Terkadang dalam kesunyian, pikiranku menjadi liar tanpa kendali.
Banyak pikiran yang aneh dan sungguh sangat liar.
Tapi justru dalam kesunyian itulah, aku merasa paling jujur menjadi manusia.
297Please respect copyright.PENANAFogAcBMP0E
Mengapa wahyu selalu datang dari tanah yang sama?
Mengapa Timur Tengah menjadi pusat segala kebenaran agama?
297Please respect copyright.PENANAnUQxixusIK
Pertanyaan ini bukan untuk membantah Tuhan.
Tapi untuk berdamai dengan rasa ingin tahu yang tumbuh di dalam batinku.
Rasa yang sejak kecil disuruh diam, dilarang tumbuh, ditakuti oleh dogma.
297Please respect copyright.PENANAo6HVQUbCsp
Aku lahir di tanah yang jauh dari Mekkah, jauh dari Yerusalem, jauh dari Mesir, Kanaan, Palestina - Israel.
Aku lahir di tanah yang subur, gemah ripah loh jinawi, di tanah Nusantara.
Sejak kecil sudah di ajarkan untuk berbuat baik antar sesama, bahkan menyayangi makhluk lain pun kami di ajarkan.
Tanpa perlu di iming-imingi sungai yang mengalir atau tumbuhan hijau yang menghampar. Karena semua itu kami melihat hampir setiap kali membuka mata.
Dan kami tetap ramah, tetap hormat orang tua, tetap cinta kasih sesama.
Kami tak perlu di ceritakan kesaktian untuk membelah lautan, hidup setelah kematian, terbang untuk mencapai kota tujuan.
Karena nenek moyang kami pun banyak yang sanggup melakukan nya.
Tetapi, setelah kedatangan para sorban putih, kedatangan kolonial, kedatangan para raja dan misionaris.
Semua berubah...
Kami mulai diajari untuk mencintai mereka tanpa syarat. Bahkan kadang, tanpa sempat mencintai negeriku sendiri.
297Please respect copyright.PENANAHcLnaLXVWh
Aku mencium debu gurun yang tak pernah kujejaki.
Aku menangisi kota suci yang tak pernah kulihat.
Sementara sungai dan gunung di sekitarku kulewati tanpa rasa.
Apakah itu cinta? Atau sekadar penghapalan warisan?
297Please respect copyright.PENANA0q1lyFP3aB
Adakah yang salah jika aku bertanya:
Apakah Tuhan hanya menyapa satu etnis, satu bahasa, satu budaya?
297Please respect copyright.PENANAD1g1uxFbWg
Jika agama adalah cahaya, mestinya ia menyinari seluruh langit.
Jika kebenaran itu milik semua, mengapa tafsirnya menciptakan batas-batas yang baru?
297Please respect copyright.PENANAvzysQwISCg
Aku mulai sadar bahwa dalam sejarah agama, ada yang sering lebih kuat dari wahyu itu sendiri:
**TAFSIR**
297Please respect copyright.PENANAfsftgrp85r
Dan tafsir, pada kenyataannya, sering tunduk pada kekuasaan, pada kebanggaan etnis, pada aroma kejayaan masa lalu.
Arab, Yahudi, Romawi, Persia, Mesir — semua pernah mengklaim takhta kebenaran, dengan lidah dan bahasa mereka sendiri.
Mereka menulis sejarah, mereka menulis hukum, mereka menetapkan batas “mana yang suci, mana yang tidak.”
297Please respect copyright.PENANA5NU07wHANW
Lalu bagaimana dengan kita?
Kita yang lahir dari tanah yang tak disebut-sebut dalam kitab?
Kita yang berdoa dengan aksen asing di telinga mereka?
297Please respect copyright.PENANA12DIeBnhuO
Apakah kita hanya penonton dalam drama besar wahyu,
atau sesungguhnya kita juga dipanggil Tuhan —
dengan cara yang tak selalu sesuai dengan catatan sejarah mereka?
297Please respect copyright.PENANAPDIqeme4Ty
Aku tidak ingin memprotes mereka.
Aku tidak ingin merebut panggung atau menggugat warisan.
Aku hanya ingin berdiri sejajar.
Bahwa manusia yang lahir dari ibu yang berbeda pun, dari tanah yang asing pun,
tetap bisa mencintai Tuhan dengan cara yang tak kalah suci.
297Please respect copyright.PENANAaa4CF9sbks
Dan barangkali,
justru dari tanah yang tak dianggap suci inilah,
akan lahir kesucian yang lebih murni:
bukan karena dilahirkan untuk bangga,
tapi karena tumbuh dari kehausan yang benar-benar dalam.
297Please respect copyright.PENANAKRiDbl3Msj
Kesucian yang tidak diwariskan, tapi ditemukan.
Tidak dibentuk oleh legenda, tapi dibasuh air mata pencarian.
Tidak datang dari garis keturunan, tapi dari getar hati yang memanggil Tuhan.
Meski dengan lidah yang berbeda.
Untuk bersama menuju Tuhan Yang Maha Esa.
297Please respect copyright.PENANAx1P63Z5Dhb
Aku tahu, tidak semua akan nyaman dengan kata-kataku.
Mungkin terdengar seperti kritik. Bahkan mungkin seperti gugatan.
297Please respect copyright.PENANAfph2aRPaVs
Tapi sungguh, aku tidak sedang membenci.
Aku hanya ingin mengerti.
Dan barangkali, keinginan untuk mengerti adalah bentuk cinta yang paling jujur, bahkan lebih jujur dari kepatuhan yang dibangun karena takut.
297Please respect copyright.PENANAl4lPVprJ5f
Aku tidak sedang ingin membakar jembatan.
Aku ingin membangun jalan , agar mereka yang lahir dari tanah asing pun,
bisa berjalan menuju Tuhan tanpa merasa seperti tamu yang tak diundang.
297Please respect copyright.PENANA8QQ4yCJRlk
Karena pada akhirnya,
yang kudamba bukan kemenangan argumen,
melainkan kedamaian hati dalam pelukan cahaya-Nya.
ns216.73.217.39da2


