Pensil.
Benda sederhana yang menemani setiap generasi. Meskipun hanya inti grafit yang dibungkus oleh serpihan kayu, pensil membawa imajinasi dan ilmu dimana perginya.186Please respect copyright.PENANAXKzsfiXPip
Kita serupa dengan pensil. Aneh? Coba pikirkan lagi.
Pensil tidak bisa berdiri sendiri. Tanpa penghapus, ia tidak mampu memperbaiki kesalahan. Tanpa kertas, ia tidak mampu mengeluarkan isi perasaan. Begitu pula kita sebagai manusia tidak bisa berdiri sendiri. Jangan pernah memendam perasaan dalam dirimu sendiri, kita adalah makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan orang sekitar.186Please respect copyright.PENANAWRQlombrr6
Seperti pensil, dalam diri kita ada inti grafit. Penting meskipun rapuh. Kayu adalah penjaga inti grafit tersebut. Banyak orang berfikir bahwa penjaga diri kita adalah orang-orang disekitar kita. Tetapi itu tidak selalu benar. Orang-orang lupa bahwa kayu itu adalah bagian dari pensil juga. Bagian darimu. Mencintai diri adalah fondasi kayu itu. Tidak perlu menunggu perlindungan dan cinta dari orang lain.186Please respect copyright.PENANAv5LZ95r4ch
Pada akhirnya, kita sebagai manusia memang serupa dengan pensil. Itulah alasanku amat menyayangi benda itu. Inti grafit sederhana yang dibungkus kayu selalu setia di sampingku.186Please respect copyright.PENANADsPaHYEhNT


