(Di Halaman Belakang Rumah Pak Abdullah)292Please respect copyright.PENANAqzGepAGSsI
292Please respect copyright.PENANAiqdXHjTzpJ
Bug bug dukk dukk.. duagg duagg buagg buagg.. blaarrrr...292Please respect copyright.PENANAnzPGRCCt4x
292Please respect copyright.PENANA1G1qPGqPbE
"Kau cukup hebat Nona Zara! Ha Ha Ha Ha.. Hufft.. hufft..!!", kata Heendon tersenyum dengan nafas yang cukup terengah-engah.
Heendon kini sedang berlatih tanding dengan Zara. Kekuatan Zara membuat Heendon sedikit terkejut.292Please respect copyright.PENANAaIfyVTJIu3
292Please respect copyright.PENANAgG9RlzagXU
"Hufft.. hufftt.. He he he.. Kau terkejut ya?! Hiaattt!!", kata Zara yang memulai kembali menyerang Heendon.
Kedua nya benar-benar tidak ingin mengalah satu sama lain. Semakin Heendon meningkatkan teknik serangan nya, saat itu juga Zara akan meningkatkan lagi teknik nya.292Please respect copyright.PENANAhEDPnlHKt5
292Please respect copyright.PENANAHhQ96ojOBI
'Ini gila.. Perempuan bernama Zara ini bisa mengimbangi teknik seranganku. Menarik.. Ini sangat membuatku tertarik.. Ha Ha Ha Ha.. Semua wanita yang dekat dengan suamiku itu pasti mempunyai kelebihan masing-masing', kata Heendon saat menyerang Zara sambil berpikir seperti itu.292Please respect copyright.PENANAkv4SJgDspu
292Please respect copyright.PENANAtfqIMv5pJo
Zara pun berpikir demikian. Sebelum nya dia sempat meremehkan kekuatan dan keahlian bela diri Heendon.
Tapi kini, Zara harus mengerahkan segala kemampuan terbaik nya untuk melawan istri dari pria yang di cintai nya ini.292Please respect copyright.PENANAI963QsOjs6
292Please respect copyright.PENANAHlrfhgllTV
Heendon bertarung melawan Zara. Bisa dikatakan ini adalah pertarungan pribadi antara dua wanita yang mencintai satu orang yang sama. Pertarungan yang intense.
Zara Sang Ratu Karate mencoba melawan Heendon, perempuan yang penuh misteri ini, yang dalam pengakuan nya juga pernah belajar Karate beberapa tahun yang lalu.
Tendangan dan pukulan yang di arahkan masing-masing dari kedua nya itu, bisa di block satu sama lain, dan ada juga yang beberapa teknik yang sudah terbaca.292Please respect copyright.PENANAtee3BNqX0t
292Please respect copyright.PENANAeFw28EIDso
"Suara apa itu? Seperti ada orang yang sedang bertarung!", kata Dokter Zelena kepada Dokter Zein yang masih berada di dalam kamar.
"Emm.. Seperti nya Heendon dan Zara sedang berlatih tanding", kata Dokter Zein berasumsi.
"Benarkah?? Ayo kita lihat..!!", kata Dokter Zelena yang merasa tertarik dan kemudian mengajak Dokter Zein untuk melihat nya.292Please respect copyright.PENANASb3l7fSeYP
292Please respect copyright.PENANAWfamMKehrd
Dokter Zein pun hanya mengangguk dan berjalan keluar dari kamar bersama Dokter Zelena, kemudian langsung menuju ke halaman belakang yang ternyata cukup luas itu.292Please respect copyright.PENANA2zoDMwiAEJ
292Please respect copyright.PENANAaJlewdh4tD
"Di mana sepupumu itu?", kata Dokter Zelena bertanya kepada Dokter Zein.
"Sepupuku? Maksudmu si Hamid?", kata Dokter Zein lagi.
"Benar.. Aku hanya sekali saja melihat nya saat dia membawa teteh Zara ke sini", lanjut Dokter Zelena.292Please respect copyright.PENANAAcWjQKLmXp
"Sepertinya Hamid sudah kembali ke rumah nya. Dia kan sudah punya istri", kata Dokter Zein mencoba menjelaskan.292Please respect copyright.PENANAeuFTuoLEAq
292Please respect copyright.PENANAi59uAy7rdr
Dan Dokter Zelena pun hanya mengangguk saja, kemudian kedua nya tidak mengatakan apa-apa lagi hingga sampai ke halaman belakang tersebut.292Please respect copyright.PENANAnzZdAYfG95
292Please respect copyright.PENANAkda3lMumxp
(Saat Ini Di Halaman Belakang Rumah)292Please respect copyright.PENANA4PTJK2WNJq
292Please respect copyright.PENANAqlVGBVeI6p
Di halaman belakang rumah, terlihatlah pertarungan antara Heendon dan Zara.
Dokter Zelena yang melihat mereka berdua bertarung dengan serius pun menjadi sangat antusias. Dokter Zelena kemudian berteriak.292Please respect copyright.PENANAruZBgkga1Z
292Please respect copyright.PENANAJRx1wxQoTy
"Nyonya Zein!!. Aku juga mau berlatih!!", kata Dokter Zelena berteriak dan mengejutkan Dokter Zein yang ada di sebelah nya.292Please respect copyright.PENANALUjW3FjGiI
292Please respect copyright.PENANAJfV4mAovY4
'Sialan si Zelena ini. Sebutan Nyonya Zein itu panggilan sakral. Padahal dia sendiri juga mau di panggil begitu. Huh!!', kata Dokter Zein kesal dan berbicara dalam hati nya.292Please respect copyright.PENANAfyUC8pZt7B
292Please respect copyright.PENANAeSHNmaCKd3
"Baiklah, kemarilah Nona Zein!!", kata Heendon yang berteriak juga ke arah Dokter Zelena dan teriakan Heendon itu kembali mengejutkan Dokter Zein.292Please respect copyright.PENANAY3sZZExwDN
292Please respect copyright.PENANAzO7K23Ow90
'Lagi-lagi. Mereka kan punya nama sendiri. Kenapa harus memakai namaku? Aneh sekali', kata Dokter Zein lebih kesal lagi dan saat berbicara di dalam hati.292Please respect copyright.PENANApekVAooMtQ
292Please respect copyright.PENANApGscJCHQR5
Mereka bertiga, Dokter Zelena, Zara dan Heendon pun akhir nya berlatih tanding bersama. Mereka bertiga saling menyerang masing-masing dengan keahlian mereka.
Tidak ada yang bergabung atau membela satu sama lain. Yang ada hanya tiga orang yang saling melawan. Terlihat di sana Dokter Zelena yang sedikit lebih unggul dari Heendon dan Zara.
Selain karena Heendon dan Zara sudah sedikit kehabisan tenaga, Dokter Zelena juga unggul dalam hal kecepatan. Dokter Zelena jika sudah memegang alat apa pun untuk menyerang, serasa kecepatan nya bertambah dua kali lipat.
Maklum saja, karena Dokter Zelena adalah seorang ninja di balik identitas dokter nya.292Please respect copyright.PENANAjlf8yIpjTv
292Please respect copyright.PENANA6Lbv3nNXRt
Sesudah berlatih tanding selama hampir 45 menit, mereka bertiga kelelahan. Mereka bertiga duduk bersama dan saling memuji keahlian nya masing-masing.
Dokter Zein yang melihat mereka bertiga sedari tadi pun hanya tersenyum saja.292Please respect copyright.PENANAtMv2sf59Mu
292Please respect copyright.PENANAKOm6WHpCVf
(Beberapa saat kemudian)292Please respect copyright.PENANA4pWaXvmKbR
292Please respect copyright.PENANAGnJAP5lJJ7
Terdengar suara mobil yang di parkir di halaman depan rumah. Kapten Lenny turun dari mobil dengan tergesa-gesa. Dokter Zein yang mengerti situasi nya pun segera menemui Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANAWm6RLnopDn
292Please respect copyright.PENANAYK530ZZtVy
"Dokter Zein.. Dokter Zein!!", kata Kapten Lenny setengah berteriak.292Please respect copyright.PENANApJ8KDK1CLi
"Ya.. aku di sini Nona", kata Dokter Zein sambil berjalan cepat mendekati.292Please respect copyright.PENANAUmffSwHAqT
"Ada apa Nona kapten?", kata Dokter Zein setelah berhadapan dengan Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANADY5KRTVOH1
"Panggil Lenny saja", kata Kapten Lenny, kemudian memberitahu sesuatu yang penting.292Please respect copyright.PENANAXVeYL1rZBO
"Dokter Zein, mungkin kecurigaanmu benar", kata Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANA2Y4aCc6sRM
"Apa kau menemukan sesuatu?", tanya Dokter Zein.292Please respect copyright.PENANA4uhM881Bbg
Kapten Lenny mengangguk, kemudian berkata.292Please respect copyright.PENANAe8GyjirDsJ
292Please respect copyright.PENANAATK5JxfX8B
"Aku tadi melewati ruangan Komisaris Wawan. Setelah itu, aku melihat dia tergesa-gesa keluar ruangan. Aku sempat mendengar nya menelepon seseorang dan memanggilnya Pak Rudi", kata Kapten Lenny yang masih terengah-engah.292Please respect copyright.PENANAE6fIg2DBWh
292Please respect copyright.PENANA9pKM4gBLvO
"Pak Rudi?", kata Dokter Zein mengerutkan dahi nya.292Please respect copyright.PENANA9zZlhAlgqt
"Kau mengenal nya?", tanya Kapten Lenny bertanya.292Please respect copyright.PENANAmwNswMGFkq
"Aku tidak yakin, Nona Lenny. Banyak orang yang bernama Rudi", kata Dokter Zein mengangguk.292Please respect copyright.PENANA69vbQ2Z5cd
292Please respect copyright.PENANAT8wBTEoQcf
'Tapi aku sangat mengenal seseorang yang bernama Rudi juga. Dia adalah..', pikir Dokter Zein merenung dalam diam.292Please respect copyright.PENANA7mUz4cImhG
292Please respect copyright.PENANAv1D8xYgQpY
"Dokter Zein.. Apa kau tidak apa-apa?", kata Kapten Lenny bertanya.292Please respect copyright.PENANAMO0CA7cag6
"Apa kau tau di mana atasanmu itu sekarang?", kata Dokter Zein lagi yang langsung kembali bertanya.292Please respect copyright.PENANAEwETaMlR2C
292Please respect copyright.PENANAeyNgcZ9Lft
"Sejak kau memintaku untuk mengawasi atasanku itu, aku sudah menempatkan alat pelacak di mobil Komisaris Wawan", kata Kapten Lenny mengangguk.292Please respect copyright.PENANAyozfFWEylI
292Please respect copyright.PENANAjP1X4XFcUy
"Terima kasih Kapten Lenny", kata Dokter Zein yang kini terlihat lebih menghormati Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANAA0W851zkZv
292Please respect copyright.PENANAD3LS2HazYA
Melihat Kapten Lenny dan Dokter Zein berbicara berdua, 'The Three Musketeers Girl', sebutan untuk trio wanita ini, Dokter Zelena, Zara dan Heendon mendekati mereka.292Please respect copyright.PENANAPY89hUUio9
"Selamat datang, Kapten", kata Heendon kemudian berjabat tangan kepada Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANAHhvi64XzEY
292Please respect copyright.PENANALeMPaNVO5k
Dokter Zelena dan Zara pun berbuat hal yang sama dengan nya. Kapten Lenny hanya mengangguk dan sempat berpikir.292Please respect copyright.PENANAgbTpqX9lK9
292Please respect copyright.PENANAeszQ3YqBNn
'Mereka bertiga terlihat rukun sekali. Huh!', kata Kapten Lenny dalam hati nya.292Please respect copyright.PENANAUBAYTfrPXU
292Please respect copyright.PENANAFIFqufZbBl
Kemudian Kapten Lenny menceritakan semua nya tanpa ada yang di tutupi. Ketiga gadis itu hanya menganggukkan kepala mereka masing-masing.292Please respect copyright.PENANANkPQX0AqYq
292Please respect copyright.PENANAJckW81S5OY
"Oh iya, Nona Lenny. Aku akan ikut denganmu malam ini", kata Dokter Zein menawarkan.292Please respect copyright.PENANAHqyWssqEET
292Please respect copyright.PENANA4dmfKSkDoH
"Benarkah?! Oh maaf.. Ehemm.. Baiklah kalau begitu", kata Kapten Lenny senang meskipun terlihat ekspresi wajah nya yang datar.
Ketiga wanita itu saling memandang satu sama lain kemudian tersenyum bersama. Seperti nya mereka baru saja mengerti akan satu hal.292Please respect copyright.PENANAc8JLgG5PA1
292Please respect copyright.PENANA3fCnPeuCK9
(Di malam harinya)292Please respect copyright.PENANAnz1KKFgPjC
292Please respect copyright.PENANA8WUNFm84zJ
Kapten Lenny dan Dokter Zein berangkat bersama dari rumahnya. Alat pelacak itu mendeteksi lokasi di mana mobil Komisaris Wawan itu berada.
Rupanya ada di daerah sekitar Pantai Trahar, beberapa kilo meter dari pusat Kota Derisa. Dan benar saja, saat mobil Kapten Lenny mendekat ke arah titik lokasi itu, mobil Komisaris Wawan benar-benar ada di sana.292Please respect copyright.PENANA9lD8YmaVKb
292Please respect copyright.PENANAHSGF9wQsL4
Kapten Lenny yang saat ini hanya memakai Jaket Hoodie Hitam dan Celana Jeans Biru panjang, benar-benar terlihat berbeda.
Dokter Zein pun sempat terkejut melihat penampilan keren dari Kapten Lenny saat ini.292Please respect copyright.PENANA0Xw8O2ubMn
292Please respect copyright.PENANAsayU6MEk79
"Wow.. Anda terlihat cukup menawan di mataku Kapten", kata Dokter Zein kepada Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANAEiIppsry3q
"Sudah.. Diam!!. Jangan meledekku lagi!!", kata Kapten Lenny tegas, tapi sebenar nya wajah nya sudah memerah sekarang.292Please respect copyright.PENANAcwpInJiDQK
"Ayo kita cari dia!", kata Kapten Lenny lagi yang kemudian berjalan di depan sambil melirik ke arah kanan dan kiri nya seperti sedang mencari seseorang.292Please respect copyright.PENANAbCpNUxD4vw
292Please respect copyright.PENANAQG8bSTcUp9
Dokter Zein dan Kapten Lenny berjalan bersama dengan Kapten Lenny yang menggandeng lengan Dokter Zein.292Please respect copyright.PENANAS5n5o1ySM9
292Please respect copyright.PENANABgJltWubzV
Dokter Zein sebenarnya merasa sedikit tidak nyaman saat di gandeng seperti itu. Itu karena Kapten Lenny terlihat begitu kaku seperti orang yang belum pernah berpacaran sebelum nya.
Kapten Lenny yang menggandeng lengan Dokter Zein dengan cukup kuat membuat lengan Dokter Zein terasa sakit.292Please respect copyright.PENANAscfqBgs8ij
292Please respect copyright.PENANAFrkFsEViVZ
"Nona, kau menyakiti lenganku. Ini lumayan sakit", kata Dokter Zein kepada Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANAM8Yk16KmpS
"Oh benarkah.. Kalau begitu aku minta maaf", kata Kapten Lenny membalas perkataan Dokter Zein.292Please respect copyright.PENANABlvsF6py39
"Seperti nya kau tidak punya pengalaman berkencan ya?. Ha.. Ha.. Ha.. Ha", kata Dokter Zein tertawa terbahak-bahak.292Please respect copyright.PENANATCxER6BPkL
"Hei kau diamlah.. Sudahlah kita fokus saja!", kata Kapten Lenny yang menahan malu karena sudah menjadi merah wajah nya.292Please respect copyright.PENANAAjWQ3rTgBj
292Please respect copyright.PENANAKTr8m1DaAL
Dan setelah berjalan berkeliling hampir selama 15 menit, terlihatlah seseorang yang dikenal oleh Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANABlw6SQQKwb
292Please respect copyright.PENANA2RBAhHetcR
"Ah.. Komisaris Wawan ada di sana!!", kata Kapten Lenny menunjuk suatu arah.292Please respect copyright.PENANAyDiqVQAFgW
"Ya.. Dan aku juga melihat nya. Bahkan seseorang yang sedang berbicara dengan nya pun aku kenal", kata Dokter Zein menatap ke arah yang di tunjuk Kapten Lenny.292Please respect copyright.PENANASzAkXiZ11p
"Benarkah kau mengenal nya? Siapa dia? Apa dia adalah orang yang di panggil 'Pak Rudi' itu oleh Komisaris Wawan di telepon?!", kata Kapten Lenny menganalisa dengan segala kecocokan yang ada.292Please respect copyright.PENANAwRhvs2WLYq
292Please respect copyright.PENANAoYB8wA3PdP
"Benar.. Orang di sebelah Komisaris Wawan bernama Rudi. Tepatnya Rudi Sadewo, mantan HRD di RS Derisa", kata Dokter Zein sambil menyipitkan mata nya.292Please respect copyright.PENANA0Sf9SNe6Uq
292Please respect copyright.PENANA7gwJStbL6g
========================292Please respect copyright.PENANAewc00x48JJ


