FILM OUT484Please respect copyright.PENANAYMOnn01H2t
484Please respect copyright.PENANAikqJe4hesv
RUN
484Please respect copyright.PENANASXLrawWxuC
484Please respect copyright.PENANA4aernxkekb
─ 11 April 2012 ─484Please respect copyright.PENANAOsZD7YbQ3z
484Please respect copyright.PENANA7dgzAZD76a
484Please respect copyright.PENANAHPDPwPRFP4
[18.09] Saat dering ponsel mulai menyapa, ingin rasa membuka mata namun apalah daya kala lelah masih terasa. Dering ponsel yang kembali mengeluarkan suara, memaksanya kembali kealam nyata. Tangan mulai meraba, dan menekan tombol yang ada sekenanya saja.484Please respect copyright.PENANAmLQSNDIL8k
484Please respect copyright.PENANA1rc0NLazq4
484Please respect copyright.PENANA81hvEsuh4Y
“Lo udah siap kan? Ingat hari ini ada reuni.” Tanya Draco dari seberang sana.484Please respect copyright.PENANACYV6rryyky
484Please respect copyright.PENANAK9Pu9VKNZi
484Please respect copyright.PENANAuLNOzUoqQI
Osaka hanya diam tanpa ada suara, masih mencoba mengumpulkan nyawanya.484Please respect copyright.PENANAa3NTNxC0ev
484Please respect copyright.PENANA7ZgE5A9oYy
484Please respect copyright.PENANAUsV4ALlfp9
“Malah diam lagi, lo baru bangun ya? Cepetan siap-siap, cinta pertama gue katanya juga mau datang.” Ucap Draco dengan terburu-buru dan terkesan memaksa.484Please respect copyright.PENANA1q4jmTMBd7
484Please respect copyright.PENANAYUSWQFAIAm
484Please respect copyright.PENANAO0sxHedLLo
“Apa hubungannya cinta pertama lo, sama kedatangannya gue?” Osaka bertanya dengan suara seraknya.484Please respect copyright.PENANA28q2njebs9
484Please respect copyright.PENANAnHQ2ikZHW4
484Please respect copyright.PENANAANdosN5AGr
“Doi kan pernah naksir sama lo, jadi kalo lo datang doi pasti nyamperin kita. Gue pengen liat doi lebih lama…”484Please respect copyright.PENANAT433Oyg3Xq
484Please respect copyright.PENANAJwJFlgfo5d
484Please respect copyright.PENANAmzDyaeT9oU
Sambungan telepon diputus sepihak oleh Osaka, dia jenuh dengan tingkah Draco yang semakin mengada-ada disetiap harinya.484Please respect copyright.PENANAQcm3itmzKK
484Please respect copyright.PENANAVzJo5aTJ8S
484Please respect copyright.PENANAb9MX9Ut07A
Osaka kembali berdiam diri, mencoba membawa kesadarannya kembali. Dia malah mulai teringat pada mimpi dari alam bawah sadarnya, mimpi yang terasa seperti realita. Sakit didada mulai dirasa dan hatinya mulai terisi dengan tanda tanya.484Please respect copyright.PENANAw7JW3CJ0fJ
484Please respect copyright.PENANAIbB0HX6uHP
484Please respect copyright.PENANABiBWhyXA9v
[19.02] Osaka memutuskan pergi kereuni alumni dengan berjalan kaki, karena memang acara kumpul bersama diadakan didekat sini. Jalanan yang terasa sepi kembali membuat tanya dihati, apakah semua itu hanya mimpi atau peristiwa yang pernah terjadi.484Please respect copyright.PENANA1OO4B52E0K
484Please respect copyright.PENANAH7Io2XPaMI
484Please respect copyright.PENANA2NIpiy9PEY
Seperti keraguan yang mendapat jawaban, kini telah tampak sosok tinggi berparas manis sedang melangkah dari seberang jalan menuju kearahnya dengan langkah yang sangat lamban.484Please respect copyright.PENANACihIVMiVY7
484Please respect copyright.PENANAoOTrqh4GCu
484Please respect copyright.PENANAVabR5aEI0R
Situasi ini terasa seperti yang terjadi dimimpinya, namun ada sesuatu yang berbeda. Bukan dia yang melangkah mendekati sosok disebarang sana, namun malah sebaliknya. Sekarang Osaka malah semakin bertanya-tanya, dan hanya dapat menatap sosok disana dengan rasa penasarannya.484Please respect copyright.PENANAlMmZ0m3Xa1
484Please respect copyright.PENANANOGzb9yn8b
484Please respect copyright.PENANAMnTTeAgGDv
Tanya seketika lenyap kala Osaka menangkap kilatan cahaya dari arah jalan sebelah kirinya, itu adalah sinar lampu dari sebuah mobil yang melaju kencang tepat mengarah pada sosok yang mengisi mimpinya.484Please respect copyright.PENANAinpL7RtnnC
484Please respect copyright.PENANAQj0yvFofbN
484Please respect copyright.PENANADziPzIzaXs
Entah karena dorongan apa, Osaka mulai berlari secepat yang dia bisa dan memeluk erat sosok yang tadi berada didepannya. Membuat keduanya terlempar dan berguling kepinggiran jalan. Mobil masih melaju, berlalu pergi dengan kecepatan tinggi tanpa peduli dengan dua orang yang hampir menjadi korban kecelakaan.484Please respect copyright.PENANAGrsZO7w9yM
484Please respect copyright.PENANAlXeWxdXwfc
484Please respect copyright.PENANA5GYbR4lEjN
Osaka masih berbaring diatas jalanan, dengan sosok tadi berada diatas tubuhnya. Posisi mereka yang saling berhadapan dengan wajah yang sangat dekat membuat mereka saling bertukar tatap, tangan Osaka yang masih merengkuh perlahan terlepas saat sosok yang tadi berada dalam dekapannya mulai bangkit untuk mendudukkan diri.484Please respect copyright.PENANA0ohReiqdBb
484Please respect copyright.PENANAqPMtbSvrml
484Please respect copyright.PENANAM9FsdhJfJ1
Osaka masih terdiam ditempatnya, dengan degupan tak karuan didada karena dia mengingat semua tentangnya. Mimpinya bukan hanya bunga tidur atau sekadar angan belaka, namun sebuah kenangan yang pernah mereka ukir bersama-sama.484Please respect copyright.PENANArlx61toLKe
484Please respect copyright.PENANAVXdTAFJCob
484Please respect copyright.PENANAFZaOjPwJv7
Sosok yang kini berada di hadapannya adalah Arnon, begitu lah dia menyebutnya saat mereka pertama kali bertegur sapa. Ditempat yang sama, dengan situasi yang jauh berbeda. Osaka ikut mendudukkan dirinya, bingung berganti dengan rasa khawatir saat melihat sosok di hadapannya.484Please respect copyright.PENANA80TQ0P7Klx
484Please respect copyright.PENANAnn93vsltVI
484Please respect copyright.PENANAS1JlEhQ9U6
“Ada yang luka, di mana yang sakit?” Ucap Osaka, dengan tangan yang bergerak dengan sendirinya mengusap kepala orang yang di tanya keadaannya.484Please respect copyright.PENANAK2Mgb8ta6T
484Please respect copyright.PENANAPFFu8v4PXy
484Please respect copyright.PENANANFcGZF43Nk
Bukan jawab yang didengar Osaka namun suara tawa yang terdengar sangat jelas karena sepinya suasana, raut wajah si pemilik tawa juga tampak indah dibawah sinar rembulan yang menjadi penerang seadanya.484Please respect copyright.PENANANdHpJmZU0W
484Please respect copyright.PENANAgcjFz0cHkM
484Please respect copyright.PENANALCC2W4KXgn
Rasa takut menjadi satu dengan banyak perasaan lain yang sulit untuk dijabarkan, membuat kalut isi pikiran. Ingatan tentang kehilangan dan ketidak mampuan untuk melindungi Arnon, mengambil alih dirinya yang tengah terpikat dengan pesona si pemilik tawa nan menawan.484Please respect copyright.PENANAR4plfW5G8b
484Please respect copyright.PENANAvHDSLPQ2aM
484Please respect copyright.PENANAHNCP0ADDsl
Suara tawa dan senyuman manisnya tak akan bertahan lama didunia bila aku memilih untuk tinggal disisinya, aku akan menjadi penyebab kemalangan yang menimpa dirinya dan merenggut bahagia dan juga mimpi yang ingin digapainya. Osaka takut dia akan melakukan kesalahan yang sama dan kembali kehilangan sosok yang mengisi ruang dihatinya.484Please respect copyright.PENANAzaJRfbuYgD
484Please respect copyright.PENANA8AJcHqr2f2
484Please respect copyright.PENANAXsdMXjOhhR
“Seharusnya itu di tanyain buat diri sendiri, gak, sih?” Jemari indah Arnon mulai menarik pelan, lengan Osaka.484Please respect copyright.PENANALToYh20Ybo
484Please respect copyright.PENANA6FfgQzgxr2
484Please respect copyright.PENANAi5IBknwwNm
“Nih, coba liat. Tangannya sampai lecet. Ayo keklinik dulu, biar diperiksa lukanya.”484Please respect copyright.PENANAVgYVEoUg8j
484Please respect copyright.PENANAOxaLjJlcnc
484Please respect copyright.PENANAPtsesQ4cDg
Sebelum Osaka merasa semakin jatuh kepada pesona Arnon, dia memilih untuk bangkit dari duduknya. Rasa sakit bahkan tak dapat dirasa, karena banyaknya suara yang mengisi kepalanya.484Please respect copyright.PENANA7NAGVvdIYY
484Please respect copyright.PENANAc6YDV3X1By
484Please respect copyright.PENANAZLloDa9tT0
“Besok saya bisa pergi sendiri, saya punya kenalan dokter.” Osaka mengulurkan tangannya untuk memberikan bantuan, yang disambut oleh Arnon yang juga ikut bangkit dari duduknya.484Please respect copyright.PENANAwJtx57U3MU
484Please respect copyright.PENANAPBlufrbTrU
484Please respect copyright.PENANAKjv9OYAzBo
“Bisa jalan tidak? Saya antar pulang, ya.”484Please respect copyright.PENANArwetydfFzy
484Please respect copyright.PENANAfqfba3OVWy
484Please respect copyright.PENANAYDNqPwjeyr
“Emang tau aku tinggalnya di mana?” Benar juga! Mereka adalah dua orang yang pertama kali bertemu, bukankah aneh sekali kalau Osaka tau di mana tempat tinggal milik Arnon.484Please respect copyright.PENANADGOPhU5X5l
484Please respect copyright.PENANApKjhSs8uMt
484Please respect copyright.PENANAMi3rVJAfML
“Makanya kan kamu yang nunjukin jalannya, emang nggak nyaman di anterin?” Tentu saja aneh, Osaka adalah orang asing untuk Arnon. Untuk apa dia memberi tahu alamat rumahnya, bisa saja Osaka mempunyai niat tersembunyi.484Please respect copyright.PENANAsb0bOrzcko
484Please respect copyright.PENANAiWvQHm53kd
484Please respect copyright.PENANAyqk1ZOK1WV
Namun bukan itu yang terjadi, “Rumah aku dekat sini, kok. Nanti kalo hampir sampai aku kasih tau.”484Please respect copyright.PENANA3dzxz9cnpo
484Please respect copyright.PENANAqji6MZKvF2
484Please respect copyright.PENANA68Lp5qiLdz
Dengan tangan yang masih bertautan, mereka menyusuri jalan dalam keheningan. Osaka sibuk berkutat dengan perdebatan batin antara isi pikiran yang membuatnya menahan diri, dan hati yang berdegup kencang menginginkan lebih dari ini.484Please respect copyright.PENANAbMzikVDLab
484Please respect copyright.PENANAhEZwHUzBEm
484Please respect copyright.PENANAboJJIodZYr
Rasa takut akan kembali kehilangan, membuat Osaka mengeratkan tangan keduanya merasakan kehangatan yang mampu memberi ketenangan. Tidak ada pula ditemukan perlawanan dari Arnon, jadi yang dilakukan Osaka adalah menggenggam sedikit lebih lama untuk terakhir kalinya sebelum mengucap salam perpisahan.484Please respect copyright.PENANA7pYPFHMeSf
484Please respect copyright.PENANAqvKyZ1Cmww
484Please respect copyright.PENANApKZhEMaXkK
[19.56] Mereka telah tiba didepan komplek perumahan Arnon, komplek yang terasa familiar karena sering sekali dikunjungi begitu lah yang ada di ingatan Osaka.484Please respect copyright.PENANAdPXShTBKfb
484Please respect copyright.PENANA5PkMSpwsp9
484Please respect copyright.PENANAzpgR9FpaLk
Tangan yang masih setia saling menggenggam, tak ada satupun di antara keduanya yang berniat melepaskan. Arnon yang merasa hanya ditatap oleh Osaka kemudian mengatakan, “Boleh minta nomor telepon, Kakak?”484Please respect copyright.PENANANfYb9yUTj2
484Please respect copyright.PENANAcH68NLhjlE
484Please respect copyright.PENANAl7eMqV7A0t
Arnon berdeham, upaya memperbaiki suaranya yang bergetar akibat salah tingkah. “Maksudnya, aku mau traktir Kaka makan. Sebagai tanda terima kasih buat hari ini.” Lanjutnya sambil memberikan senyuman, yang terlihat malu-malu.484Please respect copyright.PENANAIE08Xd3GOp
484Please respect copyright.PENANAuilK7NEIha
484Please respect copyright.PENANASsb3eXA2HP
Senyuman itu sekali lagi menghancurkan pertahanan Osaka, tangan yang tadi menggenggam kini menarik tubuh yang ada di hadapan mengikis jarak di antara keduanya. Kedua tangan Osaka digunakan untuk merengkuh tubuh yang lebih kecil darinya, merasakan hangat menjalar diseluruh tubuhnya. Aroma yang membuat candu kembali dapat dirasa, sesak dan lega menerpa perasaannya.484Please respect copyright.PENANAABPt3AYCwD
484Please respect copyright.PENANANOJrDMPIWS
484Please respect copyright.PENANAgLK6kqkpn7
“Aku cuman minta kamu bahagia, hidup emang nggak mudah tetapi aku harap kamu dapat selalu melangkah. Kalo kamu mau coba bahagia, aku anggap itu sebagai ucapan terima kasih dari kamu buat malam ini.”484Please respect copyright.PENANAvIeSmzcGp4
484Please respect copyright.PENANAnsFZNjwZTI
484Please respect copyright.PENANA8vXxDIiEsm
“Gimana kalo tempat aku melangkah adalah jalan yang udah di tentuin arahnya? Tetapi tujuannya belum tentu bisa ngasih aku bahagia pas nanti sampai sana.” Suara Arnon terdengar pelan dan tangannya menggenggam erat kemeja yang dikenakan Osaka, seakan belum siap kehilangan sumber rasa hangat yang diterimanya saat ini. Entah apa sebabnya, Arnon hanya merasa nyaman dan aman ketika berada dalam dekapan orang asing yang baru ditemuinya malam ini.484Please respect copyright.PENANATYMDvdA6lp
484Please respect copyright.PENANAAgzzrM6ZAY
484Please respect copyright.PENANAonjq3jX2Xk
“Nggak ada yang berhak atas kebahagiaan kamu, karena emang cuman kamu yang bisa kasih definisi apa artinya bahagia buat hidupnya kamu. Jadi lakuin semua yang kamu mau, buat jalan menuju bahagianya kamu.” Pelukan dilepas untuk menatap mata kesayangannya, itulah panggilan yang biasa diucap oleh Osaka setelah mereka resmi mengikrar janji untuk selalu bersama.484Please respect copyright.PENANAxLXAaaqbCS
484Please respect copyright.PENANAoB81VrBfJP
484Please respect copyright.PENANANIwqFsTDPK
“Setidaknya coba untuk diri kamu sendiri dulu, jangan pikirin orang lain termasuk aku. Kalo emang itu bukan sesuatu yang kamu mau, ya udah jangan karena yang berhak ngambil keputusan cuman kamu. Tapi kalo kamu mau coba aku yakin kamu pasti bisa, karena kamu selalu bisa dan aku tau itu. Kaya aku yang percaya sama kamu, aku mau kamu juga coba ngelakuin hal yang sama.” Setelah itu mereka berdua berpisah tanpa bertukar nama panggilan, yang ada hanya ucapan selamat tinggal tanpa kepastian kapan akan kembali dipertemukan.


