Bab 3: Rahasia yang Terkuak
7493Please respect copyright.PENANAFKAkVkTejc
Siang hari itu, Bima pulang sekolah lebih awal dari biasanya. Dengan bernyanyi-nyanyi kecil dia melangkah menuju rumahnya.
7493Please respect copyright.PENANAMXS2mucyyX
7493Please respect copyright.PENANAtF57nEaio8
Begitu membuka pintu rumahnya Bima terkejut, pintu rumahnya tidak terkunci. Bima merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
7493Please respect copyright.PENANAXwk4e3qw2m
Dengan mengendap-endap Bima masuk kedalam rumahnya.
7493Please respect copyright.PENANA4k4UMrjtY2
Samar-samar Bima mendengar suara orang mendesah-desah diselingi rintihan-rintihan.
7493Please respect copyright.PENANAFgB1TggYux
Bima penasaran dibuatnya. Bima berusaha mencari sumber suara-suara itu.
7493Please respect copyright.PENANAo5nToPoYfO
Ketika dia mendekati kamar ibunya, suara-suara itu, semakin keras terdengar. Bima menghentikan langkahnya didepan kamar ibunya.
7493Please respect copyright.PENANA7TF6Fzi8zk
Suara itu semakin keras terdengar. Ibu lagi ngapain ya, pikirnya. Rasa ingin tahunya semakin kuat, Bima pun mengintip dari lubang pintu.
7493Please respect copyright.PENANATQXuIZ96o1
Alangkah terkejutnya Bima, melihat pemandangan di dalam kamar ibunya.
7493Please respect copyright.PENANAnzPbLewMOn
Didalam kamar, Bu Ani, ibunya sedang berdiri sambil memeluk tubuh Pak Kades.
7493Please respect copyright.PENANA75rtJojfAN
Tangan Bu Ani melingkar dipinggang Pak Kades. Sedangkan tangan Pak Kades sedang meremas-remas pantat Bu Ani, yang padat berisi.
7493Please respect copyright.PENANAZtw9vlgcfP
Tanpa melepaskan tangannya dari pantat Bu Ani, Pak Kades mencium pipi Bu Ani, kemudian menjulurkan lidahnya mengecup bibir Bu Ani.
7493Please respect copyright.PENANA5H3U5L5SoI
Bu Ani membuka mulutnya, menyambut kecupan Pak Kades dengan lumatan-lumatan yang tak kalah hebatnya.
7493Please respect copyright.PENANAkWus0xuj1d
7493Please respect copyright.PENANAGInou7B71h
Saking asiknya mereka bercumbu, tanpa mereka sadari sepasang mata sedang mengintip dengan hati yang panas. Bahkan percumbuan mereka makin panas saja.
7493Please respect copyright.PENANAyR7kOr70VZ
Beberapa saat berlalu, Pak Kades melepaskan lumatannya pada bibir Bu Ani.
7493Please respect copyright.PENANAzgYjZdgulw
7493Please respect copyright.PENANAZ2ldN0HcVk
Tangannya kemudian bergerak melepaskan seluruh pakaian Bu Ani.
7493Please respect copyright.PENANAwetJzTYgRu
Setelah semuanya terlepas, Pak Kades memandangi sebentar tubuh Bu Ani yang telanjang bulat sambil berdecak kagum.
7493Please respect copyright.PENANAlB71glyLJv
“Oh, luar biasa An, tubuhmu masih sexy,” puji Pak Kades.
7493Please respect copyright.PENANAA5DKeVwdob
Bu Ani tersenyum mendengar pujian Pak Kades, sambil menggerakkan tangannya, melepaskan seluruh pakaian Pak Kades.
7493Please respect copyright.PENANAeAgbgxN5q3
7493Please respect copyright.PENANABBbinkwPMv
Kini kedua insan berlainan jenis itu sama-sama telanjang bulat.
7493Please respect copyright.PENANAqRTdvzIhhr
Tanpa membuang waktu, Pak Kades menyuruh Bu Ani tidur terlentang diatas ranjang.
7493Please respect copyright.PENANAe7ylF1Jn80
Kelanjutannya ada di link bawah ini.
https://victie.com/novels/pejantan-kampung-tangguh
ns216.73.216.86da2


