Buk Tuti yang sudah pasrah itu hanya bisa patuh menuruti tiap perintahku. Matanya telah sembab, menahan penderitaan.
3624Please respect copyright.PENANAxryQ2WN2an
Aku memberinya handuk untuk mengeringkan tubuhnya.
3624Please respect copyright.PENANAtMrxtSz07e
“Sekarang saya mau pulang Brian,” pintanya memelas.
3624Please respect copyright.PENANASnCVSkinXe
“Ya nanti saya antar, sekarang istirahat saja dulu,” ujarku malas-malasan.
3624Please respect copyright.PENANACD91N3GgjG
Buk Tuti terdiam, mau tak mau do’i pasti merasa kelelahan, apalagi percintaan kami hanya selang beberapa jam itu terjadi 2 kali.
3624Please respect copyright.PENANAvF77vaasKw
“Selangkangku sakit Brian..” isaknya menatapku dengan penuh menghiba.
3624Please respect copyright.PENANAluKhdZ0jsr
“Itu pertama aja sakitnya. Gak apa apa itu… bawa rilex aja,” ujarku sekenanya.
3624Please respect copyright.PENANAPWZoESVI4a
“Kamu jahat…” ujarnya sedih. Do’i hanya mengenakan handuk saja saat itu.
3624Please respect copyright.PENANAuPMvKCtXLV
Aku mencoba mendekatinya, lalu merangkulnya. Buk Tuti tidak lagi meronta namun hanya membiarkan aku mendekapnya.
3624Please respect copyright.PENANAZ6oHFUwdjY
“Antar saya pulang Brian… “rengeknya di pelukanku.
3624Please respect copyright.PENANAn90Wv03tba
Aku pun mendegus, tapi tidak apa-apa lah diantar dia karena kulihat jam sudah menunjukan jam delapan malam.
3624Please respect copyright.PENANAp5rTJjMdjZ
3624Please respect copyright.PENANAHk0otMvosu
Aku keluar kamar dan mengambil pakaian do’i yang kusembunyikan di luar.
3624Please respect copyright.PENANAIA92dKsuEp
“Ini pakaiannya..” ujarku datar sambil memberikan baju, celana dan jilbab do’i.
3624Please respect copyright.PENANA6yyZp5FFmU
Buk Tuti segera mengambilnya dari tanganku lalu dengan segera pula do’i memasangkan kembali BH dan celana dalamnya.
3624Please respect copyright.PENANAZsYT33jIRV
3624Please respect copyright.PENANAcUkaxj28jP
Semuanya do’i lakukan di depanku, tanpa malu-malu dan risih lagi. Mungkin do’i sudah tidak malu lagi karena sudah dua kali do’i kubuat orgasme hari ini.
3624Please respect copyright.PENANAM8836zolgJ
Setelah itu Buk Tuti mengenakan celana, blazer dan jilbabnya, sungguh cantik dosen ini. Mirip artis lawas yang juga jadi incaranku, Marissa Haque. He He He…
3624Please respect copyright.PENANA32z3K9ql49
Terlihat Buk Tuti merapikan jilbabnya di cermin, wajahnya masih terlihat lelah, matanya sembab menahan air matanya yang mungkin sudah mengering.
3624Please respect copyright.PENANAjPMR9AwdoK
“Sudah..? ayo kita berangkat, mau makan dulu..?”
3624Please respect copyright.PENANALiQTT1KjQs
“Gak usah..” ujarnya ketus. Aku nyengir saja mendengarnya. Wanita ini memang menggemaskan. Galak tapi memikat.
3624Please respect copyright.PENANAbAl2AMZ2TM
Kami pun keluar dari rumah, menuju garasi mobil dan aku meluncurkan mobil meninggalkan rumahku.
3624Please respect copyright.PENANAtdWzTsht3I
Hari sudah gelap. Sepanjang perjalanan Buk Tuti hanya diam termenung meratapi nasibnya yang kuperdaya dan kuperkosa hari itu.
3624Please respect copyright.PENANAsyuu0Q2Fth
3624Please respect copyright.PENANAzlGJR8tapl
Do’i hanya duduk diam seribu bahasa dalam perjalanan, do’i hanya bicara saat aku menanyakan arah menuju rumahnya.
3624Please respect copyright.PENANAomEuH6wCHH
3624Please respect copyright.PENANAXUMqO5nm9x
“Di sini saja Brian.. saya nge-kost, mobil gak bisa masuk di gang itu.” Ujar Buk Tuti saat kami berbelok di sebuah simpang.
3624Please respect copyright.PENANA5QshJA2TLT
3624Please respect copyright.PENANA9GeMsLy4eY
Aku pun menghentikan mobil. Memang simpang yang dimaksud adalah sebuah gang kecil yang hanya pas untuk satu atau dua motor saja.
3624Please respect copyright.PENANAppPX3GLTfG
“Aku antar ke rumah mu ya,” ujarku membuka central lock pintu mobil.
3624Please respect copyright.PENANAFM0VNJuGEB
“Ngg, nggak usah.. saya bisa sendiri,” ujar Buk Tuti menolak tawaranku. Tapi aku tak tinggal diam. Karena aku ingin tau di mana tempat tinggal do’i.
3624Please respect copyright.PENANAVR4LqTN3Id
“Saya antar saja lah..” Kebetulan di dekat simpang itu ada orang berjualan nasi goreng.
3624Please respect copyright.PENANASZrxqCZyVk
“Saya mau beli nasi goreng itu, Ibu mau?” Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
3624Please respect copyright.PENANAJZieAMbCdQ
“Nggak.. Saya udah kenyang.. Sudahlah Brian biarkan saya pulang..” Ujarnya menatapku kesal.
3624Please respect copyright.PENANA1TwW1xtPmx
“Sudahlah.. Pokoknya kita makan nasi goreng dulu,” tegasku padanya.
3624Please respect copyright.PENANA3ykfYNyjhC
Aku keluar dari mobil dan menghampiri tukang nasi goreng dan memesan 2 bungkus nasi goreng untukku dan Buk Tuti, karena aku pun merasa lapar sehabis bercinta dengan do’i dua ronde tadi.
3624Please respect copyright.PENANArtqXXT3HFs
3624Please respect copyright.PENANAln8WEPGnEa
Buk Tuti pun mengikutiku keluar dari mobil dan kami pun berdiri di gerobak abang penjual nasi goreng itu.
3624Please respect copyright.PENANAFLClJAewXd
“Nasi goreng nya 2 dibungkus ya bang,” ujarku pada abang penjual nasi goreng.
3624Please respect copyright.PENANAUCiFKhAFYo
“Baik dek.. Ditunggu ya..” Katanya.
3624Please respect copyright.PENANAJq8egpYBOS
“Tunggu sampai selesai ya.. saya tahu Ibu pasti lapar,” bisikku sambil menggenggam tangan Buk Tuti. Do’i kaget dan buru-buru melepaskannya.
3624Please respect copyright.PENANAMgMXNzMYd8
“Brian..! gak enak diliat orang,” tepisnya setengah berbisik.
3624Please respect copyright.PENANAmcWNx81yPv
3624Please respect copyright.PENANAG1wDc7HraV
Aku hanya nyengir. Yang penting dia patuh menunggu sampai abang nasi goreng itu selesai membungkus nasi.
3624Please respect copyright.PENANAGXT97l9PLC
“Pacarnya ya Neng Tuti..?” goda tukang nasi goreng itu pada Buk Tuti.
3624Please respect copyright.PENANAL0F457zTYl
Buk Tuti agak kikuk mendengarnya dan bingung harus menjawab apa.
3624Please respect copyright.PENANATkEgWKIc7z
“I iya bang..” ujar Buk Tuti akhirnya menjawab malu-malu.
3624Please respect copyright.PENANArgTlQEjeX4
“Cocok ya.. Neng Tuti nya cantik, mas nya ganteng,” ujar tukang nasi goreng itu menggoda kami.
3624Please respect copyright.PENANAw4lTfvjook
“Ah abang bisa aja..” ujar Buk Tuti salah tingkah. Karena mungkin saat aku menggenggam tangan Buk Tuti abang nasi goreng itu memperhatikan kami.
3624Please respect copyright.PENANAZg3W3wddZu
“Akhirnya Neng Tuti punya pacar juga ya… selama ini abang liat gak ada yang ngeapelin,” ujar tukang nasi goreng itu lagi.
3624Please respect copyright.PENANAN7bBsOOKpW
“Masak iya sih bang..?” tanyaku.
3624Please respect copyright.PENANAO8paSFm5rA
“Iya dek.. Neng Tuti ini sibuk kerja terus kayaknya,” sambungnya.
3624Please respect copyright.PENANA1a5XYNF4CD
“Ah.. Abang ini kepo deh …” tukas Buk Tuti cemberut.
3624Please respect copyright.PENANAw7BMGVJLkH
“Tapi saya senang kalau Neng Tuti ini punya pacar, sayang aja cantik cantik, pintar lagi… jangan belajar terus neng.. nanti cepat tua..” kelakarnya selesai membungkus nasi goreng itu. Aku pun tertawa mendengar guyonannya.
3624Please respect copyright.PENANAA9sF3Rzs2y
“Denger tuh sayang..” tukasku. Sengaja aku katakan kata “sayang” agar menegaskan bahwa do’i memang pacarku. Buk Tuti melotot padaku. Aku dan si abang nasi goreng tertawa geli melihat ekspresinya.
3624Please respect copyright.PENANAjxIha9uxMh
3624Please respect copyright.PENANAjx1hN5ytFN
Setelah membayar nasi goreng kami pun berjalan ke gang itu menuju kost-an Buk Tuti. Di sela perjalanan abang nasi goreng masih sempat juga menggoda.
3624Please respect copyright.PENANAAN2I59bZJM
“Mantap dek… lanjutkan,” teriaknya dari kejauhan.
3624Please respect copyright.PENANAW5Vva4kyFs
“Kamu bikin saya salah tingkah saja Brian,” ujar Buk Tuti bersungut-sungut kesal.
3624Please respect copyright.PENANA1JWVivy6lc
“Ah.. nyantai aja.. gak dengar abang nasi goreng aja bilang kita cocok ha ha ha,” ujarku.
3624Please respect copyright.PENANAIv72tWUhjR
“Kamu gak tinggal di sini, nanti saya yang digunjingkan oleh mereka pacaran sama anak yang lebih muda,” tukas Buk Tuti. Sambil terus melewati gang itu kami terus berdebat.
3624Please respect copyright.PENANASK6MHnUzF2
“Ngapain dipikirin…” potongku menjawil pantatnya, yang disambut pukulan ringan Buk Tuti ke bahuku.
3624Please respect copyright.PENANA5w6b3Vfwyr
“Jangan macam-macam di sini Brian… ini jalan umum tau..?!! “ujanya marah bersungut-sungut. Sebenarnya aku senang melihat do’i marah dan melotot, makin cantik wajahnya.
3624Please respect copyright.PENANAYwJqoEzVfw
Akhirnya kami sampai di kost-an Buk Tuti. Sebuah rumah petak kecil yang berdempetan dengan tiga rumah lainnya. Saat itu suasana sedang sunyi.
3624Please respect copyright.PENANAePSR706ylS
Kami memasuki kost-an Buk Tuti.
3624Please respect copyright.PENANAy4TL0k39g5
“Siapa yang sering bertamu di sini Bu..?” tanyaku.
3624Please respect copyright.PENANATZyjxSEZ90
“Nggak ada, paling teman – teman kamu lah.. dan beberapa mahasiswa.. kamu sih, bilang-bilang kita pacaran. Kalau ditanya tetangga nanti bilang kamu mahasiswa saya lagi bimbingan proposal ya..” tuturnya.
3624Please respect copyright.PENANAtx7Fb1S0xz
“Ya deh… pencitraan kali..” sungutku.
3624Please respect copyright.PENANA9WnnRktxWJ
Aku duduk di ruang tamu Buk Tuti, di situ terdapat sebuah sofa sederhana dan meja tamu.
3624Please respect copyright.PENANA2WE0pSbwxn
3624Please respect copyright.PENANA0X7bHbUWCa
Ada dua kamar dan satu lorong menuju dapur di sini. Buk Tuti tampak bingung harus berbuat apa.
3624Please respect copyright.PENANARbYXEHD7W6
“Nah, kamu sudah tau kan tempat tinggal saya.. “ “Sekarang pulanglah.. nanti menimbulkan fitnah lagi,” ujarnya mencoba mengusirku.
3624Please respect copyright.PENANAdUDcFw9lP5
“Nanti dululah sayang.. aku capek.. mau duduk dulu.. bikinin dong kopi atau apa kek..” ujarku menyandarkan kepala di sofa.
3624Please respect copyright.PENANAz7469GNvgo
“Atau ambil kek piring biar kita makan tu nasi goreng.. kan sengaja kubeli 2 .. buat kamu dan aku..” ujarku.
3624Please respect copyright.PENANA6MiR24PiS8
“Kamu ya.. memang punya seribu satu alasan Brian.. Please… saya capek.. mau istirahat ..” sahutnya berkeras menyuruhku pulang.
3624Please respect copyright.PENANARmrQMzmDxG
Setelah kami berdebat sebentar, akhirnya Buk Tuti mengalah juga. Segera dia beranjak menuju ke belakang.
3624Please respect copyright.PENANAXDbL0gJmk6
3624Please respect copyright.PENANAIMd7whnvGE
Aku mengintip dari sudut mata, do’i menuju ke arah belakang, ke ruang yang dibatasi dengan kain pintu.
3624Please respect copyright.PENANAXQERW7hJSf
3624Please respect copyright.PENANAyjLvDRhi6R
Diam-diam aku mengunci pintu depan kost-an Buk Tuti dan diam-diam aku mengendap menuju ke belakang.
3624Please respect copyright.PENANAd9ZJgwE4FG
Aku masuk sampai ke dapur, menyibak pelan-pelan tirai pembatas pintu, dan kudapati posisi Buk Tuti membelakangiku, seperti sedang membuat atau mengaduk minuman.
3624Please respect copyright.PENANAcqDJM5eb4h
3624Please respect copyright.PENANATCXmu7FHRV
Ternyata do’i sedang menyiapkan gelas dan mengisinya dengan bubuk kopi dan gula.
3624Please respect copyright.PENANAerf5x5fU7y
3624Please respect copyright.PENANAAtl9PjK5Wi
Pikiran kotor ku muncul. Akhirnya aku memutuskan mendekatinya.
3624Please respect copyright.PENANAqv2IFKdorM
3624Please respect copyright.PENANAKr93KBCfzZ
Tampaknya Buk Tuti tidak menyadari kehadiranku hingga aku sudah ada di belakangnya dan memeluknya dari belakang.
3624Please respect copyright.PENANAYJjG6PafER
“Kamu terus bikin kopi ini. Anggap saja tak ada siapapun di belakangmu,” bisikku.
3624Please respect copyright.PENANAmEugPPBL9F
“Brian.. Sudahlah… cukup.. aku capek… kamu gak puas-puas ihh..” ujarnya masih berusaha melepaskan diri.
3624Please respect copyright.PENANAA41JuFsek5
3624Please respect copyright.PENANAIohH3Bdcu5
Namun aku tetap tidak melepaskannya. Malah sekarang kedua tanganku meremas-remas lembut kedua payudaranya yang masih tertutup pakaian kerja itu.
3624Please respect copyright.PENANA42RECJL2gE
Belum sempat Buk Tuti bereaksi, salah satu tanganku dengan cekatan membuka resleting celana Buk Tuti, hingga celana panjang berbahan katun lunak itu melorot ke bawah.
3624Please respect copyright.PENANAmj4ydQmGzP
“Uhh… Shhhh… sudahlah briannhh… mphh…” desah Buk Tuti berusaha mengatupkan pinggulnya saat selangkangannya kuelus.
3624Please respect copyright.PENANARdK09DszGx
3624Please respect copyright.PENANA3LTlVQtc9b
Tanganku terjepit oleh kedua pangkal pahanya. Aku makin mengganas, kutekan jari tengahku sambil mencolek-colek selangkangannya dengan buas.
3624Please respect copyright.PENANAVmrfKRpbKe
Akhirnya Buk Tuti tak dapat menolak lagi.
3624Please respect copyright.PENANAdeiIWMgbbJ
“Udahhh Briannn… Janganhhh lakukannhh… Lepaskan akuuuu… Mmmmm mm” terdengar rintihan Buk Tuti.
3624Please respect copyright.PENANA1r3PzoEjPG
Kelanjutannya ada di link bawah ini
victie.com/app/author/1385144
https://victie.com/novels/dosen-galak
ns216.73.217.22da2


