"HOOOWAAAAAAAAAAAHKK!! AGHK! BANG!! BDRUKK!!"
612Please respect copyright.PENANAp2jBmds1mz
Mereka berdua tiba2 terlempar keluar dari sebuah cermin tua.
612Please respect copyright.PENANAMWEl47ogTJ
"Aduh!! MANUSIA KECIL!! KEJAM BANGET!—"
612Please respect copyright.PENANAxUz0PDKwAI
Bayi beruang seketika terdiam saat menyadari bangunan2 tinggi yang berada di depannya.
612Please respect copyright.PENANAsyfVPLRxH2
Dia lalu menoleh ke samping dan melihat Manusia kecil yang posisi terbalik di lantai, sang gadis membalas tatapan si beruang lalu melihat kearah bangunan2 itu dengan kagum.
612Please respect copyright.PENANAyrAu3ibFhT
Melihat wajah bahagianya, Bayi beruang pun menghampirinya dan manahan wajah sang gadis dengan jari2 kenyalnya.
612Please respect copyright.PENANAqozXfCnhKG
"Kita di mana?!"
Tanya sang beruang yang histeris, sang gadis lalu berdiri dan menunjuk ke arah bangunan2 penjakar langit itu.
612Please respect copyright.PENANAIzce2lR5lO
"Kota, Di sana adalah kota, Vivi pernah melihatnya dengan mama"
Jawab sang gadis sambil menunjuk ke salah satu bangunan seperti menara besi yang tinggi.
612Please respect copyright.PENANAyDvtM8sU5i
Bayi beruang pun terheran-heran.
"Bagaimana itu di buat? A-apa kita sudah jauh dari mereka?!"
612Please respect copyright.PENANAY1hgsol8nP
Bayi beruang merasa ketakutan, pandangannya lalu tertuju ke dalam bangunan yang mereka datangi, lalu melihat bagian dalam yang besar namun sunyi dan tak ada satupun manusia.
612Please respect copyright.PENANA0SdRt4jMrM
Si gadis lalu menjawab pertanyaan si beruang.
"Bangunan itu sudah lama di buat oleh manusia, Mama bilang namanya Effiel atau afol? Vivi lupa, hehe"
612Please respect copyright.PENANA84BshW8vhi
Sang gadis pun menoleh ke dalam bangunan dan menyentuh kacanya.
612Please respect copyright.PENANAWeFL7ibrh0
"Kayaknya tempat ini sudah terbangkalai, Aku yakin sekarang kita sudah aman, orang2 itu tidak akan mengejar kita"
612Please respect copyright.PENANAguD1ofFrAi
Balasnya sambil memeluk si beruang dengan lembut.
612Please respect copyright.PENANAmIKQURlJqn
"Huwaahh Manusia kecil memang hebat"
Ujarnya dengan gembira sambil menjilat2 wajah sang gadis.
612Please respect copyright.PENANABGhc5VrH25
"Kamu selalu memanggil aku manusia kecil, manusia kecil terus, aku kan punya nama, apa tidak bisa memanggil namaku?"
612Please respect copyright.PENANAFtPU3fYi1j
Bayi beruang pun terdiam dan menatap mata sang gadis.
612Please respect copyright.PENANA2gCUYxxpew
"Vivi? Apa hanya vivi saja?"
612Please respect copyright.PENANAFQ045EEDMQ
"Enggak, Vivi yang biasa mama panggil, nama asliku Victoria—"
612Please respect copyright.PENANA0kwxRrAFVX
Sesaat Vivi mau menyebutkan marganya, dia tiba-tiba teringat dengan apa yang terjadi padanya sebelum berada di pegunungan.
612Please respect copyright.PENANAW8FwKuAbKV
"Eh- Hanya Victoria saja sih"
Ujarnya sambil menggaruk kepalanya.
612Please respect copyright.PENANAujOYbHRtww
"Nama beruang apa?"
Mendengar namanya di tanyakan, bayi beruang langsung menjenuh, Dia merasa sedih saat dia mengingat suara ibunya.
612Please respect copyright.PENANAFFvzTWv8Gz
"..."
"Namaku tidak bisa di sebutkan oleh manusia... *"^#-&#>÷[-(#"
612Please respect copyright.PENANA1rPJSBD9JC
"??"
Vivi mendengar suaranya tapi kalimat terakhir sang beruang langsung membuat Vivi heran dengan kaca2 di belakang mereka yang bergetar.
612Please respect copyright.PENANAsN00fpeALF
Vivi pun menatap sang beruang dengan cemberut.
"Hmmm, "^#-&#*÷[-(# kan? Dih Beruang bo—"
612Please respect copyright.PENANAfhsh2PAtSF
"GHAAA!! b-b-bagaimana ka-kamu bisa?! Ibu bilang manusia tidak akan ada yang bisa menyebutnya!?"
612Please respect copyright.PENANALfAU5h0KhZ
Vivi pun terdiam mendalami kata-kata sang beruang, Vivi terlihat memahami perkataan tersebut dan tersenyum saja membalas pertanyaan si beruang.
612Please respect copyright.PENANAGHB6oyfrTI
"Pantas saja! Kamu bisa masuk ke wilayah mama dengan mudah, Semuanya masuk akal... Tapi bagaimana kamu tidak tau soal -Karma-?"
612Please respect copyright.PENANAb9kR4TRiBx
Tanya sang beruang lagi yang masih belum puas dengan identitasnya Vivi.
"Kamu sebenarnya apa?!!"
Tanya sang beruang sambil menahan wajanya vivi dengan tangannya yang lembut.
612Please respect copyright.PENANA2YgyAWR90y
"Aku rasa... Itu, aku pernah mati sekali hehe~"
612Please respect copyright.PENANAVuqMZikxoI
"Gheeukh!"
Sang beruang langsung memundurkan langkahnya.
612Please respect copyright.PENANAKa0uGhY9F9
"Ja-jangan2 Zombie?"
Ujarnya sambil tergagap.
612Please respect copyright.PENANAFG1rPg6Gn7
Serentak Vivi mengelak perkataan sang beruang.
"Zombie dari mana!, jantung aku masih berdetak ya, noh rasa"
612Please respect copyright.PENANA1rh2QdEpj5
Balas Vivi sambil menarik tangan si beruang ke dadanya.
*Dug! *Dug! *Dug!
612Please respect copyright.PENANAgu8ueHdaRO
Setelah merasakan detak jantungnya vivi yang nornal, si beruang langsung keheranan.
612Please respect copyright.PENANAsDA5ldx59Z
"Aku tidak paham, Atau memang ini tujuannya Ibu!!?... Vivi tidak masalah kalau aku ikut kamu kan?"
612Please respect copyright.PENANAHnmtbkZgIx
Mendengar permintaan si beruang, Wajahnya Vivi langsung bercahaya.
"Huwaah benarkah?!!"
612Please respect copyright.PENANA93BMZs0QbE
Dia kegirangan, melompat2 sambil menggendong si beruang lalu berputar-putar dengannya.
612Please respect copyright.PENANA6O47TsHDvY
"Ahaha Vivi selalu ingin punya teman"
Ujarnya dengan gembira, namun tak lama raut wajahnya berubah.
612Please respect copyright.PENANATORArBhKru
"Eum tapi bagaimana Vivi bisa membawa Kamu masuk ke kota? Orang2 malah akan ketakutan"
612Please respect copyright.PENANA2o2rF0Iwwi
Mendengar ketakutannya vivi, Si Beruang lalu turun dari gendongannya vivi dan berdiri di hadapannya.
"Itu gampang!"
612Please respect copyright.PENANAQAjOylzc4u
Balas sang beruang sambil mengangkat kedua tangannya, lalu dengan santai melompat ke dalam bayangannya Vivi.
612Please respect copyright.PENANAkeV5oPzUos
"Eeeeeeh?!!"
Vivi terkejut saat melihat bayangannya menjadi seperti air sesaat Beruang menyeburkan dirinya.
612Please respect copyright.PENANAtMKpBLSqTz
"Wahh!!"
Dia dengan senang berputar-putar.
612Please respect copyright.PENANArWRlqyaTTn
"Vivi!! Jangan begitu! Aku pusing"
Teriak sang beruang.
612Please respect copyright.PENANAjvTldBq2b6
"Ehehehe"
612Please respect copyright.PENANA0Xbk7VOcf7
......
612Please respect copyright.PENANA2uPhDo60rH
Mereka berdua sudah berada di dalam mal, mereka masuk ke dalam melalui kaca yang di hancurkan oleh si Beruang.
612Please respect copyright.PENANAwvV3mfR9it
Saat berada di dalam sana, Vivi mulai basa-basi.
612Please respect copyright.PENANAWNwutPjYF1
"Neh! Kalau namamu tidak bisa di dengar oleh manusia, dan berbahaya saat di sebut, apa itu berarti orang2 hanya akan menyahutmu Hey, Oy, Woy! gitu?"
612Please respect copyright.PENANAOsbS06Fbgc
Si Beruang yang berada di dalam bayangan Vivi pun hanya bisa terdiam menoleh ke arah lain.
612Please respect copyright.PENANA5akziJynN7
"Hmmahaha jadi benar ya?"
612Please respect copyright.PENANAJGUXWWL9Cf
Dia lalu menuruni eskalator yang sudah off, dia mulai memikirkan sesuatu sambil menuruni anak tangga eskalator.
612Please respect copyright.PENANASUUs4pjUEq
Vivi: "Nahh! Bagaimana dengan Tina?"
612Please respect copyright.PENANAVWnYObVgPe
Beruang: "Hey aku ini cowo tau"
612Please respect copyright.PENANA9ZaxeC0Bcn
Vivi:"Hmm kalau begitu Tuna?"
612Please respect copyright.PENANAXdxQRCzGcK
Beruang: "Kamu pikir aku ikan?!"
612Please respect copyright.PENANAYOF8c3xZEd
Vivi pun terlihat merenung cukup lama, namun kemudian dia bisa menemukan nama yang cocok untuknya.
612Please respect copyright.PENANAJD3ZZ20LsQ
"Beemo bagaimana? Itu kan di ambil dari namamu juga kan, aku cuma ubah sedikit2 Ehehe"
612Please respect copyright.PENANAh6subt7W7A
Sang beruang pun menyetujui pemberiannya Vivi.
612Please respect copyright.PENANAyF3cAFH88I
"Hmm lumayan, oke lah"
612Please respect copyright.PENANAaHcflNMpdO
Dia pun bergembira sepanjang perjalanannya keluar dari gedung ini.
ns216.73.217.39da2


