1633Please respect copyright.PENANA6RB0tnmxJ7
1633Please respect copyright.PENANAPCcgeBgNwE
Sudah hampir lima tahun David dan Dea menikah. Rumah kecil di pinggir kota itu tampak tenang dari luar, tapi di dalamnya, sunyi terasa lebih keras daripada suara televisi yang menyala setiap malam. Mereka belum juga dikaruniai anak, dan jarak di antara mereka makin terasa sejak David mendapat tugas di luar kota sebagai mandor proyek pertambangan batubara.1633Please respect copyright.PENANA54MqoFTh6l
1633Please respect copyright.PENANA6tcBWYoaAf
1633Please respect copyright.PENANApmbJYDlxXc
David bekerja dua bulan penuh di Kalimantan, lalu pulang hanya sepuluh hari sebelum kembali berangkat. Setiap kali pulang, Dea selalu menyiapkan makanan kesukaannya—ayam goreng sambal korek dan sayur asam. Namun, pertemuan yang seharusnya hangat itu sering berubah menjadi canggung. Obrolan mereka terasa datar, seperti dua orang asing yang kebetulan tinggal di rumah yang sama.1633Please respect copyright.PENANASnz2ABWD5I
1633Please respect copyright.PENANATpmiD0Us7j
1633Please respect copyright.PENANA9PrHW2F5vc
Di sisi lain, Dea berusaha menutupi rasa sepinya dengan tenggelam dalam rutinitas di sekolah. Ia mengajar bahasa Indonesia di SMP negeri dekat rumah. Murid-muridnya sering menjadi pelarian dari kesepian. Tapi saat jam pulang tiba dan ruang guru mulai kosong, kesunyian kembali datang menyapa.1633Please respect copyright.PENANAzcjrTEk67X
1633Please respect copyright.PENANAvMPs1un0dq
1633Please respect copyright.PENANATJKm0036RQ
1633Please respect copyright.PENANAwCZUh1YTC0
---1633Please respect copyright.PENANADfWRjAG99K
1633Please respect copyright.PENANAvHxw7TgGWg
1633Please respect copyright.PENANABjrEpLGvRW
Perkenalan David dengan Rani1633Please respect copyright.PENANA2LHNo4pBTs
1633Please respect copyright.PENANAnXV7a4wtWf
1633Please respect copyright.PENANADVu3UnHYdD
Di lokasi tambang, pekerjaan tak pernah berhenti. Suara alat berat, debu batubara, dan terik matahari menjadi teman harian David. Ia dikenal disiplin dan tegas, tapi di balik itu ada lelah yang jarang ia tunjukkan.1633Please respect copyright.PENANAg4CQYEglWK
1633Please respect copyright.PENANAFr901fCwee
1633Please respect copyright.PENANAWtyMJAOI1e
Suatu siang, saat sedang mengurus laporan bulanan di kantor proyek, ia bertemu Rani, staf administrasi baru. Rani tampak sopan dan ramah, sering tersenyum ketika berbicara. Hari itu, ia membantu David mengetik data laporan pekerja yang hilang.1633Please respect copyright.PENANASVHsawjQTG
1633Please respect copyright.PENANAHU452eiUri
1633Please respect copyright.PENANAFpYNZE54IS
> “Pak David, data shift malamnya ini belum lengkap. Mau saya bantu rekap ulang?” tanya Rani sambil menatap layar komputer.1633Please respect copyright.PENANAtHf2EMmMxb
1633Please respect copyright.PENANA9xRFqRU61j
“Wah, boleh banget. Saya kurang paham format barunya,” jawab David sambil tersenyum lelah.1633Please respect copyright.PENANAjY54kPyReL
1633Please respect copyright.PENANAfKIomkVgBa
1633Please respect copyright.PENANAdzhuFVN4Lu
1633Please respect copyright.PENANA5KhYwCcY1s
1633Please respect copyright.PENANAhG8iBiXOJY
Sejak hari itu, mereka sering duduk berdua di kantor saat sore. Awalnya membicarakan pekerjaan, lalu mulai menyinggung hal-hal pribadi—keluarga, hobi, bahkan hal-hal kecil seperti makanan favorit. Rani sering membawakan kopi sachet dan camilan untuk David. Dari hal sederhana itulah kedekatan mereka perlahan tumbuh.1633Please respect copyright.PENANAAP2qQFUMRp
1633Please respect copyright.PENANAyJZU6mf69N
1633Please respect copyright.PENANA4lpkOvm6JT
David merasa ada seseorang yang memperhatikan dan mendengarkannya tanpa mengeluh. Perasaan yang lama hilang sejak hubungan dengan Dea terasa hambar.1633Please respect copyright.PENANAYmPliyEagb
1633Please respect copyright.PENANA1vuRx1kalm
1633Please respect copyright.PENANAmrry1019bx
1633Please respect copyright.PENANAbJPw6vvswn
---1633Please respect copyright.PENANAEXIKliWs0O
1633Please respect copyright.PENANALnlqN79ly5
1633Please respect copyright.PENANAP5phQcH7Uv
Perkenalan Dea dengan Arif1633Please respect copyright.PENANAuiD8spdZlI
1633Please respect copyright.PENANAxtwQQD5b7v
1633Please respect copyright.PENANAsnsLfhdFIN
Sementara itu di sekolah, Dea bertemu dengan Arif, guru olahraga baru. Arif jauh lebih muda, penuh semangat, dan mudah akrab dengan siapa saja. Ia sering membantu guru-guru lain menyiapkan acara sekolah.1633Please respect copyright.PENANADvgctHCEtt
1633Please respect copyright.PENANAzUTbV6zobC
1633Please respect copyright.PENANAMCqVAThyhC
Suatu sore, setelah rapat persiapan lomba antar-kelas, hujan turun deras. Dea berdiri di depan gerbang sekolah menunggu reda, tapi tak kunjung berhenti. Arif yang kebetulan lewat dengan motor menawarinya tumpangan.1633Please respect copyright.PENANAd8bQzWjb4d
1633Please respect copyright.PENANAesCGyXvomR
1633Please respect copyright.PENANAEQb38mve7g
> “Bu Dea, rumahnya arah mana? Saya lewat perumahan belakang kok, sekalian aja saya antar.”1633Please respect copyright.PENANACveSjCdQrm
1633Please respect copyright.PENANAGNA8QGEyaC
“Ah, gak usah repot, Pak Arif. Saya bisa nunggu.”1633Please respect copyright.PENANATGQ15VojBY
1633Please respect copyright.PENANAjKNmlHbwq8
“Dingin lho, Bu. Nanti malah sakit. Gak apa-apa, sekalian lewat.”1633Please respect copyright.PENANAKZK4jXzb9n
1633Please respect copyright.PENANAIxQUIbdrAL
1633Please respect copyright.PENANAzD1D3nDA83
1633Please respect copyright.PENANAkcIeEAoM4X
1633Please respect copyright.PENANAaFhYOUov9S
Dea akhirnya menerima. Dalam perjalanan yang singkat itu, mereka banyak bercerita—tentang murid-murid, tentang hobi, bahkan tentang rutinitas rumah tangga. Arif mendengarkan dengan penuh perhatian.1633Please respect copyright.PENANAqZjMpZPK4B
1633Please respect copyright.PENANAp5FHtnyMnn
1633Please respect copyright.PENANA0JZpChJv6D
Sejak hari itu, Arif sering mampir ke ruang guru Dea, menawarkan bantuan atau sekadar mengobrol saat jam istirahat. Awalnya biasa saja, tapi perhatian kecil yang konsisten mulai mengisi celah kosong di hati Dea.1633Please respect copyright.PENANAocqIUJ0VgI
1633Please respect copyright.PENANAx6orEX5FPB
1633Please respect copyright.PENANA4fgL3NnbiL
1633Please respect copyright.PENANAb9VYsYm2kU
---1633Please respect copyright.PENANAALAxjO1tW4
1633Please respect copyright.PENANAIbCr69VoAn
1633Please respect copyright.PENANATMqsOzp79I
Malam-malam berikutnya, David sibuk di lokasi tambang, sementara Dea sering termenung di ruang tamu sendirian. Keduanya sama-sama merindukan kehangatan, tapi bukan lagi dari pasangan mereka. Tanpa sadar, jarak bukan lagi soal tempat—melainkan soal hati yang perlahan menjauh.
Hari-hari David di lokasi tambang berjalan berat. Hujan turun hampir setiap sore, membuat jalanan berlumpur dan pekerjaan sering tertunda. Ia sering pulang ke mess dalam keadaan lelah, duduk sendiri di depan televisi yang menyala tanpa suara.
1633Please respect copyright.PENANA46azKXQQkt
Suatu malam, saat sedang memeriksa laporan di laptop, pesan dari Rani masuk.
1633Please respect copyright.PENANA8MiHAbZoYF
> “Pak David, saya sudah kirim revisi data shift malam. Hati-hati lembur, nanti masuk angin.”
1633Please respect copyright.PENANAgsdN5ZtHdj
1633Please respect copyright.PENANA9xd9y4TYIC
1633Please respect copyright.PENANAjVzySeDFVH
David membaca pesan itu dengan senyum kecil. Perhatian sederhana itu terasa hangat di tengah rutinitas dingin tambang. Ia pun membalas,
1633Please respect copyright.PENANADMuM8ibQxm
> “Terima kasih, Rani. Kamu juga jangan pulang terlalu malam, jalan ke mess sepi.”
1633Please respect copyright.PENANAu9YrJAmgwW
1633Please respect copyright.PENANA1ohSMpeHQk
1633Please respect copyright.PENANA6sJde8bqm8
Dari percakapan ringan itulah mereka mulai sering bertegur sapa di luar jam kerja. Kadang Rani membawa termos kopi ke kantor proyek, dan mereka duduk di beranda kantor sambil membicarakan hal-hal kecil—tentang kampung halaman, keluarga, dan mimpi masing-masing.
1633Please respect copyright.PENANAUm5Zg8QG3G
Bagi David, kehadiran Rani bukan sekadar teman kerja. Ia menjadi tempat bercerita ketika rumah terasa jauh dan hening. Tak ada niat buruk, hanya kebutuhan akan seseorang yang mau mendengarkan. Tapi tanpa sadar, ia mulai menunggu setiap pesan dari Rani lebih dari sekadar urusan pekerjaan.
1633Please respect copyright.PENANA45pZg0d2OS
1633Please respect copyright.PENANAx8IAyW3yBg
---
1633Please respect copyright.PENANA5DanmOKt92
Sementara itu di kota kecil tempat Dea tinggal, hari-harinya juga berjalan hampir sama. Mengajar, memberi nilai tugas, dan menunggu malam datang. Arif, guru olahraga baru itu, semakin sering muncul di sekitarnya.
1633Please respect copyright.PENANAh6pYos2IhU
Suatu pagi, Dea sedang kesulitan menyiapkan perlengkapan lomba kelas—bendera, papan skor, dan peralatan olahraga yang harus dibawa ke lapangan. Arif datang sambil membawa senyum dan tangan yang siap membantu.
1633Please respect copyright.PENANAtVUSxH61tl
> “Biar saya aja yang angkat, Bu. Berat kalau sendiri.”
“Aduh, makasih, Pak Arif. Biasanya saya dibantu penjaga sekolah, tapi dia lagi izin.”
1633Please respect copyright.PENANAT2ed29TZN4
1633Please respect copyright.PENANA8GxF4DkP2R
1633Please respect copyright.PENANAHTDLIpgVTE
Sejak hari itu, Arif selalu siap membantu setiap kali Dea butuh sesuatu. Kadang mengantarnya ke rumah setelah kegiatan sore, kadang hanya menemaninya makan di kantin karena ia tahu Dea sering melewatkan jam makan.
1633Please respect copyright.PENANAc9Avql1ZqG
Suatu sore, ketika mereka duduk di taman sekolah setelah semua murid pulang, Arif berkata pelan,
1633Please respect copyright.PENANAQo2TBT5umL
> “Bu Dea, suaminya di luar kota, ya?”
“Iya, dua bulan kerja, sepuluh hari di rumah.”
“Pasti berat, ya. Kalau saya, sebulan aja jauh dari keluarga rasanya udah sepi.”
1633Please respect copyright.PENANAHy37qgS0rp
1633Please respect copyright.PENANA9BwqhDl9iy
1633Please respect copyright.PENANA3LI55kzIuR
Dea hanya tersenyum kecil. Ia tak ingin bercerita lebih banyak, tapi kalimat itu cukup membuat dadanya terasa hangat. Ada seseorang yang mengerti, meski tak seharusnya.
1633Please respect copyright.PENANAA1O43Bzcqs


