Yang jelas, Tia merasa tambah yakin Bram tidak akan perlu lagi jajan di luar. Dan sepertinya, Tia sendiri juga menemukan sisi baru dalam dirinya…
7684Please respect copyright.PENANATmKGZAhgS8
Menjelang tengah malam di rumah Bram dan Tia.
7684Please respect copyright.PENANAPBJDFuQ85k
7684Please respect copyright.PENANAVDs8YZj3rE
Bram belum pulang. tapi sore sebelumnya dia sudah mengontak Tia, meminta Tia ‘bersiap-siap’. Tia tahu apa artinya itu, jadi sebelumnya Tia mampir ke salon milik Citra dulu.
7684Please respect copyright.PENANAYgYygYX95N
Citra yang sebelumnya sudah janji mau terus membantuTia dengan senang hati merias Tia.
7684Please respect copyright.PENANATxd3RXvJg5
7684Please respect copyright.PENANAT9QqWj02h0
Persis seperti pertama kali. Tia kembali menunggu Bram dengan sabar di rumah. Malam itu Tia memilih mengenakan gaun tidur sutra tipis pendek berwarna hijau, tanpa bra.
7684Please respect copyright.PENANA423043EHM5
Tia mendengar bunyi mobil masuk garasi. Lalu suara langkah orang mendekati pintu. Suaminya tersayang sudah datang…Pintu terbuka.
7684Please respect copyright.PENANAAPbqlASTGM
“Puuunten.”
7684Please respect copyright.PENANAlvGLLa5Qvu
Ternyata bukan cuma Bram yang datang. Tia tertegun melihat empat orang yang ada di depan pintunya.
7684Please respect copyright.PENANAQfNmokDzDH
7684Please respect copyright.PENANAQdybWP63Pw
Bram ada, tapi dalam keadaan tak sadar dan dipapah dua orang.
7684Please respect copyright.PENANAOALc2RGLdf
7684Please respect copyright.PENANAhj6QbfMALF
Sedangkan yang memberi salam dalam bahasa daerah tadi adalah seorang laki-laki tua botak berperut buncit.
7684Please respect copyright.PENANA12BIDYIH4w
“Mang Enjup?” tanya Tia.
7684Please respect copyright.PENANA0I7uoc4V3s
“Euleuh-euleuh, Neng Tia… Apa kabar? Ini, tadi kita habis ketemu klien, si Aden Bram kebanyakan minum, sampai mabuk berat terusnya ketiduran,” jawab si laki-laki tua.
7684Please respect copyright.PENANAwHcIFfscRc
Laki-laki tua itu nyengir memperlihatkan sebaris gigi menguning.
7684Please respect copyright.PENANASzpuYinyzp
7684Please respect copyright.PENANALJExJWQY6v
Namanya Jupri, tapi Tia mengenalnya sebagai “Mang Enjup”, orang sekampung orangtuanya yang sudah bekerja untuk orangtuanya sejak awal mereka memulai usaha.
7684Please respect copyright.PENANAxfopX4upEU
Mang Enjup awalnya pesuruh, tapi lama-lama bapakTia mendapati bahwa bawahannya itu pintar membujuk dan meyakinkan orang, sehingga karier Mang Enjup pun lancar sebagai juru runding perusahaan.
7684Please respect copyright.PENANAWmqbZFslpM
Di perusahaan keluarga mereka, Mang Enjup kini menempati jabatan manajer; Bram ditempatkan sebagai bawahannya, dengan harapan bisa menyerap ilmu
7684Please respect copyright.PENANArp21hMWWc0
7684Please respect copyright.PENANAAcMl2itRqE
Mang Enjup untuk kariernya kelak di posisi lebih tinggi. Maka itu Bram sering mendampingi Mang Enjup, menemui rekan bisnis dan ikut bernegosiasi.
7684Please respect copyright.PENANAO9BhUmnB2b
“Baik, Mang. Aduh, maaf kalo Bram ngerepotin Mang. Ayo, masuk dulu.”
7684Please respect copyright.PENANA93mRADlpP8
Mang Enjup kenal baik dengan keluarga Tia dan Bram sejak lama, sejak keduanya masih kecil.
7684Please respect copyright.PENANApjRX0Swmu7
7684Please respect copyright.PENANAzgMp4trNNQ
Waktu kecil, Tia senang bermain-main dengan Mang Enjup yang lucu dan suka menggendong-gendongnya.
7684Please respect copyright.PENANAuqhzeRa9PL
Tapi setelah Tia agak besar, orangtuanya sempat melarang dia bermain dengan Mang Enjup. Waktu itu Tia sedih, tapi tak lama kemudian dia lupa karena sudah akrab dengan teman-teman sekolahnya.
7684Please respect copyright.PENANAH0of666yFg
Mang Enjup sendiri tak pernah jauh dari Tia karena dia terus bekerja sebagai bawahan orangtua Tia.
7684Please respect copyright.PENANAFtfmiLA4KU
7684Please respect copyright.PENANALQLY3xZ34T
Bram yang ketiduran dipapah oleh dua orang bawahan Mang Enjup: asistennya, Danang, dan supir merangkap pengawalnya, Reja. Danang bertubuh sedang, berkulit gelap dengan muka jerawatan.
7684Please respect copyright.PENANAHUi2eXtJDZ
Biarpun pekerjaannya kantoran, tapi Danang lebih sering berpenampilan urakan.
7684Please respect copyright.PENANA1lfg3HaJnA
7684Please respect copyright.PENANAzTEKX3VbbJ
Rambutnya yang agak gondrong dicat kemerahan, walaupun dia tidak jadi tambah keren karenanya.
7684Please respect copyright.PENANA3psByYIJ3v
7684Please respect copyright.PENANAHkv2YpC2l4
Dia keponakan Mang Enjup yang sebelumnya nganggur dan disuruh ikut pamannya supaya belajar kerja, tapi sebenarnya dia tidak punya keahlian selain menghabiskan duit.
7684Please respect copyright.PENANAXjp2VpFiSl
Sementara Reja mantan prajurit yang dipecat karena indisipliner, dan selanjutnya bekerja sebagai bodyguard plus supir Mang Enjup.
7684Please respect copyright.PENANA4yqrlCMp4F
7684Please respect copyright.PENANAIibhU0bTkk
Penampilannya masih khas tentara dengan rambut cepak dan badan berotot—ditambah bekas luka sabetan pisau di pipi kirinya, peninggalan perkelahian dengan sesama prajurit yang membuat dia dipecat.
7684Please respect copyright.PENANA6AGk4KMGew
Reja dan Danang membawa Bram ke dekat sofa, lalu pelan-pelan menaruh Bram di sofa.
7684Please respect copyright.PENANAYf3dUDo4Gq
7684Please respect copyright.PENANA7eFV7goCPw
Tia mencoba membangunkan Bram, tapi suaminya itu malah ngorok keras, menyemburkan hawa beralkohol dari mulutnya.
7684Please respect copyright.PENANA7XXDjfTush
“Mas Bram, kubilang juga apa, Mas tuh nggak kuat minum…” kata Tia kepada Bram yang tentu saja tidak menjawab.
7684Please respect copyright.PENANAVK5J6ME0as
7684Please respect copyright.PENANAHpLY9zbT0K
Tia menyadari Bram bakal tertidur sampai besok pagi, jadi dia beralih ke tamu-tamunya.
7684Please respect copyright.PENANAWCF40qksaH
Tanpa dipersilakan, Mang Enjup sudah duduk di salah satu kursi tamu. Dia menghela nafas lega ketika bisa mendesakkan pantatnya yang besar di sofa.
7684Please respect copyright.PENANA3dpjpj6uv5
“Mau minum dulu, Mang?” sapa Tia, berbasa-basi.
7684Please respect copyright.PENANAMjqH2R7ybd
“Jangan repot-repot, Neng. Mang juga sebentar lagi pulang. Udah malam.”
7684Please respect copyright.PENANADi2Hm453iS
“Nggak apa-apa, Mang, sebentar aja Tia bikinin. Kopi?”
7684Please respect copyright.PENANARJuMx9XkNj
“Boleh, boleh.”
7684Please respect copyright.PENANA3MKv324DN7
Tia tersenyum, lalu meninggalkan ruang tamu.
7684Please respect copyright.PENANAplDssVKQsi
7684Please respect copyright.PENANA13yFe7mDoY
Mang Enjup memperhatikan Tia dengan penuh minat. Salah satu penyebab orangtua Tia dulu sempat melarang Tia terlalu dekat dengan pegawai mereka itu, adalah karena mereka tahu sifat Mang Enjup yang ‘cunih.
7684Please respect copyright.PENANAlbgAtNglrB
7684Please respect copyright.PENANA8EqDY7B6yJ
Mereka takut Tiajadi mangsa kebiasaan buruk Mang Enjup yang suka bergenit-genit dengan perempuan.
7684Please respect copyright.PENANAW7Jo7dvwX8
7684Please respect copyright.PENANAHWuuLEXGbs
Di satu sisi, gaya bergaul Mang Enjup yang supel dan cepat akrab sangat memudahkan dia malang-melintang di ajang bisnis.
7684Please respect copyright.PENANA3zQFxtwlOr
7684Please respect copyright.PENANApNsIMSuYmN
Di sisi lain, sifat itu juga membuat Mang Enjup bereputasi agak jelek di perusahaan.
7684Please respect copyright.PENANAu2o8oFBM69
Sudah agak lama Mang Enjup tidak bertemu Tia, walaupun Bram sudah jadi bawahannya cukup lama.
7684Please respect copyright.PENANAYRPCZnXCU3
7684Please respect copyright.PENANAPwlp4j4iZP
Mang Enjup juga biasanya mengenal Tia yang berpenampilan sederhana, polos, dan baik-baik.
7684Please respect copyright.PENANAjH83J4hL0w
7684Please respect copyright.PENANARbenHEfi30
Jadi, ketika yang membuka pintu rumah Bram tadi adalah perempuan bermake-up tebal dengan baju seksi, Mang Enjup sempat heran sebelum menyadari bahwa itu Tia.
7684Please respect copyright.PENANAqo5t49AEot
Rasa penasarannya berlanjut. Selain itu…Tia kembali dari dapur membawa tiga cangkir kopi di atas nampan untuk tamu-tamunya.
7684Please respect copyright.PENANAipztXoORUg
7684Please respect copyright.PENANAuR57R0DAeu
Mang Enjup memperhatikan anak bosnya itu. Hampir tumpah liurnya melihat bentuk tubuh Tia yang samar-samar terlihat di balik gaun malam sutra yang dipakai Tia.
7684Please respect copyright.PENANAIDitG2P6mw
Matanya tak melewatkan kesempatan mengintip belahan dada Tia ketika Tia membungkuk untuk menaruh cangkir kopi di depannya.
7684Please respect copyright.PENANApQEhwUPnAQ
7684Please respect copyright.PENANA6vD405mlWW
Tia lalu duduk menemani Mang Enjup, mengobrol ringan mengenai Bram dan perusahaan.
7684Please respect copyright.PENANAXVAyPbTWKN
Mang Enjup tidak henti-hentinya memuji-muji orangtua Tia dan Bram yang berhasil mengembangkan bisnis bersama menjadi cukup maju.
7684Please respect copyright.PENANAzBrChIcJ1K
“Omong-omong,” celetuk Mang Enjup sambil tersenyum lebar, memandangi wajah Tia.
7684Please respect copyright.PENANA69asGhzsQk
7684Please respect copyright.PENANAzce2jCO8aN
“meni geulis pisan Neng Tia ini malam. Apa baru pulang dari kondangan?”
7684Please respect copyright.PENANAb5UUe2gOPT
“Ah, si Mang bisa aja,” Tia tersipu.
7684Please respect copyright.PENANA0472Ny9JsJ
“Enggak ada apa-apa, Mang, ini sih… buat suami aja.” Mukanya memerah.
7684Please respect copyright.PENANALJhLUaYp9G
“Euleuh-euleuh…. Buat si Aden? Baguuusss… Itu baru namanyah istri yang baik, mau dandan secantik-cantiknya buat suami. Jangan kayak si Kokom sama si Lilis, boro-boro mau dandan buat Mang, kerjanya di rumah cuma molor sama ngomel.”
7684Please respect copyright.PENANAQ34gCTC5Gk
Kokom dan Lilis adalah istri tua dan istri muda Mang Enjup, keduanya tinggal di kota asalnya, di rumah yang berbeda.
7684Please respect copyright.PENANAOp3GVhWMva
Mang Enjup sendiri tidak memperhatikan istri-istrinya karena dia sendiri punya banyak selingkuhan: karyawati bawahannya, klien, rekanan, dan lain-lain.
7684Please respect copyright.PENANAGg8hvHLLBX
Tapi begitu dia melihat Tia, anak bosnya yang sudah dia kenal sejak kecil, yang sedang berpenampilan seksi ‘demi suami’, semua perempuan itu tersingkir dari kepala Mang Enjup.
7684Please respect copyright.PENANAunPY3YETWV
7684Please respect copyright.PENANAjsGnSxLnQ2
Bukan tanpa alasan dulu dia berakrab-akrab dengan Tia kecil.
7684Please respect copyright.PENANAMDS59RCj89
Tia sudah diincarnya sejak lama. Tapi lalu Tia menikah dengan Bram.
7684Please respect copyright.PENANA3cq2d6e2rC
7684Please respect copyright.PENANA5ZUfNCuyDf
Biar begitu, Mang Enjup orang yang tidak suka melewatkan kesempatan. Bram sedang teler. Tia ada di depannya…
7684Please respect copyright.PENANAt5gvqhpOYN
“Ah, tapi si Aden ketiduran gitu, Neng? Kasihan, sudah dandan cantik-cantik, eeh malah ditinggal tidur. Kumaha atuh, Neng?” sindir Mang Enjup, sambil terus memperhatikan wajah Tia.
7684Please respect copyright.PENANAHiDT1uJsjz
Tia melengos. “Yah… ya udah, nggak pa-pa, tinggal cuci muka terus tidur.”
7684Please respect copyright.PENANAxqfaCscT7D
Mang Enjup bangkit dari tempat duduknya, berjalan ke arah Tia. Tia tidak beranjak.
7684Please respect copyright.PENANAmCm40B0krE
7684Please respect copyright.PENANAvpO1uWNEn6
Dia merasa tidak perlu bereaksi. Mang Enjup duduk di sofa, di samping Tia; lengannya merangkul pundak Tia.
7684Please respect copyright.PENANAI8gBvOGi5p
“Sayang atuh. Gimana kalau sama Mang saja?”
7684Please respect copyright.PENANAjULfQiEopo
Tia tidak mampu menolak kata-kata Mang Enjup.
7684Please respect copyright.PENANA2soNZuUIhy
Selain keluwesannya dalam bergaul, yang membuat Mang Enjup sangat hebat dalam mempengaruhi orang juga adalah semacam aji-ajian ilmu gendam yang dikuasainya. Ilmu itu mirip dengan hipnotis tingkat tinggi.
7684Please respect copyright.PENANAR7FYqznfK0
Kalau sudah bisa menguasai pandangan dan perhatian sasarannya, Mang Enjup bisa membuat pertahanan mental sasarannya runtuh dengan menghilangkan rasa curiga dan tak percaya.
7684Please respect copyright.PENANAleQJSjVBVw
Selanjutnya, sasaran ilmunya akan menurut saja kepada semua kata Mang Enjup.
7684Please respect copyright.PENANAkEnS4jMAnu
7684Please respect copyright.PENANACzaTp92BDo
Biasanya Mang Enjup baru akan menggunakan gendam kalau cara biasa sudah buntu, dan hanya untuk kasus-kasus yang “harus menang”.
7684Please respect copyright.PENANAB39FRuV2He
Itu untuk pekerjaan utamanya sebagai negosiator, dan dia jarang sekali harus perlu melakukannya; Mang Enjup cukup jago bersilat lidah dan melobi, sehingga dengan mengajak klien atau rekanan pelesir ke tempat hiburan, dan membayari ongkos makan + minum + cewek, urusan bisa beres.
7684Please respect copyright.PENANAx24ISnhEzY
Tapi untuk urusan pribadi, Mang Enjup tidak segan-segan menggunakan ilmu gendamnya.
7684Please respect copyright.PENANAayCtBBMB54
7684Please respect copyright.PENANAfBRy2Jy1i3
Apalagi untuk yang satu ini. Ketika perempuan yang dia incar bertahun-tahun sudah di depan mata.
7684Please respect copyright.PENANAxyDLXhbsN8
Sejak Tia membawakan kopi, Mang Enjup sudah melancarkan serangan.
7684Please respect copyright.PENANAYOUn33b9TY
Sambil ngobrol, dia terus memandangi mata Tia, menguasai perhatian dan mengendorkan konsentrasi Tia.
7684Please respect copyright.PENANAfIL2aEcPc8
7684Please respect copyright.PENANAmxLwzutQHr
Ketika tadi dia bangun dan pindah duduk ke sebelah Tia, Tia sudah jatuh ke tangannya, makanya Tia tidak bergerak. Kesadaran Tia sudah digenggam Mang Enjup.
7684Please respect copyright.PENANAAVqAA5pJGt
Sekarang Tia ada dalam rangkulan Mang Enjup, tatapannya kosong.
7684Please respect copyright.PENANAaMtpW0BpNn
7684Please respect copyright.PENANAky8jqCz85z
Mang Enjup tersenyum penuh kemenangan. Kedua bawahannya, Danang dan Reja, duduk diam sambil menyeruput kopi masing-masing, tidak berani berbuat apapun.
7684Please respect copyright.PENANA3cfq5Vr8cJ
“Heheheheheh,” Mang Enjup terkekeh.
7684Please respect copyright.PENANAZiQzgwPKmn
7684Please respect copyright.PENANA9v2PsT4M2v
Tangannya mulai beraksi mengelus-elus leher Tia, bahu Tia, terus ke pinggang dan paha. Mang Enjup tersenyum lebar ketika menyadari Tia tidak pakai celana dalam.
7684Please respect copyright.PENANAkiAR2CKTvF
Sebelumnya, dia sudah melihat bahwa Tia tidak memakai beha ketika mengintip belahan dada Tia yang tampak waktu Tia menyuguhkan kopi tadi. Ngocoks.com
7684Please respect copyright.PENANAtv7Z1U2qHZ
Sungguh senang dia melihat Tia kecil yang dulu digendong-gendong dan dipangku-pangkunya (dengan niat tersembunyi, tentunya) sekarang tumbuh jadi perempuan cantik yang bertubuh lumayan bagus, dan entah kenapa, gaya berdandannya di rumah mirip kupu-kupu malam.
7684Please respect copyright.PENANAyALBFFbQCH
“Tia. Bisa jawab pertanyaan Mang?” kata Mang Enjup sambil mengelus-elus paha Tia.
7684Please respect copyright.PENANACAERL1Qkne
“Bisa,” suara Tia datar, tanpa ekspresi.
7684Please respect copyright.PENANAaWL8NUxykX
“Sedang apa kamu tadi, Tia?”
7684Please respect copyright.PENANASUtvwOhPID
“Aku nunggu Mas Bram pulang.”
7684Please respect copyright.PENANASzwS00WiL2
“Kamu pakai apa sekarang, Tia?”
7684Please respect copyright.PENANAbxfJEvtUeL
“Sekarang aku cuma pakai gaun malam pendek, yang dulu dibelikan Mas Bram.”
7684Please respect copyright.PENANAc5X2TPmUYi
“Terus apa lagi?”
7684Please respect copyright.PENANAHOyj8EHbc7
“Nggak pakai apa-apa lagi.”
7684Please respect copyright.PENANAcJWruqeEyP
“Kamu pakai beha? Celana dalam?”
7684Please respect copyright.PENANA1pLllQtA3p
“Nggak. Aku nggak pakai beha, nggak pakai celana dalam…”
7684Please respect copyright.PENANAfcfqOu38gc
“Begitu. Terus. Ada apa dengan mukamu?”
7684Please respect copyright.PENANAAKYE5THXl5
“Tadi aku ke salon Kak Citra. Minta didandani seperti kemarin-kemarin.”
7684Please respect copyright.PENANASwTDPdvuMm
“Didandani… seperti gimana, Tia?”
7684Please respect copyright.PENANACxdLFH4lOD
“Yang lengkap… tebal, menor, seperti dandanan Kak Citra.”
7684Please respect copyright.PENANA2OcThMPmMr
Mang Enjup juga ingat Citra. Dia tersenyum sendiri mengingat-ingat masa lalu.
7684Please respect copyright.PENANA1eJfKl7t6I
7684Please respect copyright.PENANAN6UcbZAMsa
Kemudian dia melanjutkan interogasi. Sekarang satu tangannya mulai menjamah ke balik gaun tipis Tia.
7684Please respect copyright.PENANAm7SOz4a46m
7684Please respect copyright.PENANAxDDeMRwVRi
Ditemukannya kemaluan Tia, dan mulailah dia mengelus-elus bagian luarnya.
7684Please respect copyright.PENANABaVpeSMWml
“Coba lihat mukamu Tia… bedak tebal, lipstik merah… bajumu juga seperti itu. Kenapa kamu dandan seperti ini, Tia?”
7684Please respect copyright.PENANAGDTBPro0Qd
“Buat Mas Bram…”
7684Please respect copyright.PENANAA5bYVWP7wu
“Kenapa?”
7684Please respect copyright.PENANACQzvWf7c9c
Mang Enjup menemukan klitoris Tia dan mulai menjepit-jepitnya di sela jari. Tia mendesah tertahan.
7684Please respect copyright.PENANA6pXs9mTNmI
“Hahh… karena… saran Kak Citra. Aku mesti jadi seperti yang Bram suka, katanya.”
7684Please respect copyright.PENANAJylfDwgXK8
“Bram suka yang seperti ini? Apa dia minta?”
7684Please respect copyright.PENANAQhzbKZU428
“Tidak… tapi aku lihat foto-foto di HP-nya… foto wanita panggilan… dandanan mereka seperti itu… ehh… ah…”
7684Please respect copyright.PENANAujWFEBmAYv
7684Please respect copyright.PENANAFDpK4RPJiw
Mang Enjup menjolokkan satu jarinya ke celah kewanitaan Tia.
7684Please respect copyright.PENANAmIB4S83LA2
7684Please respect copyright.PENANASZBk5wHsUn
Sementara itu, Mang Enjup juga menjilati tengkuk Tia, sehingga Tia mulai terangsang.
7684Please respect copyright.PENANAb2OAdzoH0h
“Terus gimana Tia… Bram suka?”
7684Please respect copyright.PENANA4cxPDf0C7i
“Bram suka…”
7684Please respect copyright.PENANAZu7eRiw3K5
“Kamu sendiri?”
7684Please respect copyright.PENANAvc1d8h4gNe
Tia terdiam, tidak menjawab. Mang Enjup sekarang sudah memasukkan dua jarinya, dan mulai mengobel vagina Tia, sambil mencubit-cubit klitoris Tia.
7684Please respect copyright.PENANAoMK2GYi0jV
7684Please respect copyright.PENANAUXeY3B0zeD
Daerah yang dijelajahi jari Mang Enjup mulai terasa basah.
7684Please respect copyright.PENANAaD3FVP6Gre
“Ayo jawab Tia… Jawab yang jujur.”
7684Please respect copyright.PENANAgqDiXbvzc7
“Aku… ah!” Tia mengerang sedikit setelah Mang Enjup mencubit itilnya agak keras, lalu melanjutkan.
7684Please respect copyright.PENANAkLIntNDdhy
“…malu…”
7684Please respect copyright.PENANArel5wqhqBd
“Kenapa malu, Tia?”
7684Please respect copyright.PENANAqnImsceLiP
“Malu… soalnya harus berpakaian dan berdandan seperti ini… Seperti pelacur yang jual diri… nggak biasa… rasanya bukan seperti aku… aku bukan perempuan murahan…”
7684Please respect copyright.PENANAfxf5Gsjrg0
7684Please respect copyright.PENANAOPXajh9eBa
Kelanjutannya kalian bisa klik link di bio profil. Disana sudah up semuanya tinggal kalian baca aja.. Kuyyyy
ns216.73.216.23da2


