Suasana hotel yang tenang ini menambah fantasi liarku.
3311Please respect copyright.PENANAfimiDszIsQ
Segera berkelebat pikiran dalam otakku, betapa menyenangkannya tersesat di hutan teduh dan indah itu.
3311Please respect copyright.PENANAztPvJJAOJt
Maka aku segera menenggelamkan diri di tempat itu, di hutan itu.
3311Please respect copyright.PENANAognCoYaHpP
Lidahku segera menyusuri taman indah itu dan kemudian melanjutkannya pada sumur di bawahnya.
3311Please respect copyright.PENANAqBm9vAiSrq
Maka Buk Tuti menjerit kecil ketika lidahku menancap di lubang sumur itu. Di lubang vaginanya.
3311Please respect copyright.PENANAtAoU6Xiy5Y
Bau khas vagina yang keluar dari lubang itu semakin melambungkan gairahku.
3311Please respect copyright.PENANA5MULlz7KMK
Dan jeritan kecil itu kemudian di susul jeritan dan erangan patah-patah yang terus menerus serta gerakan-gerakan serupa cacing kepanasan.
3311Please respect copyright.PENANAphy9gtUokN
“AHHHH.. BRIANNNNNHH.. OOHH.. ENAKKK… OOHH..” Jerit Buk Tuti.
3311Please respect copyright.PENANABtIsGR4MWk
Aku menikmati jeritan itu sebagai sensasi lain yang membuatku semakin bergairah pula menguras kenikmatan di lubang sumur vaginanya.
3311Please respect copyright.PENANAm8xkNyRt4V
3311Please respect copyright.PENANALyFterfdNa
Lendir hangat khas yang keluar dari dinding vaginanya terasa hangat pula di lidahku. Kadang-kadang kutancapkan pula lidahku di tonjolan kecil di atas lubang vaginanya. Di klitorisnya.
3311Please respect copyright.PENANAYUL5PBl8gK
3311Please respect copyright.PENANAqQtzZJBH3C
Kemudian pada suatu saat ia berusaha membebaskan vaginanya dari sergapan mulutku. Ia menarik tubuhnya dari atas tubuhku.
3311Please respect copyright.PENANABbsuib6mlG
“Briann.. aku gak tahan sayangghhh… masukinn… yahh.. “rengeknya manja.
3311Please respect copyright.PENANACPTTBhRVUG
3311Please respect copyright.PENANABlDKmuc9WF
Buk Tuti sekarang berbaring di sebelahku dan menarik tubuhku berada di atas tubuhnya.
3311Please respect copyright.PENANA41zdQmgBRH
“Kenapa sayang.. gak tahan yahh..” godaku.
3311Please respect copyright.PENANAIKlizYVnPr
“Kamu jahat.. kamu harus tanggung jawab Brian..” ujar Buk Tuti menatapku dengan pandangan yang penuh nafsu membara.
3311Please respect copyright.PENANAUuISVKeuWS
“Tanggung jawab apa ..?” godaku kembali.
3311Please respect copyright.PENANAAsTqiqSRtY
Do’i tak menjawab, rona wajahnya memerah. Kurasa do’i memegang penisku yang sudah tidak sabar mencari pasangannya itu.
3311Please respect copyright.PENANATzTZHynHuL
Buk Tuti membimbing daging kenyal yang melonjor tegang dan keras itu masuk ke dalam vaginanya.
3311Please respect copyright.PENANARtDV3it9KD
3311Please respect copyright.PENANAPKJC7Op4UO
Aku pun pelan-pelan menyodokkan batang penisku ke dalam lobang cintanya.
3311Please respect copyright.PENANAtrf34cjWZV
“Ugghhh.. tahan sayannngg, masih nyerii…” bisiknya tertahan.
3311Please respect copyright.PENANAIZirKsrxaX
3311Please respect copyright.PENANArGt5d0onki
Aku mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar guna memudahkan batang pelerku ke dalam bukit indah itu.
3311Please respect copyright.PENANAVXjbWOblAi
Kelanjutannya ada di link bawah ini
victie.com/app/author/1385144
https://victie.com/novels/dosen-galak
ns216.73.216.179da2


