GANGSTER FLOWER CITY
528Please respect copyright.PENANAqK9Z1cp8q3
528Please respect copyright.PENANAiF97PS2qJx
528Please respect copyright.PENANAL5cdbdtEVy
528Please respect copyright.PENANAFcDAWNAcKt
Part 1
528Please respect copyright.PENANA2fotQmt94x
528Please respect copyright.PENANAQnnsOEzxPU
528Please respect copyright.PENANAfE7DyJcAs5
528Please respect copyright.PENANAeyfLzotw2i
Sorot kedua mata seorang pria menatap tenang kearah tengah lautan, dari ketinggian tempat ia berdiri, awalnya ia tengah memikmati warna air yang nampak berwarna Biru air lautan. Sampai batas ujung tatapan kedua matanya, ingatan memory dalam isi kekepalanya, teringat Janji dan Sumpahnya pada Sosok yang bergitu berarti, dalam perjalanan Hidupnya.
528Please respect copyright.PENANAEFlIHYbZjA
528Please respect copyright.PENANAxw85lwFbzz
"Hhhh....." Pria itu menghela nafas panjang.
528Please respect copyright.PENANASRGqZaQUeW
528Please respect copyright.PENANA6ssLNjqfZG
Lalu ia mengangkat kedua lengannya, ia arahkan jari jemari agar filter rokok mengarah keBibirnya. Seketika terdengar suara bara api yang merambat tembakau terdengar......
528Please respect copyright.PENANAkk1FS5F18M
Suara bara api yang perlahan merambat membakar, menjadi Abu diujungnya, serta menjadi Asap diantara bibirnya. Memberi efek dampak Membius membawa Ketenangan sesaat, atas Memory ingatan Cita cita, Mimpi dan Ambisinya disaat muda dulu.
528Please respect copyright.PENANAyklkiPnljL
Debur Ombak yang membawa Air laut yang menghantam kerasnya Batu diPinggiran pantai, serta suara gesekan gelombang air laut yang menggulung.
528Please respect copyright.PENANAq7hKasayks
Sejenak membawa arah sorot tatapan matanya, yang kearah tengah laut.
528Please respect copyright.PENANAhWRObdj21S
Perlahan membawa tatapan matanya sedikit turun, dari arah tengah indahnya warna birunya lautan. Sorot matanya melemah, melihat Bejejer barisan perahu nelayan dipinggiran pantai. Pikirannya Hancur, Mimpinya Sirna, apalagi kala sorot kedua matanya menatap betapa kumuhnya jajaran rumah nelayan disana.
528Please respect copyright.PENANAt2ppSCInWY
Cita cita, Impian, serta Ambisi pria tersebut Membawa kampung nelayan tanah kelahirannya Sirna. Membawa berJuta penyesalan, serta Ratusan Ribu pertanyaan, Mengapa semua itu harus terjadi......
528Please respect copyright.PENANAONswCKO7Zo
Selama apapun dahinya ia rapatkan ketanah, memohon waktu kembali memberi kesempatan kedua.....
528Please respect copyright.PENANAst8p5fQ67A
Moment itu tentunya tak akan terulang. Bahkan tak hanya waktu, Kesempatannya hanya untuk sekedar meluruskan masalah pun, sudah hampir tak mungkin terjadi.
528Please respect copyright.PENANALnhIUALpC4
Dalam dalam pria itu sesap kembali rokoknya, sambil melepaskan Asap, ia perlahan buang kenangan dan ambisinya membawa Kesejahteraan tanah kampung halamannya, yang kini Sebagian diambil Alih Negara.
528Please respect copyright.PENANA09q9SaqRSW
Guna didirikan pangkalan Angkatan Laut diSana......
528Please respect copyright.PENANAOhwpCQuNgJ
Beribu penyesalan, serta harapan, kesempatan kedua sudah sirna, bagikan buih air lautan disisi pantai, dibawah sana.
528Please respect copyright.PENANAP9PcXQTqhN
Dan tiba tiba....
528Please respect copyright.PENANAycyQ5vB8uP
528Please respect copyright.PENANAEoeTwIjd9x
Sorot kedua matanya yang awal menatap tajam, sepanjang kedua matanya memandang. Begitu melihat sosok seorang remaja, Usai menangkap Banyak jenis ikan, yang naik ke permukaan saat itu untuk mencari makan pada saat transisi antara siang dan malam diwaktu Sore itu.
528Please respect copyright.PENANAcaGTS4M3OZ
Kedua matanya menatap sosok seorang remaja dan berkata
528Please respect copyright.PENANA1S27SrqXvK
528Please respect copyright.PENANAtVYEfItBMH
"Miji....." ucap pria itu lirih, hampir tak terdengar.
528Please respect copyright.PENANATqLKTVb7kX
528Please respect copyright.PENANAPcKP29jti1
Sebuah nama julukan, sekaligus julukan untuk warisan pada darah dagingnya sendiri. Usai terpaksa ia tarik kembali pulang, setelah memiliki kasus menjelang kelulusan SMP diSekolahnya.
528Please respect copyright.PENANAn6glbFHuyK
Dalam hatinya sendiri masih hampir tak percaya, meski baru berusia remaja. Darah dagingnya ini mampu Menghajar, Bahkan Melumpuhkan belasan Remaja Dewasa yang tengah Mabuk dan Pengaruh obat obatan sendirian.
528Please respect copyright.PENANAmY575Grvyh
Sorot kedua matanya yang awalnya menatap tajam kearah darah dagingnya sendiri, mendadak sayu serta bergetar bahagia, begitu melihat anaknya kini dijuluki Miji, yang mampu menarik perahu nelayan sendirian kesisi pantai.
528Please respect copyright.PENANAeTKgMvCGAI
Dibibir pantai juga sudah DiSambut senyum lebar bapak kandungnya sendiri, yang berarti, itu adalah Kakek dari Miji.
528Please respect copyright.PENANA1m7O213BXw
Raut wajah senyum bangga Bapak kandungnya yang kini mengembang pada putranya Miji, ia ingat terAkhir dan Lihat. Senyum bapak pria tersebut, Begitu bahagia saat Ia diterima berita, serta membaca bahwasanya diNamanya Umumkan melalui Koran, sebagai Nama salah satu Mahasiswa baru diITB Bandung.
528Please respect copyright.PENANAZdnt2tDkn6
Jauh dalam lubuknya yang paling dalam, pria tersebut merasa bangga.
528Please respect copyright.PENANAxGAeIH1kq5
Setelah satu tahun terpaksa membawa Miji Turut serta pulang dalam pengasingan diUjung Pulau Sumatera, ia tak menyangka bapak kandungnya sendiri yang merupakan kakek dari Miji, turun tangan langsung mengasah dan menempa Fisik anak kandungnya diGanasnya Lautan yang sepintas terlihat tenang.
528Please respect copyright.PENANAn5FvEi3u9i
Perlahan pria tersebut melangkah Mundur, lalu pergi setelah melihat langsung kekuatan Pinggang, Bahu, lengan, dan Kaki Anak kandungnya tersebut, kala menarik sampan nelayan bapaknya.
528Please respect copyright.PENANAx1t7Ly4tq2
Tapi diPinggiran pantai, sorot mata Sang Datuk menatap Kagum, kekuatan Fisik cucunya sore itu.
528Please respect copyright.PENANAw6wrto09fm
528Please respect copyright.PENANAwFZ2EnJ8RH
"Cuuk udah cuuk.... Cukup, dah Soree..." pinta sang Datuk meanggil Cucunya, panggilan kesayangan sang Cucu.
528Please respect copyright.PENANAZJ5elVejWn
"Ia tuk....." sembari remaja itu panggul, sekeranjang penuh beberapa jenis ikan laut dibahunya.
528Please respect copyright.PENANAxLx3LHUgHC
"Hhhh..... Semoga ini Cukup buat anak anak diPesatren...." sembari menghela nafas panjang.
528Please respect copyright.PENANAoQwpEBfjNC
"Hehehehe....." siDatuk terkekeh tertawa.
528Please respect copyright.PENANAIK1YhnH8GJ
528Please respect copyright.PENANAjTBcW90YL0
Meskipun sepintas ia tertawa melihat tangkapan Cucu Kesayangannya hari ini, tapi dalam hatinya sebenarnya bangga, melihat Fisik serta otot tubuh cucu kesayangannya semakin matang, akibat keseharian hidup ditempa Alam.
528Please respect copyright.PENANAZ5FEbNVaS0
528Please respect copyright.PENANAxT1CssAE7C
"Ya sudah, kita Jinjing saja....."
"Biar nanti Om Yudi mu yang bawa keMadrasah Yatim Piatu......" lalu mereka berdua menjinjing, keranjang beeatnya tak kurang dari 50 kg berdua.
528Please respect copyright.PENANAkovMRzTpc0
528Please respect copyright.PENANAiF7m8qV8CK
Setelah menjinjing 1 keranjang berisi penuh ikan laut, Remaja itu segera mengikat Sampan kayu Datuknya disalah satu Patok Besi Dermaga. Bersama sang Datuk, ia segera pulang guna membersihkan diri sebelum Ibadah Sholat Magrib, lalu mengaji.
528Please respect copyright.PENANAL4JT8FCAPc
Begitulah cara Datuk David, mendidik serta menempa Fisik salah satu cucu kesayangannya.
528Please respect copyright.PENANAPdIgvMODN9
Meskipun tau kasus kekerasan sudah menimpa Cucu Kesayangannya diKota Bandung. Tentu sebagai seorang kakek, Datuk David tak terima dengan metode hukuman anaknya Khaerudin pada Cucunya tersayang ini.
528Please respect copyright.PENANAGEqSMPXsIy
Pada malam hari tiba, dibawah terangnya lampu Bohlam berwarna kuning, Khaerudin akhirnya memberanikan diri menemui bapak kandungnya, membawa kabar bahagia, untuk bapak dan anak kandungnya sendiri.
528Please respect copyright.PENANAYqNBFKXoB8
528Please respect copyright.PENANABbUkDSafwd
"Hmm.... kamu yakin Heer, Gilang nanti akan diterima sekolah disana.....??" Tanya Datuk David pada Khoerudin anaknya sendiri.
528Please respect copyright.PENANAoBXN5pb2B0
"Ia pak saya yakin....." ucap Khoerudin, pada bapaknya.
"Kepala Sekolah Gilang nanti, teman lama saya Pak, Gilang pasti betah sekolah SMA disana...." ucap Khoerudin menjelaskan lebih detail pada bapaknya.
"Minimal, Gilang lulus punya Ijasah....."
"Sebelum ia ikut Ujian penerimaan Mahasiswa baru...." ucap Khoerudin, meyakinkan bapak kandungnya, sekaligus Datuk dari Gilang.
528Please respect copyright.PENANAtfuX0SCYrT
"Cuuk.... gimana??"
"Kamu mau, kembali Sekolah SMA diBandung....??" Tanya sang Datuk lembut penuh kasih sayang pada Cucunya.
528Please respect copyright.PENANA4XDjKvJ4Bc
"Mau tuk mau....." Jawab Gilang penuh semangat.
528Please respect copyright.PENANA6xKj8VbmiX
528Please respect copyright.PENANAfAwQS5VOR1
Dalam hatinya juga berpikir, satu tahun cukup sudah ia menjalani Hukuman dari Papanya. Apalagi ia harus rela tertinggal pelajaran, dan hanya membaca buku atau nebeng belajar diSekolah terpencil dikampung halaman Papanya kini.
528Please respect copyright.PENANAQoC5dND3dp
Padahal, Gilang sendiri tak tau saat ini papa kandungnya Khoerudin. Tengah dalam pengasingan serta pelarian yang tak berujung bersama Mama Kandungnya.
528Please respect copyright.PENANAOqXKAU6uYT
528Please respect copyright.PENANAJRLovtQ7mx
"Nak, kali ini papa titip ya...." ucap Papanya pada Anaknya.
"Kamu harus bisa Kontrol dan Jaga Emosi kamu.... "
"Jangan sampai memulai, apalagi ikut dalam perkelahian...." ucap Pak Khoerudin menasehati, sekaligus meminta pada putranya.
528Please respect copyright.PENANAbFKgkEkaPP
"Hemh... ia pa, pasti.... pah..."
"Aku belajar banyak kq dari kejadian tahun lalu...." ucap Gilang, yang dalam hatinya ia juga tau dia tidak bersalah saat itu.
528Please respect copyright.PENANA09uJJXYFVj
"Ya sudah kalau begitu cu..."
"Ikutlah pulang sama papa mu keKarang...."
"Pamitlah kamu sama Mamamu disana...." ucap Datuk, yang dalam hatinya sebenarnya berat melepas cucu kesayangannya pergi.
528Please respect copyright.PENANAlVISrZZmsx
528Please respect copyright.PENANAVeRlVWjZny
Padahal, andai barang 1 atau 2 tahun lagi Gilang tinggal dan rutin melatih fisik bersamanya. Datuknya tentu akan lebih banyak memberikan porsi latihan fisik, serta melatih kemampuan bertarung Gilang jauh lebih dalam.
528Please respect copyright.PENANA8t2tI4SJii
Luasnya Ladang, Perkebunan, Sawah hingga Lautan. Adalah ajang aktivitas yang menguras kekuatan Fisik dan Mental Gilang setahun ini.
528Please respect copyright.PENANA20XIguxfCc
Sesampainya dirumah Tanjung Karang, peluk hangat Gilang bersama Ibu kandungnya Dyah Pitaloka tak terelakkan lagi.
528Please respect copyright.PENANAPnMSm86YX6
528Please respect copyright.PENANAkCjIE5BY2C
"Hmmmm.....anak mama sayang, selamat ya nak, kali ini, kamu harus buat Mama dan adikmu nanti bangga ya sayaang......" ucap Dyah pada putranya.
528Please respect copyright.PENANADMObciFOsv
"Emh, ia mah pasti...."
"Adek mana mah.....???" Tanya Gilang, pada mamanya.
528Please respect copyright.PENANAbPQBpda80K
"Tuh, Allen dah tidur....." tunjuk sang Mama kearah kamar pada arah anak balita baru usia menjelang 3 tahun.
528Please respect copyright.PENANAsGIcfgxBYO
"Tiap harii adekmu main, pasti dia nyebut nama Abang gilang nak....." ujar bu Dyah, sambil menggandeng putranya lembut kearah dapur.
528Please respect copyright.PENANAF2deFcsyoC
"Ya udah ma siapin, anakmu makan malam dulu...."
"Jam 10 nanti, dia harus segera nyebrang keBakauheni......" ucap Khoerudin, yang tentu membuatnya tersentak.
528Please respect copyright.PENANAvZp3neWMi0
"Secepat itu pah.....??" Tanya Dyah, pada suaminya, dengan suara bergetar.
528Please respect copyright.PENANAmGNstCslWG
528Please respect copyright.PENANA44qtvEyQoD
Padahal, belum luntur rasa rindunya pada putra sulungnya, apalagi Allen pada Abangnya, yang hampir seminggu tak Jumpa.
528Please respect copyright.PENANAPqDb3rgYzk
528Please respect copyright.PENANApN8yGfGCPg
"Kalau besok subuh hari, atau besok pagi....." ucap Khoerudin bergetar.
"Papa khawatir, intel dan buser, mulai mencium keberadaan kita mah....." katanya jauh lebih pelan,
528Please respect copyright.PENANA2bFftgIhBU
528Please respect copyright.PENANAsoZHovVhqk
Apalagi usai melihat anaknya menjauh dan sejenak berbaring memeluk lalu menciumi Allen adiknya.
528Please respect copyright.PENANAq45FM5eHPV
528Please respect copyright.PENANA6JJlDoy73F
"Mama jangan khawatir......" kala melihat Dyah berlinang air mata menghangatkan nasi.
"Bulan depan, papa ada rezeki kita jenguk sama Allen keBandung mah......" ucap Khoerudin pada Istrinya.
528Please respect copyright.PENANAjdxZH6TVsB
"Ia pah....." ucap Dyah singkat, sembari menyeka air matanya.
528Please respect copyright.PENANApJdGBDA9eI
528Please respect copyright.PENANAENkBnlgY4Y
Meskipun Dyah sedih, tapi lebih sedih lagi ia meratapi betapa beratnya ujian hidupnya kini. Tapi satu hal yang tak pernah sesali, adalah kala ia melahirkan Gilang Andhika Yogautama kedunia ini.
528Please respect copyright.PENANA70ufEP04NP
Usai makan malam sealakadarnya, dalam sisa tak kurang dari 2 jam saja, Dyah memeluk putranya erat erat. Meski mustahil, doa serta harapannya tak pernah luntur, untuk anak sulungnya.
528Please respect copyright.PENANAqHsvJw6dhI
Sebelum melepas putranya beranjak pergi menuju terminal Panjang, kedua kalinya Gilang dibekali sejumlah Uang, dari tabungan, buruh mamanya mencuci serta menjadi art harian tetangganya disana.
528Please respect copyright.PENANAhGNCybSJls
528Please respect copyright.PENANAU0AgwWNK7o
"Ma, sudah ma....."
"Ga perlu, gilang tadi udah ada uang kq dibekelon datuk...." ucap Gilang sambil menangis haru.
528Please respect copyright.PENANA0ohzr6YcYt
"Mama mohon nak, terima....."
"Untuk adekmu Allen, mama sudah ada celengan nak, jadi kamu jangan khawatir.... " pinta sang Ibu, sambil menangis haru.
528Please respect copyright.PENANAJvfBp36DZC
528Please respect copyright.PENANAfSQFgEIQWT
Dengan amat sangat terpaksa, Remaja akhirnya menerima uang pemberian Ibu kandungnya. Suasana malam haru dirumah Gubuk bu dyah itu terasa Syahdu. Sampai binatang malam pun tau, bahkan tak sanggup bersuara, mendengar suara Isak Tangis sedih ibu dan anak tersebut.
528Please respect copyright.PENANATIaZHsFUKC
528Please respect copyright.PENANAFf3FmNCDlH
"Yuk Giii!!! Kamu sudah siap....??" Tanya Khoerudin sambil melihat jam tangannya.
528Please respect copyright.PENANArcsdW3MWAL
"Ia pah, ayok...."
"Aku udah siap...." sambil.mengenakan Syal yang dirajut tangan bu Dyah.
528Please respect copyright.PENANA2ncoUJcO2Q
528Please respect copyright.PENANAkL69S4uc0E
Setelah kepergian Putra Sulungnya bersama Suami, agar tak banyak orang curiga, sembari memeluk Allen yang tertidur pulas erat, Dyah menangis serta berdoa agar anak sulungnya selamat dari segala bahaya yang menantinya.
528Please respect copyright.PENANAfkhhhPGyz0
Berbeda dengan Remaja itu sendiri, ia berharap besar bisa menembus lolos ujian mahasiswa baru.
528Please respect copyright.PENANAjgbnOKL3hH
Besar harapannya, meneruskan cita cita papanya yang terpaksa berhenti ditengah jalan. Saat tengah mengenang rindu pada Mama dan Adiknya didalam Angkot, lamunan Remaja itu tersentak saat papanya mengingatkan sesuatu padanya.
528Please respect copyright.PENANAg6MDyWIcH1
528Please respect copyright.PENANAfNbmA9vnhm
"Inget ya Gii....."
"Cukup hanya teman sekolahmu tau nama asli mu ya nak...." pesan papanya padanya.
"Andai kamu terpaksa kelahi atau berbuat onar, cukup pakai nama Miji saja dikalangan teman teman nakal mu....." ucap Khoerudin yang jauh lebih paham betul sifat anaknya dari siapapun.
528Please respect copyright.PENANA2hEV4OvRDZ
"Hmm.... ia pah, aku ngerti kq...." ucapnya singkat.
528Please respect copyright.PENANAfIBodc93BS
"Nah ini, jaga baik baik map ini....." ucap Khoerudin pada Putra sulungnya.
528Please respect copyright.PENANACix1LVmQZC
"Isinya, Ijasah Madrasah, Ijazah SD, sampai SMP kamu...." ujar Khoerudin saat perjalanan diAngkot malam makin dekat menuju terminal.
"Cukup serahkan ini pada Pak Wildan, selain pak Wildan, kamu harus sopan dan santun pada guru guru mu disana ya nak......" lanjutnya, memberikan pesan terakhir.
528Please respect copyright.PENANAnwyuoZ2kaE
528Please respect copyright.PENANArlw5zMnJzm
Ketika mereka berdua turun dari Angkot, Khoerudin berdiri disebrang jalan, memantau memperhatikan anaknya yang ssmakin tinggi, tampan, dan gagah, hanya saja kulitnya tak seputih dan secerah Dyah, dari sebrang Khoerudin memantau dan menanti anak remaja itu, naik bis malam dengan tujuan pelabuhan Bakuheni.
528Please respect copyright.PENANALCi5YY04Ss
Apabila dibandingkan datuknya, Bu Dyah dan Anak remaja itu sendiri. Saat ini tentu Khoerudin sendirilah sebenarnya paling menderita. Karna hampir tak tahan, menanggung beban menjaga rahasia, metal dan psikologisnya sendiri, dibalik pekat gelap malam dan pepohonan yang rindang pria itu menahan tangis.
528Please respect copyright.PENANAeVT4M9nuow
Mengingat betapa sulitnya menjaga yang ia besarkan kini tumbuh menjadi Remaja, sekitar 17 Tahun lalu tetap bertahan Hidup.
528Please respect copyright.PENANAqVEgNro7kI
Kedua mata Gilang, bisa jelas melihat lambaian tangan papanya dibalik gelap malam serta pepohonan.
528Please respect copyright.PENANAEAHgjaSQU5
Melihat tanda itu, secepat kilat Gilang berlari menyebrang jalan, lalu memeluk erat erat yang ia tau tubuh papanya. Setelah sejenak berpelukan menangis haru, Papanya kembali seperti biasa rutin meminta maaf pada Gilang.
528Please respect copyright.PENANAYynLiHTTNQ
Dan akan segera membuka segalanya saat usainya tepat nanti. Sembari lemah tak berdaya, usai mencium kening anak sulungnya Khoerudin melepas putranya pergi.
528Please respect copyright.PENANAAh21UtG2sf
Saat satu bus berhenti diterminal, Gilang langsung naik bus tujuan pelabuhan. Saat mendapat kursi duduk. Yang kosong, dari jendela remaja itu tak bisa menemukan keberadaan papanya tadi.
528Please respect copyright.PENANAJ5fvMtjJyu
Sembari memeluk map, berisikan dokumen pendidikannya, ia sangat yakin, diKota Bandunglah nanti ia akan mendapatkan kebahagiaan. Sejenak ia tertidur, sebelum akhirnya ia kembali terjaga.
528Please respect copyright.PENANAyfbcPFxyIk
Melihat gemerlap lampu pelabuhan, kala akan memulai menyebarang kepulau Jawa. Saat usai menyebrang, turun dari kapal Ferry dan berjalan menuju jajaran bis antar kota......
528Please respect copyright.PENANASdVdL6dBQF
528Please respect copyright.PENANAys4PXYbXj8
"Bandung dek Bandung....."
"Ini hentar lagi berangkat nih....." ucap seorang kernet, pada dirinya.
528Please respect copyright.PENANAcjAVvmvFJT
"Berapa kang.....??" Tanya Gilang sambil menahan ngantuk.
528Please respect copyright.PENANAh15HZgLYLT
"Bus Garuda yang biasa mah 75 dek...."
"Kalau Arimbi patas AC, 180 ribu, lebih cepet sampenya...." ucap Detail, kernet bus menjelaskan harga dan perbedaan tiba dikota Bandung.
528Please respect copyright.PENANATu8EGcPpyN
"Oh, ia kang makasih infonya...."
"Saya naik yang Garuda ajah....." ucap Gilang, sambil melangkah Gontai menahan ngantuk menjelang dini hari itu.
528Please respect copyright.PENANAojXz5Ii9Zm
528Please respect copyright.PENANA7s9O7lDe0b
Kala ia tertidur pulas, Malaikat membangunkannya saat Bus yang Tumpanginya melalui Tol Dalam Kota Jakarta. Karna duduk dikursi dekat jendela sebelah kanan, ia Nikmati pemandangan Gemerlap lampu kota jakarta. Terutama, Remaja itu terpesona dengan mewahnya gedung bangunan diSenayan dan sepanjang jalan yang dilalui bus ekonomi tersebut.
528Please respect copyright.PENANANxRyPVEtOc
Dalam hatinya mengerti dan sadar, kekuatan Fisik, bakan hingga tahap kebal Peluru sekalipun, bukanlah solusi menguasai semuanya. Dalam hatinya berpikir serta merasakan, Kekuatan berpikirlah yang membuat segalanya megah dan begitu nyata.
528Please respect copyright.PENANAL2WI1O9eGi
Kala remaja itu kembali tidur nyenyak selama perjalanan, cuaca alam terasa makin sejuk, apalagi bus melalui jalur puncak, Purwakarta dan masuk tol disejuknya Padalarang, dan tiba tiba......
528Please respect copyright.PENANASqcQlibJCD
528Please respect copyright.PENANAkzrJtRjyZx
"Dek...dek... dek... bangun dek...." Sambil ditepuk bahunya pelan beberapa kali.
"Sudah sampe nih, sudah sampe....." ucap kernet pagi itu padanya.
528Please respect copyright.PENANAnQmskv8A7y
"Hah.... Hooaamsss.... hhhooaaa......" Remaja itu menggeliat, lalu melihat sekitarnya.
"A.... ia... dah sampe ya...." ucap Gilang,
528Please respect copyright.PENANA9BfQKrxuCX
528Please respect copyright.PENANAbe5A1l8IW8
Membuka kedua matanya sambil melihat sekitar sambil ia menggeliat lalu menyeka air liur dipinggir dagunya.
528Please respect copyright.PENANAGSTrLjySGd
528Please respect copyright.PENANAJxNOpO5Bm6
"Ia dek udah sampe....." ucap kernet bus ekonomi, melihat kepolosan remaja dihadapannya.
528Please respect copyright.PENANAxyOkZLdxbm
"Tapi diluar gerimis hujan...." ucap kernet memberi tau keadaan diTerminal Leuwi Panjang.
"Cuci muka gih disaana, ntar baru kamu naik angkot sesuai tujuan....." sambil menunjuk Toilet, lalu kearah Angkot yang berbaris rapih.
528Please respect copyright.PENANA6XdX2G3C5U
"Oh, ia pak....." sambil melihat arah tangan kernet menujuk arah.
"Makasi ya pak......" ucap Remaja itu, bagai dari kampung yang terlihat seperti hendak melamar pekerjaan.
528Please respect copyright.PENANAYJHO0KTcL2
528Please respect copyright.PENANAq96wWlCSKl
Sambil menyelipkan map ditubuhnya agar tak basah kena air hujan gerimis dluar. Tapi kala kedua kakinya, menapaki terminal saat turun bis, remaja itu mengadahakan kepalanya keatas langit, merasakan sambutan tetesan gerimis hujan yang turun, seolah memberi ia sambutan pagi itu.
528Please respect copyright.PENANADBUn12GqoL
Ketika kedua matanya melihat arah toilet yang ditunjuk kernet bus tadi, ia abaikan untuk bercuci muka, langkah kaki remaja 17 tahun itu malah melangkah menuju barisan Angkot yang ngetem, menunggu dinaiki beberapa penumpang.
528Please respect copyright.PENANAM7lEzribEk
528Please respect copyright.PENANAnN8ApM5YzI
"Mang, lewat jalan Padjdjaran ga mang......??" Tanya Gilang, pada salah satu calo yang tengah mencari penumpang.
528Please respect copyright.PENANA4YfjPtdwRo
"Duh jang, dari sini mah mana ada...." ucap Calo bertampang preman dan tatoan sambil garuk garuk kepala kebingungan.
528Please respect copyright.PENANAE2CI7QKIfc
"Paling kalau mau dua kali, naik yang ijo ini, baru sambung naik angkot warna biru dari alun alun....." ucap calo memberi arahan padanya pagi itu.
528Please respect copyright.PENANACEY9oWDpZF
"Hm, gitu ya....." sambil sejenak mengernyitkan kedua alis tebalnya.
528Please respect copyright.PENANAtUuTfHDtpU
528Please respect copyright.PENANAp2dCm91zsv
Tak jauh dari keberadaan mereka yang tengah berbincang pagi itu, seorang wanita cantik berdiri memperhatikan dengan seksama, tingginya 175 cm. Berdandan hijab rapih, namun tak mampu menutupi lekuk payudara dan Bokongnya dengan Sempurna. Hanya jacket jeans yang menutupi tonjolan sepasang payudaranya.
528Please respect copyright.PENANAAm7JPpoDb1
Meskipun ia cantik dewasa, cukup terawat diusia 35 tahun, tapi kedua matanya yang bening indah tak bisa menutupi kebahagiaan melihat sosok remaja yang ia yakin tengah dinantinya. Apalagi barusan ada bus dari Pelabuhan Merak baru tiba diTerminal Leuwipanjang.
528Please respect copyright.PENANAb0wVFMdvzf
Mia Audina, nama yang indah serta menggambarkan kecantikan yang tak memudar diusianya yang tak lagi muda.
528Please respect copyright.PENANAUS8Gctu3SH
528Please respect copyright.PENANA3mEzPV4U1B
"Gilang......" panggil Mia, sembari melangkah mendekati arah remaja itu berdiri.
528Please respect copyright.PENANAnhNHlOEiyb
"Bi... Bi....." Jawab Gilang, terbata melihat bibi Mia yang rutin sesekali mengunjunginya diPadang Cermin, Lampung.
528Please respect copyright.PENANA59k9MTTQcR
'Wiii.... hihihi......" Pelukan hangat Mia pada Gilang memeluk begitu erat.
528Please respect copyright.PENANACGXir5UWIE
528Please respect copyright.PENANAr2xjE7YH0K
Dalam hati Mia, ia tak sia sia ia mempertaruhkan Karir, Nama Baik, bahkan Nyawanya demi menyelamatkan Gilang dan Dyah Ibunya dari kejaran Pihak Berwenang bahkan preman dan Pembunuh bayaran 17 tahun lalu.
528Please respect copyright.PENANAIVYJD8D5Io
Hutang Budi Mia pada Dyah yang pernah diam diam mendidik, sampai membantunya menamatkan pendidikan diUNPAD, adalah jasa yang tak pernah Mia Lupa.
528Please respect copyright.PENANAti9J6UtF2m
Namun karna perang kekuasaan dan Cinta, Mia mempertaruhkan segalanya demi Dyah dan Gilang yang saat itu belum menjadi janin saat itu.
528Please respect copyright.PENANAL2HkFwEXaw
Namun melihat sosok yang dulu ia lindungi keberadaannya udah mulai beranjak dewasa, Mia yakin diwaktu yang tepat sosok remaja ini akan Membalikkan keadaan.
528Please respect copyright.PENANAt5m46xPTV4
528Please respect copyright.PENANAVJFwVaHmW1
"Hihihi... sayang......" Kembali memeluk remaja dihadapannya, manja.
"Panggil Mama ya nak jangan lupa....." bisik Mia ditelinga remaja itu, agar penyamarannya tak terbongkar.
528Please respect copyright.PENANAyqHNcZG8ne
"Ia bi, eh... mah....." ucapnya lirih, sambil merasakan sensasi nikmat himpitan sepasang payudara wanita dihadapannya.
528Please respect copyright.PENANAGnH06d3tHd
"Gimana perjalanannya tadi sayang.....??" Tanya Mia, sambil memegang kedua pipi Gilang.
528Please respect copyright.PENANAPGQUuygvmB
"Ya baik mah, malah tidur nyenyak kq diBus...." ucapnya sembari arah matanya meperlihatkan bus ekonomi pada Mia.
528Please respect copyright.PENANAFdQY3IldT0
"Ga pake Ac, tapi udaranya adem.... hehehhe....." ucap remaja itu, yang sebenarnya sudah biasa melakukan perjalanan jauh.
528Please respect copyright.PENANAc3SNIkQ462
"Hm... "
"Ya udah yuk sayang, mending sekarang kita pulang...." ajak Mia pada Gilang.
528Please respect copyright.PENANAdG0zY3wWQb
528Please respect copyright.PENANAwkX2afX3nt
Melangkah menuju arah satu angkot yang bebaris, mengetem menanti penumpang. Karna agak sempit, Gilang mengeluarkan Map, berisi berkas Dokumen penting dari dadanya.
528Please respect copyright.PENANAm2Z2xIiLkY
528Please respect copyright.PENANAQPXpGChZCZ
528Please respect copyright.PENANAsOUCmTf77B
528Please respect copyright.PENANAqK7XSSLehm
*
528Please respect copyright.PENANA5dHrubIpvT
528Please respect copyright.PENANAdGEgUOEykr
528Please respect copyright.PENANA9uIt2cnPPH
528Please respect copyright.PENANADvTLBanGzz
Selama dalam Angkot bersama Remaja tersebut, perlahan penumpang nampak berdatangan naik angkot yang mereka tumpangi berdua. Dalam hati Mia sadar, bukan kecantikannya lah yang menarik perhatian para pemumpang yang berdiri menunggu angkot dipinggir jalan.
528Please respect copyright.PENANAwMtGrOtZ9P
Namun, menatap wajah remaja yang duduk disisinya ini yang terlihat kharismatik dan tatapan yang tajam suasana kota saat itu.
528Please respect copyright.PENANAtmO2RJsT1I
Meski kulitnya kecoklatan akibat rutinitas diSawah serta cuaca dipinggir lautan, dan belum tergolong cowok remaja Glowing, Aura sekaligus Kharismanya terasa begitu kuat.
528Please respect copyright.PENANAqqP8atXtqT
Beberapa Kilometer dari perjalanan Angkot yang mereka tumpangi memasuki kawasan Banceuy, dibawah rintik gerimis hujan yang tak terlalu deras bahkan turun air bak butiran salju.
528Please respect copyright.PENANAml5Pp4no4Q
Salah satu typikal remaja Pria tampan tengah duduk bersandar santai sembari menikmati sebatang rokok jenis Mild dijarinya. Satu Ashtray kosong berada dimeja tersebut.
528Please respect copyright.PENANAddwfW8fTRp
Sengaja ia duduk dimeja luar kedai khusus dua orang.
528Please respect copyright.PENANAgAMjs1RbvR
Selain menanti kehadiran seseorang, ia juga tengah mengenang sebuah memory perang yang tak terlupakan. Perang yang menjadi penentuan, Perang yang menjadi ajang adu kekuatan fisik, Sekaligus perang yang menjadi awal terbentuknya Bendera Putih Biru diKota itu.
528Please respect copyright.PENANApwlR3rhycJ
Pagi menjelang siang itu, sepasang bola mata Coklatnya mematap Kosong pada Pangkal jalan Braga.
528Please respect copyright.PENANA9OlEEJeEDr
Meskipun ia terlihat Tinggi, Tampan, dan Stylish, hingga membuat pengguna jalan pasti melirik melihat keberadaannya. Tapi dalam pikirannya merasakan sedih, serta beradu gejolak batinnya andai harus mengambil keputusan berat pada sosok yang ia sudah anggap Saudara Bungsunya sendiri.
528Please respect copyright.PENANATdZ63OzDEo
Bahkan Saudara serta adik keTujuh, dan termuda dari organisasi gang motor yang kini berkembang pesat dikota ini.
528Please respect copyright.PENANAwXpgOmMYYK
Dan Tiba tiba.....
528Please respect copyright.PENANAx1vWihYK2I
528Please respect copyright.PENANAoTlzLA6WHk
"Permisi Kak Bintang......" Sapa Waiter muda
"Pesanannya Cappucino kak....." ucapnya dengan suara lembut sopan pada Bintang.
528Please respect copyright.PENANALqV2JH2Pe0
528Please respect copyright.PENANA2kNJc4lZtn
Dengan senyumnya paling indah mengembang pagi menjelang siang itu, kearah Bintang karna sedari tadi sang waiter mengagumi kegagahannya.
528Please respect copyright.PENANAdBLpRa6ou6
528Please respect copyright.PENANAU4l4RZcFNe
"O ia mbak....." ucap Bintang sembari reflek menggeser Bungkus Rokok Sampoerna Mild, Zippo dan Kunci motornya dimeja.
"DiSini aja ga apa apa taronya...." ucap Bintang dengan Suara kharismatik pada Waiter berwajah manis tersebut.
528Please respect copyright.PENANAmPWfzAj1IG
"Ada lagi kak Bintang pesanannya.....??" Tanya Waiter, yang terpesona dengan ketampanan serta kharisma Bintang.
528Please respect copyright.PENANATWhv6GjwTd
"Hmm...." sejenak Bintang tertegun, melihat senyum manis seketika terasa damai dari isi pikiran dikepalanya.
"Tunggu Adik saya dateng ga apa apa ya mbak....." ucap Bintang, sambil menatap mata bening waiter dihadapannya.
528Please respect copyright.PENANAfnPvdpsQoi
"O ia baik kak, kalau gitu saya tunggu diBar ya kak kalau ada perlu sesuatu......" ucap waiter tersebut, yang padahal ia sangat tak keberatan andai diminta Bintang mengobrol dengannya.
528Please respect copyright.PENANA3wxvNLL83V
528Please respect copyright.PENANAXeXRgxRPQ3
Saat kala Bintang Menyesap kembali Rokok diJarinya, membuang Asap, lalu disusul menyeruput Capucino pesanannya, dalam hatinya masih tak percaya kalau batin dan bibirnya menyebut sosok yang ia nanti adalah Adiknya.
528Please respect copyright.PENANA8oE6SBFJ1r
Namun sorot mata dan rasa bimbangnya memudar, kala Bintang Melihat sekaligus Mendengar sosok yang ia sebut Adik kini menaiki motor menuju kearahnya.
528Please respect copyright.PENANAf4b1KQTtQn
528Please respect copyright.PENANAWtEOWHopxI
"Satria...." bisik Bintang lirih tak terdegar siapapun.
528Please respect copyright.PENANAsKZ8cYk6UH
528Please respect copyright.PENANASrCvxVns0D
Meski belakangan ini Bintang banyak dijejali kabar berita buruk dari ulah member geng Satria, sebagai ketua sekaligus salah satu dari saudara termuda. Tentu Bintang tak begitu saja percaya laporan rekan rekan membernya.
528Please respect copyright.PENANA8msbmEmPd2
Atas gerakan hati nurani, serta didukung Annastasya lah, Bintang yang kini tengah pulang keIndo bertemu dengan saudara paling mudanya dijalanan.
528Please respect copyright.PENANAkJJ9tJYapl
Tak jauh dari keberadaan Bintang yang tengah berjuang menahan rasa Bangga dan Haru melihat Satria menunggangi motor kearahnya, Mia mengajak Turun Angkot remaja yang baru ia jemput dari terminal.
528Please respect copyright.PENANAsKFFvhc2aF
528Please respect copyright.PENANAyhgLCaVy44
"Sebelum pulang, kita ngopi dulu yuk dibraga....." ajak Mia pada remaja yang tinggi badannya hampir samanya dengannya.
528Please respect copyright.PENANAliMqHfEjEV
"Hm, yuk... ia bi......" ucapnya reflek,
528Please respect copyright.PENANAEDJ8sqem7D
528Please respect copyright.PENANAVYmqpk3Fh7
Namun kala melihat kedua mata Mia Melotot manja dan Membesar, ia sadar kalau salah menyebut panggilan wanita dewasa cantik dihadapannya kini.
528Please respect copyright.PENANAoo4PNvkWGj
528Please respect copyright.PENANADCAV0p0XM2
"Eh, ia mah......" katanya lalu wajahnya memerah menahan malu.
528Please respect copyright.PENANA4rwba2wXG7
"Pak ini pak uangnya, dua ya pak....." ucap Mia, menahan senyum dipanggil Mama menyerahkan pada supir uanh 10 ribu rupiah.
528Please respect copyright.PENANAmxl50gdIaK
"Hatur nuhuun neng geulis...." ucap Supir Angkot, karna tentu senang meski mereka turun angkotnya masih penuh penumpang.
528Please respect copyright.PENANAGnlLrhBUB4
528Please respect copyright.PENANAAB5dUlF2wI
Tapi baru saat Angkot yang mereka tumpangi melaju pergi, tiba tiba.....
528Please respect copyright.PENANA3QH90tLhaa
528Please respect copyright.PENANAIjl2HUbEME
"Dugg....." Tubuh kekar seroang pria tergesa gesa menabrak mereka berdua.
528Please respect copyright.PENANAxpbOb8eGDx
"Aduh....." keluh Mia terkejut, karna disenggol pria tersebut
"Prak...." Map berisi Ijasah remaja itu jauh ketrotar yang basah.
528Please respect copyright.PENANAvy5TZA6oip
"Heii.... liat liat dong kalau nyebrang......" Tegur Mia pada Pria berpakaian serba hitam yang menabrak mereka berdua.
528Please respect copyright.PENANAaDlu887Dio
528Please respect copyright.PENANAaTed3vIw1m
Tapi melihat pria tadi berhenti dimeja yang duduk 3 pria yang sama berstelan serba hitam, wajah Mia seketika memucat. Ada rasa takut kalau mereka tengah mengincar, atau bahkan lebih buruk tau kalau anak Dyah Pitaloka masih hidup.
528Please respect copyright.PENANAfKj1xnpAKU
528Please respect copyright.PENANApE43jQ95BG
"Lang, dah yuk..." Sambil segera menahan lengan Remaja yang kini jadi anaknya.
"Mama ga apa apa kq sayang....." ucapnya, berusaha menenangkannya.
"Isi map kamu amankan gak basah....?" Tanya Mia kali ini, membuat remaja itu menghentikan ia agar tak mendatangi pria bertampang preman tadi.
528Please respect copyright.PENANAksXqoXGq9g
"Eh, ia...."
"Huft.... aman kq mah....." ucapnya, usai melihat isi mapnya.
528Please respect copyright.PENANAx2L1nNOG6S
"Dah yuk jalan nak, kedai kopinya dibraga sana kq...."
"Tinggal belok kiri.... hihihi......" Ajak Mia, sambil menggandeng serta merapatkan lengan payudara itu disalah satu Payudaranya.
528Please respect copyright.PENANALJk519jiBl
528Please respect copyright.PENANADAEg8ngnFd
Selain memendam rasa was was dan khawatir, cara salah satu pria dari 4 berseragam preman tadi, tentu membuat nyali Mia Ciut. Apalagi mata mereka memerah, seperti tengah menanti sesuatu.
528Please respect copyright.PENANAMwOf03n8tH
Berbeda dengan remaja diSisinya yang digandeng lalu diajak berjalan menjauh pergi, emosi dan egonya membias seketika. Namun kala emosinya baru menurun serta merasakan sensasi aneh dalam dirinya, merasakan kenyal payudara Mia dilengannya.
528Please respect copyright.PENANAjDReAxLKSN
Tiba tiba......
528Please respect copyright.PENANAVUpD8fdBNW
528Please respect copyright.PENANAGpmmb1COyv
"Splash....." percikan air, dari lubang jalan memercik celana jeans yang ia kenakan.
528Please respect copyright.PENANANmARzVYGZa
"Astagfirullohaladzim ada apa ini....." ucap Gilang, sambil bepikir kota ini mulai berubah.
528Please respect copyright.PENANAhHVOgKa9BS
"Kamu ga apa apa kan nak, kamu ga apa apa sayang....??" Tanya Mia yang kaget dengan kejadian tadi lalu mengajak ia berjalan lebih pinggir ditrotoar jalan.
528Please respect copyright.PENANARtz4YnSv1u
"Ga apa apa kq ma, cuma kaget aja......" katanya,
528Please respect copyright.PENANA3t717J8ZuZ
528Please respect copyright.PENANA4kLBOVL05G
Sembari bergetar melihat wajah cantik wanita yang harus ia panggil mama dihadapannya kini.
528Please respect copyright.PENANAAenJjOMG2j
528Please respect copyright.PENANAx0eKb7RkC6
"Ya udah yuk jalan lagi, kedai kopinya udah deket kq nak...." ajak Mia yang sedikit salah tingkah.
528Please respect copyright.PENANAW6sDhOVRDQ
"Emh, yuk mah....." ucap remaja tersebut kini berjalan biasa disisinya.
528Please respect copyright.PENANAmVNdolYI48
"O ia nak, Khoerudin sudah mempersiapkan nama lain selain nama asli mu disekolah nanti sayang....??" Tanya Mia sambil berjalan santai berdua, kini mereka berada dipangkal jalan braga.
528Please respect copyright.PENANA48oECRuAFj
"Ada mah....."
"Kata Papa sih, Miji....." ucapnya dengan santai dan polosnya.
528Please respect copyright.PENANAwDHYOKQ5sg
528Please respect copyright.PENANAi26unVy7gs
Kala Gilang menyebut nama itu dengan santai dan polosnya, Mia berhenti selangkah. Dalam hatinya tercekat sekaligus bergolak batinnya. Lalu ia menatap punggung remaja yang hanya selang selangkah darinya, ia baru sadar sosok Miji benar benar ada dalam diri remaja yang ada didepannya.
528Please respect copyright.PENANAsoGue2lpAD
Sedangkan diKedai kopi, kala usai memarkirkan motor. Tatapan kedua mata pria putih tampan, berkulit putih cerah, tersenyum kaku melihat sosok Bintang.
528Please respect copyright.PENANApp53tddFWo
Sejenak Satria menatap kebelakang, tepatnya arah Bintang duduk mengarah awal jalan Braga.
528Please respect copyright.PENANAw8KzC0Dekn
Karna selain titik nol kota bandung, disana pulalah saudara dijalanan ini bersatu. Bertarung bersama melawan bengisnya para kriminal tukang todong dan komunitas pemalak dikota ini.
528Please respect copyright.PENANA0EqcL2FSLU
Begitu cepat waktu berlalu, bahkan kala bertemu Saudara Pertamanya kini kembali, Satria sendiri masih tak menyangka ia adalah Ketua dari geng motor terbilang muda, dengan bendera Putih, Biru Muda, dan Biru Solid ini.
528Please respect copyright.PENANAbbD1VioHh1
528Please respect copyright.PENANAeEEQQTOt53
"A Bintang....." Sapa Satria pada Bintang, dengan suara bergetar menahan haru.
528Please respect copyright.PENANAGdRBXrrdko
"Gimana kabar Sat...." tanya Bintang,
528Please respect copyright.PENANAsiZqcOAc53
528Please respect copyright.PENANAHQTbLJmoXD
Dengan mata berkaca kaca menatap haru saudara bungsu dijalanannya kini yang sudah sangat populer, apalagi dikalangan remaja gadis belia.
528Please respect copyright.PENANAgTimfWAtYM
528Please respect copyright.PENANA0JA6U91pVt
"Allhamdulillah Sae A......" jawab Satria, yang tentunya bangga yang juga menahan haru Bintang kini tengah berlibur tapi meluangkan waktu bertemu dengannya.
528Please respect copyright.PENANAB3s1BmqJKE
"hoe zit het met Nederland...." tanya Satria kini dalam bahasa Belanda, menutupi perasaan ingin memeluk saudara tertua dijalanan.
528Please respect copyright.PENANATo9FMoceMM
"goed.... tot nu toe goed......" jawab Bintang senyum, tak menyangka Satria akan menyapanya dalam bahasa Belanda.
528Please respect copyright.PENANAoosEeNtjWu
528Please respect copyright.PENANAj1sOK1lqnz
Tanpa disengaja dan mereka berdua tau, didalam toko disebrang jalan. Sambil menikmati teh, dan tembakau dari pipanya. Tatapan dingin, memperhatikan Seorang sosok Pria Kuat, lebih Kharsimatik dari dua pemuda diKedai kopi sebrang sana.
528Please respect copyright.PENANAcbDcbvzL7n
Kini memperhatikan moment bersejarah itu terjadi.....
528Please respect copyright.PENANAGGglmCDv30
Sedangkan pria kurus dan tak terlalu tinggi yang berdiri disisinya, dalam hati ia tak menyangka kalau Satria dan Bintang rupanya bersaudara. Tanpa perlu mendengar pembicaraan mereka berdua, baik Kang Bahar serta Muslihat, bisa sama sama membaca Bahasa Tubuh dua pemuda disebrang jalan Braga.
528Please respect copyright.PENANArj3sftUIA0
Apalagi kalau diurut kejadian yang Muslihat tau, serta informasi yang ia kumpulkan. Sosok Muslihat yang sedari tadi sadar dan baru tau, jikalau Satria ini, rupanya Anggota Bungsu keTujuh dari Organisasi Balap Kesohor berbendera Biru Kuning.
528Please respect copyright.PENANAJ9IfAoZTZL
Yang membuat sejenak Muslihat bingung serta terheran heran, dari generasi berapa Bintang dan Satria ini disahkan. Terlebih, yang membuat muslihat hampir menggaruk kepalanya, ia bingung kalau diIngat Satria kini adalah Ketua dari Organisasi Motor berbeda.
528Please respect copyright.PENANACfEK8SsaFc
528Please respect copyright.PENANApfDWEyoLLQ
"Hemh, Rumit juga pikiran anak muda sekarang...." Gerutu Muslihat dalam hati, sambil pelan menggelengkan kepala karna tak menemukan jawaban dengan pemandangan disebrang jalan.
528Please respect copyright.PENANAteNR8crOP3
528Please respect copyright.PENANAv8ufDlgYYp
Namun, tanpa diduga serta tak disangka siapapun tau, moment berkesan dua saudara Jalanan, serta dua Ketua Organisasi besar dijalan BerSejarah itu tak cukup sampai disitu.
528Please respect copyright.PENANAkCvmgI6izb
Tiba tiba......
528Please respect copyright.PENANA0eDzgB9Yuh
528Please respect copyright.PENANAVDtMYwm5nU
"Woi, itu dia mobilnya Woii!!!" Teriak 1 preman dari motor.
"Kejar......!!!!" Teriak ketua preman, serta 4 orang preman yang salah satunya tadi menabrak Mia serta remaja bersamanya.
528Please respect copyright.PENANAnkgyk5rIRT
528Please respect copyright.PENANAqU0M2mMXVF
Mendengar hal tersebut, pengendara suv range rover menginjak pedal gas dalam usai menutup kaca mobil, lalu berbelok kiri memasuki jalanan Braga.
528Please respect copyright.PENANAsKxjikPapH
Lagi lagi cipratan air mengenai Gilang, yang padahal ia sudah berjalan lebih kekiri tepatnya menjauh dari kumbangan air dijalan. Tapi parahnya, mobil yang mengejar laju range rover yang jadi target preman tadi.
528Please respect copyright.PENANAty4efZCPTW
Mengguyur Cipratan air yang deras hingga membasahi sebagian Jacket Jeans yang Gilang kenakan.
528Please respect copyright.PENANAVy1xeAEfov
528Please respect copyright.PENANALnmWhrFitA
"Gil, kamu ga apa apa nak....??" Tanya Mia, yang prihatin melihat betapa sialnya ia hari ini.
528Please respect copyright.PENANAAMGTNsMUpP
528Please respect copyright.PENANAwmACLNIAyn
Hal yang sama juga, menimpa bapak Paruh Baya yang tengah memarkir motor tuanya disisi jalan, yang tersempet Mobil yang ditumpangi para preman tadi.
528Please respect copyright.PENANA8v2WUbRLFw
528Please respect copyright.PENANANvEYcQbWGH
"Kurang Ajar emang....."
"Nitip bentar ma....." ucap Remaja tersebut, lalu menyerahkan Map berisi IJazahnya pada Mia.
528Please respect copyright.PENANAKkpP3WCydV
"Eh, gil.....".
"Gilang, mau kemana gilang... giill...." panggil Mia, karna ia langsung bersuaha mengejar mobil preman tadi.
528Please respect copyright.PENANAdVsVuTyxOn
528Please respect copyright.PENANAJK9kwJWcsH
528Please respect copyright.PENANApPF4NBZ94U
Toh jalanan Braga yang tak terlalu lebar itu, cukup padat dengan Aktifitas warga, ada yang sekedar berFoto, bahkan cukup ramai memeprsiapkan Dagangan Toko maupun disisi jalan trotoar.
528Please respect copyright.PENANAoo5rmLnWNf
Tak heran kali ini remaja yang mengikuti nalurinya, ia mulai mengejar mobil yang menciprati dirinya dengan kumbangan air dipinggir jalan braga kala masih diAspal.
528Please respect copyright.PENANAcj9r1oCvZW
Karna kalah pengalaman dan skill mengemudi yang cangung, pengendara Range Rover tadi berhasil dicegat mobil kawanan preman. Kejadian ini mengundang perhatian Kang Bahar, Muslihat, juga tentunya Bintang dan Satria yang baru duduk dikursi mereka masing masing.
528Please respect copyright.PENANAfLegDpHwbj
Dan tiba tiba.....
528Please respect copyright.PENANAlexUt5adpi
528Please respect copyright.PENANACc5cyyqcaa
"Awwwh!!!!" Jerit gadis belia kala pintu terbuka.
"Kalian kq maksa sih!!!! Ini Bukan Mobil dia.....!!!!" Jerit gadis itu, sembari memberontak tak terima mobilnya akan ditarik paksa.
528Please respect copyright.PENANASmuOFKdxYC
"DIAM KAMU!!!!" Bentak ketua preman pada gadis cantik, yang membuat ia langsung ciut tak berdaya.
"MOBIL INI KAMI SITAA!!!!"
"Kalau Mau Mobil ini balik, RONY Harus Tebus hutangnya semalam diMeja Judi sebesar 200 Juta...." Seringai seorang preman bertubuh kekar sambil melempar beberapa lembar kertas kearah wajah gadis cantik dihadapanya.
528Please respect copyright.PENANAO9jkgt0re3
"FELICIA.....!!!" Teriak Bintang dan Satria bersamaan langsung berdiri dari kursi mereka duduk masing masing.
528Please respect copyright.PENANACNCnkSv02u
528Please respect copyright.PENANAS6VJW5yNmS
Tapi tiba tiba, belum sempat Dua Ketua Geng Motor bergerak menuju Felicia yang ketakutan.....
528Please respect copyright.PENANAHqwFSkG0hE
528Please respect copyright.PENANA8MOiSgCUR2
"Woiii......" Teriak seorang remaja menarik perhatian mereka semua kearahnya.
528Please respect copyright.PENANAFCoKxbjook
528Please respect copyright.PENANATrDMZwExLV
Berjalan cepat ditengah jalan Braga kearah mereka, sambil melepas Jacket Jeans yang sebagian basah akibat Supir Preman yang ugal ugalan serta menyerempet bapak paruh baya sampai terjatuh.
528Please respect copyright.PENANAqzuXsQ8oIZ
528Please respect copyright.PENANAJRqQoCarQT
"BANGSAT LU YA......!!!" Seringai remaja tersebut kearah supir preman yang berdiri diPintu kemudi mobil yang terbuka.
528Please respect copyright.PENANAd2uAqAwPtE
528Please respect copyright.PENANAqAdgRDhq2n
Remaja itu Setengah berlari, lalu melompat dan satu terjangannya telak tak sempat ditangkis mengenai rahangnya. Melihat kejadian tersebut, serta melihat seorang remaja tadi usai menerjang dan mulai akan siKeroyok 3 preman bertubuh besar lainnya.
528Please respect copyright.PENANAzQKhgqubQb
Selsai sedetik bertatapan, baik Bintang maupun Satria. Langsung berlari guna menghalau serangan 2 Preman yang akan menyerang Gilang secara bersamaan.
528Please respect copyright.PENANAnFtPuETB9d
Belum habis rasa kaget ketua preman yang usai menarik pergelangan tangan Felicia keluar dari mobilnya, ia terkejut yang ia pikir bergabungnya 2 anggota geng motor yang berbeda, bahkan ia tau berseteru dijalanan, kini bersatu guna melawannya.
528Please respect copyright.PENANAfH9bKdu4px
Dengan terpaksa ia mendorong Felicia hingga tersungkur jatuh diAspal jalan Braga, tak lama kemudian Mia yang awalnya mengejar Gilang, segera membantu Felicia berdiri, lalu menarik Felicia kesisi trotoar jalan Braga.
528Please respect copyright.PENANAGhjagdE8Kv
Berdua mereka dari jarak cukup dekat perkelahian seru, yang hanya berjarak beberapa meter dari mereka berdua.
528Please respect copyright.PENANACE2e9KGYcG
528Please respect copyright.PENANAEYX1mgc1Vp
"Miji....." ucap Mia lirih, namun terdengar oleh Felicia.
528Please respect copyright.PENANAKXew3T84Xv
528Please respect copyright.PENANAEOpMmZkHih
Kala kedua mata Mia menyaksikan sendiri bagimana pertarungan remaja itu, satu lawan satu melawan preman lebih tinggi dan bertubuh kekar.
528Please respect copyright.PENANA77mY68BEJA
Tapi kala dua terjangan Miji masuk keRusuk serta telak menghantam keras leher kekar preman dihadapannya, hingga membuat preman itu mundur beberapa langkah.
528Please respect copyright.PENANAeJBNqLPIhk
Tiba tiba.....
528Please respect copyright.PENANAfh5Jj3erM2
528Please respect copyright.PENANANAOVcmkGm6
"CKIIIIIT......!!" Satu Mobil mengerem mendadak tepat dihadapan Miji.
528Please respect copyright.PENANAXUTTBIUwVd
"PUIH!!!" Sambil meludah keAspal, bersamaan rekan 4 preman tadi keluar mobil.
"Dasar anak ANJING!!!!" Seringai seorang preman yang tadi meludah,
528Please respect copyright.PENANA6a6l8twqxy
Ia alu mengumpat pada Miji.
528Please respect copyright.PENANAbxSJFpcrqw
528Please respect copyright.PENANAlZWY6iJkNO
"SERANG....." Perintah Satu dari 3 preman bertato yang baru keluar Mobil.
528Please respect copyright.PENANATnYTBeZJez
528Please respect copyright.PENANAsT0xCJlUxi
528Please respect copyright.PENANA4pDLb1D5wa
Ini tandanya, ada 4 preman lainnya yang harus Miji, Satria dan Bintang hadapi.
528Please respect copyright.PENANAPAxoVixrP9
Mendegar seringai serta umpatan 4 preman yang lainnya, warga dan pedagang yang melihat kejadian itu enggan melerai. Apalagi perkelahian itu kini lebih terlihat perkelahian antara Gangster berMotor melawan Preman Lising, ketimbang perampasan Mobil dari seorang gadis bernama Felicia.
528Please respect copyright.PENANAjDdt88Kxmb
Sang pemilik mobil sendiri, Felicia. Sebenarnya ia sudah pasrah melihat total 8 preman kini akan merebut mobilnya paksa gegara ulah Sepupunya Rony yang gemar BerJudi.
528Please respect copyright.PENANAMK6iZEhk7K
Melihat semua kejadian diluar, tak menyurutkan nyali dan mental seseorang yang memperhatikan kejadian diluar jalan Braga, dari dalam Toko saat itu.
528Please respect copyright.PENANAsH5vAmjpsq
Punggung tangannya gatal, kakinya berdenyut denyut ingin segera menendang wajah preman bertato yang arogan tadi. Tapi saat Muslihat akan melangkah maju membantu pemuda yang mereka yang hanya bertiga.
528Please respect copyright.PENANAOwOnax7wJ5
Tiba tiba......
528Please respect copyright.PENANAZguc5buJ2P
528Please respect copyright.PENANAiKE5lMkXsq
"TAP....." Secepat kilat Tongkat Kang Bahar menghalangi paha kanan dan tulang kering kaki kirinya.
528Please respect copyright.PENANAKlsGI6NjKP
"Tahan, Sabaar......" Suara berat kang Bahar dengan dingin dan tenang.
528Please respect copyright.PENANAMbWSJBUsVU
"Sesekali kita serahkan masalah seperti ini pada generasi Muda....." Lalu kang Bahar menyesap pipanya.
528Please respect copyright.PENANAtTjeAA0pMi
"I.... Ia kang....." jawab Muslihat, membuat ia seketika langsung tenang.
528Please respect copyright.PENANA6pJUYmmK9b
"Kecuali mereka pakai senjata...." Sembari Kang Bahar menarik tongkatnya dari hadapan Muslihat, serta matanya tak berkedip melihat pertarungan dijalan.
528Please respect copyright.PENANADCuIo6YHKY
"Baru kamu bantu mereka....." ucap kang Bahar, mengamati perkelahian diluar sana.
528Please respect copyright.PENANANnS5EZ9qxt
"Siap kang......" ucap Muslihat penuh semangat,
528Please respect copyright.PENANAhmxwM6sdsI
528Please respect copyright.PENANAvTTQSPNWjL
Lalu tatapannya Tajam turut mengamati perkelahian, serta anggota tubuhnya terutama kedua kakinya siaga.
528Please respect copyright.PENANA07hes37mWQ
Tengah Jalan Braga yang masih diAspal, baik Bintang maupun Satria, mulai bingung kali ini menolong anak abg yang tak mereka kenal. Apalagi mereka sambil bertarung dengan masing 2 preman berbadan kekar, yang mencegat mobil Felicia.
528Please respect copyright.PENANAfyyy6C81jQ
Berbanding terbalik dengan keresahan kedua Ketua Geng Motor tadi, sosok Miji terenyum sinis kearah 4 preman bertato yang baru datang, terlebih badan mereka tak sekekar 2 pria dewasa yang ia hadapi tadi.
528Please respect copyright.PENANAjPIXlDI6Hu
Melihat gaya berkelahi Miji menghadapi 4 preman bertato sekaligus, langsung membuat orang disekitar mereka terkesima. Tak terkecuali bagi Kang Bahar dan Muslihat, yang langsung teringat sosok sahabat mereka sekitar lebih dari 20 tahun yang lalu.
528Please respect copyright.PENANAA1PPd4pPHR
Seketika kang Bahar tertegun, sedangkan Muslihat tanpa bisa mengendalikan diri melangkah perlahan mendekati pintu kaca, dan memperhatikan keluar.
528Please respect copyright.PENANAW74bbeWjhP
Kedua Mata Muslihat atau lebih akrab diSapa Kang Mus, lekat lekat melihat licah gerakan Remaja menghindari pukulan para preman. Bahkan, meski ada peluang remaja itu melakukan serangan balik.
528Please respect copyright.PENANAYHTiu72Hqe
Seorang Muslihat pasti Paham, melihat dengan tenang remaja itu mengambil Kuda kuda sebelum Menerjang Balik satu persatu Preman diHadapannya.
528Please respect copyright.PENANAFvJeBMqI88
Kembali kang Mus mendekati kaca jendela, Hanya guna melihat lebih dekat seni kelincahan bergerak, memukul, serta melepas tendangan maupun terjangan dengan tepat kearah lawan.
528Please respect copyright.PENANA83UGz3Z0zs
Dalam hati dan otak Kang Bahar maupun Muslihat berpikir.......
528Please respect copyright.PENANAbPI8ZTQJFu
528Please respect copyright.PENANADX5pFXhS2C
"Mungkinkah sosok yang lama itu menghilang itu berreingkarnasi.....??" Pikir mereka sejenak.
"Agh...... Mustahil!!!!" Teriak batin mereka secara Logika maupun Akal sehat.
528Please respect copyright.PENANA4YPNzXSmh2
528Please respect copyright.PENANAH8syNImlaD
Kelincahan serta Seni Bela Diri pencak Silat yang Miji praktekkan, hal ini pula yang membuat Pak Wildan, pria paruh baya yang sempat terserempet hingga terjungkal kala ia memarkirkan motornya, terkesima kagum.
528Please respect copyright.PENANADs9JYLRxB8
Padahal, remaja dihadapannya kini yang tak langsung tengah membela harga dirinya, meskipun usai Masih terbilang sangat sangat belia.
528Please respect copyright.PENANAn0V4DAvmjM
Mustahil rasanya, orang yang sama dengan berpindah raga keanak remaja, lalu kini kembali membela harga dirinya. Sembari memperbaiki kacamatanya, meski melawan kenyataan.
528Please respect copyright.PENANAklDrmgsMcr
Batin pak Wildan berteriak yakin, kalau dia adalah orang yang sama.......
528Please respect copyright.PENANAsvM30IGdSi
Namun saat perkelahian Miji melawan 4 preman bertato, serta Bintang dan Satria mengalahkan masing masing 2 preman berbadan kekar.
528Please respect copyright.PENANAvTsvn6vnJz
Kali Ini, Tanpa menunggu persetujuan kang Bahar, Muslihat langsung keluar dari Toko Roti dan Kue, guna menerjang seorang preman yang akan menikam dengan pisau lipat remaja itu dari belakang.
528Please respect copyright.PENANApTfi8zsz4y
Semua preman termasuk Bintang maupun Satria terkejut, melihat kedua mata mereka melihat sosok tangan kanan kelompok preman paling disegani tiba tiba datang membantu remaja tersebut.
528Please respect copyright.PENANAIGmuFrsXQJ
Melihat ciri ciri fisik, rambut, gaya rambut, dan kekuatannya tentu tau, siapa dirinya.
528Please respect copyright.PENANAVDQk7Cd5ZD
Kecuali Miji yang sudah gelap mata, serta tengah menjambak rambut preman yang menyebutnya anak Anjing tadi.
528Please respect copyright.PENANATwYZRmhMEW
Kuat kuat kepal tanganya ia genggam, dengan punggung jari telunjuk menonjol keluar. Kala akan ia hantamkan kesatu preman yang sudah ia hajar tak berdaya.
528Please respect copyright.PENANAr1PpFnTTvj
Tapi Tiba tiba.......
528Please respect copyright.PENANAyro4xnuhSH
528Please respect copyright.PENANAYaL4zcGBfl
"TAP......" Muslihat langsung menahan pergelangan tangannya.
"Sudah, cukup...." pinta Muslihat padanya.
"Istigfar jang...." ucap Muslihat tenang dengan Intonasi suara yang lembut.
528Please respect copyright.PENANATThP9WbX48
"Lelaki sejati pantang menghabisi lawan yang sudah tak berdaya......" JLEGERR!!!!
528Please respect copyright.PENANA61fcoC1Pqn
528Please respect copyright.PENANA8ZqSKE6iBX
Pepatah lama yang seketika membuat kaki Miji lemas gemetar tak berdaya. Bagaimana mungkin, pria yang kini memegang pergelangan tangannya bisa tau pesan Datuknya yang jauh ada dipinggiran pulau Sumatera sana.
528Please respect copyright.PENANAxmyycCwQOC
Merasakan Kepalan tangan dan kekuatan lengan remaja itu menurun drastis, Muslihat segera melepas Cengkraman kuat remaja tersebut.
528Please respect copyright.PENANAsJzqD2SAou
Segera remaja itu kedua matanya mencari keberadaan Mia, yang sedari tadi berkelahi tak kurang dari 2 menit.
528Please respect copyright.PENANAvxUHcF5rRa
528Please respect copyright.PENANABrzquku9DF
"Kalian semua... BUBAR!!!" Ucap Musliat menatap dingin mata ketua preman.
528Please respect copyright.PENANAirHQCqQKbc
"Atau perlu saya bertindak lebih jauh...." Muslihat sampaikan dingin,
528Please respect copyright.PENANA6O43XNaTBJ
528Please respect copyright.PENANAEo5qDHw6jw
Namun tentu membuat para preman suruhan tadi ketakutan, lalu mereka naik mobil segera menjauh dari lokasi jalan Braga tanpa bisa merampas mobil Felicia yang digadaikan sepupunya.
528Please respect copyright.PENANAhUUvOBJ8lQ
Menghadapi 3 remaja saja mereka kerepotan, kini melihat sosok Kang Mus, sudah mereka tak ada waktu berpikir panjang.
528Please respect copyright.PENANA6eeC3M9V4t
Sisi lain Sambil terengah engah, Bintang beradu pandang dengan Satria. Jangankan berurusan dengan preman yang tadi pasti terkoneksi dengan ormas, kali ini, mereka berdua bingung campur saling curiga.
528Please respect copyright.PENANA5ECIINoTfX
Bagaimana mungkin, sosok Muslihat bisa sangat kebetulan melerai perkelahian ini. Namun untungnya, baik Bintang maupun Satria merasa lega. Apalagi mendengar percakapan langsung, antara muslihat serta remaja yang membuat mereka berdua kagum, pada bocah yang sepintas terlihat baru datang dari luar kota.
528Please respect copyright.PENANARyiu1gW7Hf
528Please respect copyright.PENANA0SbpBf3h8V
"Nak...." sapa Muslihat sebelum remaja itu melangkah menuju Mia dan Felicia berada.
"Andai berkenan, boleh saya tau namanya.....??" Tanya Muslihat pada remaja tersebut dengan sopan.
528Please respect copyright.PENANAkuIJGVgIHt
528Please respect copyright.PENANAeHgvj3yJcT
Seketika tak hanya Muslihat yang membuka Indera pendengaran mereka lebar lebar, Bintang, Satria, serta sebagian preman pun sebelum pergi mejauh, ada yang mendengarkan dengan seksama suara yang akan keluar dari bibir remaja tersebut.
528Please respect copyright.PENANASBUPdCgbZe
Sejenak ia menatap Mia, sepintas melirik Felicia. Kala menangkap gerakan kepala Mia mengangguk pelan kearahnya, remaja itu melirik lalu menatap mata Muslihat, yang akrab disapa Kang Mus.
528Please respect copyright.PENANAHyyUwZawce
528Please respect copyright.PENANA6L6N7QNwZh
"Miji......" ucapnya menggunakan nama samaran, yang kerap kali disebut papanya.
528Please respect copyright.PENANALQ8J2I187T
"Hm......" Ucap Kang Mus sekuat tenaga menguasai diri.
"Hati hati dijalan ya Jii, ini kunci mobil temennya titip kasihin dia....." tanpa melirik lagi Kang Mus segera menjauh,
528Please respect copyright.PENANASvAptFU4q5
528Please respect copyright.PENANAHilQP1cRs8
Sambil tangannya memberi kode pada Satria dan Bintang untuk segera pergi, sebelum aparat berwenang datang.
528Please respect copyright.PENANAk3z23RzH1f
Setelah mendapat nama, tentu mereka tau kalau pihak berwenang pasti tak lama lagi akan segera datang.
528Please respect copyright.PENANAv8vUIpyl8R
Kala Kang Bahar bersama Pak Wildan Berjumpa didalam toko Braga, sejenak Kang Mus duduk, sembari berDoa berharap ia tak salah mendengar. Kalau pun benar, ia mendoakan remaja tadi supaya tak setragis nasibnya dengan pendahulu yang bernama sama.
528Please respect copyright.PENANAzYaF3wzDV8
Miji......
528Please respect copyright.PENANAkHRp5L2sWn
528Please respect copyright.PENANALahasMsS0o
528Please respect copyright.PENANAfM7caGI1UX
*
528Please respect copyright.PENANAdhjZcJX1WV
528Please respect copyright.PENANA5wX4jgaoCD
Berbeda dengan Kang Mus, Bintang dan Satria yang menjauh dari tkp, bersama Mamanya, Miji berjalan kembali menyusuri trotoar. Pujian warga sekitar, menyambut aksi heroik Miji yang mereka tau hanya sebatas menggagalkan perampasan mobil Felicia.
528Please respect copyright.PENANAr0BCTrAhMw
Karna merasa berhutang budi dan tertarik pada Miji dan Mamanya, dara cantik itu segera menyusulnya dan memawarinya tumpangan.
528Please respect copyright.PENANAMS76NeZ4vt
528Please respect copyright.PENANAXdIdPW48kS
"Teteh, permisi teh....." sapa Felicia pada Mia.
"Kenalin saya felicia......" ucapnya memperkenalkan diri.
528Please respect copyright.PENANAymH7USx5Xu
"Adduh, teteh....."
"Duh, jii...... denger ngga, massa mama dipanggil teteh hihihi....." ucap Mia kegirangan, karna selama ini ia memang berkutat dalam kesibukan sehari hari dalam ruangan kerja.
528Please respect copyright.PENANA848M0RVKYw
"Oh, mamahnya Miji!!!" Ucap Felicia hampir tak pecaya, karna selain cantik terlihat glowing.
528Please respect copyright.PENANAk8VYdYnKFt
"Duh, punten mama, soalnya cantiknya awet felicia kira kakaknya Miji hihihi....." Sambil tersenyum manis Felicia, tentu jadi tak curiga pada status mereka berdua.
528Please respect copyright.PENANAHCDc7zAsZL
"Mau pada kemana mama sama Miji....??" Tanya Felicia dengan Sopan.
528Please respect copyright.PENANAZcufrFjRSK
"Gimana kalau bareng sama aku....." ajak Felicia, sebelum Mia sempat menjawab pertanyaan Felicia.
528Please respect copyright.PENANAMwHHyhZNnM
528Please respect copyright.PENANAXc7WONsR4A
Semetara itu, didalam coffee shop Toko Bakery and Cake ternama, Kang Bahar berdiri lalu tersenyum melihat Sosok Pak Wildan. Pria berkacamata yang tadi sempat terpana melihat Aksi Miji, menghajar 4 Preman tanpa bisa membalasnya.
528Please respect copyright.PENANAqeFScDIlR7
528Please respect copyright.PENANAad6QJrPSPG
"Gimana kabar daan...." tanya kang Bahar kala berjabat tangan dengan Wildan.
528Please respect copyright.PENANAAyjhErF3lX
"Alhamdulillah sehat kang...." Jawab Pak Wildan dengan Senyum Mengembang diwajahnya.
528Please respect copyright.PENANAsqbx1FwncM
"Akang sehat......" sapa balik Wildan, kala mereka usai berjabat tangan dengan Kang Bahar.
528Please respect copyright.PENANAVdPvs5kOt9
"Yaa, beginilah daan...." Jawab Bahar, sembari tersenyum lebar.
528Please respect copyright.PENANAHvDPy72ain
"Namanya Usia ga akan pernah Bohong Hehehehehe......" Cakap Kang Bahar ramah pada Wildan.
528Please respect copyright.PENANAePFqVyxjRG
"Neng Geulis..... Tolong English Breakfast Teanya Satu lagi yah....." pinta Kang Bahar pada seorang Waitres.
528Please respect copyright.PENANAEiRhhRgc4C
"Baik pak....." jawab waiter dengan sopan, pada kang Bahar.
528Please respect copyright.PENANAe0tbYrewoj
"Hhhh....." hela nafas panjang kang Bahar, sembari menatap sahabat lamanya.
528Please respect copyright.PENANA5BFhqynxow
"Ga nyaka saya, seniman dan musisi rocker......"
"DiPercaya Dinas Pendidikan jadi Kepala Sekolah SMA ARJUNA, Hehehehehe......" Cakap Kang Bahar pada Wildan.
528Please respect copyright.PENANAKygXAkc3zI
"Yaah, terlalu banyak Haar......" jawab pak Wildan dengan tenang.
"Terlalu banyak pontensi Remaja diSekolah Arjuna terlewatkan......." jawab Pak Wildan, sembari senyum lebar pada Kang Bahar.
528Please respect copyright.PENANAG6ds03NAwa
"Saya percaya kalau kamu yang pegang daan....."
"Kalau ada sekolah Pasundan yang lebih keKebudayaan Tradisonal......"
"SMA Arjuna arah extra kulikulernya pasti lebih Modern...." Ucap Kang Bahar, tentu bisa membaca gaya mendidik Pak Wildan.
528Please respect copyright.PENANATEUMIs3tdW
528Please respect copyright.PENANAqXboZKNO08
Pak Wildan sendiri tersenyum, ia sangat senang dan Bangga Sahabat lamanya memberi dukungan padanya.
528Please respect copyright.PENANAdQpHaEr21Y
Dan Kemudian.....
528Please respect copyright.PENANAHfJOIbaqR6
528Please respect copyright.PENANAdX8xVqNxd1
"O ia Dan, ada kamu dapat kabar dari Rudin......" Tanya Kang Bahar dengan suara beratnya.
528Please respect copyright.PENANACrnF2MeQnh
528Please respect copyright.PENANAG6CAbsdJpC
Tatapan mata kang Bahar berubah dingin, dengan harapan Wildan sahabat lamanya memberi Informasi padanya.
528Please respect copyright.PENANApz3xRRZjHz
528Please respect copyright.PENANA2DZExwS3gy
"Nah, itu dia Harr...."
"Lama sudah saya tak dapat surat atau pesan darinya...." jawab Pak Wildan, dengan Intelektualitasnya tak terpengaruh dengan tatapan Intimidasi dari Bahar.
528Please respect copyright.PENANA0RD56eMJe8
"Gitu ya......" sambil menghela nafas panjang, lalu bersandar dikursi duduknya.
528Please respect copyright.PENANAAvzSL5t4LA
"Andai saat itu saya nggak ikut keJakarta, pasti Mereka baik baik saja Daan......" ucap Kang Bahar lemah sambil memegang Tongkat dengan kedua tangannya.
528Please respect copyright.PENANATyCBGTC3YN
528Please respect copyright.PENANA2uTSfXkaAQ
Sorot tatapan mata dingin Kang Bahar, berubah sedih penuh penyesalan.
528Please respect copyright.PENANA5hF7DCkpnS
528Please respect copyright.PENANAareKuZUf7d
"Kalau sudah kehendak langit dan jadi Suratan Takdir, Kita bisa apa Haar......." cakap Pak Wildan, berusaha menenangkan Kang Bahar.
528Please respect copyright.PENANAFdk8PeZWGi
"Baiknya.... kita doakan Khoerudin dan Dyah Bahagia dimanapun mereka berada......" ajak Pak Wildan, sembari mengenang tragedi naas itu terjadi.
528Please respect copyright.PENANAUTlgfp2JIV
528Please respect copyright.PENANAC6482cDerx
Dalam hati Pak Wildan sendiri, biarlah rahasia keberadaan Khoerudin dan keluarganya cukup dia yang tau. Sebagai salah satu sosok cerdas dan intelektual. Yang Pak Wildan khawatirkan, justru Anak Buah Kang Bahar yang akan membocorkan keberadaan Khoerudin serta Dyah.
528Please respect copyright.PENANArR3PU0DqHQ
528Please respect copyright.PENANA32zHt84eW5
528Please respect copyright.PENANAfYbFirUHAq
*
528Please respect copyright.PENANAryHcRomSBe
528Please respect copyright.PENANAbzK7jJxk7c
Saat yang sama, usai membeli serta mentraktir beberapa cemilan. Felicia, Mia, serta Miji semakin Akrab diperjalanan mengantar pulang. Kala memasuki Jalan Kebon Kawung, Felicia mengantar mereka sampai keRumah Bu Mia yang berjejer bangunan Belanda, serta rumah para Pensiunan petinggi PJKA.
528Please respect copyright.PENANANPigkXEAWg
528Please respect copyright.PENANAkpRV4L9QlF
"Naah itu rumahnya Fel....." ucap Mia, menunjuk rumah tua style arsitek belanda.
528Please respect copyright.PENANA0N2jmHhg5r
"Yuk, mampir dulu masuk...." ajak Mia pada Felicia.
528Please respect copyright.PENANAJjkj8nYorX
528Please respect copyright.PENANAwPn0c65T7v
Sisi lain, Miji masih celingukan cangung menghapal jalan, serta mendengar percakapan Bidadari Cindo Muda sekelas Felicia, serta Bidadari dewasa kepala 3 sekelas Mia.
528Please respect copyright.PENANAirrSrJ50oq
528Please respect copyright.PENANAatqMNdBPuA
"Nah ji......" sambil membuka pintu kamar utama kedua sisi kamar Mia.
528Please respect copyright.PENANAgeoOY9vlr9
"Ini kamar kamu ya sayang....." ucap Mia, pada Miji.
"Kamu sukakan hihihi......." kali ini tersenyum amat manis pada Miji.
528Please respect copyright.PENANAyKiYVaZSRQ
"Sengaja lho, mama rapihin selama kamu mesantren diGontor......" ucap Mia mengarang, karna disana ada Felicia.
528Please respect copyright.PENANAnLSpMQzTaM
"Emh, makasii mah....." Sambil sejenak ia perhatikan kamarnya, yang jauh lebih baik dari kamar dikampung halaman bapaknya.
528Please respect copyright.PENANADdiamQM1Yq
"Miji izin salin dulu ya mah......" pinta Miji, pada Bibi yang kini ia harus panggil mama.
528Please respect copyright.PENANAwCuXZOyUQJ
"O ia sayang, mama juga mau ngobrol seru seruan sama Felicia......hihihi......" ucap Mia pada Miji.
528Please respect copyright.PENANAnLXUZxvuzG
528Please respect copyright.PENANARk5XcmF43X
Setelah pintu kamar Miji tutup rapat, segera Miji mengurut ngurut Kelaminnya guna segera lemas kembali normal seperti biasa. Meski duduk diJok Cabin penumpang dibelakang, tanpa kedua Bidadari sadari.
528Please respect copyright.PENANASMVZgxAaPM
Batang kelamin Miji sudah keras maksimal.....
528Please respect copyright.PENANA6TbfWmMJuw
Apalagi sesekali menatap wajah maupun gaya, serta bibir Mia maupun Felicia berbicara. Sudah cukup membuat Batang pusakanya keras Maksimal. Guna menutupinya karna tak kunjung normal, Miji segera membuka tas.
528Please respect copyright.PENANAGEy4ulHHG1
Satu celana dalam segera ia kenakan, guna menutupi tonjolan diArea selangkangannya.
528Please respect copyright.PENANAgNKzhWSR5m
Tapi saat membuka pintu kamarnya, aliran darah Miji terasa naik semua keatas kepalanya. Apalagi melihat Mia tak lagi mengenakan Hijab, mengenakan kaos rumahan biasa. Serta Felicia melepas Blazer yang tadi dikenakan, kini mengenakan Kaos tanpa lengan duduk santai dengan Bibinya.
528Please respect copyright.PENANAYZ84QPPVOU
Melihat wajah Miji yang memerah kala membuka pintu kamar, Mia berdiri dan bertanya pada Miji yang berdiri terpaku melihat penampilan mereka berdua.
528Please respect copyright.PENANAhC2y12lVvd
528Please respect copyright.PENANAGZ9pQyNxuY
"Ji, sayang...."
"Kamu ga apa apa nak....??" Tanya Mia, awalnya sedikit kebingungan.
528Please respect copyright.PENANAtfNABIaGbC
"Ah, oh.... ia itu aku ga apa apa....." ucapnya terbata bata.
"Aku izin kekamar kecil ya kak Felicia, mah....." ucap Miji dengan wajah merah padam.
528Please respect copyright.PENANAMVFsxZCU0p
528Please respect copyright.PENANAD74Rjx6y8X
Kala Miji menutup pintu kamar mandi, baik kedua mata bidadari cantik itu bertatapan, lalu sejenak saling pandang dengan pakaian atasan yang mereka kenakan selama 2 detuk, dan........
528Please respect copyright.PENANAETUFH1YvFe
528Please respect copyright.PENANAkPjeFF6UvP
''Hahahahaha......"
"Hihihi......" Sama sama tertawa cekikikan, menyadari Miji memerah hanya karna melihat penampilan sedikit terbuka mereka berdua.
528Please respect copyright.PENANALH4giJ4yAd
528Please respect copyright.PENANAmCRpVUpsAS
Semakin dalam dan Akrab, CS Bank Ternama Mia serta Mahasiswi Bidadari Unpar Felicia berdua. Terlebih sosok Mia yang lama terkekang aturan kerja, serta Felicia tak punya sosok Kakak Perempuan.
528Please respect copyright.PENANA6FdmUMKfhy
Dalam waktu cukup singkat mereka menjadi Akrab diirumah Mia, layaknya saudara dekat.
528Please respect copyright.PENANAGo8pmKZc82
528Please respect copyright.PENANA8kb4FlJ9KX
528Please respect copyright.PENANAmi6AepQFBT
*
528Please respect copyright.PENANAO6LCqxC4ns
528Please respect copyright.PENANAcb38rmqNTj
Sedikit mundur kebelakang, kala Satria mau tak mau mundur pergi atas kode dari Kang Muslihat.
528Please respect copyright.PENANAX0I7YNWl1p
Segera Satria geber motor jenis Cafe Racer serba hitamnya, menuju Titik kumpul teman temannya. Bagaimana pun juga, Satria tentu harus meluruskan apa yang terjadi pada Anggotanya yang tengah menanti, agar tak jadi salah paham kedepannya.
528Please respect copyright.PENANAO9pQCp3Bim
Tapi disisi lain......
528Please respect copyright.PENANAaeyqSsGiRp
528Please respect copyright.PENANA1mQzJnoGm9
"Bay, gimana nih.....!!!!"
"Info masuk mereka ribut sama preman...." ucap Dilan, sang Panglima Tempur geng mereka.
528Please respect copyright.PENANAHINeIJBGWT
"Udah tenang aja....." cakap Ubey dengan tenang sambil menikmati Rokok dan Kopi dimeja ia duduk dekat gedung merdeka sambil mengamati motornya sendiri.
528Please respect copyright.PENANAJz5KBoUPsm
"Cuma premankan bukan anggota geng mereka...." tambah Ubey, yang tak ingin moment sejarah dua saudara terganggu.
528Please respect copyright.PENANAnEthUVyl6D
"Ih, keren tau......" ucap Cindy melihat lekat lekat layar ponselnya.
528Please respect copyright.PENANAqazoEaxVlD
"A Bintang sama A Satria gelut sama preman preman ormas......" ucap Cindy, yang merupakan Mahasiswi Fakultas Hukum diKampus Lengkong.
528Please respect copyright.PENANAgwOYcs8J0R
528Please respect copyright.PENANAjRMnwnXRzA
Rupanya, aksi heroik Bintang dan Satria bocor oleh mata mata anggota gengnya, guna memantau pertemuan mereka terjadi. Namun lebih dari pada itu, dari struktur organisasi membernya Satria.
528Please respect copyright.PENANAKd2oRVm574
Hanya Ubey seorang yang tau persaudaraan dijalan Satria dan Bintang, serta mengerti situasi kala Satria diTunjuk Menjadi Ketua.
528Please respect copyright.PENANAUrORFMVnpa
Karna penasaran, Dilan, Apep, dan Boril, mulai bergerak menuju tempat Cindy dan beberapa temannya berada.
528Please respect copyright.PENANAzKsjsh2lNK
Tapi tiba tiba......
528Please respect copyright.PENANA7a8oJp0cEp
528Please respect copyright.PENANAfM8Rfceb0i
"Gimana??? Beres......." Tanya Ubey, melihat Satria memarkirkan motornya dan baru melepas helm yang ia kenakan.
528Please respect copyright.PENANA5QgqORVRkI
"Engga euy......" Jawab Satria, entah apa yang harus ia ungkapkan tiap detik yang berlalu sangat cepat dalam beberapa menit.
528Please respect copyright.PENANAXsxpddxQld
"Kalau engga, kenapa kamu senyum senyum gitu....??"
"Malah tadi ribut diJalan Braga sama preman Ormas....." Ucap Ubey, pada Satria.
528Please respect copyright.PENANAW3GBehz1Ml
528Please respect copyright.PENANAZizXCVVa7f
Kala bersamaan, Dilan, Apep, Boril, berdiri dekat motor Satria yang masih ia duduki diparkiran.
528Please respect copyright.PENANASoZwKDRDxO
528Please respect copyright.PENANA0l0QYbbEKX
"Yah, gegara siRonny gadein surat BPKB mobil Felicia diMeja Judi kita malah jadi ribut belain Felicia....." Ucap Satria sambil menyeka rambut panjang belah tengahnya kebelakang.
528Please respect copyright.PENANAxqNOm0UVdh
528Please respect copyright.PENANAKcl4eY0zNt
Mendengar apa yang Satria sampaikan, beberapa Anggota Utama Struktur Organisasi Terperangah lalu beradu pandang satu sama lain. Betapa tidak, Ronny adalah salah satu Organisasi Bermotor yang kerap kali menggaungkan Perdamaian antar organisasi bermotor kota ini.
528Please respect copyright.PENANA00znQDBk6Q
Lebih dari itu, Ronny juga adalah sosok yang rutin mengadakan Pertemuan silaturahmi, bahkan Soan keacara kopdar Organisasi Bermotor yang Hobby beradu kecepatan.
528Please respect copyright.PENANAPjVV7LX1Nl
Dan kemudian.....
528Please respect copyright.PENANAtyg62PFpbU
528Please respect copyright.PENANAbUrFGQez1Z
"Terus gimana atuh??"
"Apa perlu kita temui Ronny keMaranatha....??" Tanya Ubey yang tentu sama sama prihatin dengan pentolan member yang lain.
528Please respect copyright.PENANASvvtkskdKv
"Jangan dulu bey, sabar....." ucap Satria menenangkan suasana.
"Tadi ada Kang Mus kq yang melerai kita, pasti beliau turun tangan....." tambah Satria menceritakan detail yang terjadi tadi pada Anggota Inti Organisasinya.
528Please respect copyright.PENANAST5neFmbr8
528Please respect copyright.PENANANSO7OGvYca
Mendengar apa yang Satria sampaikan, para pentolan Organisasi pun makin terperangah. Mereka berpikir, bukan hanya kasus Miras Oplosan dan Obat obatan yang menggerogoti nama besar Organisasi mereka, maupun prilaku menyimpang Member member muda mereka.
528Please respect copyright.PENANA3MeLEKVMNn
Tapi kali ini, Kalangan Intelektual Organisasi Perdamaian Bermotor pun mulai tergerus Kasus JUDI.
528Please respect copyright.PENANAT7PjojyqJu
528Please respect copyright.PENANAheKeqf6Cn0
"Ya udah yuk, mending Forum singkat aja diPasOne......" ajak Satria pada Anggota Inti Struktur Organisasinya.
528Please respect copyright.PENANA8ZogxlW3e7
"Biar enak kita ngobrol sekalian ngemil disana...." ajak Satria pada mereka semua.
528Please respect copyright.PENANAt15f3aNTLm
528Please respect copyright.PENANA8Wq1fIBKd3
Dalam hal ini, Satria tentu ingin menggali informasi lebih dalam dari pada membernya langsung. Tak mungkin rasanya Ronny terjerumus perjudian, kalau tidak ada yang menjerumuskannya.
528Please respect copyright.PENANAvtkTyQ6TyK
Apalagi sampai nekat mencuri Surat surat Berharga Kendaraan Sepupunya sendiri......
528Please respect copyright.PENANAxNX9lOZKQY
Tak jauh dari jalan Merdeka, serta mulai bergerak rombongan geng bermotor Satria tertib menuju Balong Gede. Salah satu rumah elit Jalan Lembong, Bintang menemui ke 5 Pendiri Organisasinya.
528Please respect copyright.PENANAvcZU1Mr3c4
528Please respect copyright.PENANAveAfAJ9Qva
"Udah takdir ya, Sodara tertua sama Sodara Termuda kalau bertemu pasti Gelud..... Hihihihi...." ledek Anna, satu satunya gadis sekaligus pendiri wanita diOrganisasi balap tersebut.
528Please respect copyright.PENANARIke4ZdOfJ
"Yaah, tapi kali ini agak ruwet sih urusannya....." ucap Bintang, sembari meletakkan helm fullfacenya dimeja.
528Please respect copyright.PENANAKhoAGIUnA3
"Kew, maneh tau kalau ada kasino Judi dibuka dibandung??" Tanya Bintang pada orang nomer 2 organisasinya tersebut.
528Please respect copyright.PENANAELddzAyeXN
"Ya ada, tapi oprasional mereka ketat bro....."
"Ga sembarangan orang bisa masuk sana......" Ucap Akew, yang paling paham seluk beluk sisi Gelap Kota Bandung.
528Please respect copyright.PENANACWZGvyridH
"Dimana......??" Tanya Bintang, sambil mengepalkan tinju tangannya.
528Please respect copyright.PENANAP4APsgRF1F
"Sebrang kiri Bank BI, sebelum rel kereta......" ucap Akew, pada Bintang.
528Please respect copyright.PENANA2M4wCjS9EM
"Emang ada kaitannya sama Preman yang lu Hajar sama siSatria tadi bro.....??" Tanya Robertino dengan suara tenang.
528Please respect copyright.PENANAJUroQQeOhh
"Hm, mereka nagih Hutang Ronny diMeja Judi 200 juta, pake surat BPKB mobil Felicia....." ucap Singkat Bintang pada ke 5 saudaranya diJalanan.
528Please respect copyright.PENANAgmDhyoobe0
"Ronny anak Maranatha.....??" Tanya Michaell alias Akew sembari memperbaiki kacamatanya.
528Please respect copyright.PENANASJefOyvYCN
528Please respect copyright.PENANATK7wLcLa7c
Selain mekanik handal, Akew adalah orang nomer 2 diGeng alias Organisasi berbendera Kuning Biru.
528Please respect copyright.PENANAWXDofUyzkj
528Please respect copyright.PENANADJ0Gvf8Tcv
"Abis Ronny mana lagi yang sepupuan sama Felicia....." ucap Bintang dengan suara lesu dan melemah.
528Please respect copyright.PENANA90Wnre7svZ
528Please respect copyright.PENANAY4BjRdqoOx
Meskipun Organisasi bermotor mereka dikenal Gangster atau anak geng jalanan kota Bandung, tentu makin Pusing dengan Bentuk PENYESATAN PERJUDIAN. Padahal, baik Bintang maupun Satria sudah pusing bukan kepalang dengan Masalah Miras dan Obat obatan yang meracuni member mereka.
528Please respect copyright.PENANAidKryjndQM
Belum lagi gesekan member dijalanan atau diDistrik kota Bandung. Seolah menjadi Racun yang menggulung menjadi Bola laju Salju. Namun bedanya kali ini, Justru malah menghantam sosok Duta Perdamaian Mereka.
528Please respect copyright.PENANAcahmFE55Xr
528Please respect copyright.PENANAhC3RkLDp9h
528Please respect copyright.PENANA5XCkJX6huR
528Please respect copyright.PENANAGraJYnr4XM
528Please respect copyright.PENANAlOOwAgkRdI
Bersambung.
528Please respect copyright.PENANAXQ6ZeDYmLV


