(Bagian 1: Senyum yang Duduk di Sampingku)
376Please respect copyright.PENANAAbPZWe7rcE
"Pernahkah Anda hanya duduk diam di sudut kelas, lalu tiba-tiba alam semesta menempatkan seseorang di samping Anda, dan setelah itu... semuanya berubah?"
376Please respect copyright.PENANAk6y7koCseK
────────────────────────────────────
376Please respect copyright.PENANAPyAknMzi4F
Aku selalu duduk di barisan paling belakang, dekat jendela. Tempatnya terasa seperti zona nyamanku—tenang, sejuk, jauh dari gangguan dan candaan-candaan membosankan geng cowok di kelas.
376Please respect copyright.PENANAlBUsWM4cCJ
Biasanya, kursi di sebelahku berisi Dara—sahabatku perisai sekaligusku dari dunia luar yang bising dan mencekam. Tapi sejak Dara pindah sekolah minggu lalu, kursi itu kosong. Rasanya... sepi. Apalagi lebih sepi dari biasanya.
376Please respect copyright.PENANATzPyBf4q4o
Dan hari ini, pagi-pagi sekali, aku tiba lebih awal dari biasanya. Aku meletakkan tugasku di meja, duduk, dan menatap ke luar jendela. Gerimis masih menempel di kaca. Aroma tanah basah dan detak jam kelas menciptakan perpaduan yang menenangkan.
376Please respect copyright.PENANANi2CYehKnR
Sampai...
376Please respect copyright.PENANAGstCecHqpy
“Hei, Nad…bolehkah aku duduk di sini?”
376Please respect copyright.PENANASF1YF1Afhr
Suara itu datang dari ambang pintu.
Aku berbalik… dan langsung merasakan detak jantungku kehilangan iramanya.
376Please respect copyright.PENANAFGwtWbjbFz
Rayhan Alvaro.
Cowok paling berisik di kelas, pelawak paling ulung, dan yang bisa berteman dengan siapa saja—bahkan guru-guru.
Dan sekarang, dia… ingin duduk di sampingku?
Saya terdiam selama tiga detik sebelum mengangguk pelan.
376Please respect copyright.PENANA3lU1qBig8v
“Kursiku dipindahkan ke dekat papan tulis. Melelahkan sekali, Nad, ditatap Bu Risa setiap kali aku tertidur.”
Ray pelan-pelan, sudah meletakkan tasnya di samping tugasku. "Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu saat kamu sedang menulis coretan di buku harianmu."
376Please respect copyright.PENANA19tyuZvq5y
Aku memperhatikan tajam.
“Itu bukan buku harian,” gumamku lirih.
376Please respect copyright.PENANAQIISfpaR9Z
"Yakin? Soalnya aku pernah melihat kamu senyum-senyum sendiri waktu nulis di situ."
Dia pemburu.
376Please respect copyright.PENANAsIr9hjopW7
Aku dikutuk.
Saya lupa dia ada di baris yang sama saat ujian minggu lalu.
376Please respect copyright.PENANAkiOb8RWHb5
“Aku hanya… mengerjakan pekerjaan rumah,” kataku cepat sambil menunduk.
376Please respect copyright.PENANA13W0SiCxIE
Ray tertawa lagi. Tawanya ringan, seperti hujan yang baru saja reda.
Dan anehnya... aku tidak keberatan suara itu berada dekat denganku.
376Please respect copyright.PENANAt6c3nIj9K6
376Please respect copyright.PENANANaG15VoBBl
Pada hari-hari berikutnya, Ray terus duduk di sampingku.
Kadang-kadang dia ngobrol tentang hal-hal acak: tugas, drama TikTok terbaru, makanan kafetaria. Saya hanya menjawab singkat.
376Please respect copyright.PENANA3JdFi8pw4p
Namun dia tidak pernah berhenti.
“Nad.”
"Hmm?"
“Tidakkah kamu lelah terus-terusan bermimpi misterius?”
376Please respect copyright.PENANAvsgfaM5Iim
Aku meliriknya. "Tunggu, siapa yang misterius?"
376Please respect copyright.PENANAfGh4C6xwMZ
"Anda."
Dia menoleh ke arahku, matanya bertemu dengan mataku. "Setiap hari kau menulis sesuatu, tapi kau tak pernah membagikannya."
376Please respect copyright.PENANAHg5s76EZeh
Aku segera menutup bukuku.
“Tidak semuanya harus dibagikan.”
376Please respect copyright.PENANAi9p91J6sp6
Ray tidak menjawab. Tapi dia tersenyum. Bukan senyum menggoda.
Senyum yang...hangat. Senyum yang tak kuduga bisa membuat pipiku memerah.
376Please respect copyright.PENANAkajNFdEZnR
Suatu hari, saat istirahat, aku menemukan selembar kertas kecil terselip di bawah buku catatanku.
376Please respect copyright.PENANAIWJ3l0lWTT
> “Saya tahu kamu menyukai puisi.
Tapi hari ini, bisakah kau menjadi puisiku?
- R
376Please respect copyright.PENANAqtH4r680Sc
Aku menahan napas sesaat.
Aku tahu siapa penulisnya. Dan itu cukup membuat dadaku... sesak dan hangat, sekaligus.
────────────────────────────────────
376Please respect copyright.PENANALXLuq5Cny6
🌸 Bersambung...
376Please respect copyright.PENANANEtu5XjImx


