Antara istri dan ibuku bagian 1 ·
*bip* *bip*
1328Please respect copyright.PENANAbaZVfxicmd
Suara notifikasi WhatsApp menyela lamunanku yang sedang asyik menonton pertandingan sepak bola. Aku menghela nafas, sudah bisa ditebak siapa pengirimnya sebelum membuka ponsel.
1328Please respect copyright.PENANAT6lfSF03h0
Paling banyak foto profil wa ibuku memakai hijab dan berseragam pegawai negeri
1328Please respect copyright.PENANAFu0KZ2O4uQ
**Ibu**: “Nak, besok kan hari Jumat jangan lupa sholat Jumat ya 😊🙏 Jangan kayak minggu kemarin lupa terus sholat asar kelewat 🤦♀️”
1328Please respect copyright.PENANAAcEbPF4EQa
Aku menggeleng sambil tersenyum. Buku memang selalu begitu—detail sampai jadwal ibadahku diingatkan lewat WA. Jempolku menari di atas layar, membalas dengan cepat sebelum kembali fokus ke pertandingan.
1328Please respect copyright.PENANAZd3p6JWiu2
Aku : iya ibuku yang cantik dan paling baik di Dunia ini 😄☺️😘
1328Please respect copyright.PENANAYZjDVRBjwq
Tak sampai lima detik, balasan ibu langsung masuk dengan deretan emoji tertawa dan wajah merah malu. **Ibu**: “Anak ini sudah besar masih manja aja ih! 😳😂 Tapi beneran lho, jangan sampai lupa lagi. Ayah juga nanya kok kemarin El gak ke masjid bareng dia. Katanya kangen ngobrol sama kamu selesai sholat 🥺”
1328Please respect copyright.PENANAKNLf2HjB63
Aku : oke ibu aku janji besok pasti ke masjid bareng ayah 😇🙏 oh iya ibu, Rina bilang mau bikin rendang buat dibawa besok kalau kita main ke rumah. Katanya ibu kemarin bilang resepnya enak banget versi dia?
1328Please respect copyright.PENANAMamThppLfL
**Ibu**: “Waaah iyalah dong! 🤤🍛 Rendangnya Rina itu... *ngeces* gitu lho nak! Lebih enak daripada punya tetangga kita yang itu lho... yang suka pamer itu... eh lupa namanya 😅 Tapi jangan bilang-bilang ya! Nanti sayang 😂”
1328Please respect copyright.PENANAHhWXeejqmJ
Setelah itu ayahku telpon, bdw ayah manager di perusahaan retail Alfam*** , biasa ayah sering minta tolong buat supirin mengunjungi toko-toko cabang di kota sebelah, aku pernah curiga apa ayah mau ngajak aku supir biar dia bisa tidur di mobil, atau mungkin ayah cuma pengen ngobrol berdua, tapi entah kenapa semenjak aku nikah, ayah jadi sering banget ngajak aku pergi entah
1328Please respect copyright.PENANANdS2KXjhxd
**Ayah** : (suara berat khas laki-laki 50an) “Besok jemput ayah jam 8 ya, kita ke cabang Karawang”
1328Please respect copyright.PENANA26hsrWpamV
Aku : oke ayah
1328Please respect copyright.PENANAiXdOor9gXM
*Besok hari nya aku ijin pamit ke istriku Rina*
1328Please respect copyright.PENANAbZnxWI5uH1
**Aku** : “Rin, besok pagi aku harus anter ayah ke Karawang. Mungkin baru balik sore. Kamu oke kan di rumah sendirian?”
1328Please respect copyright.PENANAbKV4f2xDRL
**Rina**: "Iya sayang gapapa, aku malah bisa nyicil bikin rendang buat besok," ujarnya sambil tersenyum, tangan masih sibuk memotong bawang di atas talenan. Aku mendekat dari belakang, mencium aroma wangi samponya yang bercampur dengan bumbu dapur. “Tapi kamu janji pulang sebelum magrib ya. Nanti aku takut sendiri kalau lama-lama,” bisiknya sambil menoleh, matanya berbinar manja.
1328Please respect copyright.PENANA9re1rTKGG8
Aku mengangguk sambil memeluk pinggangnya yang ramping. "Janji deh. Lagian ayah kan juga nggak suka nyetir malem. Paling kita balik jam 4." Rina mengangguk puas sebelum kembali fokus ke rendangnya. Aku memperhatikan gerakan tangan yang lihai mengulek bumbu—warisan dari ibuku yang memang jago masak.
1328Please respect copyright.PENANAnHwIyD5Ix6
Pagi itu udara terasa lebih dingin dari biasanya ketika aku menyetir menuju rumah orang tua. Jam digital di dashboard mobil menunjukkan pukul 7.45 ketika aku memarkirkan mobil di depan rumah yang sudah sangat familiar itu. Aku melihat bayangan ayah melalui tirai jendela depan—dia pasti sudah siap sejak jam 7 seperti biasanya, orangnya sangat disiplin waktu.
1328Please respect copyright.PENANAPa2o4glmPZ
Assalamualaikum, Nak," suara ayah mengagetkanku saat aku baru saja mematikan mesin mobil. Dia sudah berdiri di teras, mengenakan kemeja lengan panjang motif kotak-kotak yang kupas dari hadiah ulang tahunnya tahun lalu. Tas kantornya yang sudah usang tergantung di pundak.
1328Please respect copyright.PENANAX0AGwONIQq
*Aku gak fokus melihat ibu memakai celana pendek, yang menonjol kan paha besar nya dan pantat montok nya , ibuku sudah berumur 46 tahun, tubuh ibu seperti emak2 biasanya, kulit ibu putih Langsat , tinggi nya kira2 166 cm , dengan berat badan 78 kg , Tubuh ibu lumayan berisi, apalagi di area paha pinggul dan pantatnya yang lumayan besar, mungkin karena rajin ikut sumba*
1328Please respect copyright.PENANAtu94x5am5b
Aku : ayah ayo berangkat, aku gak mau telat karena macet di tol cikampek, kan bulan ini lagi musim mudik.
1328Please respect copyright.PENANAYn2HT8OhSD
**Ayah**: "Sebentar, Nak. Ibu bilang ada kue pisang buat Rin," sambil melangkah masuk kembali ke rumah. Aku mengikuti dari belakang, menyadari betapa aroma kopi dan gorengan pagi masih menggantung di udara dapur. Ibuku berbalik dari kompor, wajahnya berseri saat melihatku.
1328Please respect copyright.PENANABNRtaOizpw
**Ibu**: "Duh anakku udah sampai! Kamu sarapan belum? Ibu baru goreng pisang nih, masih anget," ucapnya sambil menyodorkan piring berisi kue pisang goreng yang masih menguap. Mata berbinar penuh kasih, tapi aku tak bisa menahan diri untuk tidak melirik ke bawah—celana pendeknya benar-benar tak memberikan ruang untuk berimajinasi, membentuk lekuk paha dan pantatnya yang padat dengan sempurna.
1328Please respect copyright.PENANACWJIA7Pqik
Walaupun ibuku sendiri, melihat dia memakai celana pendek ketat seperti itu bikin aku sedikit tidak fokus. "Sudah makan, Bu," jawabku cepat, mengalihkan pandangan ke kue pisang di atas meja. "Rina pasti senang dapat ini." Aku mengambil piring plastik yang disodorkan ibu, berusaha keras untuk tidak menampilkan bagian tubuhnya yang menggoda saat dia membungkuk mengambil kue tambahan dari kompor.
1328Please respect copyright.PENANACAzLGqPrc1
**Ayah** : "Ayo Nak, kita berangkat sebelum macet," ucapnya sambil menaruh kotak kue pisang di jok belakang mobil. Aku mengangguk, masih merasakan aroma wangi ibu yang melekat di baju setelah pelukan singkat tadi.
1328Please respect copyright.PENANAbalpcRMpXO
Aku : pamitt yaa ibu
1328Please respect copyright.PENANAeegDQ58zGW
**Ibu** : "hati-hati di jalan nak, janga lupa sholat duhur sama ayah ya!" teriakannya dari teras sambil pertunjukan tangan, celana pendeknya bergoyang mengikuti gerakan. Aku mengangguk sambil menghidupkan mesin, masih bisa melihat dari kaca spion betapa ibu berdiri di sana sampai mobil kami berbelok di ujung jalan.
1328Please respect copyright.PENANAq2RNbiVN4z
Setelah sampai di toko tujuan, aku dan ayah masuk, aku berdiri di area toko, sementara ayah breafing dengan karyawan toko
1328Please respect copyright.PENANADgUqBbwWVF
**Ayah** : ( dengan gaya bicara tegas dan gaya orang tua yang sudah terbiasa menjadi manajer ) “Bagian kosmetik ini harus lebih diperhatikan , lihat ini produk nya kurang rapi di susun , padahal ini produk yang sedang promo ,”
1328Please respect copyright.PENANAu1Ia2K3zfQ
Sendangkan aku hanya melihat2 ada pegawai yang cantik dan montok2 🤤😄 *naluri pria normal wkwk*
1328Please respect copyright.PENANAcPKP3cbSLJ
**Ayah** : (setelah briefing selesai, mendekatiku sambil menampar pundak) “Nak, kita istirahat dulu. Ayah traktir makan siang di warung Padang dekat sini. Katanya rendangnya juara.”
1328Please respect copyright.PENANA64HeRVWDF3
Aku : ayah yg berhijab tadi siapa keliatan cantik banget yaa 😅
1328Please respect copyright.PENANAUt1S8NQZ3O
**Ayah** : *ngakak* (sambil menepuk pundakku) "Anak muda sekarang mah. Istri udah cantik di rumah, masih lirik kanan kiri," ucapnya sambil tersenyum, tapi aku bisa melihat matanya melirik ke arah kasir wanita berpakaian ketat yang sedang melayani pembeli. “Ayo jalan, lapar nih.”
1328Please respect copyright.PENANAVTsRkVTOX5
Namanya juga laki2 yahh hehehe, aku pun langsung ngikutin ayahku menuju warung padang di sekitar itu.
1328Please respect copyright.PENANAzosBSYIBo6
Ayah memilih meja di sudut warung Padang yang cukup sepi, jauh dari keramaian karyawan toko yang juga datang berombongan. “Dulu waktu ayah masih jadi supervisor, warung ini sudah ada,” katanya sambil membuka menu plastik yang lengket di tangan. Matanya menyapu ruangan, berhenti sebentar di seorang pelayan yang sedang membawa piring besar nasi padang ke meja sebelah.
1328Please respect copyright.PENANAArle7qhCou
Ini toko favorit ayah yaa?
1328Please respect copyright.PENANAmCViuO2NEK
**Ayah** : "Bukan favorit, tapi..." Dia mengerutkan kening, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk meja plastik. "Dulu kantor pertama ayah di Karawang sebelah sini. Setiap Jumat pasti mampir, traktiran bos." Aku mengangguk sambil menyendok gulai nangka yang baru saja diantarkan pelayan. Kuahnya masih mendidih, menguap hangat di antara kami.
1328Please respect copyright.PENANApzRGjW4pRo
Setelah selesai kunjungan aku dan ayah segera kembali ke mobil untuk pulang ke rumah orang tuaku, karena Rina sudah mengirim pesan WA bahwa rendangnya sudah selesai dan sudah siap dibawa ke rumah mertua.
1328Please respect copyright.PENANAXKwlo48WgB
Setibanya di rumah, ibu dan rina sudah terlihat akur sekali seperti biasanya di dapur. Ibu dengan celana pendeknya yang ketat sedang mengajari Rina cara membuat sambal hijau yang benar-benar pedas tapi tetap sedap. Aku bisa melihat kedua wanita terdekat dalam kesedihan itu tertawa lepas, kadang saling meyakinkan masakan masing-masing.
1328Please respect copyright.PENANAjLo9jpizOZ
*Istri ku rina umur 24 tahun tubuh lumayan berisi karena suntik KB , istri ku rambut nya pendek sebahu, muka campuran cina dan maluku, memiliki kulit sawo matang, tinggi istri ku sama kayak aku 175 , payudara sedang pinggul nya lebar dengan paha dan pantat nya yang lumayan berisi,, yang paling menonjol area pahanya lumayan besar,,
1328Please respect copyright.PENANA6vX8HVRBTD
**Ayah** : (sambil melepas sepatu di teras) "Wah, aromanya saja sudah bikin lapar!" Suaranya bergema di ruang tamu yang bersih, sementara aku mengendus udara—bau rendang dan sambal goreng yang menggiurkan benar-benar memenuhi seluruh rumah. Dari dapur, terdengar celoteh riang ibu dan Rina yang sedang asyik berkumpul.
1328Please respect copyright.PENANAfqWXUDZle3
Sesudah makan rina pergi ke dapur untuk mencuci piring, aku duduk di ruang tamu bersama ayah yang sedang membaca koran. Tiba-tiba dari sudut mataku, aku melihat ayah melirik ke arah dapur—tepatnya ke arah bokong Rina yang bergoyang-goyang setiap kali dia membungkuk ke wastafel. Aku pura-pura tidak melihatnya, tapi jantungku berdegup kencang.
1328Please respect copyright.PENANAu89CjfZmvR
Ayah menyembunyikan wajahnya di balik koran, tapi aku bisa melihat bagaimana matanya perlahan melirik lagi ketika Rina membungkuk lebih dalam untuk mengambil spons di bawah wastafel. “Cuacanya panas ya?” ucapnya tiba-tiba, suaranya sedikit serak. Aku mengangguk, sambil memainkan gelas teh di saat yang mulai berkeringat.
1328Please respect copyright.PENANAX0MJCuVxZx
Ibu keluar dari dapur membawa nampan berisi teh hangat dan piring kue lumpur, wajahnya bersemu merah dari kepanasan kompor. "Ayo minum dulu, masak baru nih!" celotehnya riang, tanpa sadar membungkuk tepat di depan ayah—celana pendeknya yang ketat naik beberapa sentimeter, menampilkan lebih banyak kulit paha montoknya yang putih. Aku melihat ayah bertanya-tanya sedikit tentang balik korannya.
1328Please respect copyright.PENANANxPlluq8hA
Rina keluar sambil mengusap tangan ke celemek, rambut yang biasanya rapi sekarang sedikit berantakan oleh uap dapur. "Ibu, aku taruh rendangnya di kulkas ya? Biar awet buat besok," katanya dengan suara manja yang selalu bikin ibuku lumer.
1328Please respect copyright.PENANAlci3ydmqec
**Ibu** langsung mengangguk antusias, tangan gemuknya yang masih basah menampar-nepuk paha Rina. "Bagus banget itu Rin, besok pagi kita panasin lagi biar lebih meresap bumbunya!" Suaranya riang, tapi gerakannya membuat celana pendeknya naik lebih tinggi lagi—hampir menampilkan bagian bawah bokongnya yang montok. Aku melihat ayah menggeser posisi duduknya di sofa, koran di tangan sedikit berkerak.
1328Please respect copyright.PENANAhKOAW1CJbi
**Rina** tersenyum sambil membenahi rambut yang terurai. "Iya, Bu. Aku taruh di wadah tuppeware yang besar tadi." Saat dia membungkuk untuk mengambil teh dari meja, kaos ketatnya yang polos naik sedikit, menampilkan pinggang rampingnya dan celana jeans rendah yang menekan bentuk bokongnya yang bulat sempurna. Dari sudut mataku, aku melihat ayah benar-benar meletakkan korannya sekarang, kedua tangannya mengepal erat di pangkuannya.
1328Please respect copyright.PENANAk3WjFl7fUM
**Ibu** tanpa sadar mengikuti pandangan ayah, matanya berkedip cepat sebelum tersenyum lebar. "Duh, Rin, kamu tuh bikin ibu iri sama badanmu yang masih kencang begini!" sambil mencubit lembut pinggang Rina, membuat istriku terkikik geli. Aku melihat ibu dengan sengaja membungkuk di depan ayah saat mengambil piring kue, celana pendeknya yang sudah ketat itu benar-benar meninggalkan sedikit imajinasi.
1328Please respect copyright.PENANAFItaQm5CR7
Ayahku tiba-tiba batuk-batuk kecil, bangkit dari sofa dengan gerakan kaku. "Aku... aku mau ambil air dulu," gumamnya sambil menggerakkan ke dapur. Jalannya sedikit membungkuk, dan aku tahu kenapa. Rina yang polos hanya mengangguk, tanpa curiga sedikit pun, sementara ibu tersenyum kecil di balik gelas tehnya.
1328Please respect copyright.PENANAl9yCasBCeN
Setelah kejadian itu aku dan Rina pamit pulang karena hari sudah semakin sakit, sementara ibu dengan celana pendeknya semakin tidak karuan melambai-lambai dari teras. Ayah mengantar kami sampai ke mobil dengan wajah yang masih sedikit merah. “Hati-hati di jalan, Nak,” katanya sambil menampar pundakku, tapi matanya masih melirik ke arah Rina yang sedang membenarkan posisi duduk di jok depan.
1328Please respect copyright.PENANAXIWNKTyFD1
Perjalanan pulang terasa lebih sunyi dari biasanya. Rina menguap kecil, kepalanya mulai terangguk-angguk karena kelelahan seharian memasak. “Aku jadi penasaran,” bisikku tiba-tiba, menyentuh paha Rina yang montok di sebelah. “Kenapa ya ayah tadi kayak… gitu?”
1328Please respect copyright.PENANATJZcFFKnTZ
**Rina** mengerutkan kening, mata setengah tertutup karena disembunyikan. "Apa maksudmu, Sayang?" entah kenapa lembut seperti biasa, tanpa sedikit pun kekurangan. Aku menggeser gigi mobil, memandang jalan lurus di depan sambil menahan tawa melihat ketidaktahuan polosnya.
1328Please respect copyright.PENANAkMQLoin0CH
“Ayah tadi… kamu tidak memperhatikan?” aku santai berusaha, jari-jariku mengetuk-ngetuk setir. "Dia kayak... sering liatin kamu." Rina terdiam sejenak sebelum tiba-tiba tersedak tawa kecil.
1328Please respect copyright.PENANASIjrFEgykp
**Rina** : "Ayah? Masa sih?" Suaranya setengah tidak percaya, tapi ada nada geli yang tertahan di sana. Dia menutup kepalanya, rambut hitamnya yang panjang mengalir di bahu. “Ah, kamu ngayal aja.Ayah kan orangnya alim banget.” Tapi aku melihat betapa gemetarnya menahan senyum.
1328Please respect copyright.PENANAU0kDRf1CX2
Aku menampar paha montoknya yang terlihat jelas dari balik celana jeans ketat. "Dia hampir nge-drop korannya tadi pas kamu lagi ambil spons di wastafel." Rina mendesah kecil, wajahnya memerah tapi matanya berbinar aneh—seperti campuran antara malu dan semacam kepuasan.
1328Please respect copyright.PENANA8RxmxMsS0I
Aku punya ide 🤣🤣🤣
1328Please respect copyright.PENANA3k5uQpODtT
**Aku** : "Rin, kapan kamu kasih sengaja aja. Pamerin pantat kamu kalau ada ayah aja pas kita ke rumah mereka. Biar kita lihat reaksinya." Jari-jariku menggenggam paha Rina yang montok sambil menyetir, rasanya kenyal dan hangat di bawah celana jeans ketatnya. Rina menutup mulutnya, mengerucut lucu.
1328Please respect copyright.PENANAM3En0WjhRq
**Rina** : "Jahat banget sih kamu!" Rina memukul pahaku pelan, tapi matanya berbinar nakal. "Aku kan malu kalau ayah benar-benar ngeliatin..." Suaranya kecil, tapi aku tahu dia penasaran. Bibirnya yang merah menggigit bawah, tanda dia sedang mempertimbangkan ide gila ini.
1328Please respect copyright.PENANAhPpEVbsZVB
Setelah sampai di rumah, Rina langsung ke kamar mandi sambil menggumam, "Aduh, aku harus mandi dulu, bau bawang nih." Aku mengangguk, tapi mataku mengikuti setiap gerakannya—bagaimana jeans ketatnya benar-benar membentuk lekuk bokongnya yang bulat sempurna saat dia membiarkan melepas sepatu. Pintu kamar mandi tertutup, tapi bayangannya terlihat samar-samar melalui kaca buram; aku melihat siluetnya perlahan melepas baju, lengan yang ramping mengangkat kaos ke atas.
1328Please respect copyright.PENANAwGKcFWUy7j
Ketika Rina keluar dengan handuk kecil melilit rambut basahnya, aromanya langsung memenuhi kamar—campuran sabun bunga dan sesuatu yang khas Rina. Dia berdiri di depan cermin lemari, mengenakan tanktop katun tipis tanpa bra, putingnya jelas terlihat menonjol di bawah kain. "Jadi...besok kita ke rumah orang tuamu lagi ya?" tanyanya sambil mengusap lotion di lengannya, matanya menatap melalui pantulan cermin.
1328Please respect copyright.PENANAn0qAhWvZ5A
Karenanya,,
1328Please respect copyright.PENANACDNziorwbU
Sementara rina ganti pakaian, aku di kamar iseng liat2 story WA, ibuku,
1328Please respect copyright.PENANA684CMVAgGA
**Ibu** : (upload foto selfie di depan kaca, dengan caption) “Sudah siap-siap buat ngaji malam nih.. 😇🙏”
1328Please respect copyright.PENANAV3PFE1O0kW
Aku kasih react ❤️ di foto ibuku, lalu tanpa sengaja ngescroll ke atas—ternyata ibu juga baru upload foto lagi sejam sebelumnya. Foto itu membuat napasku tersendat: ibuku berdiri di depan kaca full body, mengenakan celana pendek sport abu-abu yang sangat ketat, dengan caption "Olahraga pagi biar tetap sehat! 💪😊". Bagian bawah foto itu menampilkan lekuk pantatnya yang montok dan paha berisi, seolah sengaja diframe untuk menampilkan aset terbaiknya.
1328Please respect copyright.PENANANMxaLBL4Jt
**Ibu** : melihat fotonya di reac ❤️ oleh aku langsung mengirim pesan pribadi **"Wah anakku udah liat foto ibuku yang olah raga ya? 😘 Ibu masih rajin loh jogging tiap pagi biar tetap kencang 😆"** Disertai emoji tertawa malu. Aku tersenyum geli membaca pesan polosnya yang sama sekali tak sadar betapa foto itu bisa bergantung pada mata laki-laki manapun—termasuk mungkin oleh ku sendiri.
1328Please respect copyright.PENANAxdagHyJ7FU
**Aku** : (mengetik cepat dengan jempol gemetar) “Ibu, jangan sering-sering upload foto begitu dong, nanti ada yang ngelirik lho 😳”
1328Please respect copyright.PENANAvL0lYgJuhB
**Ibu** : *mengetik...* muncul selama beberapa detik yang membuat jantungku berdegup kencang. **"Lah kenapa kenapa? Ibu kan pake baju lengkap tuh! Kalau ada yang lirik mah dosanya dia sendiri 😤"** Diikuti deretan emoji marah palsu. Aku melihat kenaifannya—betapa polosnya ibu tak menyadari daya tarik tubuh montoknya sendiri.
1328Please respect copyright.PENANAIxGn8U1nqp
**Aku** : (mengetik balasan sambil tertawa) “Aku sudah berdosa berarti buu 🤣🤣”
1328Please respect copyright.PENANAy863wbVUuU
**Ibu** : *typing...* muncul lebih lama dari biasanya sebelum pesannya masuk dengan deretan emoji tertawa merah. **"Dasar anak kurang ajar! 😂😂 Ayah aja gak pernah berkomentar gitu! Tapi... memang bagus ya fotonya? 😳"** Diikuti emoji malu-malu yang bikin pipiku panas. Aku menatap layar ponsel, tak percaya ibuku sendiri yang memancing pembicaraan ke arah ini.
1328Please respect copyright.PENANA4O8CCcTDUR
**Aku** : (jari-jariku mengetik dengan cepat, hampir menjatuhkan ponsel) “Baguuuus banget buu 🤤 Tombol ibu di foto itu... kayak masih 30 tahun 😳”
1328Please respect copyright.PENANASDP72rHpsC
**Ibu** : *typing...* muncul hampir semenit penuh. **"Astaghfirullah anakkuuu! 😱😳 Kamu gak boleh ngomong gitu sama ibumu sendiri!"** Tapi diikuti dengan emoji tertawa malu dan wajah merah. **"Tapi beneran bagus ya? Ayah kemarin bilang biasa aja 🤔"**
1328Please respect copyright.PENANAJlKENL4TZE
**Aku** : (mengetik cepat ke ibu) "Ayah gak bersyukur punya aset sebesar itu loh 🤣" Jari-jariku hampir salah ketik karena gemetar menahan tawa. Dari balik pintu kamar mandi, aku mendengar Rina bersenandung kecil sambil keramas—suaranya polos tanpa tahu percakapan nakal yang sedang terjadi di layar ponselku.
1328Please respect copyright.PENANAJhyeSUPwjt
*Jujur ada rasa puas dan rasa penasaran karena selama ini baru kali ini aku nge chat dan di respon ibu sampai sejauh ini*
1328Please respect copyright.PENANAKVEtTq4HVb
Aku menatap layar ponsel yang tiba-tiba bergetar lagi dengan pesan baru dari ibu. **"Eh tapi jangan bilang-bilang sama ayah ya, nanti dia marah 😅"** Disertai emoji menutup mulut. Napasku tersendat—percakapan ini sudah benar-benar di luar kendali. Jempolku melayang di atas layar, ragu antara mengakhiri dengan sopan atau melanjutkan permainan berbahaya ini.
1328Please respect copyright.PENANA7NMXB8HTXk
*Aku takut gugup penasaran campur aduk lahh , sampai2 titit ku udah menegangkan melihat foto ibu ku*
1328Please respect copyright.PENANAfI7hku12wb
Aku menelan ludah ketika melihat balasan terakhir ibu. Ponsel yang diterima terasa panas, seperti ikut malu dengan percakapan yang semakin tak karuan ini. Dari kamar mandi, suara air berhenti mengalir—Rina pasti sudah selesai mandi. Dengan cepat aku menyimpan ponsel di bawah bantal, tapi tak sempat—Rina sudah muncul di ambang pintu, rambutnya masih meneteskan udara, tubuhnya hanya dibalut handuk kecil yang menempel di lekuk-lekuk tubuhnya.
Update lengkap di telegram : @Ellkael7
ns216.73.216.133da2


