Selesai sarapan di dapur yang sunyi, kami berdua beralih ke ruang tamu. Aisyah masih mengenakan kaftan biru muda singkat yang sama. Aroma tubuhnya yang manis masih melekat, dan imej seluar dalam pinknya sesekali terlintas di fikiranku.
6934Please respect copyright.PENANAxikqgpinFq
Dia tanpa segan-silu merebahkan tubuhnya di sofa, kepalanya baring selesa di atas peha kananku. Aku hanya membiarkan, hatiku berdebar-debar dengan kehangatan dan kedekatannya.
6934Please respect copyright.PENANAvjUItvkC8W
Kami menonton televisyen, namun fokusku lebih kepada Aisyah. Rambutnya yang sedikit lembap dari mandian tadi menari-nari setiap kali dia bergerak, sesekali menyentuh kulit pahaku.
6934Please respect copyright.PENANAbysLpMWwGm
Aku dapat merasakan degupan jantungku yang kencang. Tanganku terasa gatal, ingin menyentuh, tetapi malu dan rasa segan masih membelenggu.
6934Please respect copyright.PENANAiS1dEAAyw8
Aku pandang perutnya yang rata, tersembunyi di sebalik kaftan. Tanpa berfikir panjang, perlahan-lahan, aku meluncurkan tangan kananku ke perutnya. Jemariku menyentuh kain kaftan yang lembut, merasakan kehangatan tubuhnya yang memancar. Aku mengusap perlahan, seperti ingin memastikan sentuhan itu tidak terlalu ketara.
6934Please respect copyright.PENANAdN7nzPCFXU
Aisyah hanya mengeliat sedikit, menunjukkan dia selesa dengan sentuhan itu. Aku mula mengusap lembut perutnya, ke atas dan ke bawah, menikmati kelembutan kain dan kehangatan kulit di bawahnya.
6934Please respect copyright.PENANAhFoplbjQOf
Tanganku semakin naik, mendekati bahagian dada. Jantungku berdegup lebih kencang. Aku tahu di bawah kain tipis itu terdapat payudara yang montok dan sempurna. Aku teringin untuk menyentuhnya, namun keberanianku masih belum cukup. Tanganku berhenti di bahagian pinggangnya, seolah-olah tidak berani melangkah lebih jauh.
6934Please respect copyright.PENANAD3WE2hkk6j
Aisyah yang perasan akan gerak-geri tanganku, tiba-tiba memegang tanganku. Dia mendongak, matanya yang redup memandang tepat ke arahku. Senyuman nakal terukir di bibirnya.
6934Please respect copyright.PENANAMe2Aw6VeJD
Tanpa berkata apa-apa, dia mengangkat tanganku, dan dengan perlahan, dia mendorong tanganku ke arah dadanya.
6934Please respect copyright.PENANAHsUO8WeWXA
Sentuhan yang amat dinanti. Telapak tanganku kini melekap pada payudaranya yang pejal, terasa kehangatan dan kelembutan yang mencucuk jiwaku. Aku dapat merasakan degupan jantungnya yang turut laju di bawah sentuhanku. Jari-jariku sedikit meramas, merasakan bentuknya yang sempurna di bawah kaftan. Mataku tidak lepas dari wajahnya, mencari reaksi.
6934Please respect copyright.PENANARu9MbupdCL
Aisyah hanya tersenyum, senyuman yang penuh makna dan mengundang. Rasa malu yang tadi membelenggu kini hilang, digantikan dengan gelombang ghairah yang membuak-buak. Ini adalah isyarat. Isyarat yang jelas.
6934Please respect copyright.PENANAqjk7Ruuqyc
Tiba-tiba, Aisyah mengubah posisinya. Dengan gerakan perlahan namun menggoda, dia meniarap, meletakkan perutnya dengan selesa di atas ribaanku. Kepalanya kini menghadap hujung sofa, rambutnya terurai di atas pahaku.
6934Please respect copyright.PENANA3qoMyOb1Aq
Pandanganku kini tertumpu sepenuhnya pada punggungnya yang bulat dan menawan, yang semakin jelas terlihat dalam posisi ini. Kaftan birunya sedikit terselak ke atas mengikut gerakannya, menampakkan lebih banyak kulit mulusnya.
6934Please respect copyright.PENANAZlI83AnvZx
Nafasku tercekat. Keterujaanku melonjak melihat pemandangan yang begitu menggoda di hadapanku. Lekuk pinggangnya yang ramping, kontur punggungnya yang sempurna, semuanya bagaikan memanggil untuk disentuh. Aku menelan ludah, cuba mengawal debaran jantungku yang semakin menggila.
6934Please respect copyright.PENANAiiLoCc5vax
Tanpa dapat menahan diri lagi, perlahan-lahan aku menyelak ke atas lebihan kaftan yang menutupi punggungnya. Kain lembut itu tersingkap, mendedahkan kulit punggungnya yang halus dan mulus. Warnanya putih kemerahan, tampak begitu lembut dan menggoda di bawah cahaya ruang tamu.
6934Please respect copyright.PENANAjb88eJNfpS
Aku mengulurkan tanganku, dan dengan sentuhan lembut, aku membelai punggungnya. Jemariku menari-nari di atas permukaan kulitnya yang hangat, merasakan setiap lekuk dan konturnya.
6934Please respect copyright.PENANACHKch9pp2T
Aisyah mengeliat kecil di bawah sentuhanku, desahan kecil lolos dari bibirnya, membuatkan ghairahku semakin memuncak.
6934Please respect copyright.PENANA3AEI5IVh0G
Keinginan untuk mengecup kulit mulusnya tiba-tiba menyeruak. Aku mendekatkan wajahku, cuba mencium punggungnya. Namun, posisi kami yang agak canggung membuatkan bibirku hanya dapat menyentuh sedikit bahagian atasnya. Aku cuba mengubah posisi, ingin memberikan ciuman yang lebih mendalam, tetapi rasanya kurang selesa.
6934Please respect copyright.PENANAp0GI1e0vsh
Aisyah tiba-tiba mengangkat sedikit pinggulnya, memberikan ruang yang lebih baik. Seolah mengerti keinginanku tanpa perlu diucapkan. Aku kembali mendekat, dan kali ini, bibirku dapat menyentuh seluruh permukaan punggungnya. Aku mengecupnya lembut, menghirup aroma tubuhnya yang memabukkan. Kulitnya terasa lembut dan hangat di bibirku.
6934Please respect copyright.PENANAgAq6tcoxSV
Aku memberikan beberapa kecupan lagi, semakin berani, merasakan sensasi yang luar biasa.
6934Please respect copyright.PENANAskYiEQqPYZ
Kemudian, dengan sedikit nakal, Aisyah bergerak sedikit, menggeselkan punggungnya dengan lembut pada bibirku. Desahan kecil kembali lolos dari bibirnya, dan aku merasakan kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhku. Ini bukan lagi sekadar sentuhan biasa. Ada permainan di sini, sebuah tarian intim yang baru saja dimulai. Aku tahu, pagi ini akan menjadi pagi yang sangat panjang dan penuh dengan kejutan.
6934Please respect copyright.PENANARXVKsa0IYM
Aku tidak berfikir panjang lagi. Tangan kananku naik perlahan, mencari sisi kaftan Aisyah. Dengan gerakan lembut, aku menanggalkan kaftan yang menyarung tubuhnya. Kain lembut itu melurut jatuh ke lantai sofa.
6934Please respect copyright.PENANAZWHhtXA2fK
Kini, dia hanya berbalut bra pink dan seluar dalam pink yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Pemandangan itu membuatkan jantungku berdegup kencang, satu campuran kejutan dan keterujaan yang melampau.
6934Please respect copyright.PENANAoTomwdpTpY
Aisyah hanya membiarkan secara santai, tidak menahan, tidak pun menoleh. Reaksinya yang bersahaja itu justru menambah api ghairahku. Dia benar-benar selesa denganku, selesa dengan semua sentuhan dan pandanganku.
6934Please respect copyright.PENANAIFFlhTD6BT
Tiba-tiba, Aisyah mengangkat kepalanya. "Abang nak kopi tak?" tanyanya lembut, memecah kesunyian.
6934Please respect copyright.PENANAnrPcoDMG4o
Aku terkesima seketika, mengangguk perlahan. "Nak, sayang."
6934Please respect copyright.PENANAaiWrrOjHnh
Dia bangkit dari sofa, dalam keadaan hanya memakai bra dan seluar dalam, dan berjalan ke dapur.
6934Please respect copyright.PENANApY32M53NKV
Setiap langkahnya membuatkan pandanganku terpaku pada punggungnya yang bergerak lembut. Bau harum tubuhnya masih melekat di sofa dan pada tanganku. Aku memerhati siluetnya yang sempurna menghilang di balik dinding dapur, ditinggalkan sendirian dengan debaran jantung yang masih belum reda.
6934Please respect copyright.PENANAsnOluBIyqp
Tidak lama kemudian, dia kembali dengan dua cawan kopi panas di tangan. Dia meletakkan cawan-cawan itu di meja kopi, kemudian berdiri di hadapanku.
6934Please respect copyright.PENANA9VxvAw4ias
"Aisyah... boleh abang minta tolong?" Aku berkata sambil memandangnya
6934Please respect copyright.PENANADZZazeJPK9
Dia memandangku dengan riak wajah yang sedikit malu-malu, namun ada senyuman nakal yang cuba disembunyikan. Pipi yang merona merah itu menjadikan dia kelihatan lebih menawan.
6934Please respect copyright.PENANA47xJIxxS6R
"Aisyah... boleh tak abang minta Aisyah berdiri betul-betul depan abang?" pintaku, suaranya hampir berbisik.
6934Please respect copyright.PENANAc2sWwuj5I2
Aku memerhatikannya, hatiku melonjak. Dia kelihatan begitu polos namun pada masa yang sama, menggoda, berdiri tegak di hadapanku, bersedia menanti arahanku.
6934Please respect copyright.PENANANhwRevyxPb
Aisyah berdiri di hadapanku, membelakangiku. Dengan ketinggiannya, tubuhnya yang hanya berpakaian dalam itu menjadi tumpuan mataku. Aku memerhatikan setiap inci tubuhnya dengan kekaguman yang tak terhingga. Pinggangnya yang ramping, lengkungan punggungnya yang sempurna dalam seluar dalam pink, dan bahunya yang lembut. Dia benar-benar seorang gadis yang sempurna, walau baru seminggu kami bersama.
6934Please respect copyright.PENANAH8319xl3LC
Aku menarik nafas dalam, mengumpulkan keberanian. Senyuman malu-malu terukir di bibirku.
6934Please respect copyright.PENANA7KpBDI5tq9
"Aisyah," kataku lembut, suaraku sedikit serak. "Boleh tak sayang buka bra dan seluar dalam ni?"
6934Please respect copyright.PENANA5dfLht9AFn
Aisyah terdiam seketika. Aku melihat bahunya sedikit terangkat, tanda dia menarik nafas.
6934Please respect copyright.PENANAAVoLxzdvpT
Kemudian, dengan gerakan yang perlahan dan malu-malu, dia mula membuka cangkuk branya. Bra pink itu melonggar, dan dengan satu gerakan mudah, ia terlucut dari tubuhnya, jatuh ke lantai. Dadanya yang montok dan sempurna kini terdedah sepenuhnya di hadapan mataku. Dia tidak menoleh, hanya berdiri kaku.
6934Please respect copyright.PENANAudTK6nxHmu
Kemudian, perlahan-lahan tangannya beralih ke sisi seluar dalamnya. Aku menahan nafas, menyaksikan setiap gerakannya. Dengan santai namun penuh makna, dia melurutkan seluar dalam pink itu, membiarkannya jatuh ke buku lali, sebelum melangkah keluar daripadanya. Kini, dia benar-benar bogel di hadapanku.
6934Please respect copyright.PENANAilRiiS43dO
Aisyah berdiri kaku. Aku dapat melihat bahunya sedikit bergetar. Dia malu-malu dan segera mengangkat kedua belah tangannya untuk menutup mukanya yang memerah.
6934Please respect copyright.PENANAhW6UQlTZWX
Tanpa sebarang kata, dia mula melangkah. Dengan langkah yang perlahan dan sedikit kaku, dia berjalan menuju ke bilik tidur. Aku hanya berdiri di situ, memerhati setiap gerakannya, setiap lengkungan tubuhnya yang kini terdedah sepenuhnya.
6934Please respect copyright.PENANAIiLFVV9GdV
Aku tidak menunggu lama. Dengan langkah perlahan, aku mengekorinya dari belakang.
ns216.73.217.22da2


