18293Please respect copyright.PENANA0j4UP9DGv1
Aku harus bekerja keras, karean putra tunggalku satu-satunya harus terus sekolah dan kini dia sudah kelas 2 SMA. Dia setidaknya menyelsaikan sekolahnya, agar kelak, setidaknya dia tidak bodoh seperti diriku yang hanya tamas SMP dan tak sempat ikut ujian. Keluarga setuju, kalau kami tinggal di perladangan, berkisar 3 kilometer dari desa.18293Please respect copyright.PENANASt3bR55Ejn
Setelah keluraga membantu kami mendirikan sebuah gubuk (rumah panggung) ukuran kecil, kami diberi modal untuk bertani dan beternak. Pagi-pagi sekali aku dan anakku Ikmran bangun, kemudian Imran akan mengutipi telur bebek dan sayur mayur, lalu membawanya ke pasar. Dia haerus menitipkan semuanya kepada kenalanku. Pulang sekolah, Imran akan mengambil uangnya. Aku m ulai menerjakan sawah, satu-satunya peninggalan warisan ayah ibuku dan sedikit ladang warisan mertuaku.18293Please respect copyright.PENANAaqWZoFKfs2
Aku bersyukur, Imran demikian rajin membantuku, dan tidak malu menjadi anak seorang janda miskin. Di sela-sela waktu senaggang, seperti usai makan siang, Imran mengulang kembali mata pelajarannya dan mengerjakan PR. Kemudian malam hari dengan cahaya lampu minyak, dia mengerjakan pelajarannya. Aku bangga sekali padanya.18293Please respect copyright.PENANAzpyOrOIDlV
Aku selalau tidur melepaskan lelahku di sampingnya yang sedang belajar. Tak jarang, aku terlelap bahkan mendengkur saat Imran sedang belajar. Katanya dia senang mendengar dengkurku.18293Please respect copyright.PENANAoamQInOrUp
Satu sore, Imran menanyakan, kenapa aku tidak menikah lagi, padahal usiaku masih muda, 35 tahun. Aku tidak mau menikah, karena aku setia pada ayahnya, walau hanya mampu menghadiahiku seorang anak saja dan aku harus banting tulang karean hampir sebulan sekali aku harus membawa ayah Imran berobat ke dokter di ibukota kecamatan.18293Please respect copyright.PENANAU7Bjz2ITj3
"Aku tahu, ada seseoang yang sangat mencintai ibu. menikahlah dengannya," kata anakku. Aku diam. Lalu aku menanyakannya, apakagh dia sudah bosan menjadikan diriku sebagai ibunya. Imran meminta maaf, sebaliknya justru dia ingin membahagiakan diriku.18293Please respect copyright.PENANA9Nf8mE6Xg7
"Siapa laki-laki yang kau maksudkan sangat mencintaku dan akan menjadi suamiku," tanyaku datar. Imran tersenyum, membuat aku semakin penasaran.18293Please respect copyright.PENANA20ueOXNI9N
"Apakah laki-laki itu orang kaya dan kamu sudah bosan menajdi orang miskin?" aku bertanya lebioh datar lagi walau hatiku sangat marah.18293Please respect copyright.PENANAkwAGKibKjL
"Tidak. Ibu pasti menyayangi dan mencintai laki-laki itu," katanya sembari memotong-motong singkong untuk makanan bebeknya.18293Please respect copyright.PENANAUGhtYU5SUA
"Siapa dia," tanyaku lebih penasaran lagi.18293Please respect copyright.PENANABBsGWCqovl
"Aku. Aku yang ingin menikahi dirimu," katanya dengan datar tanpa beban pula. Aku terperanjat. Ingin aku menampar pipinya kuat-kuat karena sudah memperolok-olokkan diriku. Aku yakin dia tidak serius, karean dia adalah anak kandungku sendiri.18293Please respect copyright.PENANA3mgaMx4CsG
Imran tersenyum manis dan merangkul diriku. Yah... Imran kenap kau sampai hati memperolok-olokkan ibumu sndiri bathinku dan menandarkan kepalaku di dadanya. Aku sangat senang, ketika Imran mengelus-elus kepalaku dengan kasih sayangnya.18293Please respect copyright.PENANARIM20WUt8v
Seperti biasa, kami duduk makan malam dan bercira apa saja, sembari mendengarkan lagu-lagu dangdut dari radi kecil. Imran pun mulau membuka buku-bukunya di atas meja kecil dari tripleks yang diperoleh entah dari mana. Dia duduk bersila di lantai dan buku itu dibentangnya di atas meja mini yang dibuatnya sendiri. Aku pun tidur di sisinya, sembari mendengarkan lagu-lagu dangdut dari radio. Sesekali penyiarnya suka melucu. Seperti biasanya, tak alam aku pun mendengkur.18293Please respect copyright.PENANAOfdX9v06xX
Ayam berkokok pagi itu, peretanda aku harus segara bangun. Aku terkejut, karena kain sarungku terlepas dari tubuhku dan dari pusat ke bawah, aku telanjang. Di sisiku Imran teertidur pulas. Cepat aku memakai kembali kain sarungku dan membanghunkan IMran agar mempersiapkan segalanya. Sembari memasak nasi, aku menceritakan kepada Imran, kalau tadi pagi waktu terbangun, kain sartungku melorot. Pantas aku merasa dingin, kataku. Menurut IMran, dia lupa memakaikannya kembali. Menuerutnya, hampir setiap malam kain sarungku melorot dan dia yang membetulkan. "Setiap malam?". "Ya... Setiap malam!"Rasanya aku kurang percaya, kemudian aku diam saja.18293Please respect copyright.PENANAQTiZ2OV2nJ
AKu ingin membuktikannya. Saat Imran mengarit rumput untuk kambing,.aku sengaja tidur. Ada dua jam aku tidur siang yang tak pernah kulakukan. Ternyata tidur siang menyenangkan juga.18293Please respect copyright.PENANAxLg0iQMTRU
Saat Imran belajar, kembali aku tidur di sampingnya. Tak lama aku berpura-pura mendengkur, ingin tau apakah sarungku memang melorot. Satu jam lebih aku menunggu, ternyata tidak. IMran pyun menggeletakkan tubuhnya di sisiku. Dia memelukku dan menutup tubuh kami dengan selimut. Hal ini memang setiap malam kami lakukan untuk menahan dingin dari celah-celah lubang-lubang kecil dinding bambu.18293Please respect copyright.PENANA7tm2MdbAgS
Imran mencium pipiku, kemudian bibirku, lalu aku mendengar bisikan di telingaku. Aku mencintaimu. Mernikahlah denganku Ibu. Kemudian tanganya mengelus-elus tetekku dan mengeluarkannya dari celah bajuku dan mengisap-isapnya. Haruskah aku bangun dan menolaknya? Tapi....18293Please respect copyright.PENANAgOKWBJfFcd
Kain sarungku sudah lepas dari selipannya di pinggangku dan Imran masuk ke dalam kain sarung itu. Aku merasakan kemaluan anakku menyentuh-nyentuh tubuhku. Dengan kasar, Imran menindihku dan sudah berada di antara kedua pahaku. Ditusukkannya kemlauajn ke dalam kemaluannku yang memang suadh basah.18293Please respect copyright.PENANA1VSva5LhnZ
"Imran...." kataku.18293Please respect copyright.PENANAI48elAYfPt
"Jadilah istriku, Ibu," bisiknya sembari terus menerus memompa tubuhku dari atas. Aku tak kuasa menolaknya. Aku juga pernah berpikir selintas, entah kapan, kalau aku mengagumi anakku Imran yang ganteng dan gagah.18293Please respect copyright.PENANAJxCT83wF4n
Usah melakukan persetubuhan, masih dalam dekapannya aku bertanya, apakah sebelumnya dia sudah m\pernah melakukan persetubuhan denganku?18293Please respect copyright.PENANAwYieSo9iwP
Menurut Imran, begitu kasmi pindah ke ladang itu, seminggu kemudian dia sudah menyetubuhiku. Sudah hampir setahun dia menyetubuhiku, karena, bila tidur, aku bagaikan mayat tak bernyawa. Aku terdiam.18293Please respect copyright.PENANALHlcsjSKRk
Berarti aku sudah disetubuhinya puluhan bahkan mungkin sudah ratusan kali.18293Please respect copyright.PENANAA8XDsiv1xH
Bagaimana kalau aku hamil? Tuhan mungkin sudah menakdirkan diriku tak akan hamil lagi, karena dengan suamiku, hanya Imran yang terlahir.
arrow_back
MENIKAH DENGAN ANAK LELAKI
more_vert
-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
MENIKAH DENGAN ANAK LELAKI
Author:
SHINN
ISSUE #1
Suamiku meninggal dunia dan banyak meningalkan hutang. Hutang, karena dia harus dirawat di rumahsakit selama hampir setahun. Tumor ganas, telah menghabiskan semuanya. Sebenarnya, dia sudah lama sakit-sakitan dan peningggalan warisan mertuaku pun terkuras habis. Keluarga juga sudah habis-habisan membantu kami.
LIKES 3
READS 18289
BOOKMARKS 77
Suggest Edits
Login with Facebook
or Sign up/Login to comment or bookmark! Ad
Click to load the next chapter
×
Write down what you like about the story
×
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
×
People Who Like This
x
Before You Publish
Please ensure your story does not contain illegal, hateful, inciting, or violence-promoting content, or any infringing, plagiarized, or spam material, and that it complies with Penana’s Terms of Use.
Penana reserves the right to remove any content that violates these rules or causes legal or community risk, and to suspend or terminate related accounts.

