(Di Tempat Keributan)321Please respect copyright.PENANAdwtJB1UMgu
321Please respect copyright.PENANAEDz4QvNsCW
"Dasar kau p*****r sialan!!", kata seorang pria paruh baya yang menghujat seorang wanita.321Please respect copyright.PENANAZyuODRi2SD
"Aku tau kau sengaja menabrakku kan?!", kata pria paruh baya itu melanjutkan ucapan nya.321Please respect copyright.PENANAK8Msj8ahoE
"Tuan, maaf sekali lagi. Saya sudah meminta maaf kepadamu kan?", kata perempuan itu berkata lembut yang ternyata adalah Heendon.321Please respect copyright.PENANAJj5jhv8wjo
"Kau cantik tapi tidak memiliki mata!!", kata pria paruh baya itu yang bernama Dodi Jatmiko.321Please respect copyright.PENANAqJUxzC5eWG
"Saya harus berapa kali untuk meminta maaf padamu Tuan?", kata Heendon dengan ekspresi memelas.321Please respect copyright.PENANAc8Yx4xGpp1
"Kau tidak pantas di maafkan. Kau membuatku malu saja kepada calon klienku!!", kata Dodi yang benar-benar sangat marah.
Dodi sudah berdandan super rapi untuk menemui klien nya ini. Tapi seperti di sengaja, Heendon memang terlihat sangat jelas menabrak dan kemudian menumpahkan minuman kopi hitam ke baju putih nya. Kacau sudah pertemuan nya saat ini.321Please respect copyright.PENANAd4eo7VHKSU
321Please respect copyright.PENANAIjqCwN85Zl
Karena terlalu marah, Dodi akhir nya melayangkan tamparan nya ke wajah Heendon. Heendon mencoba diam saja dan menutup mata. Lama Heendon menunggu tamparan itu, tapi tidak kunjung datang.
Akhir nya Heendon pun membuka mata nya.321Please respect copyright.PENANAHGP1jsHwBY
Seorang lelaki yang sudah cukup tua ternyata memegang tangan Dodi. Pak Rudi lah orang nya. Dengan ekspresi menatap tajam pada Dodi, Pak Rudi berkata.321Please respect copyright.PENANA4tUpuzODzF
321Please respect copyright.PENANAfsHKKjCqvx
"Aku malu padamu. Sebagai sesama lelaki, kau bertindak seperti banci. Kau adalah seorang laki-laki tapi bisa-bisa nya akan menampar wanita yang tidak berdaya!", kata Pak Rudi marah kepada Dodi.321Please respect copyright.PENANAhQYsPALO7E
"Tidak usah ikut campur urusanku!!", kata Dodi kepada Pak Rudi.321Please respect copyright.PENANALoNJTZpfXT
321Please respect copyright.PENANA2ljhVJsEar
Kraakkkk...321Please respect copyright.PENANAgS8CLVgO1T
321Please respect copyright.PENANAIz6Eh2iqnl
Terdengar suara renyah dari pergelangan tangan manusia. Kemudian di ikuti dengan teriakan. Pak Rudi yang sudah cukup tua ternyata mampu mematahkan pergelangan lelaki itu dengan hanya meremas nya.321Please respect copyright.PENANATXEPtjRqAH
321Please respect copyright.PENANAoUCGzO6u5C
"Aarrghhhh!!", kata Dodi yang berteriak kesakitan.
Dodi refleks memegang pergelangan tangan nya yang patah. Belum selesai dengan kesakitan nya, badan nya di tendang lagi oleh lelaki lain yang sedang berdiri bersama orang itu hingga Dodi jatuh terjerembab ke pasir.321Please respect copyright.PENANADY9h82ykgD
321Please respect copyright.PENANARE5UpS72Gd
Duaagggg..321Please respect copyright.PENANA6fPt3MSzEj
321Please respect copyright.PENANAuSmTG1GyIz
Dodi masih dalam keadaan sadar dengan mulut yang mengeluarkan darah. Meskipun kepala nya sudah berkunang-kunang, Dodi coba menahan sebisa mungkin agar tidak pingsan.
Seperti nya saat ini organ dalam nya sudah terluka. Dodi menatap kedua pria yang ada di hadapan nya itu dengan ekspresi yang ketakutan.321Please respect copyright.PENANAeJ1rI8qV7f
321Please respect copyright.PENANAicfqU455ja
"Jika kau tidak terima, kau bisa mencariku!", kata Pak Rudi yang melemparkan kartu nama nya ke arah Dodi.321Please respect copyright.PENANAvxLeABeTMp
321Please respect copyright.PENANAFkl23AluMe
"Rudi Sadewo!!!", kata Dodi yang tahu bahwasa nya Rudi Sadewo adalah salah satu pejabat di Kota Derisa ini.321Please respect copyright.PENANAFNpokDwch4
"Seperti nya kau mengenalku dengan cukup baik. Pergilah dan jangan lagi-lagi berbuat seperti itu kepada wanita", kata Pak Rudi yang seolah-olah adalah seorang guru sedang menasehati murid nya.321Please respect copyright.PENANAgqe9uIch2H
"Maaf Pak Rudi. Maaf. Saya tidak akan berbuat seperti itu lagi. Permisi!!", kata Dodi yang segera melarikan diri dari tempat itu.321Please respect copyright.PENANAlLkvoTiLZP
321Please respect copyright.PENANAMcUPcxz4VW
'Yes.. it works!!', kata Heendon dalam hati nya yang memang sengaja memancing Pak Rudi dan Komisaris Wawan agar keluar dari tempat nya.321Please respect copyright.PENANADi8yHLvdpo
321Please respect copyright.PENANANDdwsGp3IH
"Terima kasih Pak. Terima kasih juga untuk Bapak yang ini. Maaf sebenar nya saya yang salah tadi. Orang itu tidak salah", kata Heendon yang berakting dengan sangat baik.321Please respect copyright.PENANAcQPeqZkusg
"Nona, meskipun kau yang salah, dia tidak berhak memukulmu. Ngomong-ngomong apa yang anda lakukan di tempat ini?", kata Pak Rudi berlagak seperti ayah.321Please respect copyright.PENANAlBBS7ygF31
"Itu.. itu.. maaf.. ", kata Heendon yang kemudian berakting menangis tersedu-sedu yang membuat Pak Rudi dan Komisaris Wawan saling memandang.321Please respect copyright.PENANA77FDHEsORv
"Sebaiknya kita bicarakan di sana saja Nona. Kebetulan kami sedang makan di sana", kata Pak Rudi menunjuk ke suatu arah.321Please respect copyright.PENANALfLNyM0lH2
321Please respect copyright.PENANAos9XBtoMog
"Apa itu tidak mengganggu kalian Pak.. Saya kan hanya..", kata Heendon yang kemudian langsung di sela perkataan nya oleh Pak Rudi.321Please respect copyright.PENANA6uyiRDLXLo
321Please respect copyright.PENANAnuWHZP2Kwu
"Nona, tidak usah sungkan. Mari silahkan. Kami berdua mengundang anda", kata Pak Rudi yang sopan dan mendapatkan persetujuan juga dari Komisaris Wawan.321Please respect copyright.PENANAQ4MrEt02wP
321Please respect copyright.PENANAmrpVzi82No
Akhir nya mereka bertiga menuju ke tempat yang ditunjuk tadi.321Please respect copyright.PENANAEkAQH6rBAf
'Tidak ku sangka aktingku sangat sempurna. Aku cukup hebat juga dalam hal ini', kata Heendon berbicara di dalam hati nya.321Please respect copyright.PENANANFE6KWxda8
321Please respect copyright.PENANAUTRJDFFPaR
==========================321Please respect copyright.PENANA3wLjE5nPCo
321Please respect copyright.PENANAoSGUc4aqs3
(Saat ini di Rumah Pak Abdullah)321Please respect copyright.PENANAuA9pZhzCZ1
321Please respect copyright.PENANArpO272areJ
"Abi, Umi. Tolong jujur sama Zia", kata Fazia yang kini sedang menangis sesenggukan.321Please respect copyright.PENANAh6lzwZfGBH
"Zia..", kata Bu Hajjar yang juga menangis karena tidak menyangka rahasia besar keluarga nya akan terbongkar.321Please respect copyright.PENANAl2Gl9MjTu8
"Tidak apa-apa Umi, Zia ikhlas. Abi sama Umi sudah Zia anggap orang tua Zia sendiri. Abi, tolong ceritakan sama Zia ya", kata Fazia memohon.321Please respect copyright.PENANAIJD7MMRXnE
321Please respect copyright.PENANACcYxqLbQBj
Pak Abdullah menarik nafas sesaat. Kemudian dengan mata berkaca-kaca, beliau menceritakan.321Please respect copyright.PENANAE9EAJrptjj
"Semua ini berawal dari 25 tahun yang lalu", kata Pak Abdullah mengawali cerita. Sedangkan Bu Hajjar dan Fazia hanya diam mendengarkan.321Please respect copyright.PENANAgwzGzVmZkK
"Anak dari kakekmu, seperti yang sudah kau tau, memiliki 3 orang anak. Aku dan ke 3 bibimu itu. Kau sudah mengenal nya bukan?", kata Pak Abdullah yang mata nya semakin berkaca-kaca.321Please respect copyright.PENANAp3WkzpD44t
321Please respect copyright.PENANAPgn5YJAtSD
Pak Abdullah lalu melanjutkan cerita nya. Pak Abdullah menarik nafas dalam-dalam kemudian berbicara.321Please respect copyright.PENANAVy8FqlBMJK
321Please respect copyright.PENANAaZMqClsi9t
"Sebenarnya ada satu lagi anak dari kakekmu. Dia bernama Zaid Al-Ghifari. Dia adalah ayah kandungmu", kata Pak Abdullah kembali menjelaskan.321Please respect copyright.PENANAqFCMDOhtPM
"Karena suatu hal, ayahmu dan kakekmu bertengkar hebat. Itu hanya gara-gara seorang wanita, Sofiyya Nur. Dan dia adalah ibu kandungmu", kata Pak Abdullah dan tanpa terasa butiran air mata mengalir membasahi pipi nya.321Please respect copyright.PENANA26ddETbvj8
321Please respect copyright.PENANAMGNCv5us4S
Akhir nya mulailah Pak Abdullah menceritakan segala nya. Cerita ini bersumber dari Zaid sendiri, ayah kandung Fazia.
Cerita itu di mulai dari kisah awal pertama ayah dan ibu Fazia bertemu, hingga merembet menuju inti pokok masalah. Itu adalah saat dimulai nya perseteruan antara ayah kandung Fazia dan kakek nya.
Kemudian identitas ibu Fazia yang masih menjadi misteri, hingga akhir nya ayah Fazia di usir dari keluarga besar Al-Ghifari. Sebab nya hanyalah karena Ayah kandung Fazia sudah menikah diam-diam dengan Ibu kandung Fazia tanpa restu kakek nya.
Dan cerita itu di akhiri saat Fazia yang masih bayi terpaksa harus di titipkan kepada Pak Abdullah. Karena pada saat itu Zaid, adik Pak Abdullah sedang dalam situasi genting dan Zaid sendiri tidak mau memberitahu dengan detail tentang masalah nya.
Sampai sekarang, Zaid dan Sofiyya tidak pernah kembali lagi untuk menemui Fazia.321Please respect copyright.PENANAB1VhLTPFRK
321Please respect copyright.PENANAyj315uVSk1
(NB : Akan diceritakan dengan detail di bab-bab selanjutnya ketika waktunya sudah tepat. He he.. Sabar ye)321Please respect copyright.PENANAOICuKhxzCH
321Please respect copyright.PENANA3btk3xr43T
Hanya tangis yang terdengar setelah Pak Abdullah menceritakan semua kisah itu. Kisah yang mungkin akan menyakitkan untuk Pak Abdullah dan keluarga nya.
Juga pasti akan menyakitkan untuk hati Fazia saat mengetahui kebenaran nya. Pak Abdullah dan Bu Hajjar tidak pernah tahu bahwa Fazia ternyata sudah menyiapkan diri untuk hal ini.321Please respect copyright.PENANAK1XCo2HKXA
321Please respect copyright.PENANALdXNqgSfES
"Abi.. Umi.. apapun yang terjadi, kalian berdua tetap ku anggap orang tuaku", kata Fazia tersenyum.321Please respect copyright.PENANAIdb2WfeYX3
"Zia.. apa kau tidak sedih?", tanya Pak Abdullah yang heran melihat kondisi Fazia yang hanya sedih untuk sesaat saja.321Please respect copyright.PENANA0kw5L60Ep0
"Zia sedih. Sangat sedih. Tapi bagaimana pun, Zia juga mendapatkan hikmah dari semua ini. Dan yang pasti sekarang Zia sangat bahagia. Itu yang membuat Zia bisa tetap tersenyum", kata Fazia menjelaskan.321Please respect copyright.PENANAfyuj6wfRUZ
321Please respect copyright.PENANA7fyNF2zpQZ
"Maksudmu Zi?", kata Bu Hajjar penasaran begitu pula Pak Abdullah.321Please respect copyright.PENANAQHv1P2FLow
"Semua nya karena akhiy, maksudku Bang Zein Mi..", kata Fazia membalas.321Please respect copyright.PENANADzxZwaFNR2
321Please respect copyright.PENANAxxTqaRxI72
"Maksudmu Zein sudah tau masalah ini?", tanya Pak Abdullah merasa terkejut.321Please respect copyright.PENANApPoqvGQvHe
"Bang Zein belum tau Bi. Yang Zia maksud, Zia dan Bang Zein dengan status Zia saat ini", kata Fazia yang membuat Pak Abdullah dan Bu Hajjar semakin kebingungan.321Please respect copyright.PENANAdjE3R5TAMA
321Please respect copyright.PENANAX2ZvxRxnuM
"Abi dan Umi gak ngerti. Wallahi gak ngerti", kata Pak Abdullah lagi.321Please respect copyright.PENANAAlgAIeJoWp
321Please respect copyright.PENANAnKGtwFlPoQ
"Maksud Zia, dengan status Zia saat ini, Bang Zein itu kakak sepupu Zia kan?", kata Fazia menambahkan lagi.321Please respect copyright.PENANAeeZgrhkHFJ
321Please respect copyright.PENANAHrCBkorkYL
"Benar.. Kau dan Zein sebenar nya adalah sepupu", kata Pak Abdullah mengangguk.321Please respect copyright.PENANA3LZ2GfY13a
321Please respect copyright.PENANAiIbFkcr1j5
"Dan itu artinya, Zia dan Bang Zein bukanlah mahrom kan? Zia juga berharap.. Zia bisa menikah dengan Bang Zein", kata Fazia yang akhir nya jujur mengakui perasaan nya kepada Dokter Zein di depan Pak Abdullah dan Bu Hajjar.321Please respect copyright.PENANARBSCvIzsQV
321Please respect copyright.PENANAFfzsyBC2DZ
Duuaaaaaarrrrrrrrrrrrrr...321Please respect copyright.PENANAAnw2MG4KRX
321Please respect copyright.PENANAkEarX1n8Tj
"Apaaaaaaaa?!!!", kata Pak Abdullah dan Bu Hajjar yang berteriak bersamaan.321Please respect copyright.PENANAvKPkM3WCyu
321Please respect copyright.PENANANbkF5fMBnh
=======================321Please respect copyright.PENANAQQwoB8yc5z


