(Di Halaman Belakang Rumah Pak Abdullah)312Please respect copyright.PENANA9E1jv7kIPn
312Please respect copyright.PENANAcrSMyzdHwP
Bug bug dukk dukk.. duagg duagg buagg buagg.. blaarrrr...312Please respect copyright.PENANAcHO8lyMSNJ
312Please respect copyright.PENANAIARHFMAjKH
"Kau cukup hebat Nona Zara! Ha Ha Ha Ha.. Hufft.. hufft..!!", kata Heendon tersenyum dengan nafas yang cukup terengah-engah.
Heendon kini sedang berlatih tanding dengan Zara. Kekuatan Zara membuat Heendon sedikit terkejut.312Please respect copyright.PENANAGpWJFaVtYG
312Please respect copyright.PENANApaWGPwpjMX
"Hufft.. hufftt.. He he he.. Kau terkejut ya?! Hiaattt!!", kata Zara yang memulai kembali menyerang Heendon.
Kedua nya benar-benar tidak ingin mengalah satu sama lain. Semakin Heendon meningkatkan teknik serangan nya, saat itu juga Zara akan meningkatkan lagi teknik nya.312Please respect copyright.PENANAwdgyE5jlS9
312Please respect copyright.PENANAoiFr9yUdZQ
'Ini gila.. Perempuan bernama Zara ini bisa mengimbangi teknik seranganku. Menarik.. Ini sangat membuatku tertarik.. Ha Ha Ha Ha.. Semua wanita yang dekat dengan suamiku itu pasti mempunyai kelebihan masing-masing', kata Heendon saat menyerang Zara sambil berpikir seperti itu.312Please respect copyright.PENANARjzm9O8UuB
312Please respect copyright.PENANAwyAsjIjgyb
Zara pun berpikir demikian. Sebelum nya dia sempat meremehkan kekuatan dan keahlian bela diri Heendon.
Tapi kini, Zara harus mengerahkan segala kemampuan terbaik nya untuk melawan istri dari pria yang di cintai nya ini.312Please respect copyright.PENANAcQZ97EevQ0
312Please respect copyright.PENANANTa5Te9lmF
Heendon bertarung melawan Zara. Bisa dikatakan ini adalah pertarungan pribadi antara dua wanita yang mencintai satu orang yang sama. Pertarungan yang intense.
Zara Sang Ratu Karate mencoba melawan Heendon, perempuan yang penuh misteri ini, yang dalam pengakuan nya juga pernah belajar Karate beberapa tahun yang lalu.
Tendangan dan pukulan yang di arahkan masing-masing dari kedua nya itu, bisa di block satu sama lain, dan ada juga yang beberapa teknik yang sudah terbaca.312Please respect copyright.PENANAZFVZWxJoua
312Please respect copyright.PENANASZgtOERl3T
"Suara apa itu? Seperti ada orang yang sedang bertarung!", kata Dokter Zelena kepada Dokter Zein yang masih berada di dalam kamar.
"Emm.. Seperti nya Heendon dan Zara sedang berlatih tanding", kata Dokter Zein berasumsi.
"Benarkah?? Ayo kita lihat..!!", kata Dokter Zelena yang merasa tertarik dan kemudian mengajak Dokter Zein untuk melihat nya.312Please respect copyright.PENANAYRv3zE4GnM
312Please respect copyright.PENANAYKPBeGVZpA
Dokter Zein pun hanya mengangguk dan berjalan keluar dari kamar bersama Dokter Zelena, kemudian langsung menuju ke halaman belakang yang ternyata cukup luas itu.312Please respect copyright.PENANABib8Daok6i
312Please respect copyright.PENANAzr1M6bNnDQ
"Di mana sepupumu itu?", kata Dokter Zelena bertanya kepada Dokter Zein.
"Sepupuku? Maksudmu si Hamid?", kata Dokter Zein lagi.
"Benar.. Aku hanya sekali saja melihat nya saat dia membawa teteh Zara ke sini", lanjut Dokter Zelena.312Please respect copyright.PENANAwb0RDCA9OC
"Sepertinya Hamid sudah kembali ke rumah nya. Dia kan sudah punya istri", kata Dokter Zein mencoba menjelaskan.312Please respect copyright.PENANAGRruGGHcjf
312Please respect copyright.PENANAf6Q6S8N8wm
Dan Dokter Zelena pun hanya mengangguk saja, kemudian kedua nya tidak mengatakan apa-apa lagi hingga sampai ke halaman belakang tersebut.312Please respect copyright.PENANAm6OSczLSE6
312Please respect copyright.PENANA79zGxiG8dG
(Saat Ini Di Halaman Belakang Rumah)312Please respect copyright.PENANAovkRKjU18e
312Please respect copyright.PENANAmNwb9Jz0xQ
Di halaman belakang rumah, terlihatlah pertarungan antara Heendon dan Zara.
Dokter Zelena yang melihat mereka berdua bertarung dengan serius pun menjadi sangat antusias. Dokter Zelena kemudian berteriak.312Please respect copyright.PENANA46A5GqGRQS
312Please respect copyright.PENANAvE13lUSOKh
"Nyonya Zein!!. Aku juga mau berlatih!!", kata Dokter Zelena berteriak dan mengejutkan Dokter Zein yang ada di sebelah nya.312Please respect copyright.PENANAkfYDXPRFVq
312Please respect copyright.PENANAc4I7whn67I
'Sialan si Zelena ini. Sebutan Nyonya Zein itu panggilan sakral. Padahal dia sendiri juga mau di panggil begitu. Huh!!', kata Dokter Zein kesal dan berbicara dalam hati nya.312Please respect copyright.PENANAxjUhsNZs1H
312Please respect copyright.PENANAyRdHQw6akZ
"Baiklah, kemarilah Nona Zein!!", kata Heendon yang berteriak juga ke arah Dokter Zelena dan teriakan Heendon itu kembali mengejutkan Dokter Zein.312Please respect copyright.PENANAjfoqMcbsgJ
312Please respect copyright.PENANAwBRKxQDPaa
'Lagi-lagi. Mereka kan punya nama sendiri. Kenapa harus memakai namaku? Aneh sekali', kata Dokter Zein lebih kesal lagi dan saat berbicara di dalam hati.312Please respect copyright.PENANAhB9fBqTqCm
312Please respect copyright.PENANAojZ2XEKSU1
Mereka bertiga, Dokter Zelena, Zara dan Heendon pun akhir nya berlatih tanding bersama. Mereka bertiga saling menyerang masing-masing dengan keahlian mereka.
Tidak ada yang bergabung atau membela satu sama lain. Yang ada hanya tiga orang yang saling melawan. Terlihat di sana Dokter Zelena yang sedikit lebih unggul dari Heendon dan Zara.
Selain karena Heendon dan Zara sudah sedikit kehabisan tenaga, Dokter Zelena juga unggul dalam hal kecepatan. Dokter Zelena jika sudah memegang alat apa pun untuk menyerang, serasa kecepatan nya bertambah dua kali lipat.
Maklum saja, karena Dokter Zelena adalah seorang ninja di balik identitas dokter nya.312Please respect copyright.PENANAG3F8YzweuI
312Please respect copyright.PENANACb606gSdqL
Sesudah berlatih tanding selama hampir 45 menit, mereka bertiga kelelahan. Mereka bertiga duduk bersama dan saling memuji keahlian nya masing-masing.
Dokter Zein yang melihat mereka bertiga sedari tadi pun hanya tersenyum saja.312Please respect copyright.PENANA5RVrF4Ya8a
312Please respect copyright.PENANAF8CUrmEqv2
(Beberapa saat kemudian)312Please respect copyright.PENANAjCIKavfFeX
312Please respect copyright.PENANALD7lYZxv8P
Terdengar suara mobil yang di parkir di halaman depan rumah. Kapten Lenny turun dari mobil dengan tergesa-gesa. Dokter Zein yang mengerti situasi nya pun segera menemui Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANA9pRPVqhueM
312Please respect copyright.PENANA7UWFDsxfDZ
"Dokter Zein.. Dokter Zein!!", kata Kapten Lenny setengah berteriak.312Please respect copyright.PENANAmKSJZBiIS6
"Ya.. aku di sini Nona", kata Dokter Zein sambil berjalan cepat mendekati.312Please respect copyright.PENANArfZ5CNE2r2
"Ada apa Nona kapten?", kata Dokter Zein setelah berhadapan dengan Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANAzJrizHBIQQ
"Panggil Lenny saja", kata Kapten Lenny, kemudian memberitahu sesuatu yang penting.312Please respect copyright.PENANAg6v8HAMGMJ
"Dokter Zein, mungkin kecurigaanmu benar", kata Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANAbPGlkwH4ON
"Apa kau menemukan sesuatu?", tanya Dokter Zein.312Please respect copyright.PENANAleEDBN2dKE
Kapten Lenny mengangguk, kemudian berkata.312Please respect copyright.PENANA6VVjBCw5IV
312Please respect copyright.PENANAhTZpZaZdHe
"Aku tadi melewati ruangan Komisaris Wawan. Setelah itu, aku melihat dia tergesa-gesa keluar ruangan. Aku sempat mendengar nya menelepon seseorang dan memanggilnya Pak Rudi", kata Kapten Lenny yang masih terengah-engah.312Please respect copyright.PENANAP8AqDPx0Ye
312Please respect copyright.PENANAv5WEX7qaBl
"Pak Rudi?", kata Dokter Zein mengerutkan dahi nya.312Please respect copyright.PENANAkb6RWjlpOe
"Kau mengenal nya?", tanya Kapten Lenny bertanya.312Please respect copyright.PENANAhFquDcVAaI
"Aku tidak yakin, Nona Lenny. Banyak orang yang bernama Rudi", kata Dokter Zein mengangguk.312Please respect copyright.PENANAJnVDkDSXwO
312Please respect copyright.PENANAPYhVfL6mpW
'Tapi aku sangat mengenal seseorang yang bernama Rudi juga. Dia adalah..', pikir Dokter Zein merenung dalam diam.312Please respect copyright.PENANA6iF2B57Ydq
312Please respect copyright.PENANA3oNUwKWgqa
"Dokter Zein.. Apa kau tidak apa-apa?", kata Kapten Lenny bertanya.312Please respect copyright.PENANARuxFrVA3J7
"Apa kau tau di mana atasanmu itu sekarang?", kata Dokter Zein lagi yang langsung kembali bertanya.312Please respect copyright.PENANAfgijLjWyCd
312Please respect copyright.PENANAD6FmZbnJoE
"Sejak kau memintaku untuk mengawasi atasanku itu, aku sudah menempatkan alat pelacak di mobil Komisaris Wawan", kata Kapten Lenny mengangguk.312Please respect copyright.PENANAMuixFLgmep
312Please respect copyright.PENANAOZGco1WkMv
"Terima kasih Kapten Lenny", kata Dokter Zein yang kini terlihat lebih menghormati Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANAzKB162l11R
312Please respect copyright.PENANAW02GNvAjrW
Melihat Kapten Lenny dan Dokter Zein berbicara berdua, 'The Three Musketeers Girl', sebutan untuk trio wanita ini, Dokter Zelena, Zara dan Heendon mendekati mereka.312Please respect copyright.PENANAdBdqZRbS16
"Selamat datang, Kapten", kata Heendon kemudian berjabat tangan kepada Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANAEqgAeKFoOu
312Please respect copyright.PENANA3WCJxbgtUD
Dokter Zelena dan Zara pun berbuat hal yang sama dengan nya. Kapten Lenny hanya mengangguk dan sempat berpikir.312Please respect copyright.PENANA3k1F56rZpT
312Please respect copyright.PENANAVzgeW9l2d9
'Mereka bertiga terlihat rukun sekali. Huh!', kata Kapten Lenny dalam hati nya.312Please respect copyright.PENANAcqsGN309JV
312Please respect copyright.PENANAw3RUtKviFp
Kemudian Kapten Lenny menceritakan semua nya tanpa ada yang di tutupi. Ketiga gadis itu hanya menganggukkan kepala mereka masing-masing.312Please respect copyright.PENANA22SYEDU5RQ
312Please respect copyright.PENANAv0R4wl2pah
"Oh iya, Nona Lenny. Aku akan ikut denganmu malam ini", kata Dokter Zein menawarkan.312Please respect copyright.PENANATqs1D1dtTs
312Please respect copyright.PENANAiyMhdj1Mqj
"Benarkah?! Oh maaf.. Ehemm.. Baiklah kalau begitu", kata Kapten Lenny senang meskipun terlihat ekspresi wajah nya yang datar.
Ketiga wanita itu saling memandang satu sama lain kemudian tersenyum bersama. Seperti nya mereka baru saja mengerti akan satu hal.312Please respect copyright.PENANA4X0YT2Alwy
312Please respect copyright.PENANAYE4sFRT2rZ
(Di malam harinya)312Please respect copyright.PENANAJOXvdLFRey
312Please respect copyright.PENANAiLivqHncWC
Kapten Lenny dan Dokter Zein berangkat bersama dari rumahnya. Alat pelacak itu mendeteksi lokasi di mana mobil Komisaris Wawan itu berada.
Rupanya ada di daerah sekitar Pantai Trahar, beberapa kilo meter dari pusat Kota Derisa. Dan benar saja, saat mobil Kapten Lenny mendekat ke arah titik lokasi itu, mobil Komisaris Wawan benar-benar ada di sana.312Please respect copyright.PENANABI3ZOp43FL
312Please respect copyright.PENANAKg7D5eFZOB
Kapten Lenny yang saat ini hanya memakai Jaket Hoodie Hitam dan Celana Jeans Biru panjang, benar-benar terlihat berbeda.
Dokter Zein pun sempat terkejut melihat penampilan keren dari Kapten Lenny saat ini.312Please respect copyright.PENANAvduXcSmOKz
312Please respect copyright.PENANACA9M8igAA0
"Wow.. Anda terlihat cukup menawan di mataku Kapten", kata Dokter Zein kepada Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANAthi6AWrbPf
"Sudah.. Diam!!. Jangan meledekku lagi!!", kata Kapten Lenny tegas, tapi sebenar nya wajah nya sudah memerah sekarang.312Please respect copyright.PENANAB8yoPXQqyZ
"Ayo kita cari dia!", kata Kapten Lenny lagi yang kemudian berjalan di depan sambil melirik ke arah kanan dan kiri nya seperti sedang mencari seseorang.312Please respect copyright.PENANAPUqqbYFUh0
312Please respect copyright.PENANAWMnoLaL2oJ
Dokter Zein dan Kapten Lenny berjalan bersama dengan Kapten Lenny yang menggandeng lengan Dokter Zein.312Please respect copyright.PENANAHkC8hLiYNF
312Please respect copyright.PENANAybrMEZCrb4
Dokter Zein sebenarnya merasa sedikit tidak nyaman saat di gandeng seperti itu. Itu karena Kapten Lenny terlihat begitu kaku seperti orang yang belum pernah berpacaran sebelum nya.
Kapten Lenny yang menggandeng lengan Dokter Zein dengan cukup kuat membuat lengan Dokter Zein terasa sakit.312Please respect copyright.PENANA08kfecCqky
312Please respect copyright.PENANA1fz0nPZXSs
"Nona, kau menyakiti lenganku. Ini lumayan sakit", kata Dokter Zein kepada Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANAIHJkTJGMOw
"Oh benarkah.. Kalau begitu aku minta maaf", kata Kapten Lenny membalas perkataan Dokter Zein.312Please respect copyright.PENANAPtKR2C7LhA
"Seperti nya kau tidak punya pengalaman berkencan ya?. Ha.. Ha.. Ha.. Ha", kata Dokter Zein tertawa terbahak-bahak.312Please respect copyright.PENANACkbbzqyypI
"Hei kau diamlah.. Sudahlah kita fokus saja!", kata Kapten Lenny yang menahan malu karena sudah menjadi merah wajah nya.312Please respect copyright.PENANAxhX20Wiio6
312Please respect copyright.PENANANwHHlqv521
Dan setelah berjalan berkeliling hampir selama 15 menit, terlihatlah seseorang yang dikenal oleh Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANAqV5oGG5mHa
312Please respect copyright.PENANAO2lmxYOkcV
"Ah.. Komisaris Wawan ada di sana!!", kata Kapten Lenny menunjuk suatu arah.312Please respect copyright.PENANANHiVQElHYe
"Ya.. Dan aku juga melihat nya. Bahkan seseorang yang sedang berbicara dengan nya pun aku kenal", kata Dokter Zein menatap ke arah yang di tunjuk Kapten Lenny.312Please respect copyright.PENANArHiBSnnA6U
"Benarkah kau mengenal nya? Siapa dia? Apa dia adalah orang yang di panggil 'Pak Rudi' itu oleh Komisaris Wawan di telepon?!", kata Kapten Lenny menganalisa dengan segala kecocokan yang ada.312Please respect copyright.PENANAjqtSFWXc0X
312Please respect copyright.PENANA0tSSBsqoD2
"Benar.. Orang di sebelah Komisaris Wawan bernama Rudi. Tepatnya Rudi Sadewo, mantan HRD di RS Derisa", kata Dokter Zein sambil menyipitkan mata nya.312Please respect copyright.PENANAsSahN6w7X6
312Please respect copyright.PENANAayDVzA9Ybb
========================312Please respect copyright.PENANAECE8kRoelW


