/story/196548/from-the-forgotten/toc
From the Forgotten | Penana
arrow_back
From the Forgotten
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
From the Forgotten
bubofluff
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Saat membuka mata, aku melihat langit malam dengan bulan purnama bersinar di antara awan tebal. tubuhku berbaring di tempat yang keras dan tidak nyaman. Aku mencoba meraba salah satu benda di bawahku, dingin, bundar tapi penyok dan keras—kaleng bekas? Aku tidak tahu pasti. Pencahayaan redup, tak ada lampu jadi susah untuk melihat.

“Ugh... di sini bau busuk!” aku menggerutu, seketika menutup hidungku. Baunya seperti nasi basi yang dibiarkan berhari-hari dalam keadaan basah. Dari mana bau ini berasal? Sekitarku hanya terlihat bukit-bukit sampah menjulang di segala arah, bau yang menyengat, tak ada lampu ataupun tanda-tanda manusia. Terlihat seperti TPA. Kenapa aku bisa ada di sini? Kepalaku berdenyut ketika aku berusaha mengingat apa yang sedang terjadi.

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 3 minutes
toc Table of Contents
No tags yet.
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.