“Bodoh, Lyra… Apa yang bisa kau harapkan darinya? Dia bahkan tak pernah tahu jika kau ada, dan kau berharap dia melihatmu?" Aku menghela napas kasar, membiarkan udara dingin malam menusuk paru-paruku. Aku bahkan tak menghiraukan rasa sakit di kepalan tanganku karena telah menghancurkan pohon besar yang menghalangi jalan pulangku tadi. Kekuatan yang ku miliki tak akan pernah mengijinkan luka ditubuhku menganga dalam waktu lama.89Please respect copyright.PENANARmAe0bweDl
Aku merutuki kebodohanku sendiri karena telah mengizinkan rasa ini tumbuh terlalu dalam. Terlalu jauh, terlalu berbahaya. Seharusnya aku sadar sejak awal, keinginanku untuk memiliki Kaelen…Seorang alpha dari kawanan Bloodmoon, pria yang sorot mata dinginnya mampu mengusik relung hatiku yang selama ini kubentengi rapat. Mustahil untuk terwujud! bahkan mungkin alam semesta ini pun tak akan pernah memberikan restunya. Dia werewolf berdarah murni, sedangkan aku...Aku hanyalah mahluk yang terlahir dari sebuah kesalahan besar yang dilakukan oleh dua insan berbeda yang telah berani mempermainkan takdir!89Please respect copyright.PENANAlfISDxgtaj
Aku bagai punuk merindukan rembulan, menginginkan sesuatu yang mustahil untuk kugapai. Mungkin jika hanya perbedaan kami yang menjadi dinding penghalang itu, aku masih bisa melawannya. Toh nenek moyang kami pun telah melakukannya, atau setidak nya itu yang ku tahu selama ini. Tapi jika soal hati…Ini terlalu berat bagiku.89Please respect copyright.PENANAh3HdzXAPb7
Andai Kaelen belum pernah menautkan hatinya pada siapapun…Mungkin harapanku masih sangatlah besar. Mungkin aku masih bisa berdiri di sisinya, bukan hanya sebagai bayangan, tapi sebagai seseorang yang nyata. Namun kenyataannya, aku hanyalah sosok yang tak akan pernah ia lihat. bahkan tak akan pernah ia kenali. Dan mungkin… tak akan pernah ia butuhkan.89Please respect copyright.PENANAYZQJvYCkAA
Harapanku hancur setiap kali dia menggumamkan namanya saat dalam keadaan tak sadarkan diri. "Madeline..." rintihan yang penuh pengharapan selalu meluncur begitu saja dari bibir tebalnya, bahkan pada beberapa kesempatan, air mata penuh penyesalan itu jatuh dari kedua sudut matanya. Seakan mencurahkan isi hatinya yang penuh sesal dan luka.
Aku duduk di ambang jendela rumahku, jauh di atas gunung, di antara hutan belantara yang tak pernah dijamah manusia. Angin malam berembus pelan, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang gugur. Di kejauhan, bulan menggantung penuh, seolah mengawasi setiap luka yang kututup rapat.89Please respect copyright.PENANAmzXRZnp06l
Aku sudah memutuskan, Aku akan menghilang, selamanya...89Please respect copyright.PENANA0GW2xYIVqK
Toh selama ini Kaelen tak pernah tahu jika aku ada, Ia tak pernah tahu siapa yang telah menyelamatkannya malam itu, ataupun malam-malam sebelumnya. Dan akupun tak ingin ia tahu.89Please respect copyright.PENANAGMQcAUdMj6
Aku pikir, jika aku menjauh, semuanya akan selesai. Perasaanku akan mereda, bayangan akan dirinya akan memudar seiring waktu dan Aku akan kembali menjadi sosok yang tak terlihat, seperti seharusnya. Tapi sepertinya takdir punya cara yang kejam untuk mempermainkan niat.89Please respect copyright.PENANARfJ4KP8KmO
Sejak malam itu, aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Langkah-langkah Kaelen semakin mendekat ke arahku, meski ia tak tahu siapa yang ia cari, Ia mulai menyelidiki. Mencari jejak, mencari bayangan. Dan setiap kali aku mencoba untuk menjauh, sesuatu menarikku kembali. Apakah ini efek dari darah yang aku berikan padanya sebagai penawar racun ditubuhnya malam itu? Entahlah... Tetapi memang tak lama setelah aku memberikan darahku itu padanya, aku mulai merasakan hal-hal yang tak akan pernah aku bisa mengerti.89Please respect copyright.PENANAiVQwIr1hG6
Bukan hanya rasa, bukan hanya luka. Tapi semacam ikatan yang tak bisa kupahami. Aku melihat apa yang ia lihat, aku merasakan apa yang ia rasakan! Ini semakin menyiksaku, semakin menghancurkan diriku! Aku bahkan bisa melihat masa lalunya bersama wanita itu...Pantas saja Kaelen begitu menaruh hati padanya. Wanita itu memiliki paras yang cantik! dan....Mereka telah memiliki keturunan! 89Please respect copyright.PENANAw3qIo9RFkp
"Ini gila!" Aku memaki diriku sendiri. Tekadku semakin besar untuk meninggalkan Kaelen, aku tak ingin menjadi penghalang antara dirinya dan keluarga kecilnya.
Malam ini, saat kakiku melangkah pergi, Aku melihat Kaelen dari kejauhan, berdiri di tepi hutan, menatap langit yang sama. Ia tampak gelisah, seolah hatinya tahu bahwa ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang belum ia temukan. Dan aku, yang seharusnya pergi…Malah semakin dekat, semakin terikat, semakin hancur. Aku ingin membenci takdir, Aku ingin membenci diriku sendiri. Karena aku tahu, jika aku terus berada di dekatnya, aku akan jatuh lebih dalam. Dan jika ia tahu siapa aku sebenarnya…Mungkin bukan hanya hatiku yang hancur. Mungkin Kaelen juga akan hancur bersamaku.89Please respect copyright.PENANAAuevkqdG2i
"Kenapa dia bisa ada disana?" Aku memutuskan untuk mengamatinya sejenak, tak lama aku mendengar suara beberapa werewolf mendekat padanya. Akupun menajamkan pendenggaranku.
"Maaf Alpha, kami telah berusaha untuk menelusuri hutan ini beberapa kali, tapi ciri-ciri tempat yang anda sebutkan, tidak pernah kami temukan"
Deg!
"Apa?!! Kaelen....Jangan-jangan bukan cuma aku yang mengalaminya..." lirihku. Jantungku berdegup begitu kencang! Mengapa aku tak menyadarinya!
"Kau bodoh Lyra!" Kembali aku merutuki kebodohanku sendiri. Dan Aku melihat Kaelen memegangi dadanya, seakan dia merasakan debaran jantung ini bersamaku.
Kaelen memerintahkan para werewolf untuk kembali melakukan pencarian, atau setidaknya itu yang aku lihat. Tetapi tak lama kemudian, pria itu tiba-tiba sudah berada dibelakangku.
"Akhirnya...Aku menemukanmu.." Ucapnya dingin.
Aku memutar tubuhku perlahan, tatapan kami beradu untuk kedua kalinya selama beberapa saat, dan saat itu aku menyadari sesuatu.
"Matamu..." Lirihku.
Aku tak lagi melihat pupil mata Kaelen yang berwarna kemerahan, bola mata itu kini berwarna biru! Sama seperti milikku!
Tanpa peringatan Kaelen merubah diriya dalam wujud serigala, dia menaruh tubuhku di punggungnya, dan memerintahkan aku untuk memegang erat rambutnya. Dengan kecepatan penuh, dia berlari menembus hutan, membawa kami kembali ke kediamanku. 89Please respect copyright.PENANA7Gt53b0avv
Darimana ia tahu tempat ini? pikirku panik.
"Aku tak ingin para werewolf menganggu kita" Ucapnya setelah ia kembali dalam wujud manusianya.
"Aku...." Dan bodohnya dalam keadaan seperti ini, lidah ku terasa kelu. Tak seperti biasa saat aku hanya berhayal tentang kehidupan kami.
"Lyra..." Suara Kaelen berat, sesaat setelah ia berhasil menggungkung tubuh ini di dinding. Netranya menatap tajam, seperti tengah memindai keseluruhan diriku, hingga ke relung hati terdalam.89Please respect copyright.PENANADOo00asjrG
"Berani-beraninya kau berbohong padaku malam itu!" ucapnya geram.
Secepat kilat aku melepaskan diri dari kungkungan Kaelen, aku tak ingin berlama-lama berada di dekatnya. Jantung ini bisa pecah kapan saja! Namun sekarang ini Kaelen bukan lagi sosok yang dulu, sepertinya ia telah memiliki kekuatanku setelah meminum darahku malam itu.
"Owh, jadi sekarang kau sudah berani memperlihatkan dirimu yang sebenarnya?!" Duara dinginnya menusuk, dan sebelum aku berhasil melangkah lebih jauh, ia sudah bisa menandingi kecepatanku. Tangannya telah berhasil mencengkram pergerakanku, tubuhku kembali tertangkap dalam genggamannya.
Aku terengah, mataku menatapnya tajam, mencoba melawan aura dominannya. “Lepaskan aku, Alpha!” suaraku bergetar, bukan karena takut, melainkan karena amarah bercampur dengan rasa yang tak ingin kuakui. “Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?!” Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku. Seperti sebuah tantangan, penuh ketegangan. Aku tahu, sekali lagi aku sedang bermain api.89Please respect copyright.PENANAhGJK3a7jb6
Dan Kaelen… tatapan dinginnya berubah, tetapi tetap menunjukkan bahwa ia tidak akan mundur.89Please respect copyright.PENANAY0GSpcJfeS
89Please respect copyright.PENANASzWA8GNfdR


