(Bagian 1: Senyum yang Duduk di Sampingku)
402Please respect copyright.PENANA8qcBTmhIE1
"Pernahkah Anda hanya duduk diam di sudut kelas, lalu tiba-tiba alam semesta menempatkan seseorang di samping Anda, dan setelah itu... semuanya berubah?"
402Please respect copyright.PENANAsqm2XfnU4r
────────────────────────────────────
402Please respect copyright.PENANAiqF9ViW2NL
Aku selalu duduk di barisan paling belakang, dekat jendela. Tempatnya terasa seperti zona nyamanku—tenang, sejuk, jauh dari gangguan dan candaan-candaan membosankan geng cowok di kelas.
402Please respect copyright.PENANADQENOjbG26
Biasanya, kursi di sebelahku berisi Dara—sahabatku perisai sekaligusku dari dunia luar yang bising dan mencekam. Tapi sejak Dara pindah sekolah minggu lalu, kursi itu kosong. Rasanya... sepi. Apalagi lebih sepi dari biasanya.
402Please respect copyright.PENANA2cHUFQjRMc
Dan hari ini, pagi-pagi sekali, aku tiba lebih awal dari biasanya. Aku meletakkan tugasku di meja, duduk, dan menatap ke luar jendela. Gerimis masih menempel di kaca. Aroma tanah basah dan detak jam kelas menciptakan perpaduan yang menenangkan.
402Please respect copyright.PENANAEvyV8BACuk
Sampai...
402Please respect copyright.PENANAvVwNViG1hs
“Hei, Nad…bolehkah aku duduk di sini?”
402Please respect copyright.PENANALalXpVZpDZ
Suara itu datang dari ambang pintu.
Aku berbalik… dan langsung merasakan detak jantungku kehilangan iramanya.
402Please respect copyright.PENANATKdpso8C63
Rayhan Alvaro.
Cowok paling berisik di kelas, pelawak paling ulung, dan yang bisa berteman dengan siapa saja—bahkan guru-guru.
Dan sekarang, dia… ingin duduk di sampingku?
Saya terdiam selama tiga detik sebelum mengangguk pelan.
402Please respect copyright.PENANA8QXLjKCFa5
“Kursiku dipindahkan ke dekat papan tulis. Melelahkan sekali, Nad, ditatap Bu Risa setiap kali aku tertidur.”
Ray pelan-pelan, sudah meletakkan tasnya di samping tugasku. "Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu saat kamu sedang menulis coretan di buku harianmu."
402Please respect copyright.PENANAPDrytYQCDK
Aku memperhatikan tajam.
“Itu bukan buku harian,” gumamku lirih.
402Please respect copyright.PENANAaY8d0HXpZa
"Yakin? Soalnya aku pernah melihat kamu senyum-senyum sendiri waktu nulis di situ."
Dia pemburu.
402Please respect copyright.PENANAI4oPp5QqSZ
Aku dikutuk.
Saya lupa dia ada di baris yang sama saat ujian minggu lalu.
402Please respect copyright.PENANA3QylQoYgIV
“Aku hanya… mengerjakan pekerjaan rumah,” kataku cepat sambil menunduk.
402Please respect copyright.PENANACMbJqzFDVl
Ray tertawa lagi. Tawanya ringan, seperti hujan yang baru saja reda.
Dan anehnya... aku tidak keberatan suara itu berada dekat denganku.
402Please respect copyright.PENANAclbvjN7f7f
402Please respect copyright.PENANA3kad7CEc4o
Pada hari-hari berikutnya, Ray terus duduk di sampingku.
Kadang-kadang dia ngobrol tentang hal-hal acak: tugas, drama TikTok terbaru, makanan kafetaria. Saya hanya menjawab singkat.
402Please respect copyright.PENANAKV8ROtBD6T
Namun dia tidak pernah berhenti.
“Nad.”
"Hmm?"
“Tidakkah kamu lelah terus-terusan bermimpi misterius?”
402Please respect copyright.PENANAGNXapXMsSH
Aku meliriknya. "Tunggu, siapa yang misterius?"
402Please respect copyright.PENANAXd1SQqwGdV
"Anda."
Dia menoleh ke arahku, matanya bertemu dengan mataku. "Setiap hari kau menulis sesuatu, tapi kau tak pernah membagikannya."
402Please respect copyright.PENANAf80LZDHtMc
Aku segera menutup bukuku.
“Tidak semuanya harus dibagikan.”
402Please respect copyright.PENANAMbAHC2NKM7
Ray tidak menjawab. Tapi dia tersenyum. Bukan senyum menggoda.
Senyum yang...hangat. Senyum yang tak kuduga bisa membuat pipiku memerah.
402Please respect copyright.PENANAUiYzjBNxKB
Suatu hari, saat istirahat, aku menemukan selembar kertas kecil terselip di bawah buku catatanku.
402Please respect copyright.PENANAYs0qZeO6XX
> “Saya tahu kamu menyukai puisi.
Tapi hari ini, bisakah kau menjadi puisiku?
- R
402Please respect copyright.PENANAiKDwLWTIAW
Aku menahan napas sesaat.
Aku tahu siapa penulisnya. Dan itu cukup membuat dadaku... sesak dan hangat, sekaligus.
────────────────────────────────────
402Please respect copyright.PENANApTb7it3Clx
🌸 Bersambung...
402Please respect copyright.PENANAyhX8xnh9xj


