"Kalian udah sering main sama Jaka?" tanya Bu Ros ke mereka bertiga.
285Please respect copyright.PENANAxVJ4MOT1Li
"Enggak sering juga. Jaka kan punya banyak istri jadi harus ngantri." jawab Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAeWZNJQtGCJ
"Dua hari yang lalu aja aku mau ngentot sama Jaka tapi ternyata dia abis ngentot sama kamu." lanjutnya.
285Please respect copyright.PENANAHKt4PXYtHh
"Ihh, Jaka. Kamu cerita?" tanya Bu Ros ke Gw.
285Please respect copyright.PENANAupHm2pSYfv
"Semua hal tentang perngentotan Jaka itu selalu kami tau. Soalnya kami punya grup. Hehehe." jawab Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANA5cEI78blyz
"Terus aku disini harus apa?" tanyanya.
285Please respect copyright.PENANA5kNVJpjoeT
Kak Sinta pun menceritakan perihal jamu buatan Bu Lena ke Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAt3RsIERiAs
"Ihh. Beneran? Enak bangettt." komentar Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANA6lMzST6pYG
"Enak apanyaaa. Capek tauuu." ucap Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAA8G7poDARW
Bu Ros pun langsung melucuti pakaiannya hingga telanjang lalu mengajak Jaka untuk mengentotinya.
285Please respect copyright.PENANA8oYaSBaCON
"Ayukk, Jakk. Aku udah sange dari rumah."
285Please respect copyright.PENANA4FaJbvkYYz
Kak Sinta mendorong Bu Ros agar tiduran di atas kasur. Dijilatinya memek Bu Ros oleh Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAmFRB8HwAvf
"Ahhh, Sintaaa. Kamu ngapainnn."
285Please respect copyright.PENANApggEObS1Kb
Kak Sinta pun menghiraukan perkataan Bu Ros dan tetap menikmati memeknya.
285Please respect copyright.PENANAToPrq2eNHy
"Ooouuhhhh. Sintaaaa. Enak bangettt sedotan kamuuuu." racaunya.
285Please respect copyright.PENANAoesJHMM5cP
Bu Lena pun ikut menjilati toket Bu Ros. Begitupun Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAh9PumX0UTl
"Aahhhh. Makasihhh lohhh aku udhhahhh diajhhakkkk." racaunya sambil menikmati sambutannya.
285Please respect copyright.PENANAMsSstXzwbI
"Nih, Jak. Udah siap." kata Kak Sinta yang menyuruh Gw untuk mengentoti Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANA22fgKeCEQO
Gw pun mengentoti Bu Ros berkali-kali dengan berbagai gaya. Bu Ros memang jago dalam hal itu.
285Please respect copyright.PENANAAD0uFDL39Y
Dari jam 9 sampai jam 1 Gw main dengan mereka semua. Setelah 2 kali crot di memek Bu Ros dengan skor 9:2, Gw bergantian mengentoti Bu Nisa, Bu Lena dan Kak Sinta. Lalu terakhir juga mengentoti Bu Ros kembali.
285Please respect copyright.PENANABwdm64LRdL
"Aahhh, Jakkk. Ayukk cepetannn keluarnyaaaa." ucap Bu Ros yang sedang menungging menghadap kasur sedangkan Gw sedang menyodok memeknya dari belakang.
285Please respect copyright.PENANA9ra7htVl12
Bu Nisa sudah terkapar di bawah lantai. Bu Lena dan Kak Sinta lemas tak berdaya di atas kasur.
285Please respect copyright.PENANAk2otxJ8pRN
"Uuhhhhhh. Buu, aku mau keluarrrr."
285Please respect copyright.PENANAwF13q83Abb
*Crott
285Please respect copyright.PENANAVnErUY4AKK
Peju Gw keluar di dalam memek Bu Ros. Sedikit sekali.
285Please respect copyright.PENANA249xKYOxwT
Lalu dengan perlahan kontol Gw terasa sejuk di dalam memek Bu Ros. Semakin lama semakin layu sehingga keluarlah kontol Gw dengan sendirinya dari memek Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAmXl7MPkQim
"Huhhh. Udah selesai juga akhirnya." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAhuNvXQskyY
"Kontol Jaka udah enggak ngaceng lagi." lanjut Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAhSIetDPz56
"Iyaa???" tanya Bu Nisa yang kini bangun dari lantai lalu menuju ke arah Gw.
285Please respect copyright.PENANA4Gr9bw4M3d
"Akhirnyaaa." ucap Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAWXj9LWunwW
"Udah, deh. Enggak lagi-lagi aku ngasih kamu jamu itu, Jak." kata Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANALN4aoZ7ALJ
*Bruggg
285Please respect copyright.PENANATy7tQITB3q
Gw merebahkan tubuh Gw yang sangat lelah ke atas kasur.
285Please respect copyright.PENANACrMKDRLxAt
"Makasihh Jakaaa. Mmuaachhh." Kak Sinta mencium pipi Gw.
285Please respect copyright.PENANAGnsVxxOwcN
Lalu kami semua merebahkan diri di atas kasur Bu Lena yang muat dengan kami semua tetapi dengan posisi menyamping sehingga kaki Gw menggantung.
285Please respect copyright.PENANA5q0L4NKPta
"Sempit ya." ucap Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAXtUHEKKD0m
"Di depan tv aja yuk." ajak Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAuirEBd6D9S
"Bentar, aku siapin dulu." tambahnya lalu pergi keluar kamar.
285Please respect copyright.PENANAl602v6Ekln
Bu Lena menyiapkan beberapa kasur portabel di depan tv agar kami bisa tidur bersama. Setelah siap, Bu Lena memanggil kami semua agar pindah.
285Please respect copyright.PENANAD1ptdAyQ1V
Kami merebahkan diri di depan tv dengan urutan Bu Lena paling kiri, lalu di kanannya ada Kak Sinta, lalu di tengah adalah gw, di kanan Gw ada Bu Nisa lalu paling kanan ada Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAeiUrKA86Ig
"Hoaaahh. Enaknya poligami." ucap Gw sambil meregangkan badan lalu merangkul Bu Nisa dan Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANA2OuFYDfWrG
"Poligami tapi enggak bisa adil ya percuma, Jak." ucap Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAqOu6JgTMWu
"Lah ini kan saya udah adil, Bu." jawab Gw.
285Please respect copyright.PENANAgUd8gLqQif
"Itu aja yang kamu rangkul cuma Bu Nisa sama Sinta. Aku sama Bu Lena enggak kamu rangkul." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAE5mkhXzM67
"Ciee, cemburuu." ledek Gw.
285Please respect copyright.PENANAvOdmjFSxsk
"Bukan cemburu, Jak. Tapi kalo enggak bisa adil mending enggak usah poligami." ucap Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAgZoVdpxohs
"Nikah sama satu orang aja. Tapi ngentotnya bisa sama semuanya. Hahahaha." lanjutnya yang diikuti oleh tawa kami semua.
285Please respect copyright.PENANA4z6pzTb6NU
"Bu Nisa enak ya badannya, montok. Pantes Jaka suka." ucap Bu Ros yang sedang meluk Bu Nisa sambil memainkan toket Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAKfnEnMGBHb
"Loh. Saya malah ngiri sama Bu Ros. Udah ngelahirin tapi masih tetep langsing." jawab Bu Nisa yang sekarang mulai memainkan memek Bu Ros dengan jarinya.
285Please respect copyright.PENANAjnbhGZg65Y
"Tapi jelas, Jaka lebih suka toket saya." ucap Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAot7Paxa4yj
"Bener, Jak?" tanya Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAf32pSnXOgb
"Iyaa. Aku suka toket yang kayak Bu Lena. Gede tapi empuk." jawab Gw.
285Please respect copyright.PENANAFNWkMIjKPh
"Gedean toket aku atau toket Muti, Jak?"
285Please respect copyright.PENANANQQ1YKqA2J
"Mutii??" tanya Bu Ros terkaget.
285Please respect copyright.PENANADylJKUWczX
"Kamu belum tau yaaa. Hahaha." ledek Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANA0G0hIa124U
"Jaka lagi deket sama Muti tau, Buu. Udah main foreplay tapi belum ngentot soalnya Muti masih perawan." jelas Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANABGUYEcQEwh
"Haduhh. Kalo tau Jaka udah begini aku enggak ngasih tau yang tadi sore deh." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANABStF2KyrQq
"Kasih tau apa?" tanya Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANA734r4fxe7D
"Tentang Bu Hanna, Bu. Ternyata ada kesempatan saya buat ngentotin Bu Hanna." jawab Gw.
285Please respect copyright.PENANA1u7fXdfgRX
"Ihh, Jakaaa. Kalo gini bisa-bisa satu sekolah kamu entotin Jak." kata Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAZ5TarJiSFc
"Dihh. Ogah saya ngentot sama Pak Sulai." jawab Gw bercanda.
285Please respect copyright.PENANAMvwoPF1vUU
"Enggak Pak Sulai jugaa." kata Kak Sinta sambil menempeleng kepala Gw.
285Please respect copyright.PENANAFy9plGpvjy
"Bu Nia coba, Jak. Kamu entotin." suruh Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAx3KtV5dfUK
"Hahahaha. Bu Ros masih kesel tari diomelin sama Bu Nia." ucap Gw.
285Please respect copyright.PENANA40t2gTOzSi
"Diomelin gimana?" tanya Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAjGdXwygn9j
"Tadi abis aku ngentot sama Bu Ros, Bu Nia dateng terus ngomel-ngomelin Bu Ros. Abis itu Bu Ros ditampar." jelas Gw.
285Please respect copyright.PENANAVZXhiGu0dk
"Iya ih, padahal aku deket banget sama dia kok dia berani nampar sih." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAx1SLgpJyyt
"Biar kamu sadar kali, Ros." kata Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAZBdLi3Qr6B
"Mana bisa aku sadar kalo udah nikmatin kontolnya Jaka. Coba aja dia ngentot sama Jaka, pasti ketagihan sampe enggak mikirin anak sama suami." jelas Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANApOEfUDEmEd
"Aku enggak pernah mikirin anak sama suami, Bu." saut Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAWhbkJMxFn0
"Kamu mana punya sihh. Yang harus kamu pikirin tuh gimana nanti ngomong ke suami kamu kalo nanti nikah." kata Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANATZf3kY8aTm
"Nahlohh Sintaaa." ledek Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAjW5y61NWMu
"Ya ajak ngentot sebelum nikah dulu doong. Biar enggak ditanyain nantinya. Hahahaha." kata Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANANClLOrycze
"Kok Bu Lena enggak ikut ngobrol?" tanya Gw ke Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANACCDphQ7YYh
Lalu kami semua menengok Bu Lena yang sedang dibelakangi oleh Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAWuU6CiwIyg
"Yahhh, tidurrr." ucap kami semua berbarengan.
285Please respect copyright.PENANAq4KUCQ6Tp4
"Capek mungkin abis disodok kamu, Jak." kata Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAGCZOfCeSEU
"Kan kita semua habis main sama Jaka barengan. Enggak logis lah. Yang logis itu faktor U." ucap Kak Sinta yang lalu dia teriak.
285Please respect copyright.PENANAvsmWU4mynT
"Aaaaaahh."
285Please respect copyright.PENANAoxAcqx2mbE
Bu Lena mendengar hal itu dalam sayup-sayup tidurnya lalu mencubit Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAEwfn52rfJp
"Sakit tauuu." kata Kak Sinta sambil mengusap-usap pantatnya.
285Please respect copyright.PENANAm5Xw43o0ZD
"Orang tua kok kamu katain. Hahahaha." kata Bu Lena yang lalu kami semua ikut tertawa.
285Please respect copyright.PENANAn3J3MxAX8u
_____-----_____
285Please respect copyright.PENANAmkKq01YflF
*Cuppss
285Please respect copyright.PENANABwc1Og8gB2
*Mmuaachhh
285Please respect copyright.PENANAv0bXQxbnVj
"Abang ganteng, bangun yukk."
285Please respect copyright.PENANAoDWkrxpheE
"Hoaaahhhhh."
285Please respect copyright.PENANADqiZ8oXfLA
Gw meregangkan badan setelah bangun dari tidur.
285Please respect copyright.PENANAKdExetJO0X
"Yuk ganteng, bangun. Kita sarapan." Kak Sinta membangunkan Gw.
285Please respect copyright.PENANAFWm8WcM6fJ
"Jam berapa, Kak?" tanya Gw.
285Please respect copyright.PENANAcOImUN2DxZ
"Jam 8."
285Please respect copyright.PENANA4PG0PFBi4U
Gw melihat sekeliling sudah tidak ada orang lagi hanya tinggal Gw dan Kak Sinta yang masih bertelanjang badan.
285Please respect copyright.PENANAYMPQmp2zMV
"Pada kemana kak yang lain?"
285Please respect copyright.PENANAl9h3G7bmYN
"Lagi pada masak tuh di dapur. Ayuk udah mau mateng tau." ajaknya.
285Please respect copyright.PENANAieWxRHYQsr
Lalu Kak Sinta pergi menuju dapur meninggalkan Gw sambil berjalan melenggak-lenggok memamerkan pantat gempalnya.
285Please respect copyright.PENANAczm7ZuFqWW
Gw pun mengumpulkan nyawa sejenak lalu bangkit dan menuju ke dapur menemui mereka berempat yang sudah menyiapkan makanan untuk kami sarapan.
285Please respect copyright.PENANACL9bsW6HAC
"Wihh raja udah bangun." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAtx9aWKAZXh
"Pada bangun jam berapa?" tanya Gw.
285Please respect copyright.PENANA9Xk1faFQCM
"Ibu-ibu mah emang udah insting jadi bangunnya subuh. Cuma anak muda aja yang bangunnya siang." kata Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAQ55P7Cf0lp
"Nah kan selagi muda, Bu. Makanya dinikmatin dulu bangun siangnya. Hahaha." saut Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAoSkU1ihgN5
Pemandangan di dapur itu bagaikan sebuah imitasi dari isekai. Bu Ros dan Bu Nisa sedang memasak, Bu Lena sang pemilik rumah duduk di meja makan bersama Gw dan Kak Sinta dan kami semua masih tanpa menggunakan pakaian.
285Please respect copyright.PENANA07iGlMYWud
"Aduhh, badan aku ngilu semua." keluh Gw.
285Please respect copyright.PENANABCjGRPVTuV
"Nihh, minum. Udah saya buatin." Bu Lena menyodorkan minuman untuk Gw yang sudah tersedia sedari tadi di atas meja makan.
285Please respect copyright.PENANAFb04XA86ak
"Apa ini, Bu?" tanya Gw sambil mengangkat gelas lalu mengendusnya.
285Please respect copyright.PENANApIbvmcXI7u
"Jamu." ucapnya sambil tersenyum.
285Please respect copyright.PENANATepp6XQnWu
"Aneh-aneh lagi gak, nih?" tanya Gw.
285Please respect copyright.PENANAoRJpPTT8ST
"Awas loh Bu kalo aneh-aneh. Saya enggak bisa alesan lagi." saut Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAJkvypvfNb7
"Enggak kok. Ini jamu biar kamu enggak ngilu-ngilu lagi." jelas Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAVtft0mVYkn
"Aku minta susu ya, Bu." kata Kak Sinta sambil membuka kulkas Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAsI1qbRe3KF
"Udah punya susu juga pake minta." canda Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAu1t8C5cJXq
"Belum bisa produksi, Buuu." jawabnya.
285Please respect copyright.PENANA6nRkfapplm
"Nanti kalau Bu Nisa hamil deh kita nikmatin susunya. Hahaha." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAbw0rayciLl
"Ahh, suami saya aja mandul. Udah mandul, nyusahin pula." jawab Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAo9oQTkTeyI
"Nissss. Gak boleh gituu. Siapa tau nanti suami kamu insyaf di dalam sanaa." kata Bu Lena bijak.
285Please respect copyright.PENANAJmo2GElujJ
"Mudah-mudahan sih yaa." jawabnya.
285Please respect copyright.PENANAApgYMJreQC
"Kenapa enggak Jaka aja yang hamilin Bu Nisa." celoteh Kak Sinta seenak jidatnya.
285Please respect copyright.PENANAdy5xjoEzgS
"Ihh ide bagus." kata Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAV9M0LTq99P
"Nanti warga pada curiga suaminya dipenjara kok istrinya bisa hamil. Aku di benci satu lingkungan dehh. Pinter banget ishh guru satu ini jadi pengen timpuk pake teflon." oceh Bu Nisa yang gregetan dengan Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAaO0XtaW7xs
"Bu Ros atau Bu Lena kali aja mau nambah momongan." tambah Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAESWAaPA7MD
"Ehh nih ya bocah. Dikira gampang kali ya ngurus anak." timpal Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANA3jqjQUQKvT
"Mending kamu tuh yang minta dihamilin aja sama Pak Hendra. Hahahaha." saut Bu Lena yang membuat kami semua tertawa.
285Please respect copyright.PENANAubzv9gAz7h
"Ihhh, ogaahhh." jawabnya.
285Please respect copyright.PENANA2l5FFvEIG6
"Ehh, itu Bu. Tolongin saya doong. Keluarin Pak Hendra dari SD kitaaa." tambahnya.
285Please respect copyright.PENANAXNEWK7alyB
"Mana bisaa. Pak Sulai aja enggak bakal bisa mecat dia. Emang kamu siapa mau ngeluarin gitu aja." jawab Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAnjOpVKR3zE
"Keluarga yang punya sekolah mah mana bisa digituin, Sin. Kecuali ada satu hal." sambung Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAdI9PjGqZWz
"Kan ada video yang waktu itu, Bu." ucap Gw.
285Please respect copyright.PENANA7PNODRVyqz
"Ehh, itu diminum dulu jamunyaaa." omel Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANA7Npytovk1I
*Glukk glukk glukk
285Please respect copyright.PENANAxjfFgO0WQS
Gw pun akhirnya meminum jamu yang rasanya emang pahit itu.
285Please respect copyright.PENANAo3N1My55Th
"Hmm. Pait bangett. Gak ada manisannya apa Buu." tanya Gw.
285Please respect copyright.PENANAqziwQDq7gr
"Ehh, iya. Lupa bikin." jawabnya.
285Please respect copyright.PENANAgVBzBF6hJx
"Yaudah sini." kata Bu Lena sambil bangun dari duduknya lalu mendekati Gw.
285Please respect copyright.PENANAtcpz3qqWX5
Bu Lena menciumi bibir Gw lalu di santapnya seisi mulut Gw seolah sarapan pagi.
285Please respect copyright.PENANAwPH1Jo165F
*Slurpp slurppp slurpp
285Please respect copyright.PENANAN19mZPeEna
"Gimana? Udah enggak pait kan?" tanya Bu Lena setelah menciumi Gw.
285Please respect copyright.PENANAB8ud4fl5ZP
"Masih, Bu."
285Please respect copyright.PENANA9YzwYJNGrQ
"Nih, Jak." Kak Sinta menyodorkan toketnya.
285Please respect copyright.PENANA6JmIb0Nv5q
"Ahhh. Mending susu yang ini sekalian." ucap Gw sambil meraih sekotak susu yang dipegang Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAXL7til7j3D
"Ihh, aku yang ngambil kamu yang minum." ocehnya.
285Please respect copyright.PENANAXi04ISdri8
"Udah, udah jangan ribut. Nih udah jadi." kata Bu Nisa menyodorkan sepiring telur mata sapi dan roti panggang.
285Please respect copyright.PENANAsI47IKPTi2
"Yahh, kirain nasi uduk, Bu." komen Gw setelah meminum susu.
285Please respect copyright.PENANA3W0UsefBXC
"Yeehh. Kamu kira gampang bikin nasi uduk." saut Bu Ros yang juga membawa sarapan kami menuju meja makan.
285Please respect copyright.PENANAeFw3L2Dx8h
"Masa masak dari subuh ampe jam delapan cuma dapet roti sama telor doang." komen Gw lagi.
285Please respect copyright.PENANAdKvSg3BNR1
"Emang siapaaa yang masak dari subuh." jawab Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAaZHuwNIb5H
"Lah tadi kata Bu Lena."
285Please respect copyright.PENANAHog09v4s9x
"Bukan, Jak. Bangunnya emang dari subuh, tapi masaknya baru kokk?" jelas Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAwawyzcGNsG
"Terus tadi pagi ngapain aja?" tanya Gw bingung.
285Please respect copyright.PENANAUA4vHaSSFm
"Aku sama Bu Ros nelfon anak sama suami. Bu Nisa ngerapihin kamar aku." jawab Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAHX86hH47eC
"Tuan Jaka sama Nyonya Sinta tidur." saut Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAe2vqfvWwJ0
"Hehehehe. Ya maap." ucap Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAVRaWZ6Pkwm
"Udah tidur doang, dikasih sarapan malah komen." kata Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANARv4Zn7nwve
"Iya iyaa, maappp." jawab Gw.
285Please respect copyright.PENANAc1pbo4iCIE
"Tapi yang semalem enak kaann." ucap Gw sambil tersenyum dengan kaki mengelus-elus memek Bu Ros dari kolong meja karena ia tepat berada di depan Gw.
285Please respect copyright.PENANAHBgV9NurLQ
"Hmmmppphh." desahnya.
285Please respect copyright.PENANAjZL2GRGvAW
"Udah ihh, sarapan dulu." omel Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANArWWUA3O4HE
"Wahhh, enak Buu." puji Gw sambil menyantap sarapannya.
285Please respect copyright.PENANAqsbS1oWp3f
"Pasti doong. Siapa dulu yang masak." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANALWtZvhwHdT
"Enak banget nihh. Kayak rasa apa yaa." kata Gw sambil berpura-pura mikir.
285Please respect copyright.PENANAIjA4BsgP4A
"Kayak apa, Jak?" tanya Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANANqhWRO5Z81
"Kayak rasa telor sama roti." ledek Gw.
285Please respect copyright.PENANA9wK3NxqyRa
"Uhhh. Ngeselin dehh." kata Bu Ros sambil menimpuk Gw dengan tisu.
285Please respect copyright.PENANAZmfKVtESYP
"Lah, Sinta. Kenapa diem aja?" tanya Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAsNINebdgPZ
"Mikirin yang tadi Jaka bilang." jawabnya.
285Please respect copyright.PENANASBZMWowEoV
"Yang mana?" tanya Gw bingung.
285Please respect copyright.PENANA7P8QqzZ00z
"Kalo mau ngeluarin Pak Hendra pake bukti yang waktu itu." jawabnya.
285Please respect copyright.PENANAjXNLAjwbKP
"Ohh, ituuu." kata Gw mengingat tentang video Pak Hendra dengan Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANARgfJ8ho0hK
"Itu apa, Jak?" tanya Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAFbhlFtVtMv
"Waktu itu saya ngerekam Pak Hendra abis ngentotin Kak Sinta." jawab Gw.
285Please respect copyright.PENANAG13A96xlIZ
"Serius??" tanya Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAFemrZvVTb5
"Iyaa. Saya masih ada videonya." jawab Gw.
285Please respect copyright.PENANALJa5BMTgru
"Muti juga tau tentang ini." tambah Gw.
285Please respect copyright.PENANA3AfcCTy9Wf
"Kamu serius mau bikin Pak Hendra dipecat?" tanya Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAAqH4o44C3P
"Ya mau banget, Bu. Lama-lama saya enggak kuat kalo begini terus." jawab Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAeCNkBcAMsW
"Tolongin tuh Buu." saut Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANAohaiFwS298
"Coba deh nanti saya pikirin." kata Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANA8Nq3VfxNX2
"Nah gitu dong wakil kepala sekolah." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAXvFuZgohHn
"Loh, ibu wakil kepsek?" tanya Gw.
285Please respect copyright.PENANAvSXevREFmG
"Lah, kamu enggak tau?" tanya Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAUZkjyuSQ7s
"Enggak ada yang ngasih tau. Gimana saya tauu."
285Please respect copyright.PENANARyTWKPNTvk
"Wakil kepsek mah enggak punya power apa-apa. Tapi, bisa saya diskusiin juga sih sama Pak Sulai." ucap Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAiSWkF0ZGPT
"Makasihh Bu Lenaaaa." seru Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANABp97dELXs1
Setelah itu kami menyelesaikan sarapan kami. Lalu ketika Bu Nisa sedang mencuci piring,
285Please respect copyright.PENANAJSOqsL1JCJ
"Jak, aku enggak bisa lama-lama lagi disini." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAe8EeGBQ92l
"Iya, Jak. Bu Ros harus pulang sebelum jam 10." saut Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANAnJxMVaQLUb
"Ohh, yaudah Bu. Makasih yaa udah gabung. Dan, selamat datang di Andaruniii." seru Gw.
285Please respect copyright.PENANAbEzIoD99RV
"Main lagi yukk sebelum saya pulang." ajaknya.
285Please respect copyright.PENANAZDjil4hW75
"Ayukkk."
285Please respect copyright.PENANAhIl12jcAP1
Lalu Bu Ros menghampiri Gw. Dia langsung berjongkok untuk menyepong kontol Gw.
285Please respect copyright.PENANAd0BCdwChFF
*Slock slockk slockkk
285Please respect copyright.PENANAeq3rVC7XDw
Setelah beberapa lama dia menyepong Gw, Bu Ros pun bangkit dari posisinya.
285Please respect copyright.PENANAk4KhZFFPDD
"Ayuk, Jak. Aku udah basahh." ucapnya.
285Please respect copyright.PENANAiEfWB1rlst
Bu Ros lalu duduk di atas meja makan tempat kami sarapan tadi. Dia mengangkangkan kakinya agar Gw bisa memasuki kontol Gw dalam memeknya.
285Please respect copyright.PENANANlOr4LNKi8
*Slebb
285Please respect copyright.PENANATzhN3ZeJRM
"Aahhh, Jakkk. Kontolnya masih gede kayak semalemm." ucapnya.
285Please respect copyright.PENANAKpvGxrDRM9
*Plokk plokk plokkk
285Please respect copyright.PENANAe6vjAxQPsY
Gw memaju mundurkan pinggul Gw. Bu Lena dan Kak Sinta hanya menikmati suguhan tontonan yang kami ciptakan.
285Please respect copyright.PENANAhAJlnklYl9
"Aahhhh, Jakkkk. Kontol kamuu enakkk." racau Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAKZYHYVwWwQ
Bu Ros menyandarkan tubuhnya ke belakang dengan kedua tangannya sebagai tumpuan. Toketnya yang bergoyang-goyang seirama dengan gerakan pinggul Gw membuat Gw jadi ingin menyedotinya.
285Please respect copyright.PENANAj6jRfvDSIN
*Slurrpp slurrppp
285Please respect copyright.PENANAKCFoMSQnsY
"Ahhh, Jaakkkk. Enakk bangettt." racau Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAWIT6MjnKK1
Selagi Gw mengentoti Bu Ros, Bu Lena bertanya ke Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAeV6qNfhaJ4
"Sange, Sin?" tanyanya.
285Please respect copyright.PENANA5etkh76ee2
"Iya lahhh." jawabnya.
285Please respect copyright.PENANA24sMqQz1pQ
"Mmppphhhhh." desah Kak Sinta karena kaki Bu Lena mengelus-elus memeknya.
285Please respect copyright.PENANAI19bYLwZdF
Bu Ros kini melingkarkan tangannya di leher Gw. Gw pun menarik punggungnya agar kami berpelukan.
285Please respect copyright.PENANA2yF84aiayQ
"Enak yaaa kalian." komen Bu Nisa.
285Please respect copyright.PENANA126J6TAkYo
"Enak doong." ledek Bu Lena.
285Please respect copyright.PENANApfMD2dSGIh
"Jhakkk, cepettttt." perintah Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANASI99UgPB27
Gw pun semakin mempercepat sodokan kontol Gw dalam memeknya. Desahan Bu Ros dan Kak Sinta memenuhi ruangan tempat kami sarapan itu.
285Please respect copyright.PENANAJDyKkFJQld
"Ahhh, Jakkk." desahnya.
285Please respect copyright.PENANA9uEEGWgTci
"Akuu mau keluarrrr." tambahnya.
285Please respect copyright.PENANANo2y2UtQbN
"Barengg, Buuu." ucap Gw.
285Please respect copyright.PENANAjPKKuT6eyY
"Aahhh, ahhhh." Bu Ros memeluk Gw erat.
285Please respect copyright.PENANAbzZRAHiGeb
*Crottt crotttt crootttt
285Please respect copyright.PENANAY4FDd1jUsi
Kontol Gw memuntahkan muatannya di dalam memek istri seorang polisi itu.
285Please respect copyright.PENANAaIcQDpWGTL
"Hahhh. Keringetan aku." ucap Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANA2TwzTBg4FV
*Pluppp.
285Please respect copyright.PENANAOO15BwmHK7
Gw keluarkan kontol Gw dari memek Bu Ros sehingga cairan Gw dan Bu Ros mengucur keluar.
285Please respect copyright.PENANAor75KyuPHt
"Bu Lena. Tolong ambilin tisu." pinta Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANAbBETtwDuud
Lalu Bu Ros memberikan tisu ke Bu Ros dan disapunya cairan yang meluap keluar dari memeknya dengan tisu itu.
285Please respect copyright.PENANAcranhsYHyj
"Huhhh. Penutupan yang menyenangkan." kata Bu Ros.
285Please respect copyright.PENANA2qgv3GVGy6
"Sebelum pulang, kita foto bareng yukk." kata Bu Nisa setelah selesai mencuci piring.
285Please respect copyright.PENANApcFZbCUC82
"Ayoookkk." seru Kak Sinta.
285Please respect copyright.PENANAJfxYBjgnNb
Kami pun berbaris dengan posisi Bu Nisa di sebelah paling kanan. Diikuti dengan Bu Ros, Gw, Kak Sinta lalu Bu Lena dalam keadaan semua tanpa pakaian satupun. HP kami sandarkan di meja makan agar kami tidak perlu memegangnya.
285Please respect copyright.PENANA1ju6aiuBhH
Terima kasih telah membaca sampai sejauh ini! ❤️
36 Chapter sudah dirilis di KaryaKarsa.
Hanya IDR.5000 / MYR.1 saja
285Please respect copyright.PENANA8PM25fp2Z8
🌐 KaryaKarsa.com/Greenie2
atau buka aplikasi KaryaKarsa dan cari "Syahwat di Sekolah" atau "Greenie2".
ns216.73.217.54da2


