aku dititipkan oleh kedua orang tuaku untuk tinggal di kediaman omku. Jarak rumah ke kampus tidak jauh jadi daripada kos lebih baik tinggal. Omku sangat ramah, ia bekerja sebagai kepala dinas di salah satu perusahaan jadi sangat sibuk. Namun aku bermasalah dengan tanteku yang jutek. Tanteku bekerja sebagai akuntan di pemda. Jadi kadang tanteku sendiri dirumah. Pemda berada di sebelah Kampusku. Jadi kemungkinan omku mengajakku agar aku bisa jalan bersama tanteku.
Orangtuaku basa basi ketika datang pertama kali. Aku melihat sekeliling rumah dengan tiga ruang kamar. Kamar mereka berdua, kamar salah satu anaknya yang sedang bermain. Anaknya perempuan masih SMA. Dia jarang ke rumah karena ia ikut organisasi provinsi. Keluarga ini cukup berprestasi.
Tanteku menyuvuhkan es teh manis dengan kue nastar. Aku tersenyum padanya namun dia tidak membalas.
"Biarin Bran, tante Endah memang seperti itu." ujar omku
"Gibran hati hati disini, jangan buat om tantemu kepikiran kamu" ucap ibuku
"Iya bu." jawabku
orangtuaku balik sejam kemudian dan aku mulai merapikan barangku di kamarku. Kamar yang cukup luas dengan 5x4 dengan kamar mandi diluar itu cukup luas. Kasur sudah disiapkan dan aku menaruh bajuku di lemari. Aku membawa foto dengan teman lamaku lalu aku menaruh di atas lemari lenih tepat didepan kopernya.
Omku datang ke kamarku dan memberitahu kalau dia harus bekerja karena panggilan perusahaan.
"Tante biasanya pagi gini ke pasar. kamu kalau mau nemenin dia." pinta suami tanteku ini
"okee om." Aku merapikan skincareku diatas lemari mini.
Jujur saja tante memiliki badan yang bagus dengan usia 41 tahun. Rambut bondol dengan kulit putih yang menawan. Payudaranya cukup besar jadi menurutku dia pasti seksi sekali. sayangnya bajunya sering oversized jadi tak terlalu terlihat.
Tanteku menutup pintunya ketika aku keluar dari kamar.
"Bran, tante ke pasar." juteknya
"Tan mau ikut dong." terangku dengan tertawa kecil.
"Udha gede takut sendiri dirumah?" anjir lah tanteku ketus banget.
"Engga tante mau ikut aja aku." ucapku
akhirnya kita berdua jalan kepasar. Tante sedang tidak bekerja hari ini karena jumat di pemda sedang ada acara dan akuntan diliburkan. Pasar yang ramai, tante jalan ke tempat ikan. Disana karena ramai jadi berdesak desakan. Aku dengan pikiran mesumku mulai mengelus paha tante. Aku tau tante merasa tapi ia hiraukan. Dia membeli ikan bandeng dua. Kemudian tante pergi ke tempat sayur. Disana ia membeli sawi. Tante ingin memasak ikan dan tumis sawi. Saat membeli sayur aku mulai meremas pelan pantat. Lembut dan halus. Dia langsung segera menengok ke belakanh dengan mata yang tajam.
"Kenapa Tante?" tanyaku
"Bran tadi lihat yang megang pantat tante ga?"
"engga tante aku tadi liat sayuran doang seger seger."
"bu disini memang banyak yang aga cabul gitu. hati hati bu." ujar penjual
"iya makasi mas. padahal saya udah pake baju yang tertutup."
entah kenapa otakku justru ingin tante Endah seksi di depan umum. Dengan Tanktop tanpa bra, celana pendek tanpa celana dalem. Dia berjalan dengan bangga.
Tante Endah dan aku akhirnya balik. Sampai rumah aku segera ke kamar dan Tante masak. Aku mengambil dari tasku yaitu berupa cairan untuk merangsang. Akan aku taruh ke dalam minuman tante Endah.
Dia sedang masak dan aku mengambil gelas di dapur. Wangi ikannya sangat menggoda. ku taruh air di gelas kemudian aku menuang cairan tiga tetes. Aku ingin dia klimaks karena di aturannya hanya satu tetes saja.
"tan pasti tante haus kan." ucapku semhari menawarkan minum.
"makasi tadi ikannya pedes." dia segera minum dan menghabiskan.
"mau aku ambil lagi tan?"
"gausa."
dia memutarkan kepalanya dan menajamkan matanya. Sepertinya cairan itu bekerja. Dia menggaruk leher. Daster yang ia pakai ingin rasanya ku robek.
"panas banget sekarang." dia mengipas badannya yang berkeringat. Sesuai dugaanku semakin berkeringat semakin seksi.
dengan sergap aku mulai mendekati dan meremas pantat tanteku. Tante kaget dan mendorongku.
"KAMU NGAPAIN?" marah tante Endah.
"tante jangan bohong lah sama aku, tante sange kan ama aku." ku dekati dia dan ku raha wajahnya hingga tangan. Dia marah tapi ekspresinya tidak bisa berbohong.
"saya tante kamu."
"peduli? saya sange sama tante karena tante bodnya bagus di entot enak banget pasti." ucapku
"dasar mesum." tante menamparku
aku menarik dia dari penggorengan dan merobek dasternya hingga terlihat bra putih dan celana dalam hitam. Payudaranya sangat kenyal sehingga ku remas. Ku dorong dia ke tembok dan ku masukkan tanganku untuk menggesek memeknya.
"Udahhh Bran hentiiin."
"gamau endah, aku panggil endah aja ya biar kita kaya pasangan."
"Bran tolong jangan lakuin tante ga mau."
"endah sayangku, kamu udah jadi milik aku. dengan aku gesek memek kamu itu udah pertanda kalau kita pacaran." aku menggesek lebih keras dan memeknya mulai mengeluarkan cairan. Dia kencing di depanku. Aku mengambil ponsel disakuku dan memvideokan. Tanteku menutup wajahnya. Dia sangat cemas dengan dirinya.
Ku matikan ikan bandeng yang sedang digoreng dan mengambil sendok untuk menaruh minyak.
"aku bakal cipratin minyak panas ini ke memek kamu kalau kamu ga mau jadi pacar aku." ancamku
"baik aku akan menjadi pacarmu tapi tolong jangan beritahu om tentang ini."
"video kencingmu bisa jadi kusebar bila kau macam macam denganku endah." sendok ku taruh kembali dan kusuruh dia kembali. Air kencing ku biarkan dan kusuruh dia masuk kamarku.
"kamar ini sekarang menjadi kamar spesial kita sayang, oh ya endah panggil aku dengan sayang juga ya jadi kita benar benar pacaran yah." kataku
"iya sayang." dia masih malu malu
"payudaramu kencang juga ya, apa om udah lama ga ngentot ama kamu?" tanyaku sembari meremas payudaranya. daster ku suruh buang ke tempat sampah menyisakan dia yang bra dan celana dalam.
"iya sayang, om jarang ngentot dengan aku."
"endah ga usa khawatir ya, sekarang endah bakal rasain kontolku tiap hari."
"tapi endah sayang sama om, ga mau om sakit hati kalau dengar endah pacaran ama kamu sayang." dia memasang wajah melas.
carian itu ku buka dan kutumpahkan semua ke multnya. dia memaksa untuk menelan.
"hei bangsat kamu cuman buat aku mulai saat ini, ga ada om kamu lagi di hati kamu." aku mendorongnya dan membuka celana dalam. segera ku masukan kontolku ke memeknya. dia meringis kesakitan tapi tidak ada yang peduli. tangannya mencoba untuk melawan tapi ku tahan. dia mendesah dengan keras. ini sex yang kudambakan.
"gibran tolong berhenti." dia menangis
"endah aku ga bakal berhenti kalau kamu ga bersumpah untuk tidak ngentot dengan suamimu, ngentot dengan aku dan ya kamu harus punya banyak waktu denganku daripada suamimu."
"GAMAUUUUU AHHH.....AAHHHHHH" endah meringis kesakitan.
ku tarik tubuh endah dan kulepas bra putihnya. Payudara yang besar dengan pentil hitam gondal gandil saat ku sex dengan tanteku. Nyatanya ini hal yang sangat menyenangkan.
"Endah ku sodok lebih dalam lagi bila tak ingin bersumpah." kontol ku keluarkan lalu kumasukan dengan keras ke dalam mumgkin terkena rahim
"engga...enggaa.....ahhhh.....ahhh..." desah endah
"ku tau kamu menikmati kan?" aku melepas kontolku.
"sayang maaf tolong masukan kontolmu lagi." dengan tiba tiba dia berkata seperti ini. "memek endah mau lebih lagi dari gibran sayang." ucapnya
"bersumpah dulu sayangku." kontolku ku taroh di paha dia
"aku bersumpah sayang, endah ga bakal ngentot dengan suami aku. endah cuman manfaatin dia sebagai ladang duit dan endah cuman sayang ke kamu." efek cairan itu membutakan pikirannya. Hanya sehari saja aku menaklukan dia. "endah bakal terus sama kamu sayang."
"apa yang aku mau turutin ya." aku memasukan kontolku lagi.
"iyaa sayangku apapun yang kamu mau." endah menikmatinya
"endah aku mau kamu sepulang kerja jemput aku dari kampus dan kita ngedate makan, semua makanan itu kamu yang bayar dan kasih aku lima ratus perhari buat jajan aku." pintaku sembari mencium payudaranya. dia mengangguk
"sayang tolong lebih dalam lagi."
ns18.189.180.76da2