Mira seorang gadis yang sedang meniti usia keremajaan. Pada peringkat usia remaja yang beransur-ansur membentuk personaliti seorang wanita muda, perkembangan tubuhnya subur bak cendawan tumbuh selepas hujan.5012Please respect copyright.PENANAvIfXuutwaJ
5012Please respect copyright.PENANA1vDEXvesZl
Dadanya menonjol ke depan menampung gunung berkembar yang semakin pejal dan tinggi membusut. Rambutnya yang hitam bersinar mengurai melepasi bahu sambil menyerlahkan leher jinjangnya yang putih melepak. Pinggulnya juga membesar menjelmakan bentuk kerengga yang mengiurkan.5012Please respect copyright.PENANA3RoPAu4vHz
5012Please respect copyright.PENANAIuYjzV3yVK
Tubuh yang semakin dewasa itu bertambah seri dengan sepasang kaki langsing yang menawan umpama pergawati popular.5012Please respect copyright.PENANAu6uxDoA9al
5012Please respect copyright.PENANASip5ApDM3F
Keinginan Mira seksual Mira juga menebal dengan matangnya anggota seksual yang masih belum pernah ternoda oleh mana-mana jantan yang sering terliur melihat gadis belasan tahun ini.5012Please respect copyright.PENANA8XLh5MF1W0
5012Please respect copyright.PENANAxQj9nmu07F
CHAPTER I - MENGENDAP5012Please respect copyright.PENANAvTPQh1KqmR
5012Please respect copyright.PENANA3TNJKlADEQ
Malam semakin larut dan penghuni banglo di pinggir kota itu mula melabuhkan tirai pada hari yang menuju penghujungnya. Mira masih berbaring di sofa empuk di ruang tamu yang besar sambil matanya tepat memandang kaca TV yang sedang menyajikan kisah percintaan romatik “The Pretty Woman”. Filem romantik lakonan Julia Roberts dan Richard Gere itu begitu memukau Mira. Mira kagum dengan karekter hero yang jatuh cinta pada seorang pelacur. Cinta sejati itu mampu mengatasi batasan status sosial yang sering menjadi penghalang cinta. Mira begitu asyik menonton dan bila cerita itu berakhir, Mira lantas melihat jam dinding yang jelas menunjukkan jam 12.00 tengah malam.5012Please respect copyright.PENANAPql6jtSVfe
5012Please respect copyright.PENANAWKWui4rxHD
“o..ngantuknya”, Mira bingkas bangun dan menggeliatkan badan. Matanya terarah ke pintu bilik yang berada di sebelah kanan tangga. “Farish, tidur dah agaknya”, Mira berbisik sendirian bila tidak kelihatan bias cahaya pada pintu bilik tidur adiknya.5012Please respect copyright.PENANAk6gU2g7pUq
5012Please respect copyright.PENANA2OpG8SYkEF
Perlahan-lahan Mira menaiki tangga menuju biliknya. Langkah Mira penuh berhati-hati untuk tidak mengganggu lena kedua orang tuanya yang sedang beradu di bilik utama rumah banglo itu.5012Please respect copyright.PENANAd5geHwnCQl
5012Please respect copyright.PENANAEPa7bwXTf8
Dalam kesamaran malam Mira terlihat pintu bilik kedua orang tuanya sedikit terbuka. “Apalah tidurpun tak tutup pintu rapat-rapat”, Mira kemudian bergerak ke arah pintu bilik ibu bapanya untuk menutup pintu tersebut.5012Please respect copyright.PENANAccLtLLrrXQ
5012Please respect copyright.PENANAypUf3xILR0
Tangan Mira pantas memegang tombol pintu. Pada saat itu mata Mira terarah ke dalam bilik dan tanpa sengaja mata gadis sunti itu tersentak melihat aksi kedua orang tuanya yang sedang memadu kasih di atas ranjang. Cahaya bulan lemah menerangi bilik itu namun Mira dapat melihat susuk tubuh papa sedang beralun lembut menghimpit tubuh mama. Gerakan badan papa berombak sambil punggung papa berputar-putar seperti sedang menggerudi di celah kaki mama yang terbuka luas.5012Please respect copyright.PENANAdsBzhlmbWB
5012Please respect copyright.PENANAKovQzW6kCH
Mira seakan terpukau dengan aksi kedua orang tuanya. Tangan kiri Mira tanpa sedar meramas-ramas celah kangkangnya. Jari jemari Mira pantas mengesel-gesel pada bukaan faraj perawannya. Bibir faraj Mira yang lembut dibelai sambil jari telunjuk Mira mengelus kelentitnya mula mengeras.5012Please respect copyright.PENANAQ5rnL3hqOF
5012Please respect copyright.PENANAt33Jxinyc1
“ooo..ooo..mmm”, mama merengek manja menerima tusukan-tusukan tajam pedang papa yang terbenam dalam di lorong nikmat mama. Rengekan mama membuatkan papa semakin pantas berdayung. Punggung ayah beralun laju sambil mulut papa rakus mencumbui payu dara mama. Papa dan mama terlalu asyik melaksanakan aksi penuh berahi sehingga tidak menyedari kelibat Mira yang masih tercegat di depan pintu.5012Please respect copyright.PENANApshbcFt8Uy
5012Please respect copyright.PENANAMV2SrUP6Re
“oooo..aahhh”, hayunan punggung papa yang laju tiba-tiba terhenti dan tubuhnya seakan kejang. Papa menekan punggungnya kuat pada celah kangkang mama. Otot punggung papa mengegang kuat. Mama pula memeluk papa lebih kuat dan serentak itu Mira tersedar dari keasyikannya melihat hubungan seks kedua orang tuanya.5012Please respect copyright.PENANARAIn98EZWa
5012Please respect copyright.PENANA4mAf7VbNFN
Mira segera bergerak laju menuju kamar tidurnya. Pintu kamarnya ditutup perlahan-lahan. Mira lalu merebahkan tubuhnya di tilam empuknya sambil dadanya masih berdegup kencang. Itulah pertama kali Mira melihat hubungan seks antara dua insan. Perasaan Mira bercampur baur, rasa bersalah kerana mengendap ibu dan bapanya yang sedang melaksanakan kewajipan sebagai suami-isteri.5012Please respect copyright.PENANAZqW8jSinR0
5012Please respect copyright.PENANAg95RBBne7X
Naluri seks Mira meluap-luap dan bantal peluknya dipeluk erat sambil cuba memejamkan mata. Mira ingin segera terlelap dan bermimpi untuk bersama seorang lelaki yang mampu memenuhi ghairah keremajaannya.5012Please respect copyright.PENANAMq3X45yjII
5012Please respect copyright.PENANAm1qWqsd2I6
5012Please respect copyright.PENANAAtvn7SusDj
oohhh... papa
5012Please respect copyright.PENANAU1A6DD3wQl


