( Bagian Ke 1 )
11910Please respect copyright.PENANAaNVPDPxnlF
Di jalanan desa di sebuah pegunungan selatan Jawa Timur, tampak seorang laki-laki berusia lanjut sedang berjalan dengan gontai. Dilihat dari perawakan dan keriput di kulitnya, usianya kurang lebih mendekati 60 tahun. Namun meski begitu, bentuk fisiknya masih terlihat kuat, seperti layaknya lelaki yang berusia 35 tahun. Maklum, sehari-hari dia bekerja sebagai kuli bangunan. Pekerjaannya yang berat membuat kondisi fisiknya tetap terjaga dengan bugar.
11910Please respect copyright.PENANAwrGNWyJh3n
11910Please respect copyright.PENANA2NevMcFjks
Menjadi kuli bangunan tidak dilakukan di negeri sendiri, tapi di Malaysia. Dia menjadi TKI disana. Kini, setelah 30 tahun berada di Malaysia, dia pulang untuk melihat kampung halamannya. Terpancar raut wajah lelah di muka lelaki bernama Dewo itu.
11910Please respect copyright.PENANAS0lVt9Qbxw
Sudah dari tadi dia mencari rumah orang tua di desa Wonosari, tapi masih belum ketemu juga. Suasana kampungnya memang tidak banyak berubah, hanya jumlah rumahnya saja yang sedikit bertambah. Dulu hanya ada sekitar dua puluh rumah, sekarang mungkin tidak lebih dari 60 rumah. Maklum, desa Wonosari merupakan daerah terpencil di pegunungan. Penerangan listrik pun belum masuk ke desa tersebut.
11910Please respect copyright.PENANAWoDLnpC6LZ
Sudah hampir tiga jam Dewo mencari rumah orang tuanya. Ketika sudah ketemu dan datangi, ternyata bukan kedua orang tua yang ditemui, melainkan seorang muslim berpakaian yang sepertinya adalah seorang Kyai. Rumah itu sudah berpindah tangan.
11910Please respect copyright.PENANAapX4wyTKMf
”Mungkinkah Kyai itu adalah anak pungut orang tua dulu?”.
11910Please respect copyright.PENANAqV68WlyMpe
Dewo berkata dalam hati.
11910Please respect copyright.PENANAeYFypW3BP0
“Mencari siapa, Pak?”.tanya Kholil kepada Dewo.
11910Please respect copyright.PENANAYNKJ5xT5b2
Dengan tergagap Dewo menjawab.
“Apakah benar ini rumah Pak Markum?”.Kholil terkejut ketika Dewo menanyakan Markum, bapak angkatnya.
11910Please respect copyright.PENANABbFC991CiF
”Bapak siapa?”.tanya Kholil balik.
11910Please respect copyright.PENANA4zRWR7z972
”Saya adalah anaknya yang telah lama pergi merantau.”.jawab Dewo terus terang. Betapa terkejutnya Kholil mendengar jawaban itu.
Markum, bapaknya, memang pernah berkata kalau dirinya mempunyai anak. Tapi karena kenakalannya, anak itu diusir pergi. Dan sampai Markum dan istrinya meninggal, anak itu tidak pernah kembali ke rumah.
11910Please respect copyright.PENANA9vCXOpLBBo
Kholil segera mempersilahkan Dewo untuk masuk ke dalam, dia kemudian memanggil istrinya.
11910Please respect copyright.PENANAIrnvO3Z8K4
”Nyai, ada tamu. Tolong si Rohmah dan adikmu diajak sekalian.”.
11910Please respect copyright.PENANADDokpROhzm
Tak lama kemudian, Nyai Siti, istri Kholil, keluar diiringi oleh dua orang gadis muda yang terlihat malu-malu.
11910Please respect copyright.PENANAe9hW2slzzi
"Nyai, ini ada tamu. Pak Dewo ini adalah anak dari bapak angkat kita. Pak Dewo ini sudah sekian lama merantau dan sekarang pulang ke desa ini untuk mencari Pak Markum.”.
11910Please respect copyright.PENANARRCk6UuEyB
Mendengar apa yang dikatakan Kyai Kholil, betapa terkejutnya mereka, karena tidak menyangka akan bertemu kembali dengan anak Pak Markum yang asli. Akhirnya keluarga itu dengan hormat menjamu Dewo.
11910Please respect copyright.PENANAi8YjZTSrih
Nyai Siti berumur 35 tahun, wajahnya mirip artis Titi Kamal. Sedangkan putranya yang bernama Rohmah berusia 16 tahun, wajahnya mirip dengan artis Zaskia Adya Mecca.
11910Please respect copyright.PENANAUbMzblEnAx
Adik Nyai Siti yang bernama Wiwik, seperti Ike Nurjanah. Yang ketiganya cantik, dengan pakaian jubah dan kerudung panjang yang menutup sampai ke dada. Maklum, Kyai Kholil adalah sosok yang disegani di kampung.
11910Please respect copyright.PENANArX2zarslN9
Sehari-hari ia bertindak sebagai pemuka agama. Rasa sungkan keluarga Kyai Kholil kepada Dewo semakin bertambah besar ketika Dewo memberikan oleh-oleh dari Malaysia berupa baju dan perhiasan yang sedianya akan diberikan kepada orang tuanya.
11910Please respect copyright.PENANAZuEaCW1y7h
Apalagi ketika Dewo berkata bahwa uang tabungan selama dia bekerja dapat digunakan untuk kebutuhan hidup keluarga Kyai Kholil. Dewo hanya meminta satu hal, ia ingin menghabiskan hari orang tuanya di rumah ini.
11910Please respect copyright.PENANAeJptg9xga8
Begitu besar keinginannya hingga dia bahkan tidak keberatan kalau Kyai Kholil menyuruhnya untuk menggarap ladang yang sebenarnya masih milik orang tuanya.
11910Please respect copyright.PENANAEgOcNb5Y8D
Akhirnya, tanpa banyak halangan berarti, Dewo pun tinggal bersama dengan keluarga Kyai Kholil. Dia menempati kamar belakang yang terpisah dengan rumah induk yang jaraknya sekitar 10 meter. Hampir dua bulan Dewo tinggal di rumah Kyai Kholil, dan warga sekitar sudah mengetahui keberadaannya.
11910Please respect copyright.PENANAZYKqbo53s8
Cuma warga tidak banyak yang tahu tentang masa lalu Dewo yang kelam, yang suka memperkosa wanita dan menggoda istri orang. Bahkan Dewo tidak segan untuk membunuh lelaki yang merebut wanita yang dikandungnya. Warga cuma tahu kalau Dewo adalah anak Pak Markum yang ingin menghabiskan sisa hidupnya di desa ini.
11910Please respect copyright.PENANATSzogCIH9a
Padahal Dewo yang sekarang masih seperti yang dulu. Di Malaysia, dia suka bermain perempuan, bahkan setiap hari. Dan begitu tinggal di desa Wonosari, sudah hampir dua bulan ini ia tidak bisa menyalurkan hasrat seksualnya. Betapa tersiksanya laki-laki tua itu.
11910Please respect copyright.PENANABtQAYtBN3u
Sempat terlintas di pikiran untuk menyetubuhi istri Kyai Kholil yang cantik. Maka demi memuluskan ambisinya itu, iapun segera menyusun rencana agar bisa mendapatkan tubuh molek Nyai Siti, kalau bisa bersama anak dan adiknya juga.
11910Please respect copyright.PENANAmRhgQRJbdn
Sebagai seorang Kyai, terkadang Kyai Kholil dalam satu bulan bisa berempati sampai lima kali meninggalkan rumah. Kalau dihitung, praktis hanya seminggu ia berada di rumah.
11910Please respect copyright.PENANAuJPn7vZxgR
Sama seperti saat itu, ketika Kyai Kholil sedang ada pertemuan antar Kyai di kota lain selama empat hari. Kesempatan ini segera dimanfaatkan oleh Dewo untuk menjalankan perencanaan.
11910Please respect copyright.PENANA2JIfi7Jeb0
Sebelum berangkat, Kyai Kholil berpesan kepada Dewo agar menjaga keluarganya, dan Dewo pun menyanggupi, meski dengan senyum iblis tersungging di bibir.
11910Please respect copyright.PENANAUgbNY4jXrx
Malam itu hujan turun deras sekali. Jam delapan malam, anak dan adik Nyai Siti sudah lelap tertidur. Tidak ada penerangan listrik membuat mereka malas melek sampai malam. Nyai Siti yang ingin ke belakang bertemu dengan Dewo yang sedang duduk di teras belakang sambil merokok.
11910Please respect copyright.PENANAepbOBq2OTQ
”Eh, Pak Dewo… belum tidur, Pak?”.sapa wanita cantik itu.
11910Please respect copyright.PENANAmLC8wJ2Mch
”Belum, Bu,”.jawab Dewo. Sekembalinya dari kamar mandi, Nyai Siti kemudian bertanya kepada Dewo.
11910Please respect copyright.PENANAM4nNPanIXK
”Pak, saya buatkan teh panas ya, biar nggak kedinginan,”.
11910Please respect copyright.PENANAoHo6HGHXwq
”Ah, nggak usah repot, Bu.”.jawab Dewo pura-pura.
11910Please respect copyright.PENANANCHUi6YfZB
”Ah, nggak papa, Pak Dewo,”.
jawab Nyai Siti. Tak berapa lama kemudian, wanita itu sudah kembali dengan dua gelas teh panas berada di tangan. Dewo mulai berpikir.
11910Please respect copyright.PENANA4WWddz6rjd
”Aku harus bisa merasakan tubuh Nyai Siti!”.tekadnya dalam hati.
11910Please respect copyright.PENANAkeM1XPsVKJ
”Pak Dewo, ayo diminum. Kok malah ngelamun sih?”. Pertanyaan Nyai Siti membuyarkan pikiran kotornya.
11910Please respect copyright.PENANAvuZIkOC4xN
”Ya, Bu, terima kasih.”.
11910Please respect copyright.PENANAboy4sFMAhz
Selesai meminum teh panas, Dewo bertanya kepada nyai Siti.
11910Please respect copyright.PENANAHAJL41F3Im
”Semuanya sudah tidur, Bu?”.
11910Please respect copyright.PENANAZlmt1PLBHO
”Iya, Pak. Hujan-hujan begini anak sama adikku pada males bangun.”.jawab Nyai Siti tanpa curiga.
11910Please respect copyright.PENANAMNtpmchkhN
”Wah, kesempatan nih!” pikir Dewo.
11910Please respect copyright.PENANAdUSp5eiP0I
”Bu, kalo boleh minta tolong, saya minta minyak kayu putih jika ada,” pintanya.
11910Please respect copyright.PENANAgaP3u31mYN
”Oh, ada, Pak. Sebentar saya ambilkan,” jawab Nyai Siti.
11910Please respect copyright.PENANA2kMZr7D1VW
Saat wanita itu masuk ke dalam rumah untuk mengambil minyak kayu putih, Dewo diam-diam memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Nyai Siti.
11910Please respect copyright.PENANARqLZmh8CwH
”Ini pak, minyak kayu putihnya. Dibawa aja, nanti saya bisa beli lagi.”.
11910Please respect copyright.PENANA0gGcw7AWtC
Nyai Siti memberikan botol kecil yang ada di tangan Dewo.
11910Please respect copyright.PENANAlGWA9PYzjD
”Terima kasih, Bu.”.
11910Please respect copyright.PENANA93In4c05Qq
Dewo berduka dengan senang hati. Sambil ngobrol-ngobrol kembali, Nyai Siti tanpa rasa curiga sedikit pun, mulai meminum teh panasnya yang telah diberi obat perangsang oleh Dewo. Tidak butuh waktu lama, obat itupun mulai bekerja.
11910Please respect copyright.PENANAdJMy0kq7oF
Nyai Siti merasakan gairah dalam tubuhnya yang tiba-tiba menggebu. Ia mulai berkeringat dan bernapas agak berat. Dewo yang mengetahui bahwa Nyai Siti sudah berada dalam pengaruh obatnya, segera menggeser duduknya lebih dekat dengan istri Kyai Kholil itu dan berkata.
11910Please respect copyright.PENANAgcp6MPjw65
"Bu, kok hujannya lain ya? Udaranya lebih dingin.". pancingnya.
11910Please respect copyright.PENANA7I9Oe7EjBc
”Iya, Pak.” jawab Nyai Siti dengan suara parau.
11910Please respect copyright.PENANAqfTBrxY6uR
Dengan sengaja Dewo meletakan tangannya di paha wanita cantik itu. Melihat tindakan si Dewo, seharusnya Nyai Siti marah. Tapi ia sudah hilang akal, pengaruh obat perangsang telah meruntuhkan kesadarannya.
11910Please respect copyright.PENANAjctGKKjnQ1
Yang ada dia malah diam saja, bahkan Nyai Siti seperti menikmati elusan tangan Dewo di atas kulit pahanya yang putih mulus. Melihat itu, Dewo pun menjadi semakin berani. Ia segera merangkul tubuh montok Nyai Siti dan mencium ciumannya.
11910Please respect copyright.PENANAQA8v18RQKD
”Ehm, Pak!” desah Nyai Siti saat Dewo mulai melumat persahabatan dengan rakus.
11910Please respect copyright.PENANA58JY2muoxg
Merasa tidak ada penolakan, tangan Dewo dengan cepat mulai menyingkap jubah Nyai Siti, ia mengangkat kain panjangnya hingga ke pinggang. Paha Nyai Siti yang putih dan mulus segera terlihat dengan jelas, tampak begitu menyilaukan di malam yang gelap dan dingin itu. Tak tahan memandanginya lama-lama, Dewo pun dengan penuh nafsu langsung menunduk dan menciuminya.
11910Please respect copyright.PENANAkl5HiJMCRl
“Ah… geli, pak Dewo!” pekik Nyai Siti dengan tubuh menggelinjang, tapi sama sekali tidak berkeberatan.
11910Please respect copyright.PENANA33bMLrTCim
Merasa mendapat angin segar, Dewo pun semakin berani. Sambil mengusap-usap paha mulus Nyai Siti,ciumannya mulai bergerak ke arah selangkangan wanita cantik itu.
11910Please respect copyright.PENANAQhrDOm8Wy8
Ia ciumi vagina Nyai Siti dari luar celana dalamnya, sambil sesekali ia menekan hidungnya pada vagina yang harum dan empuk itu.
11910Please respect copyright.PENANAB448xd4GTI
“Ahhh… Pak!” Nyai Siti mendesah luar biasa, seolah sangat menikmatinya.
11910Please respect copyright.PENANAVb1rrGQ2P0
Tapi rangsangan yang diberikan Dewo tidak berhenti sampai disitu, sambil terus mengendus selangkangan Nyai Siti, dia menjulurkan tangannya dari bawah jubah dan memasukkannya ke balik BH. Diusap dan dipegangnya puting Nyai Siti yang terasa mulai tegak membesar. Ia pijit dan pilin-pilin ringan benda mungil itu hingga tak berapa lama kemudian, tiba-tiba Nyai Siti menjepit kepalanya dan mendesah hebat.
11910Please respect copyright.PENANAEkRxKzkVjV
”Shshshsshh… aghgahahh!”.tubuh montoknya menggelinjang, dan Dewo merasakan hidung dan mulut tiba-tiba basah oleh cairan kewanitaan. Begitu banyaknya hingga menembus sampai luar celana dalam.
11910Please respect copyright.PENANAr2qhcQS9Nn
”Pak Dewo, belum pernah merasakan yang seperti ini, bahkan dari suamiku, dia tidak pernah menciumi vaginaku seperti ini.”.
11910Please respect copyright.PENANAdPzwiLYMDu
kata Nyai Siti dengan mata setengah terpejam, keenakan. Dewo pun langsung mengetahui arah pembicaraan ini, ia segera menggandeng tangan Nyai Siti dan diajaknya untuk masuk ke dalam kamar yang selama ini ditempatinya.
11910Please respect copyright.PENANAHrMcBJiume
Nyai Siti seperti hilang kesadaran, dengan patuh mengikuti. Sesampainya di dalam, Dewo langsung melucuti bajunya. Terjuntai lah batang tititnya yang belum ngaceng sepenuhnya, besar seperti pisang Ambon dan panjang seperti tongkat satpam. Melihat titit yang luar biasa itu, Nyai Siti melongo.
11910Please respect copyright.PENANABAptPh9TCZ
Inilah titit terbesar dan terpanjang yang pernah ia saksikan seumur hidupnya. Belum sempat hilang rasa herannya, tubuh Nyai Siti sudah didorong oleh Dewo hingga jatuh ke atas kasur.
11910Please respect copyright.PENANAmbS1BwY0wx
Dewo yang masih ingin mempermainkan Nyai Siti, kemudian mencium bibir wanita cantik itu. Ia juga mengelus-elus seluruh bagian tubuh Nyai Siti, terutama payudaranya yang membusung bulat.
11910Please respect copyright.PENANAzOsUQ2wa4l
Dewo sangat suka sekali dengan benda itu. Terasa sangat empuk dan kenyal sekali dalam genggaman tangan. Sambil terus melumat, dia mulai melepas kancing depan baju Nyai Siti satu demi satu sampai terbuka seluruhnya. Tidak hanya itu, ia juga melepas kaitan BH Nyai Siti, namun tidak ia tarik, BH itu tetap dibiarkannya disitu.
11910Please respect copyright.PENANAAF8QX4U5f7
Kalau ingin memegang payudara Nyai Siti, ia cukup menyingkapkannya ke atas, dan terpampanglah benda putih mulus itu. Nyai Siti semakin terbelalak menyaksikan titah Dewo yang semakin membesar dan memanjang. Seperti layaknya penis kuda, sekarang titit itu sudah hampir 25 centi panjangnya. Diameternya juga sangat luar biasa, telapak tangan Nyai Siti tidak bisa menjangkau semuanya saat mencoba menggenggamnya. Tersenyum bangga, Dewo dengan kasar melepas celana dalam Nyai Siti, satu-satunya penutup yang masih tersisa di tubuh montok wanita cantik itu.
11910Please respect copyright.PENANAuTWZ9QACQ1
Jilbab Nyai Siti yang bermotif kembang-kembang tidak lepas, Dewo merasa benda itu tidak begitu mengganggu aktivitasnya, bahkan semakin menambah gairahnya.
11910Please respect copyright.PENANAwmzVdTtTXc
Nyai Siti memandangnya sayu saat mereka saling bertatapan. Dewo melihat wanita itu tampak senang dengan apa yang ia lakukan. Dia jadi lebih berani mengusap dada Nyai Siti yang kenyal menegangkan dengan puting yang terasa semakin tajam.
11910Please respect copyright.PENANAmmRvLb7Q84
Dewo mendekatkan bibirnya untuk mencium puting mungil itu. Erangan halus keluar dari mulut Nyai Siti saat Dewo mulai mengecup dan menghisapnya secara perlahan, bergantian kiri dan kanan. Ia terus melakukannya hingga puting yang memerah itu semakin menegangkan dan menegak.
11910Please respect copyright.PENANAy19T2569Pd
Nyai Siti tampak semakin gelisah, nafasnya sudah tidak teratur lagi. Tangannya pembohong menarik-narik rambut Dewo yang sedang tenggelam di celah buah dadanya, mulutnya mendesah-desah.
11910Please respect copyright.PENANAe9iHgO2jNS
“Ssshh… sshh… aghhh… Pak Dewo!”.
11910Please respect copyright.PENANApDCeXnvTfZ
Dewo menurunkan ciumannya. Lidahnya kini bermain-main di pusar Nyai Siti, menggelitik lembut disana, sambil tangan mulai mengusap- usap paha Nyai Siti yang putih dan mulus.
11910Please respect copyright.PENANAykT9Ir0XIy
”Pak Dewo, ughh…”.Istri Kyai Kholil itu memanggil saat tangan nakal Dewo mulai menyentuh daerah kemaluannya. Dewo mengusap-usap perlahan rambut halus yang tumbuh disana sebelum akhirnya lidahnya terjulur dan mulai menjilatinya. Bau kemaluan Nyai Siti merangsang sekali, wangi dan harum, sama sekali tidak salah, dengan satu bau khas yang sukar untuk diceritakan.
11910Please respect copyright.PENANAoTPEydcIB3
Dewo membuka lebar-lebar paha wanita cantik itu untuk mencari biji klitorisnya. Ia sibak bibir vagina yang telah basah itu. Saat sudah ketemu, kembali ia julurkan lidah untuk menghisap dan menggigitnya.
11910Please respect copyright.PENANAICNfgoWLgV
”Eghhh… Pak Dewo!”.
11910Please respect copyright.PENANAUjSRe7XyIM
Nyai Siti mendesah kegelian. Liang kemaluannya tampak semakin basah dan memerah. Baunya juga menjadi semakin kuat. Membuat Dewo jadi semakin terangsang. Dilihatnya cairan berwarna putih sudah keluar dari lubang sempit itu.
11910Please respect copyright.PENANAffp03mHpUO
Ini tanda bagi Dewo untuk segera beralih ke tahap selanjutnya. Diperhatikannya tubuh Molek Nyai Siti yang terbaring telentang di atas kasur. Terutama buah dada yang membusung indah, yang seperti minta disentuh dan diemut. Putingnya yang mungil kemerahan terlihat basah karena air liur Dewo. Perut Nyai Siti tampak cukup rata dan langsing, hanya ada sedikit lipatan lemak disana. Kakinya yang terbuka lebar membuat Dewo bisa menyaksikan dengan jelas lubang kemaluannya yang basah dan menganga lebar, siap untuk masuk. Jadi, sambil tersenyum mesum, Dewo pun segera menindih tubuh Nyai Siti. Didekapnya istri Kyai Kholil itu dan dipeluknya dengan gemas sambil melumat mesra bibir ranumnya.
11910Please respect copyright.PENANAreZPnpO2L4
Tangan Dewo meraba seluruh tubuh Nyai Siti yang mulus dan halus. Sambil memegang puting susunya, Dewo meremas-remas buah dada Nyai Siti yang padat dan kenyal. Ia memijit dan mengusap-usapnya hingga nafsu Nyai Siti makin terangsang hebat.
11910Please respect copyright.PENANAgfpSh04p0j
Nyai Siti membalas dengan menggenggam penis Dewo erat-erat lalu diusap-usapnya penuh rasa sayang. Dewo membuka lebar-lebar paha Nyai Siti untuk mencari liang vaginanya. Setelah ketemu, tanpa memberitahu sebelumnya, dia langsung melesakkan tititnya menembus lubang sempit itu.
11910Please respect copyright.PENANApygGtGTK55
”Aaugh… auhhh…”.auhh...auhh...auhh
11910Please respect copyright.PENANAxSXKXBXBDR
Nyai Siti menjerit tertahan, tubuhnya menggelinjang seperti kesakitan karena memeknya terasa penuh oleh titit Dewo yang besar dan panjang.
11910Please respect copyright.PENANAx5n73QHNfb
”Pelan-pelan, Pak Dewo!”.
11910Please respect copyright.PENANAt7OB12RsNA
Nyai Siti berbicara dengan nafas sesak. Mulutnya meringis seperti orang yang sedang menahan kencing. Dewo segera memeluk tubuh Molek Nyai Siti dengan gemas sambil memainkan buah dada, ia menjilat, mengusap dan menggigit gigit lembut benda bulat itu. Mulutnya mengecup-ngecup sambil lidahnya memainkan putingnya. Lalu Dewo bertanya dengan suara lembut.
11910Please respect copyright.PENANAThVVhBcWDy
“Mau diteruskan?”.
11910Please respect copyright.PENANAEtGjnplAU8
Nyai Siti membuka matanya. Di sekelilingnya terlihat senyuman manis yang begitu menggairahkan. Dewo pun menekan penisnya ke dalam. Kemudian ditariknya ke belakang perlahan-lahan. Ditekan lagi. Ditarik lagi. Begitu terus selama beberapa saat hingga kemaluan sempit Nyai Siti berubah menjadi sedikit lebih lebar, baru Dewo mempercepat hentakannya. Kini dengan lancar tititnya keluar masuk di memek sempit Nyai Siti. Terasa hangatnya sungguh sangat menggairahkan.
11910Please respect copyright.PENANAb6OwZFfOVl
”Ehss… ahmm… ughh…”.
11910Please respect copyright.PENANAxwUrYrgLFV
Nyai Siti mendesah dan mengerang seiring dengan genjotan pinggul Dewo yang semakin cepat dan kencang. Bahkan punggungnya sampai terangkat-angkat untuk menyambut tusukan laki-laki tua itu. Tak ingin kalah, pertengkaran tenaga Dewo terus memaju-mundurkan pinggulnya. Sambil menggoyang, ia juga terus meremas-remas payudara Nyai Siti yang bulat dan membusung indah. Sampai akhirnya ia merasakan badan Nyai Siti mengejang dengan mata yang tertutup rapat. Tangannya memeluk tubuh Dewo erat-erat. Satu keluhan berat keluar dari mulut.
"
Arghhh… aku keluar, Pak Dewoooo…!”.setengah berteriak, wanita itu orgasme. Vaginanya yang sempit menyemburkan cairan kental yang banyak sekali. Merasa nikmat, bukannya berhenti, Dewo malah menggoyang pinggulnya semakin kuat. Kasur tempat mereka bersetubuh sampai berdecit-decit dibuatnya.
11910Please respect copyright.PENANAhuJf9r44QD
Denyutan di kemaluan Nyai Siti kembali terasa, seolah ingin melumat penis Dewo yang tertanam di dalamnya. Dan tak lama kemudian, wanita itu kembali orgasme.
11910Please respect copyright.PENANABA1Ty3em9E
”Pak Dewoo… aku keluar lagi.”.erang Nyai Siti, ingin dikasihani. Tapi bukan Dewo namanya kalau akan menyerah dalam waktu singkat.
11910Please respect copyright.PENANAjM7khpGKNt
Ia terus mempercepat geraknya, tak peduli meski memek Nyai Siti kembali berdenyut- denyut kencang, tanda kalau cairan cintanya akan muncrat lagi. Denyutan yang semakin keras membuat penis Dewo semakin menegangkan. Nyai Siti mengimbangi dengan menggoyangkan pinggulnya, dan…
11910Please respect copyright.PENANAjDrQm4LJ99
”Oughhh…Pak Dewo!” ia pun orgasme untuk yang ketiga kalinya.
11910Please respect copyright.PENANAf2NMRSWWbE
Goyangan Dewo menjadi semakin kencang. Kemaluan Nyai Siti yang basah terasa semakin keras menjepit batang penisnya. Dirangkulnya tubuh istri Kyai Kholil itu kuat-kuat. Nyai Siti diam saja, malah ia bersandar pada tubuh kurus Dewo. Nyai Siti sudah lunglai tak bertenaga. Tiga kali orgasme membuatnya bagai lemas tak bertulang.
11910Please respect copyright.PENANAD9O4gqcnc6
Sementara itu, Dewo terus menggoyang hingga tak lama tubuh montok Nyai Siti kembali terguncang-guncang. Nyai Siti membiarkan saja perlakuan itu. Ia sudah tidak kuat untuk membalas. Orgasme demi orgasme yang kembali ia raih membuatnya semakin lemas dan terpuruk. Ia pasrah tubuhnya yang masih terbungkus jilbab dan jubah dikerjai oleh Dewo.
11910Please respect copyright.PENANAstUO5XCWac
”Pak Dewo kok kuat sekali sih… sudah sembilan kali aku keluar, tapi Pak Dewo tetep aja kuat?”tanya Nyai Siti dengan suara lirih. Dewo mencabut penisnya dan bertanya.
11910Please respect copyright.PENANASar6tyiZS1
”Nyai bisa bantu saya?”.
11910Please respect copyright.PENANACwWgkC8T39
Merasa tidak enak hati karena sudah diberi kenikmatan bersetubuh yang bertubi-tubi, Nyai Siti tidak sanggup menolak. Ia pun mengangguk dan menyyanggupi.
11910Please respect copyright.PENANAC9YAAV4SDL
“Apa yang bisa kulakukan untukmu, Pak?” tanyanya lirih.
11910Please respect copyright.PENANAOLTeEV4yy7
Sambil meremas-remas payudara bulat Nyai Siti, Dewo kemudian berdiri di tepi kasur, sedangkan Nyai Siti duduk di depannya. Dia menyorongkan tititnya kepada wanita cantik itu.
11910Please respect copyright.PENANAs4VQFGh93l
”Nyai, tolong sepong tititku,” pintanya, sedikit memaksa.
11910Please respect copyright.PENANACxMs6poZTr
Awalnya Nyai Siti tidak mau. Ia merasa jijik melakukan hal seperti itu.
11910Please respect copyright.PENANAXBzb4gZ3MC
”Ini mungkin kotor, Pak.” tolaknya halus.
11910Please respect copyright.PENANANlLnGetN7M
Namun Dewo terus memaksa, hingga akhirnya mau tidak mau Nyai Siti terpaksa melakukannya. Pertama memang kaku, ia hanya menjilati titik saja. Tapi itupun sudah cukup membuat Dewo merem melek keenakan.
11910Please respect copyright.PENANA2h8cxZhNKl
Semakin lama, hisapan Nyai Siti semakin terasa kenikmatannya. Wanita itu kini sudah mulai berani memasukkan penis Dewo ke dalam mulut. Namun baru separuh yang masuk, Nyai Siti sudah ketagihan. Wanita itu terbatuk-batuk dan segera mengeluarkan penis Dewo kembali.
11910Please respect copyright.PENANAcVs9n4w1Jt
”Gede banget burungmu, Pak.” keluh Nyai Siti.
11910Please respect copyright.PENANAxWzd1LuoJ2
Tak peduli, sambil memegang kepala Nyai Siti yang masih terbungkus jilbab, Dewo meminta istri Kyai Kholil itu agar kembali memaki penisnya. Tidak sanggup menolak, Nyai Siti pun kembali menjilatinya.
11910Please respect copyright.PENANAFDpE7LxaL9
Mata Dewo terpejam- pejam ketika lidah basah Nyai Siti mulai melumat kepala penisnya dengan lembut. Kontol itu dikulum Nyai Siti sebisanya, yang penting bisa membuat Dewo mengerang dan merintih penuh nikmat. Tidak tahan diperlakukan seperti itu, dalam keadaan sangat bergairah, akhirnya Dewo sampai ke puncak. Air maninya muncrat ke dalam mulut Nyai Siti, hampir setengah gelas. Tubuh tua Dewo bergetar kencang saat cairan itu menyembur keluar.
11910Please respect copyright.PENANAFGdMQRP8FO
"Umph… humphhh!".
11910Please respect copyright.PENANASXspgID5vv
Nyai Siti berusaha membuangnya, namun karena Dewo menjejalkan penisnya dalam-dalam, terpaksa sebagian sperma Dewo tertelan olehnya. Terengah-engah, ia memandangi Dewo yang tersenyum penuh kemenangan.
11910Please respect copyright.PENANAoU3ZAD8EX9
”Bagaimana rasanya, Nyai?” tanya Dewo menggoda.
11910Please respect copyright.PENANAPumoBgH8uL
Bukannya marah, Nyai Siti malah ikut tersenyum dan mengangguk.
11910Please respect copyright.PENANAnPkHhuIfRW
”Lumayan, sperma Pak Dewo enak juga.”.
11910Please respect copyright.PENANA1FmOPOoXUV
Ia merasakan ada yang berubah pada dirinya setelah menelan sperma laki-laki tua itu, sisi pembohong yang selama ini bersembunyi di dalam dirinya seperti terbangkitkan.
11910Please respect copyright.PENANAH6QQJI14YT
Selama ini Nyai Siti belum pernah ngeseks dengan suaminya sampai sembilan kali orgasme seperti yang dilakukannya dengan Dewo. Dan ternyata, hal itu sangat nikmat sekali. Nyai Siti menyukainya. Ia ketagihan dibuatnya. Maka itu, Dewo bertanya,
11910Please respect copyright.PENANAidFtu18lta
”Gimana, Nyai, enak nggak kawin denganku?”.
11910Please respect copyright.PENANAebJrSZSJqU
Nyai Siti segera membalas. ”Enak sekali, Pak Dewo. Ayo kita ulangi lagi.”.
11910Please respect copyright.PENANANabSV4u98y
Gila, seorang istri Kyai bisa berkata seperti ini. Memang, nafsu sanggup membuat seseorang kehilangan akal. Apalagi saat melihat titit Dewo yang ngaceng lagi, makin senanglah wanita setengah baya itu.
11910Please respect copyright.PENANA7vN8PTX4J2
”Sekarang lepas semuanya ya, Nyai… jilbab, BH dan jubahmu,” .pinta Dewo. Tanpa perlu diperintah dua kali, Nyai Siti menuruti keinginan laki-laki tua itu. Dengan cepat pakaiannya luruh ke lantai hingga ia sama-sama bugil seperti Dewo. Kali ini Nyai Siti tidak disungkan lagi melayani Dewo. Tanpa rasa malu, ia memeluk Dewo dan kemudian melumat bibir. Sambil terus berpagutan, sesekali lidah Nyai Siti terjulur untuk mencari sisa-sisa ludah Dewo. Setelah itu menciumnya turun ke dada Dewo untuk mempermainkan putingnya. Nyai Siti menghisap dan menjilatinya seperti yang tadi dilakukan Dewo pada putingnya.
11910Please respect copyright.PENANAR0l6cRiGNG
”Ehm…” melenguh keenakan.
11910Please respect copyright.PENANAJdqzwtfAgU
Dewo menikmatinya dengan hati puas. Niatnya untuk menguasai Nyai Siti, kini terlaksana sudah. Bahkan lebih dari sekadar dugaannya. Tanpa disengaja, Dewo telah mengubah istri Kyai Kholil yang alim dan pendiam itu menjadi wanita nakal yang haus akan belaian birahi. Terbukti dari ulah Nyai Siti yang tanpa diminta, mulai mengulum dan mengocok titit besar Dewo, padahal tadi di awal-awal dia sangat jijik melakukannya. Sekarang malah terlihat sangat menikmati. Nyai Siti terus menghisapnya sambil sesekali mencucup kedua telurnya, membuat Dewo merem melem keenakan persahabatannya.
11910Please respect copyright.PENANAvSo6tihZyi
Setelah titit Dewo tegang sepenuhnya, Nyai Siti pun kemudian menaikinya, dan blesh…! Kontol itu dengan telak masuk ke lubang vaginanya. Setelah diam sejenak, Nyai Siti mulai bergerak naik turun.
11910Please respect copyright.PENANAQw1cwBxZ4s
Ia menggenjot pinggulnya di atas batang titit Dewo, menjadikan batang coklat panjang itu sebagai tumpuannya. Nyai Siti terus melakukannya sampai ia mendapatkan orgasme secara berulang, sama seperti saat persetubuhan pertama tadi. Dewo yang belum orgasme kemudian meminta Nyai Siti untuk tidur telentang dengan bersandar pada bantal yang ditumpuk. Dewo menduduki dada Nyai Siti sambil memasukkan titit besarnya ke mulut wanita cantik itu. Nyai Siti kelabakan mendapatkan sodokan titit Dewo, tapi dia sama sekali tidak menolak.
11910Please respect copyright.PENANASNssCjb49s
Dewo yang keenakan, terus menggenjotkan tititnya dengan penuh nafsu. Begitu cepatnya memasukkan antara mulut Nyai Siti dengan batang penisnya, sampai membuat mulut Nyai Siti terasa nyeri. Rasa sakit itu baru mereda saat tak lama kemudian titit Dewo ejakulasi menyemburkan semua isinya.
11910Please respect copyright.PENANAoyBuqQCNuL
Nyai Siti menampungnya dengan lahap dan lekas menelan semuanya. Kali ini, ia tidak ingin ada sperma Dewo yang terbuang percuma. Terlalu sayang kalau hal itu sampai terjadi. Kelelahan setelah semalaman membuat keduanya akhirnya tertidur lelap sampai pagi.
11910Please respect copyright.PENANACKMI2k1UY9
Saat bangun, badan Nyai Siti terasa pegal semua, bibir juga terasa sedikit perih. Namun semua itu terbayar lunas dengan kepuasan birahinya semalam.
11910Please respect copyright.PENANAmWWheKK64L
Sebelum pergi dari kamar Dewo, Nyai Siti masih sempat mempermainkan titit laki-laki tua itu. Dia menghisap dan menjilat batang serta buah zakarnya. Bau titit Dewo akibat persetubuhan semalam masih terasa, tapi menjadi harum di hidung Nyai Siti yang gila seks. Dewo hanya mendesah dan menggeliat senang dengan perlakuan istri Kyai Kholil itu. Ia pun bangkit.
11910Please respect copyright.PENANArG0INhbfM6
Diputarnya tubuh montok Nyai Siti dan kemudian didudukinya buah dada Nyai Siti yang bulat besar. Dewo menggenjot tititnya di mulut perempuan cantik itu sampai mengeluarkan spermanya, dan langsung ditelan oleh Nyai Siti dengan penuh nafsu.
11910Please respect copyright.PENANAwl5o8ZEEsT
Mulai detik itu, resmilah sudah Nyai Siti menjadi budak seks kakek Dewo. Hari-hari berikutnya, Nyai Siti yang sudah ketagihan dengan titit panjang kakek Dewo, dengan tidak malu-malu lagi meminta kepada laki-laki tua itu untuk menyetubuhinya.
11910Please respect copyright.PENANANGtV8beiIF
Disaat sang anak dan adiknya tidak ada di rumah, mereka melakukannya. Bahkan pernah sehabis pulang dari ladang, Dewo yang hanya mengenakan celana kolor kusam, dengan bertelanjang dada, begitu sampai di rumah, langsung dihujani dicium oleh Nyai Siti. Seperti orang kehausan, Nyai Siti mencari dan menghirup keringat Dewo. Dan mereka pun bersetubuh di sisa hari itu.
11910Please respect copyright.PENANAy40oYbVuF4
( Bersambung )
ns216.73.216.253da2


