Tile terus mengocok kontolnya sambil membayangkan tubuh telanjang Nagita yang sedang di jilati dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa ada yang terlewat sedikitpun, membayangkan kontolnya di lumat habis oleh mulut Nagita yang telah mengacuhkan dirinya, membayangkan kontolnya memberikan pelajaran pada memek Nagita dan menyemprotkan pejuh ke dalam rahimnya sambil celana dalam Nagita terus dia ciumi dan jilat jilat hingga basah kuyup terkena liurnya hingga dirasa sudah ingin mencapai puncak celana dalam Nagita langsung di arahkan ke ujung kontolnya dan....
1998Please respect copyright.PENANApIffNdc2D9
1998Please respect copyright.PENANA4bcMfPOxcD
1998Please respect copyright.PENANA0LWlrH4G8r
1998Please respect copyright.PENANAbZqBi57odl
"Cccrrrooott ccroot.... Aaahhh Nagita anjjiinnkk Nagita sialan.... Aaaahhhh.... Cccrrrooott ccroot..."
Racau Tile saat orgasme....
1998Please respect copyright.PENANAuQoFhmskww
1998Please respect copyright.PENANA85XCXxhvoT
1998Please respect copyright.PENANA0PLNTcEmcF
1998Please respect copyright.PENANABSx12FIi7l
Setelah itu dia keluar kamar mandi dengan begitu santai ingin menuju ruang dimana Rafatar sedang bermain game, saat dia melewati tempat jemuran dia tengok kanan tengok kiri saat dia yakin tidak ada orang kemudian dia letakan kembali di jemuran celana dalam Nagita yang berlumuran pejuhnya begitu banyak.
1998Please respect copyright.PENANAQk2ubdmpXI
1998Please respect copyright.PENANAhY1xBGRXCB
1998Please respect copyright.PENANAn4k6Nf6tmb
Sementara itu saat hari mulai semakin gelap Nagita terbangun dari tidur singkatnya dan ingin segera mandi meninggalkan Raffi yang masih terlelap, sebenarnya Nagita sendiri masih belum puas setelah ngentot dengan Raffi tadi karena hanya mencapai orgasme sekali saja, namun dia lebih memilih membiarkan suaminya beristirahat sebelum pergi, karena jadwal Raffi berangkat yaitu sekitar jam 9 malam nanti
1998Please respect copyright.PENANAlCnpNnF7oY
1998Please respect copyright.PENANAwe4hPCSV6F
1998Please respect copyright.PENANAfm33EqHxkG
Sebelum masuk kekamar mandi Nagita ingin mempersiapkan pakain yang ingin dia kenakan dan mencarinya di lemari, akan tetapi ternyata stok pakaian dalam di lemarinya tidak ada Nagita pun langsung berinisiatif ingin mengambil sendiri pakaian dalamnya di jemuran tanpa menunggu ART nya melipat seluruh baju dan menaruhnya di lemari karena memang darurat untuk langsung dia kenakan saat itu juga, namun saat dia telah berada di area jemuran dia di buat berpikir keras karena salah satu celana dalamnya basah dan berlumuran cairan putih kental, tak sampai di situ diapun semakin kebingungan karena aroma cairan itu sangat tidak asing baunya di tambah lagi saat dengan ragu dia mencoleknya ternyata cairan itu masih hangat.
Tidak salah lagi itu adalah cairan pejuh dalam tebakan Nagita, tapi dia bingung pejuh siapa itu sebab di dalam rumah mereka para ART lelaki sudah di berikan tempat khusus, jadi lelaki yang ada di dalam rumah itu hanya Rafii dan kedua anaknya yang lainnya hanya ART wanita hingga dia tersentak dan kembali sadar kalau di dalam rumah mereka telah kedatangan lelaki lain selain suami & kedua anaknya yaitu si Tile anak jalanan teman baru Rafatar.
1998Please respect copyright.PENANAQDIrrvsXiW
Tapi sungguh "KESIALAN" yang menimpa Nagita saat itu, bagaimana tidak?? Karena haus akan birahi yang belum begitu terpuaskan membuatnya jadi panas dingin saat dia mendapati celana dalamnya berlumuran pejuh meskipun di lain sisi dirinya juga sangat emosi terhadap Tile karena Nagita sangat yakin kalau bocah jalanan itulah pelakunya yang sudah mengotori celana dalamnya dengan pejuh. Nagita merasa sangat dilema, dia ingin sekali memberikan pelajaran pada Tile namun dia bingung bagaimana caranya di tambah lagi dia juga tak memiliki bukti yang kuat karena di area itu tidak terpasang CCTV, jangankan rekaman CCTV yg membuktikan itu semua perbuatan Tile saksi mata pun juga tidak ada. Masih dalam dilema besar dan juga haus birahi yang masih membara tanpa sadar Nagita justru mengambil dua celana dalam yang satu ingin dia kenakan, sedangkan celana dalam yang berlumuran pejuh itu dia bawa juga meskipun dia bingung ingin dia apakan nantinya.
1998Please respect copyright.PENANAz4TakFdO6N
1998Please respect copyright.PENANAhlBYxnEbrM
1998Please respect copyright.PENANAp56h9lUVnj
Kini Nagita sudah masuk kekamar mandi di dalam kamarnya yang terdapat Raffi masih tertidur pulas, di dalam dirinya langsung masuk dan berendam kedalam bathtub tanpa mengunci kamar mandi dia berharap suaminya masuk kedalam dan ngetot denganya lagi namun hampir sejam lebih tak ada tanda-tanda sang suami masuk kedalam kamar mandi menyusulnya, jangan kan menyusul untuk mandi bareng, saat dia bangun keluar kamar mandi untuk menengok keberadaan Raffi di ranjang mereka dia mendapati sang suami masih saja tertidur dengan begitu pulas. Nagita sedikit kecewa karena hal itu dan kembali berendam namun di tengah lamunan terlintas di benaknya akan celana dalam berlumuran pejuh yang masih belum bisa di pastikan siapa pemilik pejuh itu dia sendiri bingung untuk apa celana dalam itu dia bawa masuk kekamar mandi. Hingga tanpa sadar elusan tangannya terhadap seluruh tubuhnya sendiri malah membuat birahinya semakin naik dan memutuskan untuk masturbasi meskipun suaminya sedang ada di dalam rumah, dia colok memeknya dengan dua jari tangan kiri sementara tangan kanannya dia gunakan untuk meremas serta mencubit kedua toket dan pentilnya secara bergantian sambil membayangkan sebuah pejuh yang melumuri celana dalamnya, dia begitu horny hanya dengan membayangkan pejuh itu. Godaan iblis terus menerus mengikis akal sehatnya, di lain sisi emosi serta amarah terhadap Tile masih belum reda namun di sisi sebaliknya ada dorongan kuat agar dirinya menggunakan pejuh itu untuk membantu memuaskan birahinya di tambah lagi saat dia menganmbil celana dalam berlumuran pejuh di dinding kamar mandinya kini sudah tersisa sedikit karena banyak yang sudah mengering membuat dorongan iblis semakin menguat agar jangan sampai menyia-nyiakan kejadian langka tersebut. Akhirnya dengan tangan gemetar di akibatkan amarah dan birahi yang bercampur jadi satu dia mendekatkan lumuran pejuh di celana dalamnya di depan muka untuk di ciumi aromanya.
1998Please respect copyright.PENANAAZYACUQhpq
Benar saja, seketika tubuhnya semakin bergetar hebat dan semakin meninggi suhu tubuhnya akibat lonjakan birahi, meskipun lumuran pejuh di celana dalamnya kian menipis akibat mengering namun aroma pejuh seorang bocah jalanan begitu kuat dan menyengat, semakin dalam di hirup aroma pejuh itu semakin hilang pula akal sehatnya hingga entah dari mana datangnya keinginan liar hinggap di pikirannya untuk tidak menyia-nyiakan sisa pejuh yang semakin sedikit itu agar tidak mengering begitu saja lalu.... Haappp..... Dia tangkupkan sisa pejuh di celana dalamnya di mulut yang dia buka lebar-lebar sambil dengan sedikit ragu lidahnya di gerakan untuk mengecap rasa pejuh itu.
1998Please respect copyright.PENANAibWFrVLHMG
Tanpa Nagita perkirakan perpaduan amarah, birahi, serta bayangan akan bocah jalanan rendahan yang terus terngiang di benaknya membuat Nagita langsung orgasme degan mencolok memeknya sendiri dan juga rasa dari pejuh anak jalanan di ujung lidahnya
1998Please respect copyright.PENANAshIacrzydT
1998Please respect copyright.PENANAiZruiqUSZk
1998Please respect copyright.PENANAeiCdHqwluE
1998Please respect copyright.PENANAyUDpL9jaKg
"Eeegghhhh eennnghhhh haaapppp.... Sslluurrppp sslllleeerrrppsss ssrruuuppp.... Ccllookk cccllookkksss ccllkkk ccllleeekkk.... Ssrruuppuuttttt ssrruuuppp.... Eemmhhsss aaahhh ssshhh aaammhhhsss...."
1998Please respect copyright.PENANAAjvnS30J1c
"Aaakkhhh aaaahhhh aakkuu muncrat... Aku muncrraatt sialan kau bocah jalanan kurang ajaarr aaahhh mampus kaaauuu rasaakaann ini eeegghhhh rasaakaann pejuh kamu aku jilatin, rasaakaann pejuh kamu aku makaann"
1998Please respect copyright.PENANAiEKdElgpcL
1998Please respect copyright.PENANAMmOGInRsg0
1998Please respect copyright.PENANAUWiVmWN1Ev
1998Please respect copyright.PENANAx5wxoESH3F
GILLLAAAA.... kalimat itulah yang kini memenuhi pikirannya setelah orgasme dan kembalinya akal sehat Nagita, bagaimana mungkin dirinya dengan begitu hina di taklukkan oleh birahinya sendiri hingga mau maunya di colmek sambil orgasme sambil menciumi dan menjilati pejuh anak jalanan teman baru Rafatar anaknya yang begitu tak disukainya.
Namun demikian meskipun dirinya merasa begitu hina akan tetapi ada juga perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Ternyata dengan hanya membuka lebih lebar lagi sudut pandangnya terhadap orang-orang rendahan termasuk Tile misalnya bisa membuat gairah seksual yang melanda dirinya jadi bisa merasakan sebuah sensasi kepuasan di level yang berbeda! Bagaimana tidak, setiap dia ngentot dengan Raffi dia harus mengeluarkan usaha lebih dengan cara mendominasi aksi persetubuhannya dengan sang suami, namun kali ini hanya dengan lelehan pejuh saja dia dibuat orgasme hebat secara singkat hanya menggunakan dua jari bila mana biasanya dia harus kelelahan dan juga pegal-pegal jika sedang menggenjot kontol suaminya namun dengan lelehan pejuh Tile hal itu tidak terjadi.
Sungguh sebuah pengalaman baru bagi Nagita, bahkan juga sepertinya akan mengubah kehidupan sehari-hari Nagita untuk kedepannya nanti.
Selang beberapa hari setelah momen hin yang di alami Nagita, kini mereka berempat Nagita, Raffi beserta kedua anaknya sedang asik jalan jalan di sebuah mall tanpa di temani oleh para asisten ataupun bodyguard mereka, disana Raffi & Nagita begitu antusias menemani kedua anaknya bermain di wahana permainan yang tersedia sambil membelai beberapa belanjaan seperti pakaian, makanan dan lainnya. Hingga saat mereka sudah puas menghabiskan family time kini mereka sudah berada di jalan ingin pulang, namun setelah beberapa meter mobil yang di kemudikan Raffi baru saja melewati lampu merah tiba-tiba saja ban mobilnya kempes, sialnya lagi tempat dimana mobil mereka kempes letaknya cukup jauh dari sebuah bengkel di tambah lagi tidak ada ART yang menemani meskipun peralatan bengkel di mobil Raffi cukup lengkap tetapi Raffi merupakan orang yang sangat awam dan nol besar di bidang otomotif, saat dia menelepon asisten mereka yang ada di rumah untuk menyusul harus memakan waktu paling cepat sekitar setengah jam karena lokasi mobil mereka kempes sangat jauh dari rumah, lokasi bengkel terdekat jaraknya sekitar 1,5 km mana mungkin Raffi sanggup mendorong sendir mobil mereka menuju bengkel terdekat di tambah lagi cuaca saat itu terasa sangat terik dan panas. Namun beruntung bagi mereka saat ada seseorang yang datang menghampiri mereka menawarkan bantuan.
1998Please respect copyright.PENANAy62hGplGNr
1998Please respect copyright.PENANAX9cWOi5q0S
1998Please respect copyright.PENANAfl6Yz5UU7p
Anak jalanan: permisi om, mobilnya kenapa??
1998Please respect copyright.PENANAniwY48XPco
Raffi: eehh ini mas ban mobilnya kempes, bocor kena paku kayaknya....
1998Please respect copyright.PENANAy6BseCNpEl
1998Please respect copyright.PENANAoRvym9tQUm
Sementara Rafatar yang menyadari kalau seorang anak jalanan yang menghampiri mereka adalah orang yang dia kenal, maka Rafatar langsung membuka jendela mobil dan menyapa anak jalanan tersebut....
1998Please respect copyright.PENANAjX52DWqHFe
1998Please respect copyright.PENANAZyyY7VlOj8
1998Please respect copyright.PENANA0fpx0eNPiR
Rafatar: Tile.... Kamu Tile kan??
1998Please respect copyright.PENANAPZ27RIUUw8
Tile: eeehhh?? Ii iiiyaaa.... Oohh kamu Rafatar?? Jadi ini om Raffi??
1998Please respect copyright.PENANAVIp1V3gw5Z
Raffi: loooohhh iya, kamu Tile temennya Rafatar kan??
1998Please respect copyright.PENANAmlCHzkKopP
Rafatar: kamu di sini le?? Kamu ngamen di sini??
1998Please respect copyright.PENANAQSLNMEqgJc
Tile: iya om Raffi, saya Tile temennya Rafatar.... Eeehhh iya tar, rumahku di deket sini, tapi ini haru mau berangkat ngamen tar....
1998Please respect copyright.PENANAO6JBdKBJZg
1998Please respect copyright.PENANAqRxeTuw8Ml
Sedangkan Nagita yang menyadari kalau orang yang menghampiri mereka adalah Tile langsung merah rona wajahnya karena kebencian terhadap Tile dan juga rasa malu karena kejadian hina beberapa hari lalu yang di lakukan sendiri, ingin dia melampiaskan nafsu amarah terhadap Tile karena dia duga anak itu telah mengotori celana dalamnya dengan pejuh, namun saat dia kembali teringat kalau dirinya di buat orgasme hebat oleh pejuh bau menyengat anak muda itu membuatnya jadi salah tingkah sendiri.
Bahkan saat dia menyadari kalau Tile melongok dan mengarahkan pandangannya kedalam mobil guna melihat keberadaanya, tiba tiba saja perasaan aneh langsung melanda.
1998Please respect copyright.PENANAS04jWHWk1h
1998Please respect copyright.PENANACdnEJ9lReb
1998Please respect copyright.PENANAuQU07s1mVl
Raffi: ohh iya le, kamu tau mekanik yang bisa di panggil gak buat ganti ban mobil saya yg kempes ini??
1998Please respect copyright.PENANAKfXZLw6tt9
1998Please respect copyright.PENANAuLmZ2rA7W6
Tile: waahh kebetulan sekali om, saya juga seorang mekanik amatir saya sering ikut kerja harian di bengkel sekitar tempat tinggal saya kalau lagi males ngamen om....
1998Please respect copyright.PENANAFyTq3deAop
1998Please respect copyright.PENANApSzgFgKrfu
Raffi: heeemmm beneran itu le?? Tapi kalau ganti ban mobil kamu bisa gak le??
1998Please respect copyright.PENANApUgLO9ByVu
1998Please respect copyright.PENANAUBRehIDJQU
Tile: gampang itu om, meskipun amatir kalau masalah ganti ban mobil atau nambal ban mobil yang kempes saya udah jago om....
1998Please respect copyright.PENANAmb1ZKizEV1
1998Please respect copyright.PENANA8ufzJWvg3a
Raffi: beneran le?? Yakin kamu bisa??
1998Please respect copyright.PENANAkQinY3fgUa
1998Please respect copyright.PENANAYmkT7x0jLk
Tile: yakin om.... Yaudah om keluar aja peralatanya biar saya kerjain, om sana neduh aja panas banget soalnya cuaca hari ini....
1998Please respect copyright.PENANAx0IEnfPerh
1998Please respect copyright.PENANAo7G3yzouR4
Raffi: maahh, Rafatar, adeekkk (Cipung) kita turun dulu yuukk, kita neduh di Alfamart terdekat sambil istirahat dan minum
1998Please respect copyright.PENANAlw5xl93OBe
1998Please respect copyright.PENANAr7XKDuEOuk
Rafatar: makasih ya le udah bantuin lagi, dulu kamu bantuin aku dari anak SMP yang nakal, sekarang kamu bantuin keluarga aku....
1998Please respect copyright.PENANAlX1jdw3JfU
1998Please respect copyright.PENANAgrZwT0WO85
Tile: santai aja tar.... Masalah kecil ini mah, dah sana kalian neduh aja dulu....
1998Please respect copyright.PENANAN3AbYuPqnK
1998Please respect copyright.PENANASp2CQSBEks
1998Please respect copyright.PENANAJM7C6Mlj8N
1998Please respect copyright.PENANAgKFvqaS6ej
1998Please respect copyright.PENANAYrDkPaDaqP
Setelah itu Raffi Nagita dan kedua anaknya sedang asik duduk sambil minum & ngemil di depan Alfamart terdekat, sambil mengamati Tile dari kejauhan. Tidak Raffi sangka kalau teman anaknya itu cukup cekatan juga di bidang otomotif meskipun dia sendiri kalau pengetahuanya di bidang otomotif masih amatir....
Rafatar: tuuhh mah lihat, bener kan yg aku bilang kalau si Tile itu anaknya baik meskipun dia anak jalanan
1998Please respect copyright.PENANAFung2y9Qx6
1998Please respect copyright.PENANAWxf8sNNtbw
Raffi: iya bener kamu tar, tuh kan mah apa papa bilang jangan suka menilai orang dari luarnya....
1998Please respect copyright.PENANAMKQYptxvfG
1998Please respect copyright.PENANA3nh9MqPTzw
Nagita: iya iiyyaaa.... Mama minta maaf udah nilai orang sembarangan....
1998Please respect copyright.PENANAAja4LenWtT
1998Please respect copyright.PENANA3sGDDj1DST
1998Please respect copyright.PENANA69mHjsfCiu
1998Please respect copyright.PENANAIpKTlURgxY
Tapi di benak Nagita berbeda, meskipun dia mengakui kalau Tile itu anak baik, tapi tidak dengan otak mesumnya meskipun itu masih dugaan belaka
1998Please respect copyright.PENANA1t8AMyWY8p
1998Please respect copyright.PENANA6HzbsvWZpL
1998Please respect copyright.PENANAwilQvD2N6d
1998Please respect copyright.PENANAf0DvNLkTpb
Raffi: awas yaahh nanti kalau kerjaan Tile udah beres mamah jangan lupa bilang terimakasih ke dia....
1998Please respect copyright.PENANANsKmCnRQqf
1998Please respect copyright.PENANAcHTmOLIjFH
Rafatar: iyaa maahh, nanti jangan suka larang aku ngajak Tile main kerumah ya, soalnya dia sering banget lindungi aku dari gangguin bocah SMP yang nakal....
1998Please respect copyright.PENANA2DK1VKaZdc
1998Please respect copyright.PENANAEfzx2Y5nMk
1998Please respect copyright.PENANACr6x3hy6kh
1998Please respect copyright.PENANAlwZSzBLs1Z
Deeghh.... Batin Nagita begitu berdebar membayangkan kalau nantinya Rafatar akan lebih sering mengajak Tile main kerumah, dia jadi membayangkan lagi akan rasa dan aroma pejuh yang pernah membuatnya orgasme hebat di dalam kamar mandi. Tapi kini posisinya begitu kian tersudut & tak bisa melakukan apapun untuk melarang anaknya berteman dengan Tile, mau tidak mau Nagita jadi mengiyakan apa yang Rafatar katakan
1998Please respect copyright.PENANAUYw1JVYlPH
1998Please respect copyright.PENANAUyttnYycVt
1998Please respect copyright.PENANAPl2kRef9nu