Buk Tuti yang sudah pasrah itu hanya bisa patuh menuruti tiap perintahku. Matanya telah sembab, menahan penderitaan.
3828Please respect copyright.PENANAKjOgBE0aFT
Aku memberinya handuk untuk mengeringkan tubuhnya.
3828Please respect copyright.PENANAfqQYRQ2D9r
“Sekarang saya mau pulang Brian,” pintanya memelas.
3828Please respect copyright.PENANARrStmwbEqt
“Ya nanti saya antar, sekarang istirahat saja dulu,” ujarku malas-malasan.
3828Please respect copyright.PENANAbytVPbEwpw
Buk Tuti terdiam, mau tak mau do’i pasti merasa kelelahan, apalagi percintaan kami hanya selang beberapa jam itu terjadi 2 kali.
3828Please respect copyright.PENANAI12VVv2FLM
“Selangkangku sakit Brian..” isaknya menatapku dengan penuh menghiba.
3828Please respect copyright.PENANAgb5SxuZXOI
“Itu pertama aja sakitnya. Gak apa apa itu… bawa rilex aja,” ujarku sekenanya.
3828Please respect copyright.PENANA43MRthrwvC
“Kamu jahat…” ujarnya sedih. Do’i hanya mengenakan handuk saja saat itu.
3828Please respect copyright.PENANAlf5noYvSNG
Aku mencoba mendekatinya, lalu merangkulnya. Buk Tuti tidak lagi meronta namun hanya membiarkan aku mendekapnya.
3828Please respect copyright.PENANAwvoucs7FaI
“Antar saya pulang Brian… “rengeknya di pelukanku.
3828Please respect copyright.PENANAlmDfDClQ7Y
Aku pun mendegus, tapi tidak apa-apa lah diantar dia karena kulihat jam sudah menunjukan jam delapan malam.
3828Please respect copyright.PENANAy8EEmHO3MB
3828Please respect copyright.PENANADpz8GyffTk
Aku keluar kamar dan mengambil pakaian do’i yang kusembunyikan di luar.
3828Please respect copyright.PENANAqeRZUaWNzj
“Ini pakaiannya..” ujarku datar sambil memberikan baju, celana dan jilbab do’i.
3828Please respect copyright.PENANAdpVNyZHLSW
Buk Tuti segera mengambilnya dari tanganku lalu dengan segera pula do’i memasangkan kembali BH dan celana dalamnya.
3828Please respect copyright.PENANAyIIm8PNpCX
3828Please respect copyright.PENANA1XXiUfq3lg
Semuanya do’i lakukan di depanku, tanpa malu-malu dan risih lagi. Mungkin do’i sudah tidak malu lagi karena sudah dua kali do’i kubuat orgasme hari ini.
3828Please respect copyright.PENANAq5sRpKOecR
Setelah itu Buk Tuti mengenakan celana, blazer dan jilbabnya, sungguh cantik dosen ini. Mirip artis lawas yang juga jadi incaranku, Marissa Haque. He He He…
3828Please respect copyright.PENANA7mL145KwOr
Terlihat Buk Tuti merapikan jilbabnya di cermin, wajahnya masih terlihat lelah, matanya sembab menahan air matanya yang mungkin sudah mengering.
3828Please respect copyright.PENANAN1CCBNH9dp
“Sudah..? ayo kita berangkat, mau makan dulu..?”
3828Please respect copyright.PENANALQ2g2Fw0Q2
“Gak usah..” ujarnya ketus. Aku nyengir saja mendengarnya. Wanita ini memang menggemaskan. Galak tapi memikat.
3828Please respect copyright.PENANA8PsMm77pet
Kami pun keluar dari rumah, menuju garasi mobil dan aku meluncurkan mobil meninggalkan rumahku.
3828Please respect copyright.PENANA2192ql0cYi
Hari sudah gelap. Sepanjang perjalanan Buk Tuti hanya diam termenung meratapi nasibnya yang kuperdaya dan kuperkosa hari itu.
3828Please respect copyright.PENANA9cEWvklrJh
3828Please respect copyright.PENANAwiT6xYxCtr
Do’i hanya duduk diam seribu bahasa dalam perjalanan, do’i hanya bicara saat aku menanyakan arah menuju rumahnya.
3828Please respect copyright.PENANA9fMwickXLA
3828Please respect copyright.PENANAS6GVzlTtNS
“Di sini saja Brian.. saya nge-kost, mobil gak bisa masuk di gang itu.” Ujar Buk Tuti saat kami berbelok di sebuah simpang.
3828Please respect copyright.PENANAt8tZhvS9R4
3828Please respect copyright.PENANAucF9Azl2fZ
Aku pun menghentikan mobil. Memang simpang yang dimaksud adalah sebuah gang kecil yang hanya pas untuk satu atau dua motor saja.
3828Please respect copyright.PENANAgPUx6VbuGv
“Aku antar ke rumah mu ya,” ujarku membuka central lock pintu mobil.
3828Please respect copyright.PENANAIedNsntwv9
“Ngg, nggak usah.. saya bisa sendiri,” ujar Buk Tuti menolak tawaranku. Tapi aku tak tinggal diam. Karena aku ingin tau di mana tempat tinggal do’i.
3828Please respect copyright.PENANAUSTsTQg91b
“Saya antar saja lah..” Kebetulan di dekat simpang itu ada orang berjualan nasi goreng.
3828Please respect copyright.PENANAqRs55tAVxx
“Saya mau beli nasi goreng itu, Ibu mau?” Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
3828Please respect copyright.PENANAkvCA4Jsj48
“Nggak.. Saya udah kenyang.. Sudahlah Brian biarkan saya pulang..” Ujarnya menatapku kesal.
3828Please respect copyright.PENANAiuVXPssFGM
“Sudahlah.. Pokoknya kita makan nasi goreng dulu,” tegasku padanya.
3828Please respect copyright.PENANAkJUMSKZTtG
Aku keluar dari mobil dan menghampiri tukang nasi goreng dan memesan 2 bungkus nasi goreng untukku dan Buk Tuti, karena aku pun merasa lapar sehabis bercinta dengan do’i dua ronde tadi.
3828Please respect copyright.PENANAEip9klJNtW
3828Please respect copyright.PENANAAk6YH4sZHJ
Buk Tuti pun mengikutiku keluar dari mobil dan kami pun berdiri di gerobak abang penjual nasi goreng itu.
3828Please respect copyright.PENANAwJEpJHeB3L
“Nasi goreng nya 2 dibungkus ya bang,” ujarku pada abang penjual nasi goreng.
3828Please respect copyright.PENANAdQfKQdZYGT
“Baik dek.. Ditunggu ya..” Katanya.
3828Please respect copyright.PENANAX0XxEpzyKW
“Tunggu sampai selesai ya.. saya tahu Ibu pasti lapar,” bisikku sambil menggenggam tangan Buk Tuti. Do’i kaget dan buru-buru melepaskannya.
3828Please respect copyright.PENANAIlXbqd9Fra
“Brian..! gak enak diliat orang,” tepisnya setengah berbisik.
3828Please respect copyright.PENANAx2hSoKyp5d
3828Please respect copyright.PENANAs9GkjtSu34
Aku hanya nyengir. Yang penting dia patuh menunggu sampai abang nasi goreng itu selesai membungkus nasi.
3828Please respect copyright.PENANAWRXPKG26Qn
“Pacarnya ya Neng Tuti..?” goda tukang nasi goreng itu pada Buk Tuti.
3828Please respect copyright.PENANA2vBdGhJviH
Buk Tuti agak kikuk mendengarnya dan bingung harus menjawab apa.
3828Please respect copyright.PENANAtXGt5lG2KU
“I iya bang..” ujar Buk Tuti akhirnya menjawab malu-malu.
3828Please respect copyright.PENANAzQUjkuksNS
“Cocok ya.. Neng Tuti nya cantik, mas nya ganteng,” ujar tukang nasi goreng itu menggoda kami.
3828Please respect copyright.PENANA191pe3Gkof
“Ah abang bisa aja..” ujar Buk Tuti salah tingkah. Karena mungkin saat aku menggenggam tangan Buk Tuti abang nasi goreng itu memperhatikan kami.
3828Please respect copyright.PENANAsTTFSgT12Y
“Akhirnya Neng Tuti punya pacar juga ya… selama ini abang liat gak ada yang ngeapelin,” ujar tukang nasi goreng itu lagi.
3828Please respect copyright.PENANA06CoTt2fTt
“Masak iya sih bang..?” tanyaku.
3828Please respect copyright.PENANAbfzF5ETFrh
“Iya dek.. Neng Tuti ini sibuk kerja terus kayaknya,” sambungnya.
3828Please respect copyright.PENANA0noEWe9l1n
“Ah.. Abang ini kepo deh …” tukas Buk Tuti cemberut.
3828Please respect copyright.PENANAbC3NX1ZyTg
“Tapi saya senang kalau Neng Tuti ini punya pacar, sayang aja cantik cantik, pintar lagi… jangan belajar terus neng.. nanti cepat tua..” kelakarnya selesai membungkus nasi goreng itu. Aku pun tertawa mendengar guyonannya.
3828Please respect copyright.PENANABNieO9fsAH
“Denger tuh sayang..” tukasku. Sengaja aku katakan kata “sayang” agar menegaskan bahwa do’i memang pacarku. Buk Tuti melotot padaku. Aku dan si abang nasi goreng tertawa geli melihat ekspresinya.
3828Please respect copyright.PENANAiMHUoxycER
3828Please respect copyright.PENANABxSZVQhWWT
Setelah membayar nasi goreng kami pun berjalan ke gang itu menuju kost-an Buk Tuti. Di sela perjalanan abang nasi goreng masih sempat juga menggoda.
3828Please respect copyright.PENANAUMImVSTMy4
“Mantap dek… lanjutkan,” teriaknya dari kejauhan.
3828Please respect copyright.PENANAj0LcBjlfgF
“Kamu bikin saya salah tingkah saja Brian,” ujar Buk Tuti bersungut-sungut kesal.
3828Please respect copyright.PENANADcVfq0pRRu
“Ah.. nyantai aja.. gak dengar abang nasi goreng aja bilang kita cocok ha ha ha,” ujarku.
3828Please respect copyright.PENANAtfajye5EyT
“Kamu gak tinggal di sini, nanti saya yang digunjingkan oleh mereka pacaran sama anak yang lebih muda,” tukas Buk Tuti. Sambil terus melewati gang itu kami terus berdebat.
3828Please respect copyright.PENANA2NjDBazx8g
“Ngapain dipikirin…” potongku menjawil pantatnya, yang disambut pukulan ringan Buk Tuti ke bahuku.
3828Please respect copyright.PENANA2bwoXClZdd
“Jangan macam-macam di sini Brian… ini jalan umum tau..?!! “ujanya marah bersungut-sungut. Sebenarnya aku senang melihat do’i marah dan melotot, makin cantik wajahnya.
3828Please respect copyright.PENANAdFLXfERiGw
Akhirnya kami sampai di kost-an Buk Tuti. Sebuah rumah petak kecil yang berdempetan dengan tiga rumah lainnya. Saat itu suasana sedang sunyi.
3828Please respect copyright.PENANANaHl0afXcE
Kami memasuki kost-an Buk Tuti.
3828Please respect copyright.PENANA39hJTDouQI
“Siapa yang sering bertamu di sini Bu..?” tanyaku.
3828Please respect copyright.PENANAS2qxRk5SjH
“Nggak ada, paling teman – teman kamu lah.. dan beberapa mahasiswa.. kamu sih, bilang-bilang kita pacaran. Kalau ditanya tetangga nanti bilang kamu mahasiswa saya lagi bimbingan proposal ya..” tuturnya.
3828Please respect copyright.PENANADJpTxODKAW
“Ya deh… pencitraan kali..” sungutku.
3828Please respect copyright.PENANAGGC6usrfdQ
Aku duduk di ruang tamu Buk Tuti, di situ terdapat sebuah sofa sederhana dan meja tamu.
3828Please respect copyright.PENANAKSrl4KnsV5
3828Please respect copyright.PENANAaSNCkEhVWo
Ada dua kamar dan satu lorong menuju dapur di sini. Buk Tuti tampak bingung harus berbuat apa.
3828Please respect copyright.PENANADlUydnuO98
“Nah, kamu sudah tau kan tempat tinggal saya.. “ “Sekarang pulanglah.. nanti menimbulkan fitnah lagi,” ujarnya mencoba mengusirku.
3828Please respect copyright.PENANAedH94li5Yq
“Nanti dululah sayang.. aku capek.. mau duduk dulu.. bikinin dong kopi atau apa kek..” ujarku menyandarkan kepala di sofa.
3828Please respect copyright.PENANA58iQjeB1jG
“Atau ambil kek piring biar kita makan tu nasi goreng.. kan sengaja kubeli 2 .. buat kamu dan aku..” ujarku.
3828Please respect copyright.PENANAdsHYRSyE6F
“Kamu ya.. memang punya seribu satu alasan Brian.. Please… saya capek.. mau istirahat ..” sahutnya berkeras menyuruhku pulang.
3828Please respect copyright.PENANAsM697d3ieU
Setelah kami berdebat sebentar, akhirnya Buk Tuti mengalah juga. Segera dia beranjak menuju ke belakang.
3828Please respect copyright.PENANALQViRTIJNV
3828Please respect copyright.PENANAcKoYaoj4fm
Aku mengintip dari sudut mata, do’i menuju ke arah belakang, ke ruang yang dibatasi dengan kain pintu.
3828Please respect copyright.PENANAaEoXWtTZte
3828Please respect copyright.PENANACq2dQgljkm
Diam-diam aku mengunci pintu depan kost-an Buk Tuti dan diam-diam aku mengendap menuju ke belakang.
3828Please respect copyright.PENANARx2Qv5SsHO
Aku masuk sampai ke dapur, menyibak pelan-pelan tirai pembatas pintu, dan kudapati posisi Buk Tuti membelakangiku, seperti sedang membuat atau mengaduk minuman.
3828Please respect copyright.PENANA7iHJcWJ17m
3828Please respect copyright.PENANAeJNzMbNtbw
Ternyata do’i sedang menyiapkan gelas dan mengisinya dengan bubuk kopi dan gula.
3828Please respect copyright.PENANAFYbsgsVCaX
3828Please respect copyright.PENANAev3qgcOvRK
Pikiran kotor ku muncul. Akhirnya aku memutuskan mendekatinya.
3828Please respect copyright.PENANAKCpkqQDI62
3828Please respect copyright.PENANAqCbtgXxoZR
Tampaknya Buk Tuti tidak menyadari kehadiranku hingga aku sudah ada di belakangnya dan memeluknya dari belakang.
3828Please respect copyright.PENANAiF6GOhXPmy
“Kamu terus bikin kopi ini. Anggap saja tak ada siapapun di belakangmu,” bisikku.
3828Please respect copyright.PENANA4IFFjF9F9E
“Brian.. Sudahlah… cukup.. aku capek… kamu gak puas-puas ihh..” ujarnya masih berusaha melepaskan diri.
3828Please respect copyright.PENANACZ41j3ySLZ
3828Please respect copyright.PENANAlA3r85WGuN
Namun aku tetap tidak melepaskannya. Malah sekarang kedua tanganku meremas-remas lembut kedua payudaranya yang masih tertutup pakaian kerja itu.
3828Please respect copyright.PENANAwubceNAPRx
Belum sempat Buk Tuti bereaksi, salah satu tanganku dengan cekatan membuka resleting celana Buk Tuti, hingga celana panjang berbahan katun lunak itu melorot ke bawah.
3828Please respect copyright.PENANAMU542F4mmI
“Uhh… Shhhh… sudahlah briannhh… mphh…” desah Buk Tuti berusaha mengatupkan pinggulnya saat selangkangannya kuelus.
3828Please respect copyright.PENANAfekVqkQn6N
3828Please respect copyright.PENANADFx4PrEHdk
Tanganku terjepit oleh kedua pangkal pahanya. Aku makin mengganas, kutekan jari tengahku sambil mencolek-colek selangkangannya dengan buas.
3828Please respect copyright.PENANAPL0IYeLFHk
Akhirnya Buk Tuti tak dapat menolak lagi.
3828Please respect copyright.PENANAsRDyksuz7Z
“Udahhh Briannn… Janganhhh lakukannhh… Lepaskan akuuuu… Mmmmm mm” terdengar rintihan Buk Tuti.
3828Please respect copyright.PENANAQEUu0CEHCA
Kelanjutannya ada di link bawah ini
victie.com/app/author/1385144
https://victie.com/novels/dosen-galak
ns216.73.216.179da2


