Dengan jemari lentiknya, Dian menyimpulkan tali jubah mandinya sembari berjalan masuk ke kamar mandi.
18544Please respect copyright.PENANACLQDukMVW5
18544Please respect copyright.PENANAoJ1CWunekD
Sore itu, ia berencana melepaskan segala macam kepenatan pikirannya dengan mandi sambil berendam di bathup.
18544Please respect copyright.PENANALnu7aNuPZA
18544Please respect copyright.PENANAEgpbzx2Ap9
Yup, itu semua karena pekerjaan di kantor barunya benar-benar menyita seluruh tenaga dan konsentrasinya.
18544Please respect copyright.PENANA2c1xv8p6O6
Air segera mengucur deras dengan seketika begitu Dian memutar tuas keran air yang ada dibagian bawah bathup.
18544Please respect copyright.PENANAoGxvTLd4o6
18544Please respect copyright.PENANAkQYg0PwMZF
Sesekali, ia kecipakkan tangan putih mulusnya ke air guna merasakan tingkat kepanasan air.
18544Please respect copyright.PENANA9vWOJ3WQFV
18544Please respect copyright.PENANAYuyOCYLbJw
“Moga-moga, mandi berendam ini dapat menjernihkan pikiranku…” ucapnya pelan.
18544Please respect copyright.PENANAmkUdNu265d
Butuh beberapa waktu guna memenuhi bak bathup itu dengan air.
18544Please respect copyright.PENANA1Gd737fMma
18544Please respect copyright.PENANAEtB1XKNgAU
Oleh karenanya, selagi menunggu bathup penuh, Dian menuju dapur yang ada di lantai dasar untuk membuat segelas jus melon kegemarannya.
18544Please respect copyright.PENANAW0Aw6OT79D
18544Please respect copyright.PENANAiWyIYl6yfB
Jus melon, olahan minuman dari buah yang bagi Dian adalah teman setia ketika menemaninya berendam.
18544Please respect copyright.PENANASTPKDLJeKv
“Cobalah oh sayang hatiku pasti jadi milikmu | Bila kau tunjukkan kasih sayang padaku
18544Please respect copyright.PENANAgV2WsxW2Qs
Sepenuh hati dengan cintamu | Sayangi aku selayaknya aku kekasihmu
Aku wanita yang butuh cinta | Bukan hanya perzinahan | Yang dapat kau lalui lalu kau pergi “
18544Please respect copyright.PENANA6ztGfXbiSg
18544Please respect copyright.PENANAbPZW6cmsv0
Tak sadar, dari semenjak keluar kamar hingga dapur, bibir tipis Dian melantun sebait lagu yang semakin lama semakin keras.
18544Please respect copyright.PENANAudELSss8eN
18544Please respect copyright.PENANAF69S7fNp5h
Dan dengan diiringi gerakan tarian manja, Dian menyanyikan keseluruhan tembang yang dibawakan oleh grup band lawas tersebut.
18544Please respect copyright.PENANA3I3fnqHpU3
18544Please respect copyright.PENANACeoyBPDSqA
Hingga ketika melewati ruang tengah, Dian dikagetkan oleh sesuatu.
18544Please respect copyright.PENANA9ywnEFJQTQ
“Eh Mitha… kamu kok sudah pulang…?” Tanya Dian dengan nada kaget akan keberadaan putri semata wayangnya di sudut kursi ruang tengah.
18544Please respect copyright.PENANAlzO4uQVIwC
18544Please respect copyright.PENANApEFS2iKwlX
“I…iya mi… hari ini lesnya libur… khan sekarang hari jumat….” Jawab Mitha yang juga terkejut akan kehadirannya Dian yang tiba-tiba.
18544Please respect copyright.PENANAGt7wPgj0N3
“Haloo… halooo…. Mith…? Mitha…?” panggil seorang pria yang ada di ujung telephon
18544Please respect copyright.PENANARkK8ocgd8c
18544Please respect copyright.PENANAND8tdBzKmM
“Eh iya… Ga kenapa-napa kok, cuma ada mami…” sambung Mitha
18544Please respect copyright.PENANAcj2htEZ87e
“Hayoooo… kamu sedang telepon ama siapa sayang?” Tanya Dian menggoda anak perempuan satu-satunya.
18544Please respect copyright.PENANAsPDPuFzweu
Didekatkannya telinga Dian pada gagang telephon yang berada pada genggaman Mitha, seolah ia ingin nguping.
18544Please respect copyright.PENANAhHBrigVlWU
18544Please respect copyright.PENANAqfztP33UA2
Namun karena malu, Mitha segera menghindarkan gagang telephon itu jauh-jauh dari jangkauan maminya.
18544Please respect copyright.PENANABgeCVtwPcm
“Ahhhh… Mami kepo banget deh.… Cuma temen kok Mi…” Jawab Mitha malu-malu.
18544Please respect copyright.PENANAhaAYzMWrk8
18544Please respect copyright.PENANAm3DAgvopR8
“Hahaha… Dasar anak kecil…” tawa Dian yang akhirnya menyerah untuk menginvestigasi putrinya itu.
18544Please respect copyright.PENANAsFA9dX6dN8
18544Please respect copyright.PENANAyzotcDjeAi
“Udah sana, mami mandi gih… Tuh denger… Suara aer bathupnya dah penuh…”
18544Please respect copyright.PENANAMDTNWsbZlc
18544Please respect copyright.PENANA5dyon4hsLu
“Iyadeh… Yang masih ABG…” Canda Dian genit.
18544Please respect copyright.PENANADBhoA7yO3K
“Halloohh…iya…………” kembali Mitha melanjutkan perbincangan serunya seolah barusan tak ada apa-apa.
18544Please respect copyright.PENANAL8pVtecI9y
18544Please respect copyright.PENANAZ0f3V5hfET
Sambil tersenyum, Dian pun ikut-ikutan tak menggubris Mitha yang sedang telepon. Dia segera menuju dapur untuk membuat jus melonnya.
18544Please respect copyright.PENANARdAiqX4qG9
Dari dapur, suara berat Mitha masih sedikit terdengar.
18544Please respect copyright.PENANAkEVl0qcF3k
18544Please respect copyright.PENANANCJKta2BnS
Dian sebenarnya berusaha untuk tak menghiraukan percakapan antara putri dan temannya itu.
18544Please respect copyright.PENANA18muArXTFA
18544Please respect copyright.PENANADddRpZHtyw
Namun entah kenapa, jika melihat dari gelagat Mitha ketika menelpon, dia terlihat seperti sesosok mata-mata yang sedang membocorkan rahasia.
18544Please respect copyright.PENANAVcjGiITMw2
18544Please respect copyright.PENANAtHTocHPtsh
Duduk disudut ruangan, bergelap-gelapan dengan pandangan mata yang selalu siaga mengawasi kondisi sekitar.
18544Please respect copyright.PENANAUR9lQrt8I2
Mau tak mau, Dian pun menjadi penasaran.
18544Please respect copyright.PENANAuTbqkaoAKC
Segera saja, ia mematikan mesin blender yang sedang menggiling daging buah melon itu, lalu ia pertajam indra pendengarannya.
18544Please respect copyright.PENANA6RqAiven20
18544Please respect copyright.PENANAynTXI8oEVF
Dan mendadak, Dian lupa akan tujuan awalnya membuat jus melon sebagai teman mandi berendamnya.
18544Please respect copyright.PENANAFsfGWgHltf
“Hihihi… iya bener.. rasanya bikin deg-degan gimana gitu….” Ucap Mitha lirih sambil sesekali ia tertawa kecil.
18544Please respect copyright.PENANAVAYm8imgrb
18544Please respect copyright.PENANAiayhCdrelN
“Bener-bener… bentuknya ga sama seperti gambar yang ada di buku… beda banget…”
18544Please respect copyright.PENANA6FxXgqF3Lo
18544Please respect copyright.PENANAjh0dtI8LHy
“Gede dan panjang…”
18544Please respect copyright.PENANAeAUTvD4365
“Iya.. Mitha juga pengen…”
18544Please respect copyright.PENANAlrTTC0jBCk
“Aduh… kapan ya bisa seperti kemaren lagi…?” Kembali Mitha celingukan, menengok kearah dapur dimana mamanya berada.
18544Please respect copyright.PENANA8J1JG9uAM2
18544Please respect copyright.PENANAPeIelkaTp3
Ia berjaga-jaga supaya tak ada seseorangpun yang mendengar percakapannya.
18544Please respect copyright.PENANA4Xcv6JDcdt
“Mitha juga merindukan sodokan batang panjangmu sayang… hihihi…” kembali Mitha tertawa kecil.
18544Please respect copyright.PENANAUrFR6PiEeC
“Merindukan sodokan batang panjangmu…?” Tanya Dian dalam hati
18544Please respect copyright.PENANAtunkEoI57N
18544Please respect copyright.PENANA60YhLNe75d
“Batang apakah yang sedang dibicarakan antara Mitha dan teman prianya ini?”
18544Please respect copyright.PENANAGJc3fVgjSp
Mendadak muka Dian menjadi merah, dan detak jantungnya berdebar begitu kencang.
18544Please respect copyright.PENANATLFVVnF7TR
Apakah mungkin, Mitha sedang membahas tentang batang kelamin teman lelakinya? Mitha khan baru masuk kelas 2 SMP baru 15 tahun. Belum sepantasnya ia mendiskusikan tentang hal itu dengan teman lelakinya.
18544Please respect copyright.PENANAcebrD4VvUH
Dian mencoba mengingat tentang kejadian beberapa waktu lalu. Ada beberapa kejanggalan mengenai putrinya yang susah untuk dijelaskan.
18544Please respect copyright.PENANAG9v7OjpwbY
Pulang larut malam, cupangan di leher bawah serta dadanya, dan yang paling mengejutkan adalah adanya plastic kondom di laci kamarnya.
18544Please respect copyright.PENANAXE8FVZA7tI
18544Please respect copyright.PENANAUVttpVA7E6
Hal itulah yang membuat pikiran Dian menjadi gelisah. Ada apa gerangan yang terjadi pada kelakuan putri satu-satunya itu.
18544Please respect copyright.PENANALxXEHkodOE
“Ah.. Kamu jangan gitu ahh… Mitha juga pengen….”
18544Please respect copyright.PENANAoM0P6BOppN
Kembali Dian membuang semua pikiran aneh itu dan lebih memilih untuk mendengarkan percakapan putrinya dari jauh.
18544Please respect copyright.PENANAa4Z6pPqWQ4
18544Please respect copyright.PENANAft43dYM312
Hingga, sebuah kalimat yang membuat detak jantungnya seolah berhenti.
18544Please respect copyright.PENANApJzOGjknye
“Mitha juga pengen ngejilatin kontolmu Mas… pengen banget minum pejuhmu lagi..”
18544Please respect copyright.PENANAgzKuqys73x
DEG..
18544Please respect copyright.PENANAZF2QjSQTOl
Dian seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
18544Please respect copyright.PENANAMVXZHD5HbN
18544Please respect copyright.PENANAwljGzefVfA
Walau terdengar begitu samar, namun Dian yakin, jika barusan ia mendengar putrinya ingin meminum sperma lelaki teman bicaranya.
18544Please respect copyright.PENANAPjest3WNm7
18544Please respect copyright.PENANA8p7cuhovui
“Mitha ga sabar nunggu mami pergi keluar kota lagi, jadi khan kita bisa nerusin rencana mas Udin yang sempat tertunda kemaren..”
18544Please respect copyright.PENANAO9hrdHFZQo
“Udin….?” Tanya Dian dalam hati.
18544Please respect copyright.PENANArpnIEbo1Pa
Mendengar pembicaraan mereka yang mulai tak senonoh, Dian berjingkat pelan.
18544Please respect copyright.PENANAajkjdgp7MA
18544Please respect copyright.PENANAeafGzsarOZ
Mendekat kearah Mitha dari arah belakang punggung Mitha dan…
18544Please respect copyright.PENANAHeeKuhX9AR
18544Please respect copyright.PENANAivm5TQf09T
“Kamu sedang ngobrol dengan Udin si tukang ojek itu ya…?
18544Please respect copyright.PENANAdJxWtwYjzv
Mitha menengok kearah datangnya suara itu dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
18544Please respect copyright.PENANAt08IETOnpe
“Sialan… udah dulu ya sayang, ada mami… ”
18544Please respect copyright.PENANA6A3ViZxRV8
Sebelum Mitha meletakkan gagang telephon itu ke badan telephon, Dian langsung menyerbu kearah Mitha sambil berteriak lantang.
18544Please respect copyright.PENANAKrYUgqxlJP
“Berikan telepon itu…” bentak Dian sembari menyambar gagang telephon itu dari tangan putrinya.
18544Please respect copyright.PENANAAMCrLtH2jW
18544Please respect copyright.PENANApdr8ENV6RH
“Dengar ya Din… Jika gue ngelihat lo dekatan dengan anak gue lagi, gue ga akan segan-segan untuk ngelaporin lo ke Polisi. Mengerti lo?” Bentak Dian sambil menutup telepon.
18544Please respect copyright.PENANA8XQcuDuFht
Seperti mendengar gemuruh geluduk di siang bolong, Mitha yang mendengar lelaki tercintanya diancam seperti itu, menjadi tak terima.
18544Please respect copyright.PENANAk3I4loXj2L
18544Please respect copyright.PENANArZoik8lyuw
“Miiii, apa yang mami lakuin sih? Emang Mas udin salah apa miiiih..??”
18544Please respect copyright.PENANA64JYg5L2m2
“Mami ga suka kamu menjalin hubungan dengan lelaki tanpa masa depan seperti itu..”
“Tapi miii, aku mencintainya…”
18544Please respect copyright.PENANA8Oy0VAdBr8
“Buka matamu sayang… tukang ojek seperti dia tuh tidak cocok buatmu…”
18544Please respect copyright.PENANAImAVRjKS0t
18544Please respect copyright.PENANAuYXPIqbWGH
“Mitha tak peduli dengan apa kerjaan dia, yang jelas Mas Udin cinta ama Mitha…”
18544Please respect copyright.PENANADVqtc5Ux3D
18544Please respect copyright.PENANAtIGT2uZpot
“Jadi kamu menentang pendapat mami?”
18544Please respect copyright.PENANA1aLvzSW4BT
18544Please respect copyright.PENANA7m0YxrgTSa
“Mami Jahat…Mitha benci Mami…”
18544Please respect copyright.PENANA0nsrPlFXzQ
“Udah-udah… Kamu dihukum…. Weekend ini kamu tak boleh keluar rumah… sana
masuk kamar..”
18544Please respect copyright.PENANAbAxN6WmpdH
“Aku benci mami… Aku benar-benar benci mami…!” Tangis Mitha histeris.
18544Please respect copyright.PENANArSE9iCYaBK
Ia berlari masuk kamar lalu membanting pintu kamarnya keras-keras.
18544Please respect copyright.PENANAW3355TOj8r
Tiba-tiba, rasa bersalah muncul dalam hati Dian.
18544Please respect copyright.PENANAG8QqNYmB7K
Apakah dia salah atau terlalu keras dalam mendidik Mitha, sehingga Mitha bisa berteman dengan lelaki busuk semacam Udin.
18544Please respect copyright.PENANASr4fp1TyB8
18544Please respect copyright.PENANAxjsPB09Sy1
Apakah Dian kurang dalam memberikan perhatian dan kasih sayangnya, sehingga Mitha bisa menjalin hubungan special dengan lelaki tak terurus seperti Udin.
18544Please respect copyright.PENANAXIZQbiTtjg
Udin, lelaki yang dalam pandangan matanya benar-benar jauh dari ganteng, putih atau bermasa depan.
18544Please respect copyright.PENANArVLMVZdq85
Lelaki yang selalu menggunakan pakaian hitam belel, celana jean sobek dan berbau asem.
18544Please respect copyright.PENANAl8e7wyNxJw
Belum lagi reputasinya sebagai pengedar narkoba yang entah itu benar atau salah, semakin membuat citra Udin mejadi begitu buruk dimata Dian.
18544Please respect copyright.PENANAKaDaX4EaDM
18544Please respect copyright.PENANAlI1NKRnv3G
Dian kembali teringat beberapa waktu lalu, ketika masa awal-awal perkenalannya dengan Udin.
18544Please respect copyright.PENANAccOgwFpL7c
18544Please respect copyright.PENANAfnB6kz4dKw
Udin adalah tukang ojek ujung komplek yang membantu mengantarkan Dian berangkat interview karena mobilnya entah kenapa susah untuk dinyalakan.
18544Please respect copyright.PENANAbHsAFIeeLK
Dan ternyata, semenjak kejadian itu, Udin menjadi tumpuan harapan bagi Dian dalam hal trasportasi.
18544Please respect copyright.PENANA0VfMP3SpmZ
18544Please respect copyright.PENANAtxH1nUCvHa
Baik sebagai sarana antar jemput atau untuk minta tolong segala macam kebutuhan Dian.
18544Please respect copyright.PENANAtkeLoiwWfc
Yah dengan kata lainnya, Udin dapat diandalkan sebagai tangan tambahan ketika Dian tak mampu dalam mengerjakan sebuah tugas.
18544Please respect copyright.PENANAZewE6HbSUP
Ramah, baik dan tak perhitungan. Itulah yang membuat Dian percaya untuk menggunakan jasa Udin.
18544Please respect copyright.PENANADDrVNYV4j9
18544Please respect copyright.PENANA5zCk9vzQIb
Namun ada satu hal yang Dian kurang suka dengan tukang ojek itu.
18544Please respect copyright.PENANAF1nFJ96CUG
Udin memiliki sifat mesum. Apalagi semenjak putri semata wayang Dian juga mulai sering menggunakan jasa ojek Udin, sifat mesum Udin menjadi semakin menjadi-jadi.
18544Please respect copyright.PENANA4WRcFWyXb6
Hingga pernah, Dian beberapa kali memergokin Udin yang sering memphoto dirinya ataupun Mitha.
18544Please respect copyright.PENANAZpwLjCa3SQ
Ketika mereka sedang mengenakan rok pendek atau baju dengan atasan berbelahan dada rendah.
18544Please respect copyright.PENANAJAb6VGBPiP
18544Please respect copyright.PENANA0IZ7rxUIkm
Dan yang paling parah, Dian sempat mendapati adanya sperma di kamar mandi, setelah kamar mandi itu digunakan Udin.
18544Please respect copyright.PENANAJe8ZE2Y5GX
Yup, Udin beronani dikamar mandi.
18544Please respect copyright.PENANArL3ObnSO8b
Memang sih, Udin tak pernah mau mengaku melakukan hal itu, tapi Dian benar-benar yakin jika lelehan sperma di dinding dan lantai kamar mandi itu berasal dari batang penisnya.
18544Please respect copyright.PENANAExg9bA1Go1
Udin juga sepertinya membawa dampak buruk kepada Mitha.
18544Please respect copyright.PENANAZM1iW3kX3Z
Karena semenjak kenal Udin, Mitha menjadi sangat susah diatur, suka melawan, dan mulai menggunakan gaya berpakaiannya yang berbeda.
18544Please respect copyright.PENANA1vctZb6pTK
Dulu, putri satu-satunya itu selalu malu jika diminta untuk mengenakan baju seksi, namun sekarang.
18544Please respect copyright.PENANAuAGUrqRK2s
18544Please respect copyright.PENANADpn9ZqwaWK
Tak disuruh pun Mitha dengan pedenya berani mengenakan jins ketat atau jeans super pendek, berkaos kecil, yang kesemuanya menonjolkan lekuk tubuhnya
18544Please respect copyright.PENANAqZhkVWleay
“Huuuhhh…. “ desah Dian lirih. Kali ini, pikirannya semakin kacau.
18544Please respect copyright.PENANAgAUqQub0oP
18544Please respect copyright.PENANALGe4v9jVZi
“Mas Loddy…Apa yang harus Dian lakukan…?” Tanya Dian dalam hati.
18544Please respect copyright.PENANA5aaAcezmrl
18544Please respect copyright.PENANAkZXkLcVqB5
Diraihnya gagang telephon yang ada di atas meja ruang tengah, dan mulai menekan beberapa tombol.
18544Please respect copyright.PENANAXnyA8ISOpg
Dian berharap suami tercintanya yang sedang tugas keluar kota mampu memberikan masukan tentang masalah yang ia hadapi saat ini.
18544Please respect copyright.PENANACJp6wt5ygS
18544Please respect copyright.PENANAtimOqZDM8C
Namun tiba-tiba Dian memilih meletakkan gagang telepon, dan tak jadi menghubungi suaminya.
18544Please respect copyright.PENANAFgYul1akJ4
Ia tak mau mengganggu pikiran suaminya dengan masalah lagi. untuk sementara, ia pendam saja dulu masalah ini.
18544Please respect copyright.PENANAKMPnZR5EyL
Dian kembali kearah dapur, mengambil gelas jus melon favoritnya dan bergegas ke kamar mandi di lantai atas.
18544Please respect copyright.PENANACXcIFg44s0
18544Please respect copyright.PENANAuRvyb3mnzs
Ia menutup pintu kamar mandi, meletakkan gelas jus disamping bathup dan mulai melucuti jubah mandinya.
18544Please respect copyright.PENANAzMc9iZzQpw
18544Please respect copyright.PENANAq1NADgG3s7
Dian berjalan ke cermin dan membiarkan jubahnya jatuh ke lantai. Itu adalah kebiasaan sehari-hari untuk memeriksa tubuhnya sendiri sebelum mandi.
18544Please respect copyright.PENANAYL7rIVp5ES
Dengan jeli, mata bulat Dian memeriksa sekujur tubuhnya. Terkadang, Dian merasa bangga akan tubuh yang ia dapati.
18544Please respect copyright.PENANApNTRYp2BXI
18544Please respect copyright.PENANA9T0N376Z76
Masih berusia 34 tahun namun sudah memiliki seorang putri cantik berumur 15 tahun.
18544Please respect copyright.PENANAvMyJT6JiLs
18544Please respect copyright.PENANANNHEOS8wmC
Hal itu pun terkadang membuatnya sedikit besar kepala, karena ketika mereka jalan berdua, tak jarang banyak orang yang salah mengira jika mereka kakak adik.
18544Please respect copyright.PENANAZJZCAF5FFr
Rambut hitam yang lurus panjang, menjuntai hingga punggung.
18544Please respect copyright.PENANAkboS1tQTMi
18544Please respect copyright.PENANA9ku76EPJaW
Tubuh yang dibalut kulit berwarna kuning langsat, tinggi 165 cm dan berat tak lebih dari 50 kg itu pun sering membuat mata lelaki susah untuk tidak melihat kesintalan tubuh ibu satu anak itu.
18544Please respect copyright.PENANAv1rMWTxxTa
18544Please respect copyright.PENANAWyDAtmfKov
Belum lagi dengan tonjolan buah dada 34C dan bongkahan bokongnya yang membulat indah, membuat Dian benar-benar seperti bidadari.
18544Please respect copyright.PENANAtH3BrY8Rd1
“Waktunya berendam…” bisik Dian dalam hati.
18544Please respect copyright.PENANAwV1yyeyB6C
Segera saja, Dian meluncurkan kaki jenjangnya kedalam bathup.
18544Please respect copyright.PENANAsBmXuF58I5
18544Please respect copyright.PENANAjsK8nCOO5d
Mencoba beradaptasi sejenak hingga tubuhnya menjadi terbiasa dengan panasnya air yang menggenang di bathup.
18544Please respect copyright.PENANAKkd0QgOHqm
18544Please respect copyright.PENANAoauH4AKHqz
Lalu tak lama kemudian, sekujur tubuhnya sudah masuk semua kedalam bathup itu.
18544Please respect copyright.PENANAfQCbDSJShM
“Oooouuuhh… nyaman sekali rasanya…” desahnya lirih.
18544Please respect copyright.PENANAdU3CCWnSY3
Diusapnya pangkal luar lengannya yang mulus, pundak, payudara, perut, paha hingga kedua betis butir padinya.
18544Please respect copyright.PENANAVirt23DbAD
18544Please respect copyright.PENANAwFq2n5RtOx
18544Please respect copyright.PENANA1ikSfWet37
Dengan perlahan ia menyeka semua daerah itu sembari memeriksa kulit mulusnya.
18544Please respect copyright.PENANAdWLDDwkKan
Dian memejamkan mata, dan menenggelamkan seluruh tubuhnya.
ns216.73.217.22da2


