(Bagian 1: Senyum yang Duduk di Sampingku)
424Please respect copyright.PENANApwJNbeksKC
"Pernahkah Anda hanya duduk diam di sudut kelas, lalu tiba-tiba alam semesta menempatkan seseorang di samping Anda, dan setelah itu... semuanya berubah?"
424Please respect copyright.PENANAdKIizQARYP
────────────────────────────────────
424Please respect copyright.PENANATiFGEnE2ug
Aku selalu duduk di barisan paling belakang, dekat jendela. Tempatnya terasa seperti zona nyamanku—tenang, sejuk, jauh dari gangguan dan candaan-candaan membosankan geng cowok di kelas.
424Please respect copyright.PENANA3F4vlHLiuR
Biasanya, kursi di sebelahku berisi Dara—sahabatku perisai sekaligusku dari dunia luar yang bising dan mencekam. Tapi sejak Dara pindah sekolah minggu lalu, kursi itu kosong. Rasanya... sepi. Apalagi lebih sepi dari biasanya.
424Please respect copyright.PENANAJhIEs97iED
Dan hari ini, pagi-pagi sekali, aku tiba lebih awal dari biasanya. Aku meletakkan tugasku di meja, duduk, dan menatap ke luar jendela. Gerimis masih menempel di kaca. Aroma tanah basah dan detak jam kelas menciptakan perpaduan yang menenangkan.
424Please respect copyright.PENANAHMaAgdzDCv
Sampai...
424Please respect copyright.PENANA09v324jy6O
“Hei, Nad…bolehkah aku duduk di sini?”
424Please respect copyright.PENANA5C1avG2ott
Suara itu datang dari ambang pintu.
Aku berbalik… dan langsung merasakan detak jantungku kehilangan iramanya.
424Please respect copyright.PENANAi5lqBH2Sin
Rayhan Alvaro.
Cowok paling berisik di kelas, pelawak paling ulung, dan yang bisa berteman dengan siapa saja—bahkan guru-guru.
Dan sekarang, dia… ingin duduk di sampingku?
Saya terdiam selama tiga detik sebelum mengangguk pelan.
424Please respect copyright.PENANA0uT8cGTvjg
“Kursiku dipindahkan ke dekat papan tulis. Melelahkan sekali, Nad, ditatap Bu Risa setiap kali aku tertidur.”
Ray pelan-pelan, sudah meletakkan tasnya di samping tugasku. "Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu saat kamu sedang menulis coretan di buku harianmu."
424Please respect copyright.PENANA2ZAMFhqRAq
Aku memperhatikan tajam.
“Itu bukan buku harian,” gumamku lirih.
424Please respect copyright.PENANAEnoMumsejk
"Yakin? Soalnya aku pernah melihat kamu senyum-senyum sendiri waktu nulis di situ."
Dia pemburu.
424Please respect copyright.PENANABf66UJwJgN
Aku dikutuk.
Saya lupa dia ada di baris yang sama saat ujian minggu lalu.
424Please respect copyright.PENANAdaaUlZhD18
“Aku hanya… mengerjakan pekerjaan rumah,” kataku cepat sambil menunduk.
424Please respect copyright.PENANAeG1Sz0S7h9
Ray tertawa lagi. Tawanya ringan, seperti hujan yang baru saja reda.
Dan anehnya... aku tidak keberatan suara itu berada dekat denganku.
424Please respect copyright.PENANAUbVhNXWlO7
424Please respect copyright.PENANAozhd6gVSvU
Pada hari-hari berikutnya, Ray terus duduk di sampingku.
Kadang-kadang dia ngobrol tentang hal-hal acak: tugas, drama TikTok terbaru, makanan kafetaria. Saya hanya menjawab singkat.
424Please respect copyright.PENANAMzuRMQJSFr
Namun dia tidak pernah berhenti.
“Nad.”
"Hmm?"
“Tidakkah kamu lelah terus-terusan bermimpi misterius?”
424Please respect copyright.PENANAiEfBHD9KsN
Aku meliriknya. "Tunggu, siapa yang misterius?"
424Please respect copyright.PENANAHxOXWWgDeY
"Anda."
Dia menoleh ke arahku, matanya bertemu dengan mataku. "Setiap hari kau menulis sesuatu, tapi kau tak pernah membagikannya."
424Please respect copyright.PENANArEzndB3JFn
Aku segera menutup bukuku.
“Tidak semuanya harus dibagikan.”
424Please respect copyright.PENANAboHwi0TprG
Ray tidak menjawab. Tapi dia tersenyum. Bukan senyum menggoda.
Senyum yang...hangat. Senyum yang tak kuduga bisa membuat pipiku memerah.
424Please respect copyright.PENANAw5coTs10Hw
Suatu hari, saat istirahat, aku menemukan selembar kertas kecil terselip di bawah buku catatanku.
424Please respect copyright.PENANALboEtnnHNE
> “Saya tahu kamu menyukai puisi.
Tapi hari ini, bisakah kau menjadi puisiku?
- R
424Please respect copyright.PENANAIug9YlhbTC
Aku menahan napas sesaat.
Aku tahu siapa penulisnya. Dan itu cukup membuat dadaku... sesak dan hangat, sekaligus.
────────────────────────────────────
424Please respect copyright.PENANAQtGGHEBAMw
🌸 Bersambung...
424Please respect copyright.PENANA0yCgoFyUzW


