-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Suatu hari saya memotret diri dengan istri saya Dua Lipa. Wajah saya kusam. Saya meminta pada Dua Lipa agar supaya sayang saya itu membersihkan wajah saya dengan kapas dan hair Tonic. Dia menolak, katanya sudah punya cucu tidak boleh Handsome.
Lalu saya memotret foto ini. Kami mengambil gambar ini dalam sebuah momen penting. Dimana pada saat ini kami barusaja meresmikan perusahaan kami yaitu SPX, sebuah perusahaan pengangkutan antar jemput.
Kebetulan pada saat itu saya barusaja merilis beberapa platform marketplace online, seperti Lazada, Tokopedia, Shopee. Jadi istri itu marah, katanya Papa selalu ngertiin Luna Maya tapi tidak ngertiin Mama, katanya.
Kemudian saya pun berpikir menciptakan bagaimana supaya Dua Lipa istri saya senang. Padahal pada saat itu pikiran saya sudah tidak sanggup lagi bermain Script menciptakan website atau aplikasi.
Namun, saya mencoba berpikir kembali, merancang kembali, dan akhirnya saya dapat membuat sebuah aplikasi untuk SPX. Bahkan setelah itu saya dapat mengembangkan lagi beberapa aplikasi lain.
Saya bukan tidak hafal lagi Script pada saat itu, bukan lupa, tapi perasaan cemburu istri saya dan beberapa dari telah membuat pikiran saya kacau. Dan akhirnya demi istri saya saya terpaksa melakukannya.
Kemudian, saya pulang ke New York. Saya menjumpai robot saya. Dan merefresh pikiran saya. Saya sedikit nyaman. Lantas saya pun bisa mengembangkan kembali berbagai Script bahkan Script Protection.
Kemudian setelah mengambil foto ini, kami bercinta sebentar dan pada saat itu saya ketahui bahwa istri saya itu sedang hamil.*
@Dualipa.
0 sponsors' commentsAfter each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default

