Titah masuk kedalam ruang Rektor atau ke ruangan pak Hans, lalu Afgan menyanyikan sebuah lagu dengan judul yang sama yaitu "Panah Asmara".
115Please respect copyright.PENANABA3Y8zHaG1
Masih Di Ruang Rektor Universitas Amsterdam..
115Please respect copyright.PENANAUg3QhhSeCT
....
115Please respect copyright.PENANAxSuMINtxT2
Afgan - Panah Asmara (Reff)
115Please respect copyright.PENANAUeTxtcHk28
Sudah katakan cinta
115Please respect copyright.PENANAq6CW8EH55C
Sudah kubilang sayang
115Please respect copyright.PENANAse1aSbDx2Y
Namun kau hanya
115Please respect copyright.PENANAqLbMTN0ID7
Diam tersenyum kepadaku
115Please respect copyright.PENANAOqthM12LpH
Kau buat aku bimbang
115Please respect copyright.PENANAacVxVzXukM
Kau buat aku gelisah
115Please respect copyright.PENANAd88e442Vvc
Ingin rasanya kau jadi milikku
115Please respect copyright.PENANAG6fJdebuDV
....
115Please respect copyright.PENANABW5DaBuXkk
"What are you, hem ..., excuse me, Mr. Hans." kata Titah yang mengeluh saat melihat Afgan dan saat Afgan bernyanyi didepan Titah.
115Please respect copyright.PENANAG1d2JeEVWZ
"Have a Mr. Major Afgan Syah Reza." keluh pak Hans.
115Please respect copyright.PENANAUO8AVusZSP
"Look at that Mr. Hans, he teases me with a romance arrow song." keluh Titah lagi.
115Please respect copyright.PENANA1WCgXqrZnp
"Okay, Miss Titah Kesumawardani, I'm taking care of it, Mr. Afgan Syah Reza." kata pak Hans.
115Please respect copyright.PENANAQDonH4ziT2
"Yes what is Mr. Hans?" tanya Afgan.
115Please respect copyright.PENANAxC9SsWBEkK
"Miss Titah Kesumawardani is the youngest lecturer here and there is something you need to know Mr. Major Afgan Syah Reza." jawab pak Hans.
115Please respect copyright.PENANAQNyBucvAAS
"What about Mr. Hans?" tanya Afgan yang berbisik pada pak Hans.
115Please respect copyright.PENANAqN4arjy9T2
"All you have to know is a cousin of Miss Titah Kesumawardani is a general and also his cousin is your boss in the office, in Indonesia I mean." jawab pak Hans yang berbisik pada Afgan.
115Please respect copyright.PENANAnFBsmN2DC8
"Oh yes, beautiful, young, and make me ..." kata Afgan yang memandang Titah.
115Please respect copyright.PENANATk01YwSALJ
"Than you are old, big in class, and really embarrassing, hem ..., excuse me Mr. Hans, I want to get out of your room." kata Titah yang memandang Afgan dan pergi dari ruangan pak Hans.
115Please respect copyright.PENANA3JD9wdorUu
"Yes please miss Titah Kesumawardani."
115Please respect copyright.PENANAmqyKnDtlsf
"Really beautiful he ya Mr. Hans, teasing."
115Please respect copyright.PENANAlyOwfLAXqx
"Has returned to your class Mr. Major Afgan Syah Reza."
115Please respect copyright.PENANAhwV80fxFkv
"Okay Mr. Hans, excuse me, Mr. Hans." kata Afgan yang meninggalkan pak Hans di ruangannya.
115Please respect copyright.PENANA3ZlX5YE8XQ
"Okay Mr. Major Afgan Syah Reza."
115Please respect copyright.PENANAf0ZThqVPmg
Keesokan harinya Rama mengumumkan di mading kampus, kalau ternyata Rama menyewakan satu kamar di rumahnya. Lalu akhirnya Afgan yang menyewa kamar di rumahnya, ketika ibunya berada di daur ibunya merasakan kehadiran Afgan berada di rumah Arsya, anaknya.
115Please respect copyright.PENANAxDnsgIw2KE
Ibunya mengeluarkan keluh kesahnya yang merindukan Afgan, Afgan ingin mengatakan yang sesungguhnya kalau dia adalah anaknya yang selama ini dirindukan nya, tapi Afgan menyadari kalau waktu ini bukan waktu yang tepat untuk jujur pada ibunya dan juga Arsya (kakaknya).
115Please respect copyright.PENANA7JSPP9RM1c
Keesokan Harinya..
115Please respect copyright.PENANAwxcOanWwas
DI RUMAH PAK ROY
115Please respect copyright.PENANAWLipkm8YWy
Di Depan Rumah Pak Roy..
115Please respect copyright.PENANA27zho1LJhw
"Kabar baik pak Roy, saya sudah berteman dengan anak bapak, kabar Ayu baik, di sini juga dia banyak teman, dan saya juga sudah memberikan perintah pada Rian dan Eko untuk memantau Ayu." kata Afgan yang memberikan kabar pada pak Roy lewat telepon.
115Please respect copyright.PENANALT1bv8ZsS3
UNIVERSITAS AMSTERDAM
115Please respect copyright.PENANAtV7MbVVzwF
Di Mading Universitas Amsterdam..
115Please respect copyright.PENANAB1bEGP3qKc
"Sekarang sudah beres." kata Rama yang menempelkan pengumuman untuk menyewakan kamarnya yang kosong di rumahnya.
115Please respect copyright.PENANACoOOVgHuSc
"Penyewaan kamar kosong, satu, saya yang akan menempati kamar tersebut di rumahmu kakak Arsya." kata Afgan yang melihat pengumuman di mading kampus.
115Please respect copyright.PENANAf1fpqYAMk7
Di ruang 308..
115Please respect copyright.PENANAFJ5VXlGEZR
"Rama Adhi Saputra." kata Afgan yang menghampiri Rama.
115Please respect copyright.PENANALXP80CcCrg
"Iya, eh Afgan darimana kamu tau nama lengkap saya?" tanya Rama.
115Please respect copyright.PENANAYG43jpu6e0
"Dari pak Hans kemarin, hehe." jawab Afgan yang beralasan pada Rama.
115Please respect copyright.PENANAc9mWd0v8op
"Oh, tapi kamu panggil saya Adhi saja ya jangan Rama." pinta Rama.
115Please respect copyright.PENANA6DWTpWdY8S
"Oke.." seru Afgan.
115Please respect copyright.PENANAEphuuzxMBl
"Oke, oh ya ada apa Afgan tadi kamu memanggilku bukan, oh ya satu lagi itu apa yang kamu pegang?"
115Please respect copyright.PENANAdTklxLiBMV
"Ini pengumuman di mading kampus, saya mau tanya sudah ada yang menyewa kamar kosong ini belum, kalau belum untuk saya saja, rumah yang saya tinggalin sekarang jauh dari kampus."
115Please respect copyright.PENANAqwkbQRrBD8
"Oh ya masih ada dan belum ada penyewanya kok, kalau memang benar kamu mau menyewa kamar itu di rumahku ya sudah ambil saja masalah harga sewa kamu bisa obrolin dengan papaku atau nenekku langsung."
115Please respect copyright.PENANAo6Ke2zeJBV
"Oh oke, nanti setelah pulang kuliah saya ke rumahmu ya."
115Please respect copyright.PENANAbgFIGzRhzO
"Oke.."
115Please respect copyright.PENANAdmr9SvXIiN
DI RUMAH ARSYA
115Please respect copyright.PENANAAG3rILI6bo
Di Ruang Tengah..
115Please respect copyright.PENANAYoqH63pfTb
"Bu, ibu lihat istriku tidak?" tanya Arsya.
115Please respect copyright.PENANAI98JfNAXEp
"Tidak, mungkin dia ke pasar membeli keperluan bulanan kita, Arsya." jawab ibu Nurmala.
115Please respect copyright.PENANAKpPJESocnX
"Oh begitu." seru Arsya.
115Please respect copyright.PENANAv7oINDEtXs
"Ya.." sambung ibu Nurmala.
115Please respect copyright.PENANAj3rdeXCwTF
Di Ruang Tamu..
115Please respect copyright.PENANAWIgESIwLaY
"Assalamu'alaikum." Afgan dan Rama memberikan salam pada ibu Nurmala dan Arsya.
115Please respect copyright.PENANA8IdquHikil
Di Ruang Tengah Lagi..
115Please respect copyright.PENANAb5cPZOLxmO
"Wa'alaikumussalam." ibu Nurmala dan Arsya menjawab salam dari Afgan dan Rama.
115Please respect copyright.PENANA9TOwH5cM8i
"Siapa?" tanya ibu Nurmala.
115Please respect copyright.PENANAWsTac8v0Dw
"Entah bu, coba Arsya lihat dulu ya di depan." jawab Arsya.
115Please respect copyright.PENANA26DpdNZPcq
"Ya sudah sana, ibu mau ke dapur." kata ibu Nurmala.
115Please respect copyright.PENANAzJaUVPcUY5
Di Ruang Tamu lagi..
115Please respect copyright.PENANAUw3zpnC26J
"Itu dia papa ku, pah." kata Rama menunjuk ke arah Arsya.
115Please respect copyright.PENANAkjuK9VU62H
"Iya, siapa Rama, teman kamu?" tanya Arsya.
115Please respect copyright.PENANAxVNjG5kDRJ
"Iya pah, teman kuliah ku." jawab Rama.
115Please respect copyright.PENANAOW4LHFbA8n
Di Dapur..
115Please respect copyright.PENANA2qO42n8qtN
"Afgan, putraku, saya merasakannya dia berada disini, apakah dia ada disini, di rumah ini, atau hanya perasaanku saja." kata ibu Nurmala yang merasakan kehadiran Afgan.
115Please respect copyright.PENANA99zwWODqii
Di Ruang Tamu Lagi..
115Please respect copyright.PENANAUhm02KflJz
"Oh teman kuliahmu." kata Arsya.
115Please respect copyright.PENANAWR1Mo2xrDZ
"Oh ya pah, dia mau menyewa kamar kosong di rumah kita." kata Rama yang memberitahu Ayahnya, kalau Afgan ingin menyewa kamar kosong di rumah Rama.
115Please respect copyright.PENANAGoAselRgF9
"Oh ya tentu saja boleh, saya ingin bertanya siapa namamu?" tanya Arsya.
115Please respect copyright.PENANAqWwID4Puzw
"Nama saya Afgan, tuan." jawab Afgan.
115Please respect copyright.PENANAUW1HZxUVXY
"Oh, tadi siapa namamu, Afgan?" tanya Arsya memastikan.
115Please respect copyright.PENANAYKY6HjxNkm
"Iya, kenapa?" tanya Afgan juga.
115Please respect copyright.PENANAi0bwVfTJ4O
"Tidak, namamu seperti nama adikku." jawab Arsya.
115Please respect copyright.PENANAYgAU6zfW99
"Maaf papa, Afgan, kalian berdua lanjutkan saja obrolannya saya mau ke kamar dulu." kata Rama yang pergi meninggalkan Afgan dan Arsya.
115Please respect copyright.PENANAiihPzSQWBv
"Oke.., oh ya Rama, jangan lupa kamu jemput ibumu di pasar ya." kata Arsya yang memperingati Rama untuk menjemput Tiara.
115Please respect copyright.PENANAaSxlUOM4hi
"Oke pah, sekarang juga berangkat dan tidak jadi ke kamar." kata Rama yang pergi keluar rumah untuk menjemput ibunya, Tiara.
115Please respect copyright.PENANAYwTZHQS2GC
"Oh ya mari ikut saya untuk lihat dulu kamarnya, kalau kamu cocok langsung kita obrolin saja harga sewanya." kata Arsya mengajak Afgan pergi ke kamar yang akan disewa oleh Afgan.
115Please respect copyright.PENANAutwA55Vn0P
"Oh Oke.." kata Afgan yang mengikuti Arsya.
115Please respect copyright.PENANAXppDbvEg82
Di Depan Kamar Ibu Nurmala..
115Please respect copyright.PENANAzi8PS60nlU
"Selesai juga akhirnya masak." kata ibu Nurmala.
115Please respect copyright.PENANAMCUjbatbT4
" Ibu.. " kata Afgan didalam hati ketika melihat ibunya, ibu Nurmala.
115Please respect copyright.PENANAMTz5AlHIN8
"Afgan, putraku.." kata ibu Nurmala yang merasakan kehadiran Afgan.
115Please respect copyright.PENANA3C4jlbHtaE
Di Depan Kamar Afgan..
115Please respect copyright.PENANAlYUxuOtNac
"Nah Afgan ini kamar kamu." kata Arsya yang menunjukkan kamar Afgan.
115Please respect copyright.PENANAFsnvQdYDLD
"Oh iya terimakasih tuan. Maaf tuan boleh saya minta tolong jangan panggil saya Afgan." pinta Afgan.
115Please respect copyright.PENANAfc9RblGayW
"Mengapa saya tidak boleh memanggil kamu Afgan, bukankah itu nama kamu dan juga kamu memperkenalkan namamu Afgan pada saya?" tanya Arsya penasaran.
115Please respect copyright.PENANAD3d7vgaRwA
"Saya hanya di panggil Afgan ketika di kampus saja dan ketika di rumah Saya di panggil Eza." jawab Afgan agar tidak mencurigainya, karena dia masih sedang menyamar dan juga menjalani misinya untuk menjaga anak jenderalnya dari kelompok militan radikal.
115Please respect copyright.PENANAb2eTQSqahQ
"Oh begitu, baiklah Afgan.. Eh maksud saya, Eza.. Kalau begitu saya pamit ke kamar saya." kata Arsya meninggalkan Afgan.
115Please respect copyright.PENANAlZlHO1oBjs
"Assalamu'alaikum nak." ibu Nurmala memberikan salam pada Afgan yang sudah di belakangnya ketika Afgan ingin masuk ke dalam kamarnya.
115Please respect copyright.PENANAWBxk7myCQz
"Wa'alaikumussalam bu." jawab Afgan yang akan memasuki kamarnya dan Afgan langsung berbalik rupanya ibunya sudah ada di belakangnya.
115Please respect copyright.PENANADvCV7dSiL8
" Dia seperti anakku Afgan. " kata ibu Nurmala di dalam hati melihat anaknya berdiri di depannya.
115Please respect copyright.PENANA9peIHWh0ie
" Ibu ini aku putramu bu, Afgan. " kata Afgan di dalam hati melihat ibu ketika berdiri di depan ibunya.
115Please respect copyright.PENANAthwDEA31Qq
"Kamu persis anakku nak, maaf nama kamu siapa kalau boleh ibu tau?" tanya ibu Nurmala dengan penasaran.
115Please respect copyright.PENANAQdWEkEbMh7
"Nama saya Eza bu, saya teman kuliahnya Adhi." jawab Afgan berbohong pada ibunya.
ns216.73.217.114da2


