-
info_outline 資料
-
toc 目錄
-
share 分享
-
format_color_text 介面設置
-
exposure_plus_1 推薦
-
打賞
-
report_problem 檢舉
-
account_circle 登入

Di malam yang bersalju, Kanna melihat seorang pemuda bertubuh kurus yang duduk di kursi taman. Kanna baru saja pulang dari kantor dan taman itu memang taman yang biasa ia lewati.
Pemuda itu tampak pucat. Kedinginan. Tatapannya kosong, ia seperti kehabisan energi untuk hidup. Kehilangan keinginan untuk bertahan.
Dengan kasihan, Kanna menghampirinya dan memayunginya.
"Anu... Apakah kau baik-baik saja?"
Perlahan, pemuda itu mendongak dan menatap Kanna. Matanya berwarna mint. Warnanya terang, tetapi kehilangan cahayanya.
Pemuda itu hanya diam.
"Di rumahku ada makanan dan minuman hangat. Apakah kau mau mampir sebentar?"
Ah, andai saja Kanna ingat pesan ibunya untuk tidak membawa masuk sembarang orang ke dalam rumahnya,
niscaya Kanna tidak akan tahu bahwa kedepannya, ia akan dipuja oleh pemuda itu seakan-akan ia adalah seorang dewi. Pemuda itu mulai terobsesi padanya, menempel padanya, dan benar-benar takut Kanna meninggalkannya.
Pemuda itu jadi menganggap bahwa ia 'hidup' hanya untuk Kanna. Ia ingin berguna untuk Kanna. Ia tidak apa-apa menjadi 'peliharaan', disakiti, atau apa pun oleh Kanna, asal Kanna bisa tetap bersamanya,
....selamanya.

每次催更後,作者都會收到通知!
smartphone100 → 催更