Aku selalu percaya bahwa jarak adalah pelindung. Pelindung dari keterikatan, pelindung dari harapan, bahkan pelindung dari rasa yang tumbuh diam-diam saat kau mulai peduli pada seseorang yang bahkan tak pernah tahu bahwa kau ada.
Sejak malam pertama pertemuan kami, di bawah cahaya rembulan merah, ketika netraku bertemu dengan netra merahnya, aku tahu Kaelen bukan hanya sekadar pewaris darah Raven. Ada sesuatu yang berbeda pada dirinya, sesuatu yang membuatku ingin tahu lebih banyak.
Aku tidak tahu siapa dia saat itu. Hanya nama yang disebut lirih oleh beberapa vampir dan werewolf yang penasaran. Tapi ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku berhenti. Membuatku hanya ingin mengamati.
Sejak saat itu, aku memilih untuk mengawasinya dari kejauhan. Langkahnya, tatapannya, bahkan cara ia menahan amarah. Aku mengikuti tanpa suara, bersembunyi di balik bayangan, memastikan ia tidak pernah benar-benar sendirian.
Ia tak akan pernah tahu, tapi setiap kali bahaya mendekat, aku ada di sana. Menghalau panah yang nyaris menembus punggungnya. Menyembunyikan jejak musuh yang mengintainya. Menyingkirkan racun dari minuman yang disajikan padanya.
Seperti peristiwa besar yang terjadi malam itu.
Entah mengapa hari itu ku rasa berbeda dari hari-hari sebelumnya, aku mengikutinya dalam diam, dikejauhan, selalu seperti itu. Dari Kaelen menerima pesan singkat itu, rasanya ada sesuatu yang janggal. Tak biasanya Martin mengundang Kaelen ke manor untuk urusan bisnis, biasanya untuk urusan bisnis mereka selalu mengadakan pertemuan di perusahaannya masing-masing. Jangan-jangan.....104Please respect copyright.PENANAgWSk0qWZfV
"Bodoh! Bisa-bisanya dia ceroboh!" Aku hanya bisa mengumpat dalam hatiku, merutuki kebodohan Kaelen. Bisa-bisanya dia tak menaruh curiga sedikit pun!
Tapi, setelah aku pikirkan lagi, si bodoh ini memang tak akan pernah tahu jika yang selama ini selalu berusaha mencelakainya memang si manusia lemah itu.
Dari beberapa peristiwa sebelumnya, aku mulai menaruh kecurigaanku pada pewaris keluarga Frederick itu. Awalnya aku mencurigai salah satu penghuni mansion milik Kaelen yang berusaha untuk mencelakai pemuda tampan itu, yaaa...memang aku telah berhasil mengenyahkan salah satunya, karena kebodohannya menerima suap dari seorang misterius yang ku lihat dari kejauhan malam itu. Dan setelah aku tahu siapa dalang dibaliknya, aku mulai menyelidikinya lebih dalam.
Mudah saja bagiku untuk masuk ke dalam lingkaran milik keluarga Frederick, hanya butuh sedikit sentuhan wanita,...dan kekuasaan tentunya. Untungnya manusia serakah itu selalu tergiur dengan uang dan kekuasaan dibalik topeng kedermawanan yang ia persembahkan untuk khalayak umum. Jadi, mudah saja bagiku untuk melakukan manipulasi, meski aku harus melibatkan beberapa lycan untuk melakukan penyamaran demi keberhasilan aksi ku untuk mengetahui niat busuk apa yang sebenarnya Martin simpan untuk Kaelen.
Aku sempat meragukan kemampuan manusia lemah itu, tetapi setelah tahu niat besar dibalik kebaikan Martin terhadap Kaelen, aku putuskan untuk tetap melangkah. Alasannya? Jika saja niat busuk Martin terwujud, bukan hanya bangsa manusia yang terancam bahaya, tetapi bangsa werewolf, dan bangsa-bangsa lainnya yang akan menghadapi ancaman. Termasuk bangsa Lycan!
“Ahhh… Kaelen. Andai hati ini tak pernah terikat padamu, andai pikiranku terbebas dari bayang-bayangmu, mungkin aku takkan terjerumus dalam kebodohan yang kian menelan diriku. Tapi setiap detak jantungku selalu kembali padamu, dan setiap langkahku selalu terikat pada jejakmu. Mustahil bagiku untuk melawan rasa ini, meski aku tahu ia bisa menghancurkan segalanya.”104Please respect copyright.PENANAPlwjlg5u1s
Bukan sekali atau dua, aku berusaha untuk meninggalkan petunjuk yang kuperuntukan bagi Kaelen. Aku bahkan sempat mensabotase beberapa laporan keuangan perusahaan milik Kaelen, agar muncul kecurigaan terhadap Martin. Manusia lemah itu bahkan berani melakukan pencucian uang melalui kerjasama yang ia jalin bersama Kaelen!
Pada kesempatan lain, aku meninggalkan jejak berupa petunjuk siapa yang telah berani meracuni Kaelen. Jika saja tembakanku meleset saat itu, mungkin minuman memabukkan itu akan menghancurkan sistem pencernaan tubuhnya! Meski seorang alpha memiliki kekuatan untuk menetralisir racun dalam tubuhnya, tapi dari yang aku lihat bagaimana cara Martin meracik racun tersebut, aku ragu apakah Kaelen bisa melewati malam itu dalam keadaan selamat.
Martin memerintahkan para ilmuwannya untuk membuat racun mematikan dari liur werewolf yang ia bunuh! Bukan sembarang werewolf, tetapi Alpha dari kawanan Underbridge!
"Brengsek Martin! aku pastikan kau mati ditanganku...!" 104Please respect copyright.PENANAzpfynUTXAE
Martin benar-benar gila! Dia bahkan berani melakukan kekacauan besar demi keberhasilan niat busuknya! Malam itu aku merutuki kegagalan pertamaku dalam menelurusi petunjuk, dan setelahnya akan ku pastikan tak akan ada lagi kekeliruan.
Malam ini, aku kembali menyelamatkan Kaelen.104Please respect copyright.PENANARTifsgXWIz
Martin, dengan senyum licik yang selalu ia sembunyikan di balik kata-kata manisnya, menjebaknya di ruang makan. Undangan makan malam yang tampak ramah ternyata hanyalah pintu menuju pengkhianatan. Begitu pintu terkunci, tiba-tiba muncul dinding-dinding kaca dari bawah permukaan lantai dan atas ruangan, mengungkung Kaelen dan beberapa asistennya. Dan wajah-wajah manusia yang tadinya bersahabat berubah menjadi dingin, penuh obsesi.104Please respect copyright.PENANAgeTPFfy7vR
“Bawa tubuh serigalanya ke ruangan rahasia,” perintah Martin, suaranya tajam, penuh hasrat yang tak bisa disembunyikan, setelah gas beracun mematikan melumpuhkan serigala-serigala yang terperangkap didalamnya.104Please respect copyright.PENANAdjehvKFoZw
Aku melihat dari kejauhan, jantungku berdegup cepat. Kaelen, dalam wujud serigala, terjerat oleh gas dan rantai yang dirancang khusus untuk melemahkan darah Raven. Tak lama tubuhnya merosot, matanya kehilangan cahaya. Ia nyaris tak berdaya.104Please respect copyright.PENANA8YSR9OkFEN
Martin benar-benar melancarkan niatnya. Dan nyaris berhasil.104Please respect copyright.PENANAvyzcjkzD3K
Seorang ilmuwan mendekat, tangannya gemetar bukan karena takut, tapi karena kegirangan. Di tangannya, alat tajam berkilat. Ia meraih bulu emas di tubuh Kaelen, bulu yang hanya muncul saat darah Raven terbakar oleh amarah. Bulu itu bukan sekadar simbol—ia adalah legenda. Ramuan dari helai emas itu diyakini bisa mengubah manusia biasa menjadi werewolf, memberi kekuatan yang tak seharusnya mereka miliki.104Please respect copyright.PENANAEZS4zDbQGc
Aku tahu, jika aku datang terlambat, semuanya akan berakhir. Kaelen akan kehilangan bagian dari dirinya, dan Martin akan mendapatkan kekuatan yang bisa menghancurkan keseimbangan dunia.104Please respect copyright.PENANAzCZI6CUu6L
Tanpa pikir panjang, aku melesat dari kegelapan. 104Please respect copyright.PENANAIx2oaCnais
Kaca pecah, suara rantai bergema, dan dalam sekejap aku berhasil menjatuhkan puluhan penjaga. Ilmuwan itu terhenti, matanya membelalak saat jariku mencengkeram pergelangan tangannya. “Tidak malam ini,” bisikku dingin.104Please respect copyright.PENANAAtWPVJkcA8
Kaelen tidak pernah sadar, baginya semua itu hanyalah kebetulan. Tetapi bagiku, itu adalah alasan untuk aku tetap berada didekatnya.
Namun ada satu hal yang selalu mengganjal di relung hatiku. Bayangan masa lalu yang masih terpancar di matanya. Cinta lama yang belum ia lepaskan. Aku melihatnya dari cara Kaelen menatap kosong ke arah bulan, seolah mencari sesuatu yang hilang. Aku mendengar namanya dalam bisikan Kaelen saat tidur, sebuah nama yang bukan milikku.104Please respect copyright.PENANAqlZEBqKZYp
Aku benci mengakuinya, tapi itu membuatku ragu. Apakah aku hanya bayangan yang mengawasi, atau aku bisa menjadi cahaya yang ia butuhkan?104Please respect copyright.PENANAuzca42A1Rr
Aku tahu, cepat atau lambat, Kaelen akan menyadari keberadaanku. Dan saat itu terjadi, aku harus siap. Siap untuk menjawab pertanyaan yang bahkan aku sendiri belum berani tanyakan: Apakah aku melindunginya karena takdir... atau karena hatiku sendiri?
ns216.73.217.69da2


