDql95
“Hehehe, iya dong kak, kan udah gede sekarang.”
4952Please respect copyright.PENANApWnmSImEZZ
Kegiatan bakti sosial Tia waktu mahasiswa juga mencakup menjadi guru bagi anak-anak terlantar di suatu rumah singgah.
4952Please respect copyright.PENANA5dw3PTseWI
4952Please respect copyright.PENANADK0YG780mp
Salah seorang anak yang sempat dia ajar adalah Janu, yang sekarang kebetulan ngamen di depan rumahnya.
4952Please respect copyright.PENANAak4oL8RT44
4952Please respect copyright.PENANAjXjfWwTOaq
Janu dulu bandel dan liar karena ditempa kerasnya kehidupan di jalan, tapi di rumah singgah itu dia paling menurut pada Tia.
4952Please respect copyright.PENANAQo4LCsgnRk
“Eh, Janu, ayo masuk dulu! Kak Tia pengen ngobrol sama kamu sebentar, ya. Lagian sekarang kan panas, kalian mau minum dulu kan?” Tiamenawarkan.
4952Please respect copyright.PENANAQEowzIYUTb
“Gimana, Fi?” Janu menengok, bertanya ke temannya yang berambut landak. Temannya mengangguk.
4952Please respect copyright.PENANAC89vUUKuiE
4952Please respect copyright.PENANAP3F3CZnKX8
Tia membukakan pintu garasi lalu mempersilakan keduanya masuk. Janu dan kawannya yang dia panggil Fi itu masuk, lalu duduk di teras.
4952Please respect copyright.PENANAmk8uubLN1C
“Ayo masuk aja, gak usah malu-malu,” ajak Tia.
4952Please respect copyright.PENANApb5iNZkynQ
“Jangan repot-repot Kak Tia, kita di luar aja,” tampik Janu sopan.
4952Please respect copyright.PENANAHLvgnLm6KU
4952Please respect copyright.PENANAbyaRBJ22yl
Fi langsung menyindir kawannya, “Ceileh, sopan amat lu Jan, kalo ngadepin cewek cantik aja langsung sok keren, kayak ganteng aja lu…”
4952Please respect copyright.PENANALJxYJpQunN
Yang mengakibatkan kepala landak Fi ditoyor Janu.
4952Please respect copyright.PENANA6AI7azAP3l
“Kirik, diem lu, dia kakak gue yang ngajarin gue dulu, masa’ gue ga sopan ama dia?” balas Janu.
4952Please respect copyright.PENANAiu0pwxNsqq
4952Please respect copyright.PENANAFSPdZiC6ch
Tia tertawa kecil melihat tingkah kedua pengamen itu.
4952Please respect copyright.PENANAxGSN89xgn5
“Janu dan… siapa tadi, Fi? Tunggu di sini dulu ya. Biar Kak Tia ambil airnya dulu.”
4952Please respect copyright.PENANAGnlLMcKgwx
Tia masuk kembali ke rumah lewat pintu samping, yang menuju ke ruang makan. Diambilnya sebotol air es dari kulkas.
4952Please respect copyright.PENANAPAjyUqdFIf
4952Please respect copyright.PENANAjk6WtlV8bg
Di dalam kulkas dilihatnya pepaya yang sebagian sudah dia makan tadi. Dia putuskan untuk berbagi cemilan juga dengan kedua bocah tadi.
4952Please respect copyright.PENANACX5FRHFCvZ
Maka diiriskannya dua potong besar pepaya untuk Janu dan Fi.
4952Please respect copyright.PENANAupSt9Azfnq
4952Please respect copyright.PENANAr3m3PEDQh5
Janu dan Fi yang meneruskan adu cela sambil duduk di lantai teras terdiam ketika Tia muncul lagi.
4952Please respect copyright.PENANAEIFhVkke25
Keduanya terpesona dengan sosok Tia yang tampak begitu cantik di mata mereka.
4952Please respect copyright.PENANAY0qUh2Bu2n
Apalagi nyonya muda itu datang membawa sebotol air sejuk dan sepiring buah segar.
4952Please respect copyright.PENANAW0WisxxLHF
4952Please respect copyright.PENANAPM3C4HrYpp
Seolah-olah bidadari datang dari kahyangan membawa berkah kenikmatan bagi manusia-manusia hina seperti mereka berdua.
4952Please respect copyright.PENANA9lSWpUorL7
4952Please respect copyright.PENANAzwxxah2tuS
Sungguh bersyukur Janu dan Fi siang itu, bisa duduk sambil mendinginkan tenggorokan mereka yang kering dengan minum air dingin dan makan pepaya ditemani seorang wanita jelita.
4952Please respect copyright.PENANAIyGSgxZoIr
Sambil menemani kedua pengamen itu, Tia ngobrol lebih lanjut dengan Janu tentang keadaan di rumah singgah.
4952Please respect copyright.PENANAPe7necwotv
4952Please respect copyright.PENANAG1f6kYPzr6
Tia berhenti mengajar di sana waktu mulai membuat skripsi, dan tidak pernah ke sana lagi setelah lulus dan menikah.
4952Please respect copyright.PENANAPIWLPO54BB
Menurut Janu, kegiatan belajar di sana terus berlanjut, tapi Janu sendiri yang sudah tambah besar mulai jarang ikut, dan dia menyambung hidup dengan ngamen bersama kawan-kawannya sesama anak jalanan, termasuk Fi.
4952Please respect copyright.PENANARC30pmTtaS
4952Please respect copyright.PENANAEwnApI0hId
Tia menasihati agar Janu jangan melupakan sekolah, supaya tetap bisa punya masa depan.
4952Please respect copyright.PENANA5wj3dkFe9f
Fi tidak banyak bicara karena baru kenal dengan Tia, tapi Tia memperhatikan bahwa mata teman Janu itu tak lepas-lepas mengamatinya.
4952Please respect copyright.PENANAOFyOz3vvXU
4952Please respect copyright.PENANApD5taXwyGU
Tak lama kemudian suguhan air es dan pepaya pun habis. Untuk pertama kali, Fi berbicara dengan Tia.
4952Please respect copyright.PENANAnsjjHBr3Ky
“Kak, makasih ya. Kalau boleh, biar kita cuci-in piring dan gelas bekas kita.”
4952Please respect copyright.PENANAExNNXJ4LwQ
Setelah berpikir sebentar Tia setuju. “Silakan. Di dalam aja ya nyucinya. Ayo ikut Kakak.”
4952Please respect copyright.PENANACKwQ19ysz3
Fi dan Janu membawa piring dan gelas mengikuti Tia yang masuk ke rumah lewat pintu samping.
4952Please respect copyright.PENANAZACR1SVS7Z
4952Please respect copyright.PENANAtZzEGfDgPV
Di balik pintu samping itu ada koridor pendek sempit menuju ruang makan dan dapur rumah Bram dan Tia.
4952Please respect copyright.PENANA6ElI6qafIw
4952Please respect copyright.PENANAQ6ghkZnkaC
Tia menunjukkan wastafel tempat cuci piring dan kedua pengamen itu pun mencuci alat makan yang tadi mereka pakai.
4952Please respect copyright.PENANAo0w6N4Jl7h
Setelah selesai, keduanya berbalik untuk keluar rumah. Tia berjalan mendahului mereka ke arah pintu, bermaksud membukakan pintu samping.
4952Please respect copyright.PENANAKeBK8sSTaH
4952Please respect copyright.PENANA08QlU5cZTc
Fi berada tepat di belakang Tia. Ketika Tia hendak membuka pintu, dengan iseng Fi mencolek pantat Tia.
4952Please respect copyright.PENANAot15WUhxjY
“Aww!?”
4952Please respect copyright.PENANAv0T3OFQES7
Tia memekik dan langsung menangkap tangan Fi yang belum jauh dari pantatnya.
4952Please respect copyright.PENANA9mC1eHTvVB
4952Please respect copyright.PENANAdaUUmVotDA
4952Please respect copyright.PENANA4CabXXcEE6
4952Please respect copyright.PENANA5eLj9yv9Vw


