Cerita Sex Hai, perkenalkan namaku Erina. Usiaku sekarang 18 tahun. Teman-temanku sering memuji wajahku yang bulat dan manis dengan rambutku yang hitam sebahu yang menurut mereka amat serasi dengan bentuk wajahku. Tubuhku yang mungil dengan tinggi 152 cm, memberi kesan imut yang sering menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-temanku.
6138Please respect copyright.PENANAKxVsB0RYT0
Sehari-harinya aku bekerja sebagai guru les privat yang mengajar anak-anak sekolah yang pada umumnya adalah anak-anak SMP atau SD.
6138Please respect copyright.PENANApumSO8dxRc
Aku melakukan ini untuk membiayai uang kuliah dan segala keperluanku. Maklumlah, sebagai pendatang baru di kota besar seperti Jakarta, aku harus bisa membiayai segala keperluanku sendiri.
6138Please respect copyright.PENANAA5zNBCX1Cs
Apalagi keluargaku yang berasal dari daerah juga bukan tergolong keluarga yang cukup mampu untuk membiayaiku, maka aku memutuskan untuk mandiri sendiri di perantauanku.
6138Please respect copyright.PENANAaPuRV5BCOQ
Suatu hari, aku mendapat panggilan dari sebuah keluarga yang ingin agar aku mengajar les anak tunggal mereka. Mereka menawarkan gaji yang bagiku amat tinggi dan kurasa cukup untuk membiayai kehidupanku di Jakarta.
6138Please respect copyright.PENANAEM9sIbd2Gz
Tanpa pikir panjang lagi, segera kuterima tawaran keluarga itu, dan kami setuju bahwa aku akan mulai mengajar anak mereka besok sore harinya sepulang kuliah.
6138Please respect copyright.PENANAALMS9XJEoi
Esok harinya, aku pun datang untuk mulai mengajar murid baruku itu. Sesampainya di rumah itu, aku tertegun melihat arsitektur rumah itu yang seperti sebuah istana yang dilengkapi taman hijau dan dikelilingi pagar terali yang tinggi.
6138Please respect copyright.PENANATC2vnZ749I
Dibandingkan dengan rumahku di daerah yang hanya ¼ luas rumah itu, apalagi tempat kosku yang kecil dan sumpek, tentu saja memiliki rumah seperti ini sudah menjadi impianku sejak kecil.
6138Please respect copyright.PENANAhi5ss7cqc1
Siapa? terdengar suara wanita di Interkom yang terletak di samping bel pintu itu.
6138Please respect copyright.PENANAAZOB6UE7u1
Saya Erina, guru les privat anak anda yang baru! jawabku
6138Please respect copyright.PENANAvnXyM2V7n6
Oh, Erina! Ayo, silakan masuk!
6138Please respect copyright.PENANAO1s8aGZDQb
Tiba-tiba, gerbang terali rumah itu terbuka. Aku pun segera masuk kedalam. Pintu garasi itu terbuka dan keluarlah seorang wanita paruh baya, usianya sekitar 40-an tahun. Dari penampilannya yang necis seperti seorang business-woman, sudah jelas bahwa ia adalah pemilik rumah ini. Wanita itu segera menyambut kedatanganku.
6138Please respect copyright.PENANAV5UkI6Z1At
Halo, Erina! Bagaimana kabarnya?
6138Please respect copyright.PENANA0A0VaIvNz9
Baik-baik saja bu. Anda Bu Diana? Ibu Rendy? tanyaku dengan sopan.
6138Please respect copyright.PENANAYm3ShLSj7T
Ya, betul! Ayo masuk, kita bicara didalam! ujarnya mempersilahkanku masuk.
6138Please respect copyright.PENANAzcCEu6smrM
Sambil menuju ke ruang tamu, kami berbincang-bincang sejenak. Dari situ aku tahu bahwa bu Diana adalah pemilik Bridal Studio ternama di Jakarta sekaligus seorang desainer gaun pengantin yang sering pergi ke luar negeri untuk melihat pameran-pameran di luar negeri. Bahkan, di rumahnya banyak terpajang piala penghargaan bagi desainer di pameran luar negeri.
6138Please respect copyright.PENANAdhHvL8ttSl
Aku pun dipersilahkan untuk menunggu di ruang tamu sementara bu Diana mengambilkan minuman untukku. Aku hanya terpaku melihat hiasan-hiasan indah di rumah itu. Rasa-rasanya, harga salah satu hiasan patung ataupun lukisan itu cukup untuk membiayai uang kuliahku untuk satu semester.
6138Please respect copyright.PENANAHqAlSRsjaJ
Hayo, kok malah melamun? aku dikagetkan oleh suara bu Diana yang segera menyajikan segelas es sirop untukku.
6138Please respect copyright.PENANA5ps2GNYmhV
Eh tidak maaf, Bu! aku tergagap salah tingkah, namun bu Diana hanya tersenyum melihatku.
6138Please respect copyright.PENANAkQGuMQiwE0
Bu Diana segera duduk di sofa ruang tamu didepanku.
6138Please respect copyright.PENANAuNHsfiu70Z
Nah, Erina. Kamu akan mengajar Rendy mulai hari ini. Ibu harap kamu bisa memperbaiki nilai-nilainya di sekolah.
6138Please respect copyright.PENANABvuz7fOmxf
Baik bu. Saya akan berusaha sebaik mungkin.
6138Please respect copyright.PENANAo1giwKvEi7
Saya senang melihat semangatmu. Tapi apa kamu tahan menghadapi anak-anak nakal?
6138Please respect copyright.PENANAuijFVwO7iX
Memangnya ada apa, bu? tanyaku penasaran
6138Please respect copyright.PENANA2JRjLbEKPO
Rendy sekarang duduk di kelas 2 SMP, usianya tahun ini 14 tahun. Kamu tahu, itu masa yang rawan bagi anak remaja. Nilai Rendy terus menurun, ia lebih sering menghabiskan waktunya buat bermain atau menonton di kamarnya. Bu Diana tampak menghela napas.
6138Please respect copyright.PENANA2LChv70HK4
Tenang saja, bu. Saya akan berusaha untuk membuatnya belajar. Saya yakin, nilai Rendy pasti akan segera membaik.
6138Please respect copyright.PENANAVWtd6eIZpP
Bagus. Kinerjamu akan dinilai lewat nilai-nilai ujian semester mereka Juni ini. Berarti, 5 bulan dari sekarang?
6138Please respect copyright.PENANAAufBUEFLQ4
Benar. Tunggu sebentar ya, Erina? Ibu akan memanggil Rendy dulu.
6138Please respect copyright.PENANAoyuFK3i6Jf
Aku mengangguk menyetujui. Bu Diana lalu beranjak pergi ke lantai atas. Tak lama kemudian, Bu Diana turun beserta seorang anak laki-laki. Wajah anak itu cukup tampan, menurutku. Tubuhnya juga tampak besar untuk anak seusianya, bahkan lebih tinggi dariku. Tapi mukanya tampak masam saat melihatku yang duduk dihadapannya.
6138Please respect copyright.PENANAQkRSgWGggv
Ayo, beri salam ke Kak Erina! Mulai hari ini dia yang akan menjadi guru privatmu!
6138Please respect copyright.PENANAbchKSEkT6t
Rendy. Anak itu tampak acuh dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman denganku.
6138Please respect copyright.PENANA8duiucFZv7
Erina, salam kenal! Aku berusaha tersenyum sambil membalas uluran tangannya.
6138Please respect copyright.PENANAMNc1z2gC38
Baiklah, ayo antar kak Erina ke kamarmu dan mulai belajar! perintah bu Diana, yang hanya dijawab oleh gerutuan dari Rendy. Aku tersenyum dan mengikuti Rendy ke kamarnya.
6138Please respect copyright.PENANAinZQNImR62
Sejak hari itu, aku mulai mengajari Rendy sebagai guru privatnya. Hari demi hari berlalu. Tidak terasa, sudah 3 bulan berlalu sejak hari itu. Tiap hari Senin hingga Jumat sore, aku terus mengajari Rendy sebagai guru privatnya secara rutin. Lama-lama aku pun semakin mengenal Rendy. Rendy sering bergaul dengan teman-temannya, namun sayangnya Rendy salah memilih pergaulan.
6138Please respect copyright.PENANArNqMgcLrwU
Ia bergaul dengan anak-anak nakal di sekolahnya. Aku pernah melihat teman-temannya yang nakal itu, mereka selalu saja mengajak Rendy untuk membolos saat aku mengajar, yang seringkali dituruti olehnya, belum lagi sikap mereka yang menurutku tidak sopan maupun cara mereka bergaul yang lebih condong ke arah pergaulan bebas.
6138Please respect copyright.PENANAXqHZAadjSX
Aku selalu bersabar mengajari Rendy, tapi anak itu benar-benar bandel. Setiap kali aku mengajarinya, ia hanya mengacuhkanku ataupun bengong melamun. Semua tugas yang kuminta untuk dikerjakan tidak pernah disentuhnya sama sekali. Parahnya lagi, tidak jarang kulihat kepingan DVD porno yang disembunyikannya di bawah kasurnya.
6138Please respect copyright.PENANAiokdB1QEfO
Aku tidak pernah menghiraukan hal itu, karena tugasku di sini adalah untuk mengajarinya bahan pelajaran, bukan untuk menceramahinya. Mungkin karena pengaruh DVD itu dan pergaulannya, dia juga sering menggodaku untuk menjadi pacarnya. Aku memang masih single, tapi pacaran dengan anak dibawah umur? Tak pernah sama sekali terlintas di benakku untuk melakukan hal itu, apalagi Rendy adalah muridku.
6138Please respect copyright.PENANAMjWZiT0xB4
Sering aku nyaris kehilangan kesabaran karena ulah Rendy, namun aku selalu teringat akan janjiku pada bu Diana untuk memperbaiki nilai Rendy dan mengingat biaya yang dikeluarkan bu Diana untuk membayarku, sudah cukup untuk membuatku selalu tegar menghadapi kebandelan Rendy. Namun seberapapun aku berusaha menahan kesabaranku, rupanya kesabaran bu Diana mulai habis.
6138Please respect copyright.PENANAqe9IMj4WiO
Erina, saya pikir kamu sudah tahu kalau nilai Rendy selama ini sama sekali tidak membaik. Ujarnya agak keras
6138Please respect copyright.PENANAbRFHwiP4yz
Maaf, bu. Saya sudah berusaha, tapi Rendy
6138Please respect copyright.PENANApAMOMEIttS
Saya tidak mau mendengar alasan, Erina. Kamu tahu berapa gajimu setiap bulan bukan? Saya berharap pengeluaran itu setimpal dengan hasil yang kamu berikan. Tapi kalau begini hasilnya, saya benar-benar kecewa ujarnya dengan nada agak ketus
6138Please respect copyright.PENANAxIKwo0IrBO
Tapi
6138Please respect copyright.PENANAOVTdCTSqk7
Begini saja. Saya akan tetap berpegang pada janji saya untuk menilaimu lewat hasil Rendy pada semester ini. Kalau nilainya masih juga belum membaik, saya terpaksa mencari pembimbing yang lebih mampu.
6138Please respect copyright.PENANAgHcWFuBinp
Tapi bu aku berusaha memberi argumen dengan Bu Diana.
6138Please respect copyright.PENANA20ZB5OHVUz
Sudahlah Erina, saya harus pergi ke studio sekarang! Saya harap, kamu bisa memperbaiki nilai Rendy secepat mungkin! tegas bu Diana sambil berlalu pergi keluar dari rumahnya.
6138Please respect copyright.PENANA3HNt7OVn1V
Kata-kata bu Diana benar-benar membuatku mulai patah arang. Bagaimana cara menggerakkan anak sebandel itu untuk belajar? Yang kutahu ia hanya tertarik dengan game PlayStation dan koleksi film miliknya, baginya memegang buku pelajaran pasti lebih susah daripada berenang melintasi samudra!
6138Please respect copyright.PENANAG6kqFeOV5L
Rasa putus asa menyelimutiku saat aku membayangkan bagaimana membiayai kuliahku apabila bu Diana meberhentikanku.
6138Please respect copyright.PENANAVAsOMg6Usf
Apa yang lucu?! ketusku dengan muka masam.
6138Please respect copyright.PENANAJmFZFO3uaL
Mau dipecat ya, Kak? Kasihaan deeeh! ejeknya sambil tertawa.
6138Please respect copyright.PENANAm2SFhQdsI7
Mendengar ejekan Rendy sudah lebih dari cukup untuk membuat amarahku yang sudah lama terpendam, meledak seketika.
6138Please respect copyright.PENANATQiwFXPYAg
Kamu maunya apa sih?! Kakak sudah memberimu penjelasan dan latihan-latihan, tapi sama sekali tak digubris!! Bagaimana nilaimu bisa bagus kalau kamu tidak pernah belajar!! Setiap hari yang kamu tahu cuma main game atau bengong saja!! bentakku pada Rendy.
6138Please respect copyright.PENANAzIuQMwi0cJ
Aku benar-benar merasa marah dan dipermainkan oleh anak itu. Tapi Rendy hanya tersenyum mendengar bentakanku itu.
6138Please respect copyright.PENANASnYpVVNxO4
Oke deh, kalau Kakak maunya begitu. Rendy akan minta Mami untuk mencari guru baru. Kakak cari saja murid yang mau menurut!! Ujarnya dengan sombong.
6138Please respect copyright.PENANA7EjYYLVzMh
Seketika itu juga aku ambruk ke lantai, air mataku menetes karena putus asa. Aku sudah harus membayar biaya kuliahku bulan depan yang rencananya akan kubayar dengan gajiku bulan ini.
6138Please respect copyright.PENANAvHxlb0dPl2
Apabila aku diberhentikan sekarang, bagaimana caraku untuk membayar uang itu? Tidak mungkin meminta kiriman uang dari keluargaku, aku tidak memiliki kerabat di Jakarta dan lagipula mana mungkin teman-temanku mau meminjamkan uang untuk mahasiswi miskin sepertiku ini?
6138Please respect copyright.PENANAbqyU6WBWkd
Pikiran bahwa aku harus berhenti kuliah membuatku galau dan putus asa. Aku pun menangis terisak di hadapan Rendy.
6138Please respect copyright.PENANAad4vlNZkfg
Waah, malah nangis Dasar cengeng! ejek Rendy saat melihatku menangis, namun itu tidak menghentikan isak tangisku.
6138Please respect copyright.PENANAfK1MKDzSoL
Oke, oke. Aku mau belajar, tapi kakak harus menuruti permintaanku, Oke?! Rendy mulai membujukku.
6138Please respect copyright.PENANAlyyirRLoSE
Aapa yang kamu mau?! jawabku sambil terisak.
6138Please respect copyright.PENANAYPpxDLRQ1C
Pertama, kakak berdiri dulu ya? Rendy memegang tanganku dan membantuku berdiri.
6138Please respect copyright.PENANAUkWEybaIXd
Aku pun segera beranjak bangun. Kulihat mata Rendy tampak menggerayangi lekuk tubuhku. Ia lalu berjalan berputar-putar mengelilingiku. Aku pun mulai risau melihat gelagat anak itu.
6138Please respect copyright.PENANA2SuBYLTgXD
Sudah! Jangan putar-putar melulu! Kepala kakak pusing tahu!! Kamu maunya apa sih?! bentakku tidak sabaran.
6138Please respect copyright.PENANAbSAmfmNQ8N
Kak, Rendy penasaran deh ungkap Rendy.
6138Please respect copyright.PENANAF3zorKkc7A
Apanya?!
6138Please respect copyright.PENANA1iLbyETWSf
Kakak itu cewek kan?
6138Please respect copyright.PENANAYkO3olTA7y
Lalu kenapa? Bukannya sudah jelas kan?! jawabku kesal.
6138Please respect copyright.PENANAnOVpqL9nQD
Kalau begitu, kakak punya memek juga doong balas Rendy dengan nada mengejek.
6138Please respect copyright.PENANArHefNsa7sx
Rendy penasaran nih Memek kakak mirip nggak ya, dengan memek cewek-cewek yang sering kulihat di film-film porno? sambungnya dengan santai.
6138Please respect copyright.PENANAAiK5Ha9FdY
Oh, astaga! Bagai tersambar petir, aku benar-benar marah mendengar ucapan Rendy itu. Moral anak ini benar-benar sudah hancur sama sekali!! Bagaimana bisa dia menanyakan hal seperti itu didepan seorang gadis dengan santainya? Anak ini benar-benar sudah kelewat batas!
6138Please respect copyright.PENANAc0qNVFiEdj
PLAAK Tanpa sadar kutampar pipi kiri Rendy hingga anak itu terjatuh ke lantai. Rendy pun merintih kesakitan.
6138Please respect copyright.PENANABvumShJO8H
Aduh, sakiit rintihnya pelan.
6138Please respect copyright.PENANALXBdSRFPcU
Ya ampun! Apa yang telah kulakukan? Sesaat aku sontak tersadar, namun sudah terlambat. Tamparanku sudah keburu mendarat di pipi Rendy. Melihat Rendy yang terjatuh, aku pun merasa semakin panik. Segera kuhampiri Rendy yang masih merintih di lantai.
6138Please respect copyright.PENANA7XFAZFcXog
Rendy, Rendy! Kamu nggak apa-apa kan?! Maaf ya, kakak tak sengaja. Maaf tanyaku cemas.
6138Please respect copyright.PENANA9ns2gPnphJ
Aku berusaha menggenggam tangan Rendy, namun ia segera menepis tanganku.
6138Please respect copyright.PENANAvs7AEk8k5l
Pergi sana! Rendy akan laporkan kakak ke Mami!! Biar nanti kakak dituntut ke polisi!! teriaknya.
6138Please respect copyright.PENANAlO2jrlAUAu
Rendy Kakak minta maaf ya? Kakak benar-benar tak sengaja aku benar-benar panik mendengar ancaman Rendy, yang sangat mungkin menjadi kenyataan mengingat keluarganya yang cukup terpandang.
6138Please respect copyright.PENANA9yB4lTkbwq
Nggak mau! Pergi sana!! Tunggu saja sampai Mami pulang, Kakak pasti kulaporkan! ancam Rendy sekali lagi.
6138Please respect copyright.PENANApPxAidNSoR
Rendy segera beranjak, hendak keluar dari kamarnya. Aku benar-benar putus asa dan kebingungan. Masalah yang datang menghampiriku silih berganti. Bagaimana ini? Sebelumnya, ancaman pemecatanku sudah diambang mata dan sekarang malah aku terancam dituntut oleh keluarga kaya ini. Pikiranku pun mulai buntu dan tanpa pikir panjang lagi, kutarik tangan Rendy untuk mencegahnya keluar kamar.
6138Please respect copyright.PENANAbG0YoujNU0
Tunggu Rendy!! Kakak akan menuruti permintaan Rendy! Apapun! Tapi tolong jangan laporkan kakak ke bu Diana! bujukku pada Rendy.
6138Please respect copyright.PENANAzHYn5OmKkY
Langkah kaki Rendy terhenti sebentar. Rendy lalu melirik melihatku.
6138Please respect copyright.PENANApxmHOj91dE
Benar nih? Kakak nggak bohong kan? tanyanya tidak percaya.
6138Please respect copyright.PENANAj5hYv8cNfT
Iya, iya! Kakak janji! Tapi cuma sekali ini saja ya! jawabku putus asa.
6138Please respect copyright.PENANAzgjDraV6v6
Oke deh kalau begitu. Rendy mau lihat memek kakak sekarang. Perintahnya padaku.
6138Please respect copyright.PENANAwhlrPYNK5x
Tapi cuma lihat saja ya! Jangan macam-macam!
6138Please respect copyright.PENANAFB5COirf90
Iya, deeh jawab Rendy puas.
6138Please respect copyright.PENANAybGrTpSmeK
Aku lalu berdiri didepan Rendy, perlahan-lahan kunaikkan rok putihku yang selutut dihadapan anak itu. hingga akhirnya rokku mencapai pinggul, menampakkan pahaku dan celana dalam pink berendaku dengan jelas. Rendy tampak takjub saat melihat celana dalamku yang masih menutupi selangkanganku.
6138Please respect copyright.PENANAKiKLacR4Cd
Tunggu Kak! Jangan bergerak dulu! perintah Rendy mendadak.
6138Please respect copyright.PENANAeVcRcwkMNg
Aku pun tak punya pilihan lain selain memamerkan celana dalamku dihadapan Rendy.
6138Please respect copyright.PENANA186YIelBd2
Perasaanku campur aduk saat melihat mata Rendy yang tampak berbinar-binar takjub melihat celana dalamku. Aku pun bisa mendengarnya menelan ludah. Pasti ini pengalaman pertamanya melihat celana dalam seorang gadis yang asli. Kurasa selama ini dia hanya melihat celana dalam wanita lewat film pornonya saja.
6138Please respect copyright.PENANAwNRrh1grKP
Ia tampak gugup sekaligus senang melihat celana dalamku. Sementara jantungku berdegup kencang sekali saat mengingat seorang anak kecil sedang mengamati celana dalamku dengan seksama. Wajahku sekarang pasti sudah lebih merah dari buah tomat yang matang karena malu.
6138Please respect copyright.PENANA5aqHcCalN3
Rendy menoleh sejenak ke belakang sambil menghela nafas. Kurasa ia juga amat gugup karena dari tadi mengamati celana dalamku tepat didepan wajahnya. Tapi, ia segera kembali menoleh melihat celana dalamku dan kali ini kulihat sorot matanya yang secara khusus mengamati bayangan vaginaku dibalik celana dalamku.
6138Please respect copyright.PENANA3csD3FEyVg
Semakin lama, kepalanya semakin maju hingga memasuki rokku dan tampaknya ia benar-benar menikmati saat mengamati celana dalamku. Aku dapat merasakan dengan sangat jelas detak jantungku yang berdegup semakin kencang. Aku merasa bingung mengapa jantungku bisa berdetak sekencang itu hanya karena Rendy sedang mengamati celana dalamku?
6138Please respect copyright.PENANACzF2lRPB7s
Rendy, sudah ya Kakak sudah capek nih bujukku pada Rendy.
6138Please respect copyright.PENANArZ8rZEV9Sf
Belum kak. Kakak masih belum menepati janji kakak! protesnya padaku.
6138Please respect copyright.PENANAK2X3F7BfML
Apa lagi, sih, Rendy?!
6138Please respect copyright.PENANA5MY8l6RK0K
Aku mau melihat memek kakak! Bukannya tadi kakak berjanji untuk menuruti keinginanku? Ayo, buka celana dalamnya dong kak! pintanya padaku.
6138Please respect copyright.PENANAy5iqUM0Keo
Tapi tapi aku berusaha mencari alasan untuk menolak permintaan Rendy, namun pikiranku buntu sama sekali.
6138Please respect copyright.PENANAO4lxgENxQJ
Memang benar tadi Rendy sempat berkata bahwa ia ingin melihat kewanitaanku. Tapi bagaimanapun, aku merasa amat keberatan kalau seorang anak kecil melihat vaginaku yang selalu kujaga baik-baik untuk suamiku di masa depan.
6138Please respect copyright.PENANAWvWgKunhoD
Ayo, kak! Kalau tidak aku akan melaporkan kakak ke Mami lho!! ancamnya sekali lagi.
6138Please respect copyright.PENANAoJ9yqEd4kN
Aku sadar, aku tidak mungkin meloloskan diri dari permintaan Rendy.
6138Please respect copyright.PENANAnCfe3HlxKL
Iya deh! Tapi cuma sebentar saja ya! gerutuku.
6138Please respect copyright.PENANAsgGAcQ61FN
Saat mendengar kata melapor ke Mami, aku sudah kalah telak tanpa bisa membantah atau menolak permintaan anak ini.
6138Please respect copyright.PENANAB5iAx4HoY1
Oke deh!! serunya dengan riang setelah mendapat izin dariku.
6138Please respect copyright.PENANAU9Ph4dKYm8
Tanpa menunggu lama, ia segera melorotkan kedua sisi celana dalamku dan menurunkan celana dalamku hingga celana dalamku tergulung di pahaku. Sekarang, tanpa pelindung apapun, kewanitaanku terpampang jelas dihadapan Rendy yang kini mengalihkan perhatiannya ke vaginaku.
6138Please respect copyright.PENANACNrzeIRGI7
Pikiran dalam hatiku berkecamuk. Apa yang sebenarnya kulakukan? Bukankah bu Diana membayarku untuk mengajar les privat anaknya? Namun kenyataannya sekarang, celana dalamku sudah ditarik turun oleh muridku sendiri yang kini sedang sibuk mengamati kewanitaanku. Kalau bu Diana mengetahui hal ini, aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya padaku.
6138Please respect copyright.PENANAIWrW6jyXIh
Waah, beda sekali dengan memek cewek-cewek di film porno. Memek kakak bersih ya! Nggak ada rambut-rambutnya! puji Rendy padaku.
6138Please respect copyright.PENANAVoSijah7Y1
Tentu saja! Aku paling menjaga dan merawat daerah kewanitaanku sebaik mungkin. Aku selalu teratur membersihkan vaginaku dan mencukur rambut kemaluanku. Mana mungkin vaginaku disamakan dengan vagina para perempuan di video porno yang pasti tidak dirawat dengan teratur! Pikirku kesal.
6138Please respect copyright.PENANApCJvq95aPr
Hei, Rendy. Sudah cukup ya? pintaku pada Rendy.
6138Please respect copyright.PENANA1JCRSmPyXS
Sebentar lagi, ya. Kak!
6138Please respect copyright.PENANA3Ba8XbGyrP
Ampuun! Aku benar-benar terjebak! Memamerkan kewanitaanku didepan anak SMP sudah lebih dari cukup untuk membuatku malu seumur hidup! Aku tak berani membayangkan kalau ada orang yang melihat hal ini. Badanku terasa panas dan keringatku mulai mengucur deras hanya karena kewanitaanku diamati oleh Rendy.
6138Please respect copyright.PENANALPBW8ScAP0
Waah kok memek kakak makin lama makin basah sih?! tanya Rendy tiba-tiba.
6138Please respect copyright.PENANAmFX3F1UVgo
Ah Eh?! mendadak aku tersadar dari lamunanku, saat itulah aku baru menyadari kalau jari telunjuk Rendy sudah menyentuh bibir vaginaku.
6138Please respect copyright.PENANA4zk9jmOvvn
Ujung jari Rendy sudah mulai masuk sedikit kedalam liang vaginaku dan mulai menggosok-gosok bibir vaginaku yang sudah basah karena luapan cairan cintaku tanpa sadar.
6138Please respect copyright.PENANAqpD0NXrWin
AAH!!! Hei!! Hentikan, Rendy!!! aku benar-benar panik melihat jari Rendy di vaginaku itu.
6138Please respect copyright.PENANAlsaH4n2mxB
Aku takut kalau keperawananku malah terenggut oleh jari-jari Rendy. Namun Rendy tidak berhenti.
6138Please respect copyright.PENANAxOfQHeLGnk
Rendy! Sudah cukup, hei!! Bukannya kamu berjanji hanya melihat saja?! protesku pada Rendy.
6138Please respect copyright.PENANAY20XwaZEjH
Aargh! Berisik! Diam saja! Kalau tidak, kutusukkan jariku kedalam memek kakak dalam-dalam, mengerti?! bentak Rendy padaku.
6138Please respect copyright.PENANA2oJGUcBcjG
Aku benar-benar takut. Rendy memang memegang kendali saat ini, apalagi dengan jarinya yang masih sibuk memainkan bibir vaginaku, mudah saja baginya untuk memperawaniku dengan jarinya. Aku berpikir daripada aku diperawani jari-jari Rendy, mungkin lebih baik kalau aku menuruti kemauannya. Aku kembali menangis terisak, namun Rendy tidak menghiraukan tangisanku, ia malah menggosok-gosokkan jarinya di sela vaginaku dengan pelan.
6138Please respect copyright.PENANAcfZ50ksL9Q
Ah ohh aakh tanpa sadar, aku mendesah nikmat karena gosokan jari Rendy.
6138Please respect copyright.PENANAnDeJwZBVVQ
Ada apa, Kak?! tanya Rendy padaku.
6138Please respect copyright.PENANAUTvmJCQIH3
Aahh hentikan Rendy jangan auuch Suaraku sudah mulai bercampur dengan lenguhanku.
6138Please respect copyright.PENANAB0cdEM1vXU
Lho, kok kakak mau berhenti? Bukannya rasanya enak Kak? balasnya setengah mengejek.
6138Please respect copyright.PENANAdKZj3MSAw5
Eegh itu itu tanpa sadar, aku pun melepaskan rokku yang dari tadi kupegang, tapi Rendy segera menyibakkan rokku kembali.
6138Please respect copyright.PENANA6KqkW0t1gG
Rendy terus mengamati wajahku untuk melihat reaksiku, aku berusaha tidak menatap wajahnya, walaupun sesekali dapat kulihat ia tersenyum dengan reaksiku. Badanku terasa limbung ke belakang, tempat meja belajar Rendy berada. Aku pun menyandarkan diri di meja belajar itu dan kedua tanganku memegang bibir meja itu agar aku tidak jatuh.
6138Please respect copyright.PENANAH226YzH7Yn
Nah, kita mulai sekarang ya, Kak? ujarnya padaku dan ia mulai mempercepat gosokannya di bibir dan celah-celah vaginaku.
6138Please respect copyright.PENANA01a7WgTr4l
Aku pun tidak lagi menolak. Lagipula, aku tidak ingin Rendy menghentikan aktivitasnya saat ini, aku sudah terlanjur dikuasai kenikmatan yang melanda tubuhku
6138Please respect copyright.PENANAcNL76l6ugp
Ouchhh aahh aahhh desahku menahan kenikmatan di vaginaku, akal sehatku sudah lenyap dan aku sepenuhnya dikuasai oleh kenikmatan di kewanitaanku.
6138Please respect copyright.PENANA49dzF1oKlO
Entah mengapa, fakta bahwa yang mengocok vaginaku adalah muridku sendiri yang masih SMP malah membuatku semakin bernafsu.
6138Please respect copyright.PENANAcTa15MbraO
Aduuh aw aw aww rintihan-rintihan kenikmatan keluar dari mulutku setelah 3 menit berlalu sejak bibir kewanitaanku dilayani oleh jari-jari Rendy.
6138Please respect copyright.PENANA0wSZR8sxRg
Aku pun sudah tidak tahan lagi, aku merasa akan segera mencapai orgasmeku untuk pertama kalinya.
6138Please respect copyright.PENANAi1GwncEN3h
Namun, tiba-tiba terdengar suara decitan mobil di halaman rumah. Bu Diana telah pulang! Aku dan Rendy segera menghentikan aktifitas kami, dan aku segera merapikan celana dalam dan rokku kembali.
6138Please respect copyright.PENANA1x50nO3Gph
Kami lalu bergegas kembali ke meja belajar untuk melanjutkan les. Walaupun aku merasa agak kecewa karena nyaris saja mencapai orgasme, namun aku tetap melanjutkan mengajari Rendy walaupun suasana hatiku amat galau saat itu.
6138Please respect copyright.PENANAjwpPQoZJ3v
Akhirnya aku pun selesai mengajar Rendy hari itu. tapi harus kuakui, Rendy tampak lebih bersemangat menyimak penjelasanku sehabis kejadian itu. Hanya saja aku tampak kacau karena banyak hal yang terjadi hari itu. Tapi bagaimanapun aku juga masih bersyukur karena selaput daraku tidak sampai robek akibat ulah Rendy tadi.
6138Please respect copyright.PENANAipah7AwO7c
Sebelum pulang, Rendy sempat meminjam Handphoneku. Alasannya, ia mau mengirimkan lagu-lagu baru untukku, aku pun hanya mengiyakan saja permintaan Rendy itu.
6138Please respect copyright.PENANAxrJpF32PxJ
Setelah Rendy mengembalikan Handphoneku, aku pun segera pamit kepada bu Diana dan kemudian pulang ke tempat kosku. Aku berharap semua kejadian hari ini hanyalah mimpi buruk semata.
Bersambung...
Selengkapnya ada di part 2 yang berjudul Anak SMP Nakal
ns216.73.217.22da2


