Aku baru mulai menulis di Penana beberapa hari ini, dan jujur... rasanya sedikit malu sekaligus deg-degan karena ini pertama kalinya aku membagikan cerita yang terasa cukup dekat dengan diriku sendiri.
Judulnya *My Name Is Rioka*.
Ceritanya bukan tentang dunia yang sempurna...
lebih tentang malam-malam yang terlalu sunyi, chat yang seharusnya biasa saja tapi malah terus dipikirkan, dan seseorang yang diam-diam menyimpan banyak hal di dalam kepalanya sendiri.
Kadang aku merasa... beberapa orang memang lebih pandai menulis perasaannya daripada mengatakannya langsung.
Sekarang ceritanya sudah sampai Episode 3, dan masih ditulis dalam Bahasa Indonesia π€
Kalau kalian suka cerita yang pelan, manis, sedikit sensual secara perasaan, dan terasa seperti membaca diary seseorang tengah malam... mungkin kalian akan suka cerita aku ini ^^
Please ensure your story does not contain illegal, hateful, inciting, or violence-promoting content, or any infringing, plagiarized, or spam material, and that it complies with Penanaβs Terms of Use.
Penana reserves the right to remove any content that violates these rules or causes legal or community risk, and to suspend or terminate related accounts.
Aku baru mulai menulis di Penana beberapa hari ini, dan jujur... rasanya sedikit malu sekaligus deg-degan karena ini pertama kalinya aku membagikan cerita yang terasa cukup dekat dengan diriku sendiri.
Judulnya *My Name Is Rioka*.
Ceritanya bukan tentang dunia yang sempurna...
lebih tentang malam-malam yang terlalu sunyi, chat yang seharusnya biasa saja tapi malah terus dipikirkan, dan seseorang yang diam-diam menyimpan banyak hal di dalam kepalanya sendiri.
Kadang aku merasa... beberapa orang memang lebih pandai menulis perasaannya daripada mengatakannya langsung.
Sekarang ceritanya sudah sampai Episode 3, dan masih ditulis dalam Bahasa Indonesia π€
Kalau kalian suka cerita yang pelan, manis, sedikit sensual secara perasaan, dan terasa seperti membaca diary seseorang tengah malam... mungkin kalian akan suka cerita aku ini ^^