-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Entah malam sunyi atau siang yang tak bertepi. Yang pasti matahari pada saat itu tidak berpihak pada tanah bumi dimana Maria berpijak.
Seekor kuda terjungkal setelah ditungganginya. Kuda itu terpental akibat jatuh dalam sebuah kubangan lumpur tempat kerbau bersemadi. Maria pun ikut terjatuh namun dia selamat sebab tali pelana kuda dapat ditarik dengan tangannya.
"Woowwe,'" kata Maria.
"Dasar kuda jahat," sambungnya. Namun, kuda itu meringkih kesakitan. Sedangkan Maria merintih keperihan. Lamat Lamat Maria berjalan. Ia menahan rasa sakit dengan tangannya. Perut Maria perih akibat terpental. Ia melihat di tangannya penuh darah.
Maria melihat, darah mulai mengalir dari rahimnya. Ia pun menuju ke sebuah tempat. Tempat itu seperti sebuah bunker tempat duduk para dewa. Ia masuk ke bunker itu dan duduk sambil menarik nafas dalam dalam. Saat itulah Maria tahu bahwa perutnya bukan sakit sembarangan, namun ia sedang sekarat melahirkan.
Maria melihat rahimnya. Kepala bayi mungil dari perutnya mulai mengetuk pintu rahim. Maria mencoba mendekatkan matanya ke arah rahimnya. Tiba tiba bayinya mulai keluar kepala. Maria menangis. Ia mencoba minta tolong, namun sayangnya, tak ada pertolongan bagi Maria.
"Sabar ya Nak," kata Maria.
"Sabar ya anakku," katanya lagi pada bayinya. Namun sayangnya, bayi mungil itu tak mendengar suara Maria. Bayi itu langsung melawan dan keluar dari rahim Maria. Dan akhirnya Maria pun melahirkan bayi mungil miliknya. Maria terisak. Ia sedih sambil terharu. Bayi itu sempat menjilat pintu rahim Ibunya. Maria pun menarik bayi itu lalu mengusapnya. Kemudian ia membersikan bayinya sendiri, kemudian menciumnya sambil tersipu.
Benarkah begitu cerita lahir Theodare?
0 sponsors' commentsAfter each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default

