-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Aku, Firman, mahasiswa rantau dari Jawa, sedang terpuruk di semester akhir kuliahku di Universitas Indonesia. Skripsiku macet, lamaran kerjaku ditolak mentah-mentah, dan status jombloku makin perih melihat temen-temen pamer mesra di medsos. Untuk kabur dari kepala yang penuh sesak, aku melangkah ke danau tersembunyi di hutan UI, tempat sepi yang selalu menenangkanku. Di bawah sinar senja, aku melempar kerikil ke air, tak sadar kabut tipis mulai menyelimuti danau, membawa sesuatu yang bakal mengubah malamku.
Tiba-tiba, dari kabut itu, sosok wanita melayang muncul di depanku. Jantungan, tapi mataku terpaku—dia cantik luar biasa, dengan kulit pucat bercahaya, mata besar polos, dan gaun putih tipis yang ketat, nyaris tembus pandang, memamerkan lekuk tubuhnya yang seksi bak MILF dalam mimpi. Dia bilang dia Wewe Gombel, tapi lugunya bikin aku bingung—hantu kok cekikikan kayak anak kecil? Dengan senyum genit tapi naif, dia duduk melayang di sampingku, mendengar curhatku tentang skripsi dan hidup yang kacau, seolah dia bukan hantu, tapi temen lama.
0 sponsors' comments
will be deducted After each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
