Baca kelanjutan ceritanya di https://victie.com/novels/istriku-milik-bull-india
5421Please respect copyright.PENANAY5MnvmEgzc
Tenggorokanku terasa seperti terbakar gurun pasir. Aku terbangun dengan nafas pendek dan keringat dingin yang membasahi daster katun tipisku. Jam dinding menunjukkan pukul dua pagi. Di rumah semegah ini, keheningan malam terasa lebih mencekam daripada gangguan Jakarta. Suara detak jarum jam terdengar seperti palu yang memukul paku.
5421Please respect copyright.PENANAtpQSKNq6pp
Aku bangkit perlahan, berusaha tidak membuat kasur kayuku berderit. Bayangan wajah Mas Juned dan anak-anak sempat melintas, memberikan rasa bersalah yang aneh karena aku merasa begitu kesepian di kamar seluas ini. Aku butuh udara. Hanya segelas air dingin untuk membasahi kerongkonganku, lalu aku akan kembali berlindung di balik selimut.
5421Please respect copyright.PENANAbhRsYmRr7u
Dengan langkah berjinjit, saya membuka pintu kamar. Koridor pelayan remang-remang, hanya menerangi lampu dinding temaram yang memberikan bayangan panjang dan distorsi pada lantai marmer. Aku berjalan melewati lorong menuju dapur, melewati deretan kamar staf. Namun, langkahku berhenti tepat di depan kamar Rajesh.
5421Please respect copyright.PENANAK5f8fArWHK
Ahhh… mmmph… pelan-pelan, Rajesh…
5421Please respect copyright.PENANA5GGxNPgUGL
Suara itu. Bukan suara hantu, bukan juga suara angin. Itu suara rintihan tertahan yang sangat kukenal. Suara yang biasanya keluar dari mulut seorang wanita yang berada di puncak kenikmatan.
Jantungku berdegup kencang, menghantam rongga dadaku sampai rasanya sakit.
5421Please respect copyright.PENANAWd1rd89ML5
Pintu jati tebal kamar Rajesh tidak tertutup rapat. Ada celah kecil, mungkin hanya seukuran jempol, tapi cukup untuk mengeluarkan cahaya remang dari dalam dan suara-suara yang menghancurkan nalar.
5421Please respect copyright.PENANA5Zz22ZmRb2
Aku seharusnya lari. Aku seharusnya kembali ke kamarku dan menulikan telinga. Tapi kakiku seperti dipaku ke lantai. Rasa penasaran yang jahat mendorongku untuk mendekat, menempelkan wajahku ke celah pintu itu.
Mataku terbelalak. Duniamu rasanya jungkir balik seketika.
5421Please respect copyright.PENANAxXZteH2hQA
Di atas kasur yang berderit ritmis, aku melihat pemandangan yang paling tidak masuk akal. Rajesh, si pria India berkulit gelap dengan otot-otot punggung yang tegang dan berurat, sedang duduk bersandar di kepala kasur. Dan di atasnya… Nyonya Dana.
5421Please respect copyright.PENANAGsu1NbNKCK
Istri kedua Tuan Fahd yang terhormat. Wanita yang tadi sore berbicara dengan anggun di tengah indahnya Jakarta, kini sedang menunggangi Rajesh dengan beringas.
5421Please respect copyright.PENANAehwjeF2dil
Gaun tidurnya yang berbahan sutra mahal sudah tersingkap hingga ke pinggang, menampilkan kulit putih susunya yang kontras dengan telapak tangan Rajesh yang gelap dan besar saat meremas pinggul Nyonya Dana.
5421Please respect copyright.PENANAgpIT7QY0ZV
Krak… krak… krak…
5421Please respect copyright.PENANAIdvdaOGW2x
Suara kulit yang beradu dan derit kasur kayu terdengar begitu nyata di telingaku. Aku bisa melihat tetesan keringat jatuh dari dahi Rajesh ke dada Nyonya Dana yang naik-turun gila-gilaan. Rambut Nyonya Dana yang biasanya tertutup hijab kini tergerai berantakan, menutupi sebagian wajahnya yang memerah dan penuh peluh.
5421Please respect copyright.PENANAtcOWMG5IAY
"Kau sangat pembohong malam ini, Nyonya," suara Rajesh berat dan serak, terdengar seperti geraman harimau yang sedang mengoyak mangsanya.
5421Please respect copyright.PENANAIBaOc1KmuX
"Diam… dan teruskan… oh, Tuhan, Rajesh!" Nyonya Dana mendesah keras, mencengkeram bahu Rajesh sampai kuku-kukunya memutih.
Baca kelanjutan ceritanya di https://victie.com/novels/istriku-milik-bull-india
5421Please respect copyright.PENANAtKKlQF5Nsr
5421Please respect copyright.PENANAg76Hrbv9N4


