Si Oren Dan Si Biru
141Please respect copyright.PENANAEsPHSzvllx
Bagian 1
Si Oren Dan Si Biru
141Please respect copyright.PENANAd6adKVWHDo
Oren menyapa biru.
"Biruu."
141Please respect copyright.PENANAvlrJWTDB89
Biru menengok dengan wajah tersenyum sama seperti hatinya penuh warna dan berbunga. Biru lalu menjawab.
141Please respect copyright.PENANAdzs1NMxS6f
"Tidak perlu buru-buru Oren, Jangan berlari, aku tidak lari."
141Please respect copyright.PENANAKDPnKllzkE
Lalu dengan spontan Oren berkata.
"Aku ingin mengatakan sesuatu tapi aku tidak mau kalo kamu tau."
141Please respect copyright.PENANAgVV9lt1Bu6
Si Biru menjawab dengan tenang.
141Please respect copyright.PENANAyPXikalYI1
"Iyaaa, Aku tau Oren, Aku akan menjawabnya, kamu merindukanku kan?"
141Please respect copyright.PENANAMO8QUdN1U7
Oren pun tak bisa berkata apa apa seakan ada yang menahannya. Namun Biru paham, Lalu biru bertanya.
141Please respect copyright.PENANAnKGw9wSpzD
"Apa yang kamu rindukan dari rumah lama?"
141Please respect copyright.PENANATWrsaDV6qu
Orenn pun membisu lalu kedua mata Oren pun berkaca kaca dengan hati yang sedikit terkikis oren berkata.
141Please respect copyright.PENANABTCyKhv5jC
"Banyak rumah yang sudah aku singgahi, Banyak tempat yang sudah aku kunjungi, Tetapi tempatnya selalu berbeda dengan tempat ternyaman yang yang pernah aku singgahi (yaitu Biru)."
141Please respect copyright.PENANABDGnIWzeVI
Biru pun bingung lalu biru pun berkata.
141Please respect copyright.PENANAQDrpRuIsMZ
"Setiap rumah memiliki kenyamanan yang berbeda beda Oren."
141Please respect copyright.PENANAxG5N7f3Qhi
Oren pun diam dan merenung, Lalu Oren berkata dengan sedikit lantang.
"Aku tidak pernah menemukan tempat senyaman itu Biru."
141Please respect copyright.PENANAffuW4XasBU
Air matanya menetes Biru paham jika percakapan itu dilanjutkan maka pada akhirnya ego lah pemenangnya, Lalu Biru memeluk Oren karena hanya dengan pelukan si Oren dapat mengerti tanpa perlu di jelaskan, Selang beberapa menit si Oren pun mulai tenang. Lalu Biru mengajaknya berbicara dengan pelan Biru berkata.
141Please respect copyright.PENANANK60gWc0sI
"Oren, sembuh itu perlu waktuu, Perlu nunggu karena yaa di setiap kejadian selalu terjadi secara tiba tiba kita hanya di paksa semesta untuk menerima, Pelan pelan yaa, Jangan khawatir semesta selalu punya cara untuk memberikan yang terbaik."
141Please respect copyright.PENANA9kdGFBEHab
Lalu, Biru pun melepas Oren, Dan Biru pun segera pulang, Pertemuan yang mungkin hanya akan membawakan sebuah kerinduan, Tapi hanya rindu semuanya semesta yang tau.
ns216.73.217.39da2

