Si Oren Dan Si Biru
139Please respect copyright.PENANAglvgEIM0kR
Bagian 1
Si Oren Dan Si Biru
139Please respect copyright.PENANA5xpZvxT0M1
Oren menyapa biru.
"Biruu."
139Please respect copyright.PENANAk9jFzfxZrv
Biru menengok dengan wajah tersenyum sama seperti hatinya penuh warna dan berbunga. Biru lalu menjawab.
139Please respect copyright.PENANAqZkmplcOiv
"Tidak perlu buru-buru Oren, Jangan berlari, aku tidak lari."
139Please respect copyright.PENANAwoECRgGyi8
Lalu dengan spontan Oren berkata.
"Aku ingin mengatakan sesuatu tapi aku tidak mau kalo kamu tau."
139Please respect copyright.PENANApJQf3Fge0q
Si Biru menjawab dengan tenang.
139Please respect copyright.PENANAG9qpLo4eN8
"Iyaaa, Aku tau Oren, Aku akan menjawabnya, kamu merindukanku kan?"
139Please respect copyright.PENANANm6guQRx2r
Oren pun tak bisa berkata apa apa seakan ada yang menahannya. Namun Biru paham, Lalu biru bertanya.
139Please respect copyright.PENANAUOMuavSgBX
"Apa yang kamu rindukan dari rumah lama?"
139Please respect copyright.PENANA4iGu83r8zt
Orenn pun membisu lalu kedua mata Oren pun berkaca kaca dengan hati yang sedikit terkikis oren berkata.
139Please respect copyright.PENANABQ05kd3BDd
"Banyak rumah yang sudah aku singgahi, Banyak tempat yang sudah aku kunjungi, Tetapi tempatnya selalu berbeda dengan tempat ternyaman yang yang pernah aku singgahi (yaitu Biru)."
139Please respect copyright.PENANAiTKkRgc0PV
Biru pun bingung lalu biru pun berkata.
139Please respect copyright.PENANAZ44rLPAC1z
"Setiap rumah memiliki kenyamanan yang berbeda beda Oren."
139Please respect copyright.PENANAFhdI38NpXg
Oren pun diam dan merenung, Lalu Oren berkata dengan sedikit lantang.
"Aku tidak pernah menemukan tempat senyaman itu Biru."
139Please respect copyright.PENANA7qEzNVQWAy
Air matanya menetes Biru paham jika percakapan itu dilanjutkan maka pada akhirnya ego lah pemenangnya, Lalu Biru memeluk Oren karena hanya dengan pelukan si Oren dapat mengerti tanpa perlu di jelaskan, Selang beberapa menit si Oren pun mulai tenang. Lalu Biru mengajaknya berbicara dengan pelan Biru berkata.
139Please respect copyright.PENANAISeHygftWn
"Oren, sembuh itu perlu waktuu, Perlu nunggu karena yaa di setiap kejadian selalu terjadi secara tiba tiba kita hanya di paksa semesta untuk menerima, Pelan pelan yaa, Jangan khawatir semesta selalu punya cara untuk memberikan yang terbaik."
139Please respect copyright.PENANARzLdlulKc0
Lalu, Biru pun melepas Oren, Dan Biru pun segera pulang, Pertemuan yang mungkin hanya akan membawakan sebuah kerinduan, Tapi hanya rindu semuanya semesta yang tau.
ns216.73.217.39da2

