/story/199586/kisah-theodare-anak-maria-sharapova-ciptakan-kamera/toc
Kisah Theodare Anak Maria Sharapova Ciptakan Kamera | Penana
arrow_back
Kisah Theodare Anak Maria Sharapova Ciptakan Kamera
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
Kisah Theodare Anak Maria Sharapova Ciptakan Kamera
Panteu
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

•SEJARAH AWAL MULA PENEMUAN KAMERA•

Pada suatu hari tepatnya di Rusia, ketika usia saya masih tujuh tahunan. Ketika itu tahun 1990an saat saya bermain main dengan kaca Flatel.

Saya mencoba menulis di atas kaca itu. Kemudian kaca itu membentuk sebuah sudut segitiga. Sudut segitiga itu kini telah dapat merubah suatu benda teknologi tercanggih di dunia.

Sebelumnya, saya telah mencoba bermain dengan kaca Flatel, kaca itu seperti kaca lampu bisa menyimpan cahaya. Selain itu kaca itu juga bisa menyimpan bayangan. Hingga pada saat itu saya bisa menjadikan kaca itu menjadi kamera.

Suatu ketika ketika saya mendapatkan kaca Flatel, tidak sengaja tangan saya berdarah. Saya berjalan dari Venezuela, bermula dari situlah saya menggunakan kaca Flatel sebagai penerangan dalam perjalanan pulang dari Venezuela ke Nyagan Rusia.

Kaca Flatel itu telah menginspirasi saya sepanjang perjalanan pulang jalan kaki dari pegunungan Venezuela ke Nyagan Rusia. Pertama adalah saya dapat menyimpan cahaya dalam kaca Flatel itu, kemudian dapat saya fungsikan untuk menyimpan bayangan atau rekaman.

Dari situlah saya berpikir untuk menjadikan kaca Flatel itu untuk kamera. Sejak bisa menciptakan kaca Flatel untuk kamera. Saya bisa merubah bayangan menjadi beberapa pola dan fitur untuk kaca Flatel.

Saya mencoba merakit beberapa fitur untuk kaca Flatel, fitur pertama yang saya buat adalah pola bulat untuk kamera, kemudian fitur segitiga untuk putaran video. Sehingga kaca Flatel itu berfungsi sangat baik untuk rekaman dan putaran. Itulah awal mula adanya tablet.

Kemudian saya mencoba melihat apa yang ada di dalam pola dan fitur tersebut? Ternyata saya mendapatkan beberapa Script yang bisa dijadikan sumber untuk membuat kembali fitur dan pola yang agar bisa dimasukkan dalam kaca Flatel.

Saya mencoba mencoba menulis Script itu dalam kaca Flatel lain, akhirnya saya berhasil menciptakan sebuah aplikasi video putar, dan rekaman foto. Bermula dari awal situlah kamera dan rekaman video saya temukan.

Kemudian saya menciptakan kembali pada kaca Flatel pertama, namun kehabisan cahaya. Setiap hari saya mencari cahaya dan menyimpan dalam kaca Flatel. Seperti sebelumnya saya dapat menemukan kembali kamare dan record video.

Tapi recording video itu tidak berjalan. Saya mencoba membuat beberapa garis pola pada fitur lain. Waktu itu belum ada internet. Aplikasi saya itu berjalan secara offline. Setelah ada aplikasi dapat merekam dan memfoto.

Suatu ketika saya dapat bermain main dengan foto dan rekaman. Foto itu bisa saya cuci di atas kulit pohon singkong. Saya sering memotret Ibu saya ketika Ibu pulang ke rumah.

Bahkan ketika Ibu pulang dari main tenis aku sering memotret Ibu saya. Ketika saya tau buatan saya itu dapat berfungsi, saya memberitahukan Ibu saya. Dan kaca Flatel itu jadi mainan saya untuk memotret dan merekam.

Suatu hari Ibu saya melihat hasil penemuan saya. Ibu saya meminta pada saya, dia memperhatikan bahwa itu sangat bagus. Di lain hari Ibu melihat kembali mainan saya itu, tapi sudah rusak. Saya merengek. Ibu saya marah.

Lalu Ibu saya pergi ke Jepang. Di sana ia punya partner. Tukang bubut. Ibu saya tau kalau mainan saya punya nilai jual. Ibu saya kemudian meminta pada saya untuk memperbaiki mainan saya itu. Lalu kaca Flatel itu menjadi sebuah tablet.

Setelah diperbaiki dengan memasang casing, lalu saya mencoba menulis Script kembali di dalam tablet itu, akhirnya mainan saya itu jadi kembali seperti semula yaitu rekaman dan foto. Lalu saya pergi berjalan mengelilingi Rusia memotret semua yang ada termasuk lingkungan hidup.

Suatu hari kami pergi ke Aguero. Ibu saya tau bahwa mainan tablet saya itu sudah merebak ke seluruh penjuru dunia. Saya sudah terkenal sebagai penemu kamera. Tapi saya tidak peduli. Orang orang Alhazen mengutuk saya. Saya tidak ambil pusing.

Kemudian lagi, saya tinggal di Aguero. Saya bersembunyi di bawah sebuah ruang bawah tanah, pada saat itulah saya senang dengan tablet saya, karena pada saat itu saya dapat mengabadikan foto Ibu saya Maria Sharapova.

Saya berfikir orang orang tak akan bisa menciptakan kamera 📷, apabila mereka tidak tahu Script kamera. Saya menulis Script kamera di atas kertas dan menyembunyikan dari manusia. Begitulah awal mula kisah Kamera dan Recording Video saya temukan.*
#Camera
#Video

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 6 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.